APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KUBALAS KAU DENGAN ELEGAN

KUBALAS KAU DENGAN ELEGAN

Kehidupan tenang Sahira seketika hancur setelah memergoki suaminya berselingkuh dengan sahabat dekatnya sendiri. Di tengah kepedihan mendalam akibat pengkhianatan ganda tersebut, secercah harapan tiba-tiba datang dari masa lalunya. Kehadiran kembali seorang miliarder menawarkan perlindungan sekaligus mengajak Sahira menyembuhkan luka hati bersama. Akankah ini menjadi awal dari babak baru yang bahagia bagi Sahira setelah melewati pengkhianatan yang begitu menyakitkan?
Bab
Bagikan

Bab 1

Sahira melangkahkan kakinya secara perlahan, bahkan terkesan berjingkrak memasuki area kamarnya, ia menempelkan telinganya di depan pintu agar suara yang ada di dalam sana jelas terdengar, hingga pendengarnya itu menangkap suara-suara aneh yang berasal dari dalam di mana kamarnya berada, tempatnya selama ini ia melabuhkan kasih sayang bersama dengan sang suami, Indra Permana.

Sahira yang sudah membangun rumah tangga selama dua tahun itu sangat tahu apa yang terjadi dalam sana dengan hanya mendengar suara rintihan serta erangan dari dua orang yang berbeda jenis kelamin yang terdengar bersahutan.

"Ah sayang lebih cepat lagi! Aku sudah tidak tahan, cepat sayang!!.

"Iya ini sudah sangat cepat aku juga sudah mau sampai!."

Suara-suara itu jelas terdengar di telinga Sahira antara seorang wanita dan laki-laki, hingga tangannya kini terkepal erat dengan emosi dan amarah yang mengguncang, karena suara pria yang ada dalam sana sangat ia ketahui hingga hanya dalam hitungan detik Ia pun memutar knock pintu yang ternyata tidak terkunci itu dan berjalan masuk ke dalam.

Dunianya terasa runtuh seketika saat melihat di atas ranjangnya dua orang bertubuh polos Tengah melakukan hubungan tak senonoh layaknya suami istri, membuat amarah dan emosi Sahira pun memuncak seketika dan tanpa aba-aba meraih kursi meja riasnya, kemudian melemparnya ke atas ranjang hingga hampir mengenai dua orang yang terkejut bukan main, apalagi pria yang saat ini tengah memacu tubuhnya di atas seorang wanita dengan rintihan-rintihan yang erotis.

"Sahira!!."

Pekik Indra saat melihat istri sahnya kini sudah menatapnya dengan nyalang dan penuh amarah, Ia pun segera menarik tubuhnya dari atas tubuh wanita yang juga sangat terkejut kalah melihat penampakan Sahira.

"Kalian berdua benar-benar biadab! B****** tidak tahu diri, kalian berdua adalah penghianat, anj-ing!."

Teriak Sahira dengan amarah yang memuncak, dia segera beranjak menuju tempat tidur dan dengan cepat meraih kepala wanita itu dan menarik rambutnya dan menyeretnya turun dari atas tempat tidur.

"Aahh!! Lepas Sahira! lepaskan! Ini sakit."

"Sakit kamu bilang? Lebih sakit mana hatiku saat kau bercinta dengan suamiku, padahal kamu adalah sahabatku sendiri!!! dasar kamu yang wanita gatal, ini balasanmu atas semua yang telah aku lakukan, plak plak!!!."

Teriak Sahira dengan emosi yang bercampur dengan tangisan, ia menampar kedua pipi wanita yang merupakan sahabatnya itu dan kini telah berkhianat dengan bermain serong di belakangnya bersama dengan suaminya.

"Sahira sayang ini tidak seperti yang kau duga! Aku bisa jelaskan semua ini."

Teriak Indra berusaha untuk menenangkan istrinya yang masih kalap memukuli wanita yang merupakan selingkuhannya tersebut sekaligus sahabat istrinya sendiri.

Plak plak plak plak!!

Suara tamparan itu masih saja terdengar di ruangan tersebut! Sementara wanita yang tak memakai pakaian itu sudah terlihat kepayahan akibat pukulan bertubi-tubi yang didapatnya dari Sahira.

"Sahira! sudah, kamu bisa membunuh Amelia, tenanglah mari kita berbicara dan berpikir dengan jernih."

