APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ku Lepas Kau Dengan Doa

Ku Lepas Kau Dengan Doa

Dalam sunyinya malam, Rianti merawat bayinya melewati masa nifas tanpa keluhan. Ketabahan menjadi pilihannya demi menutupi kesedihan dan kerinduan di balik tawa palsu. Namun, kesetiaan Rianti diuji berat ketika kepercayaannya dikhianati dan harapan manis berubah menjadi bualan belaka. Luka mendalam yang ia rasakan sendirian di tengah keheningan malam yang dingin membuatnya sadar bahwa janji suci pernikahan tak akan pernah terulang kembali.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Mas Bayu, emas ini lebih dari cukup untuk biaya kuliah mu!"

Rianti merelakan emas peninggalan ibunya turun temurun. demi untuk memenuhi keinginan suaminya.

"Biar bayi yang ku kandung kelak punya masa depan."

"Itu warisan dari ibu ku,semoga mas Bayu bisa menggunakan sebaik-baiknya."

Bayu juga belum ngomong dari tadi, sedangkan Rianti sudah memenuhi permintaannya.

"Kalau masih ragu, coba di pikir lagi, kalau diam begitu, aku ga tahu apa yang mas Bayu inginkan."

"Tidak usah mikir yang di rumah, biar saja nanti aku berusaha cari kerja."

Di saat Rianti sudah mengiklaskan, Bayu justru mulai ragu.

Model suami seperti Bayu, banyak cakap minim tindakan.

Diamnya Bayu hanya sebatas akting saja, biar di depan istrinya berlagak seperti orang lagi mikir.

"Sebenarnya saya merasa tidak enak dik, suami minta dari istri."

Apa yang terucap dari mulut Bayu tidak seperti apa yang ada di dalam hatinya.

"Gimana kamu itu mas? kita kan sudah berkeluarga, tidak seharusnya mas Bayu bilang gitu."

Seperti mendapatkan angin segar, Bayu semakin mendekati hasil beberapa hari ngomong tentang keinginannya.

"Kapan mas Bayu mau berangkat, persyaratan di siapkan semua jangan ada yang ketinggalan!"

"Besuk pagi dik, biar sampai kota sore."

"Ya sudah, nanti saya ke toko emasnya habis ashar saja."

Rianti perempuan muda yang tulus dalam mencintai suaminya.

Tidak ada sedikitpun rasa curiga terhadap Bayu. karena sudah ada benih cinta di perut Rianti.

Apa yang menjadi keputusan suami Rianti dukung. Yang dia lakukan hanya berdoa terbaik untuk suami.

Sekuat apapun perempuan tetaplah sebagai makhluk yang mudah menangis.

Saat menjual perhiasan emas pemberian orang tua lepas dari tangannya. nilai history emas itu telah putus.

Mengingatkan kepada bapak dan ibunya.

Air mata Rianti mengalir tak terasa olehnya, karena hatinya merasa ada yang hilang seketika.

Dalam isak tangis Rianti berdoa dalam hati," semoga mas Bayu tidak melupakan aku dan calon bayiku."

Pagi hari keberangkatan Bayu ke kota masih gelap, karena mendung membuat Rianti buru-buru, motor butut dengan setia menjadi teman sejak dia SMA.

Sampai di Stasiun masih ada waktu untuk kami melepas rindu.

Sesaat kemudian kereta datang, tidak ada firasat apapun, semua nampak biasa saja.

"Dik Doain mas Bayu ya!biar semua berjalan lancar, dan kamu hati-hati dengan kandungan kamu, dijaga dengan baik ya."

"Iya mas Bayu, jaga diri baik-baik juga ya! pasti Rianti doakan yang terbaik."

Pelukan Bayu hanya pura-pura sikap dingin terhadap Rianti nampak sekali terpaksa.

Rianti memeluk dengan erat, tak hiraukan disekitar karena ini kali pertama perpisahan sejak menikah.

Baru sekitar satu tahun setengah mereka menikah, pernikahan di usia muda mereka pacaran sejak sekolah.

"Sudah dik, mas berangkat dulu ya!"

"Iya mas, kalau sudah sampai kasih kabar."

Bayu sudah tidak lagi mendengar suara istrinya lagi,sudah keburu masuk gerbang kereta.

Rianti kini hanya seorang diri dirumah. baru terasa sepi, Rianti hanya duduk seorang diri.