Seru Indra kembali sembari meraih lengan Sahira dan menyentaknya, kalau ia tidak melakukan itu maka istrinya tersebut pasti tidak akan pernah mengampuni Amelia yang merupakan sahabatnya.

"Kenapa Indra? Kenapa kamu tega? Apa kurang ku selama ini? Kalian tega menghianati aku."

Ucap Sahira seraya memundurkan tubuhnya ke belakang, ia menatap kosong ke arah depan sementara Indra kini membantu Amelia untuk bangkit dan menutupi tubuh polos wanita itu dengan selimut.

"Kamu tidak apa-apa kan?."

Wanita yang bernama Amelia itu hanya mengangguk seraya meraba pipinya yang terasa kebas akibat tamparan bertubi-tubi dari sahabatnya, namun ekor matanya masih melirik sinis ke arah Sahira yang tampak linglung dengan semua yang terjadi di hadapannya.

"Aku akan mengumpulkan semua anggota keluarga malam ini! Terlebih kedua orang tuamu Indra, mereka harus tahu semua ini, aku sudah memutuskan untuk mengakhiri rumah tangga kita sekarang juga di hadapan semua orang."

Ucapan Sahira tersebut membuat Indra terbelalak seraya menggeleng dengan cepat lalu menghampiri istrinya.

"Tidak akan ada perpisahan di antara kita Sahira, Aku sangat mencintaimu Aku tidak ingin mengakhiri rumah tangga kita ini, semua yang terjadi antara aku dan Amelia bisa aku jelaskan nanti setelah semua anggota keluarga datang."

Seru Indra dengan cepat seraya hendak memegang lengan Sahira, namun dengan cepat wanita itu menepisnya.

"Baiklah aku tahu kamu pasti membutuhkan waktu untuk menerima semua ini, Aku akan segera menelpon ayah dan ibu."

Sahira tak lagi menyahuti perkataan suaminya, Ia lalu berjalan keluar dengan terseok menuju kamar lainnya, air matanya jatuh berderai bak air sungai yang mengalir, apa yang baru saja dilihatnya di depan mata seakan mimpi buruk dan ia ingin bangun segera untuk mengakhirinya.

*

Sahira duduk dengan tenang disofa seraya melipat kedua tangannya di depan dada, ketika kedua mertuanya sudah berada di hadapannya, begitu juga dengan kakak laki-laki Indra, Sahira sempat melirik pria berwajah dingin itu yang selama ini berprofesi sebagai seorang pengacara dengan ekor matanya, pasalnya baru kali ini pria itu datang. Mungkin dia ingin membela adiknya, pikir Sahira.

"Sebenarnya ada apa kamu memanggil kami semua Sahira?."

Tanya Ratih segera kepada menantunya yang selama ini memang tak disukainya itu, ia menatap wajah dingin Sahira dengan lekat.

"Aku memanggil kalian karena satu hal, ini mengenai rumah tanggaku dengan mas Indra, Aku akan segera menggugat cerai dirinya."

Sahut Sahira to the point, ya memang tidak ingin berbelit-belit dalam mengambil tindakan atas prahara rumah tangganya.

"Kalian ingin bercerai? Mana mungkin kamu mau menggugat cerai anakku? Bukankah dulu kamu yang ngotot mengejarnya dan ingin menjadi istrinya? Lalu kenapa sekarang kamu ingin menceraikannya?."

Teriak Ratih dengan nada tak percaya ke arah menantunya, sementara suaminya hanya menatap lekat ke arah Sahira.

"Indra dan Amelia telah berkhianat mereka melakukan perselingkuhan di belakangku! Aku tidak menerima itu dan aku akan menggugat cerai segera di pengadilan.

"Tidak bisa Sahira! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikanmu."

Teriak Indra dengan lantang, ia sedang menuntun Amelia dari arah dalam Karena wanita itu masih kesakitan akibat pemukulan yang dilakukan oleh Sahira tadi.

" ciih!! Dasar munafik!."

Gerutu Sahira dalam hati ketika melihat sahabatnya itu yang terlihat sangat memelas yang dibuat-buat, wanita itu kini duduk di sebuah kursi single dengan dibantu oleh Indra membuat Sahira merutuki kedua orang itu dalam hati.

"Oh jadi maksudmu adalah hubungan Amelia dengan Indra? Itu yang telah membuat kamu ingin segera menuntut cerai putraku?."