Melihat kedatangan Rianti mas Bambang menghampiri sekedar ingin ngobrol.

"Lah dari mana Rin, masih pagi motor di luar." tanya mas Bambang kakak kandung Rianti.

"Nganter mas Bayu mas ke Stasiun."

"Emang mau mana?tumben pagi sudah pergi."

"Kuliah mas, tiap hari yang di omongin itu terus, telingaku isa kriting dengarnya."

"La terus duit dari mana kuliah, rumah ga ada tiap hari merokok kerja pilih-pilih."

"Yo emas dari ibuk, ku jual mas." Rianti merasa salah, tidak minta saran dulu ke mas Bambang.

"Pie to Nduk, due dhulur lanang samping ngomah wae ga mbok njaluk' i pertimbangan."

"Yo Ngapunten mas, wis Bacut."

"Yo namanya keluarga itu kalau bisa jadi satu, kalau begini satu di sini, Satu disana ... wah ga masuk Nduk, ga cocok aku."

"Kamu jadi korban Nduk, dah percaya sama mas Bambang, kalau nanti sore dia kasih kabar ke kamu, berarti dia masih ingat kamu, tandanya mudah."

"Ya sudah itu sudah menjadi keputusan kamu. mas Bambang mau masuk kerja."

Kepercayaan yang sudah dimiliki Rianti, kini terkoyak oleh kakaknya sendiri.kini Rianti menjadi ragu atas apa yang diputuskan.

Rianti menyadari atas kesalahan tidak minta pertimbangan saran dan masukan dari kakaknya.

Bisa di bilang saudara laki-laki terdekat dengan rumah mas Bambang. Yang lain pada merantau.

Sebenarnya juga perlu pendapat dari orang yang lebih tua, apalagi sudut pandang laki-laki dan perempuan bisa berbeda.

Tetapi keputusan sudah diambil tentu resikonya siap dijalani.

Jalan yang terbaik adalah berdoa.

Hari menjelang magrib Rianti masih menunggu kabar dari mas Bayu, sengaja tidak kirim pesan.

Setiap ada pesan masuk Rianti berharap pesan dari mas Bayu, lagi-lagi Rianti kecewa.

Ternyata bukan dari mas Bayu. Semakin teriang suara mas Bambang di telinga Rianti.

Kesepian terasa malam pertama tanpa mas Bayu, padahal kepergian mas Bayu cukup lama.

Air mata Rianti menetes kesepian ini akan menjadi teman Rianti setiap malam.

Sudah jam sembilan malam Rianti belum bisa tidur, ini adalah pengorbanan awal mula kepergian mas Bayu.

Semoga ini menjadi pengorbanan yang akan berbuah hasil yang baik. mengorbankan harta waktu juga perasaan. Rianti mencoba berfikir positif saja.

Kalau sampai saat ini belum ada kabar dari mas Bayu mungkin belum sempat atau masih capek.

Ke esokan harinya Rianti takut membuka pintu, kalau saja mas Bambang menanyakan sesuatu.

Rianti di dalam rumah menyiapkan syarat untuk melamar kerja.

Tidak mungkin menunggu kiriman dari mas Bayu, karena dia tidak sedang kerja melainkan kuliah.

Tidak sadar Rianti kalau sedang hamil, seenaknya saja dia jongkok.kandungan Rianti baru tiga setengah bulan.

Rianti putuskan untuk berbaring sejenak, gara-gara lupa perutnya mules.

Acara hari ini gagal, Rianti tertidur sampai siang. Sedang terik matahari sangat panas.

Baru pagi ini Rianti bangun kesiangan tidak seperti biasanya Rianti melakukan hal ini.

"Heeem ... ternyata sudah setengah tujuh aku kesiangan." Rianti bergumam sendiri.

Kamar tidur Rianti berada di sebelah kamar tamu agak jauh dari jalan depan rumah.

Hari pertama Rianti tidak memasak air untuk menyiapkan kopi untuk bikin kopi. perempuan sederhana hanya tahu bagaimana mana mengabdi ke suami.

Kali ini Rianti tidak melakukan tugas sebagai istri.yang sudah di jalankan satu tahun terakhir.

Kalau ada suami di rumah semua dilakukan dengan baik, sebagai seorang istri Bayu yang profesinya sopir, itu saja kalau ada yang nyuruh.

Kini Bayu sudah tidak lagi ada di rumah, Rianti menjalani semua dengan sendirian.