Ucapan Ratih itu membuat Sahira segera mendongak menatap Ibu mertuanya, perkataan wanita paruh baya itu seakan menyiratkan kalau mereka sebenarnya sudah tahu hubungan keduanya.

"Jadi ibu sudah tahu hubungan mereka? Jawab Bu!."

Teriak Sahira sambil menggelengkan kepalanya dengan tatapan lekat yang mengarah kepada ibu mertua serta suaminya.

"Tentu saja sudah! Bahkan kami lah yang menikahkan mereka berdua saat kamu sedang keluar kota kemarin."

Duarrr!!!

...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel JANDA YANG TERNODA
9.4
Tigran, penerus takhta Mayori Group yang menguasai pasar pangan Asia, jatuh hati kepada Naomi, seorang janda satu anak bernama Kayla. Hubungan mereka ditentang keras oleh orang tua Tigran demi melindungi nama baik keluarga dari desas-desus. Namun, Tigran memilih menentang mereka dan menikahi Naomi secara siri. Setelah melewati rintangan berat yang menguras perasaan, mereka akhirnya memperoleh restu keluarga dan memulai lembaran baru yang harmonis.
Sampul Novel Kasih Tak Sampai
9.2
Selama sepuluh tahun, Zed menyimpan dendam membara karena saudara laki-laki mantan kekasihnya telah menyiksa dan membunuh adiknya. Sang kakak kini dikurung di rumah sakit jiwa setelah dipukuli hingga cacat mental, sementara sang protagonis terjebak di sisi Zed tanpa jalan keluar. Menghadapi depresi, keguguran, dan tumor, ia menderita hingga ajal menjemput. Saat keinginan Zed agar seluruh keluarganya mati akhirnya terkabul, sebuah gundukan makam baru yang kecil muncul tepat di sebelah nisannya.
Sampul Novel Kembang Desa
8.4
Kecantikan justru membawa petaka bagi Lasmini di masa mudanya. Akibat pengkhianatan sang kekasih yang lari dari tanggung jawab, ia terpaksa menghadapi kerasnya hidup seorang diri. Sebagai ibu tunggal di usia belia, Lasmini kini harus berjuang keras demi membesarkan anaknya di tengah berbagai kesulitan. Sanggupkah ia melepaskan bayang-bayang masa lalu yang kelam, menemukan cinta sejati yang tulus, dan akhirnya meraih kebahagiaan yang didambakannya?
Sampul Novel My Home
8.9
Pernikahan dengan Orlyn adalah kebahagiaan bagi Cein, tetapi sang istri justru merasa terjebak dalam sangkar tanpa rasa cinta. Di kala Cein berjuang keras meluluhkan dinginnya hati Orlyn, bayang-bayang masa lalu yang kelam terus mengusik mereka. Tak hanya itu, Cein juga harus bertahan di tengah perjuangan melawan penyakit jantung yang menggerogoti tubuhnya. Akankah rumah tangga mereka bertahan saat pengorbanan dan rasa sakit terus menguji keteguhan hatinya?
Sampul Novel My Lovely CEO
8.4
Sebelum pernikahan resmi mereka, Ellen berteriak histeris begitu menyadari tindakan Reyhan Saputra. Sambil menutupi badannya, ia memaki pria itu. Bukannya marah, Reyhan malah tertawa gemas. Setelah mematikan kompor, ia mendekat hingga membuat Ellen terdesak ke dinding. Ellen merasa geli sekaligus tegang saat Reyhan memegang tengkuknya. Dengan seringai nakal, Reyhan pun menawarkan diri untuk mempraktikkan langsung contoh perbuatan tersebut.
Sampul Novel Pasangan Tak Diinginkannya: Serigala Putih Rahasia
9.5
Demi Mutiara, sang putri, Larasati merahasiakan jati dirinya sebagai Serigala Putih selama sepuluh tahun. Namun, ketenangan mereka sirna seketika saat anak Alpha Vincent, Cindy, menyiksa Mutiara. Pengkhianatan Vincent pun terungkap saat ia memberikan gelar Luna kepada selingkuhannya, Ivana. Dituduh penyusup dan disiksa perak, Larasati akhirnya mengungkap rahasia besarnya. Dibantu Garda Dewan Agung, ia bangkit menuntut balas.