"Nduk Rin, sudah sarapan belum nich," Suara istri mas Bambang, mb Ida.

"Tok ... Tok ... Tok."

"Ya mb, bentar." Rianti berjalan dan membukan pintu.

"Masuk mb!"

"Ini mb tadi masak nasi goreng, lumayan buat sarapan ga terlalu pedas oug." mb Ida memberikan piring sambil masuk ke rumah.

"Mas Bambang sudah cerita tentang suamimu semalam."

"Ya sudah di makan keburu dingin ga enak."

"Makasih mb." jawab Rianti.

Ida dah berbalik badan pulang ke rumah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKAN KUBUAT KAU MENYESAL, MAS!
7.8
Bertahun-tahun aku membiayai hidup Mas Arya, termasuk menyokong ibu dan adiknya saat dia kesulitan uang. Namun, keputusannya untuk menikah lagi secara diam-diam menghancurkan segalanya. Ini saatnya aku melangkah pergi dan membiarkan dia menanggung seluruh beban finansial keluarganya sendirian. Biar dia sadar betapa berharganya diriku yang selalu diremehkannya. Aku menolak bertahan di pernikahan beracun ini; masa depanku berharga dan aku layak bahagia.
Sampul Novel (bukan) Perempuan Biasa #buku ketiga
9.6
Kehidupan mapan Davina Hadinata runtuh usai menjalin kasih dengan Aria Wardana yang ternyata telah beristri. Tak cukup difitnah Aria hingga kehilangan pekerjaan, bisnis ayah Vina pun hancur akibat skandal kakaknya. Petaka kian memuncak ketika istri Aria nekat mengakhiri hidup. Hal ini memicu murka Rajata Bagaskara yang ingin membalas dendam atas kematian keponakannya. Rajata menodai Vina hingga hamil. Di tengah kemiskinan dan penderitaan mendalam, Vina harus berjuang bertahan hidup.
Sampul Novel Cintamu Seperti Uang Kecil
8.4
Tekanan hidup akibat lonjakan harga pangan membuat Rani frustrasi. Di tengah situasi sulit ini, Dimas, sang suami, hanya memberinya uang belanja harian sebesar 25 ribu rupiah untuk lauk-pauk, meski kebutuhan pokok lain sudah ia siapkan. Rani menganggap jatah tersebut sangat tidak masuk akal dan menilai suaminya teramat pelit. Saat menerima uang itu dengan ketus, ia merenung gusar bahwa nominal sekecil itu bahkan tidak cukup untuk membeli bedak, apalagi memenuhi gizi mereka.
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Kehidupan Ratih Apsari hancur setelah memergoki suaminya berselingkuh. Pasca bercerai, ia tidak sengaja masuk ke mobil Derryl Dariawan dan melewati malam bersama karena suatu kesalahan fatal. Kejutan berlanjut saat Derryl ternyata menjadi CEO baru di tempat kerjanya. Ratih sempat curiga dirinya dijebak, tetapi interaksi mereka justru memicu benih cinta. Kini, ia dilema karena perbedaan status sosial dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Haruskah ia membuka hati atau kembali ke pelukan mantan suami?
Sampul Novel Jalan Jodoh Sang Koki
8.1
Max, seorang juru masak terkenal, terpaksa melarikan diri setelah dituduh membunuh perdana menteri lewat hidangannya. Di tengah pelarian, jiwanya merasuk ke raga seorang wanita korban tenggelam. Dalam wujud baru ini, Max justru terpikat pada Wulan, sahabat Nadia. Saat berhasil pulang ke tubuh aslinya, Max bertekad kuat untuk melamar Wulan. Namun, perjuangan meyakinkan sang pujaan hati ternyata sangat sulit. Mampukah koki ini memenangkan cinta sejatinya?
Sampul Novel Jerat Cinta Mafia Kejam
8.2
Terbuang dari rumah sendiri akibat keserakahan kerabatnya, Kinanti memilih mengasingkan diri ke Amerika demi kedamaian. Namun, takdir justru menyeretnya kembali ke hadapan Brian, pemimpin mafia kejam yang sejak lama terobsesi padanya. Jika dulu ia bisa lari, kini Kinanti tak berkutik di bawah dominasi mutlak Brian. Di tengah ancaman keluarga pamannya yang terus mengusik, mampukah ia lolos dari cengkeraman cinta sang mafia?