APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kosan Satu Nusa

Kosan Satu Nusa

Bagi mahasiswa perantau dari aneka daerah, Kosan Satu Nusa tampak seperti tempat tinggal biasa. Padahal, bangunan sederhana ini menyimpan berbagai kenangan mendalam yang terukir seiring berjalannya waktu. Setiap sudutnya merekam dinamika kisah hidup para penghuni yang tinggal di sana. Lewat novel ini, Anda akan diajak menyelami jalinan kisah penuh makna tentang hangatnya persahabatan serta lika-liku pengalaman masa muda yang tidak terlupakan di perantauan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pas Abis ibadah, Jennie sama Hanbin mampir dulu ke Wartek yang ada di deket gereja. soalnya mereka belum sarapan tadi, jadi sekalian makan siang.

"Mau Makan apa Jen?" tanya Hanbin sama cewe yang duduk didepannya.

"Mau Nasi sama Ikan bakar, Terus sayur asem, Sambel terasi, Perkedel jagung, ikan teri, Kerupuk lele sama es teh manis," kata Jennie tanpa liat-liat menu.

Hanbin melongo mendengarnya. porsi makan Jennie nggak pernah berubah. Heran dia tuh, Makan banyak tapi Badan nggak Gendut.

"I-ittu, Bakalan abis Jen?" tanya Hanbin ragu.

"Lo pikir Gue Oche? yang takut makan banyak," kata Jennie yang membandingkan dirinya dengan sepupunya, Roseane Cristty.

Hanbin berdiri dan memesan yang diucapkan Jennie tadi. Emang Hanbin Ingat? tenang dia sama anak2 kosan kalo abis ibadah sering mampir kesini kok. jadi dia hapal makanan yang ada disini kesukaan Jennie.

Jennie memang sering mesen gitu pas bareng Hanbin. tapi Hanbin selalu kaget.

***

Chungha sekarang lagi ada diruang tengah bareng Sana, duduk sambil nonton Tv yang nayangin Serial India kesukaan seorang Sanaya di ANTV.

Itu loh, yang ceritanya si Cowo ditinggal Cewenya Mati tapi Idup lagi, kalo kata Sana di agamanya dikenal dengan nama Reinkarnasi.

Pas Iklan, Chungha jalan ke dapur. Mau minum katanya.

***

Pas sampe dapur, Chungha liat ada Yujin lagi buat sesuatu. Kalo dari gerak gerik serta bahan bahannya, Si Yujin lagi buat Cendol.

"Ngapain Jin?" tanya Chungha basa-basi.

"Eehh Chung, Bikin Kaget," kata si Gadis Bugis.

"Ini Chung, bikin Cendol untuk dicemil aja," katanya lagi.

"Dibikinin Es yaaa. gw keluar nyari Es Batunya deh" kata Chungha semangat. lumayan buat ngemil siang-siang.

Sepeninggalan Chungha, Yujin masih Terus berkutat dengan pekerjaannya. Adonan Cendolnya udah matang, tinggal di angkat terus dibentuk deh.

Ngomong-ngomong, Yujin belajar buat Cendol itu pas Dia masih kelas 5 SD. waktu itu, neneknya suka bikin Cendol buat Omnya, Yujin suka merhatiin jadinya Yujin di ajarin buat Cendol sama Neneknya.

Karna Yujin anaknya cepat tanggap, jadi cepet belajarnya.

Ngomong-ngomong, Yujin lupa lelehin Gula Arennya.

Setelah selesai dengan Adonan yang sudah berubah menjadi Butiran butiran Cendol.

Yujin nyimpen Gula Arennya di atas panci, abis itu ditambahin Air terus diaduk aduk sama Dia.

Nggak lama, Sana datang. kayaknya Aus.

"Hayy Yujinnn," kata Sana di samping Yujin

"Iyaa Sanaaaa," Jawab Yujin.

"Yujin lagi bikin Cendol? mau Sana bantuin nggak?" tawarnya, tentu Yujin mau.

"Boleh San, itu tolong santannya yang di kulkas dipanasin pake panci yang itu yaaaa," kata Yujin sambil menunjuk salah satu panci yang ada di gantungan dengan tanggan kirinya, sementara tangan kanannya dipake buat ngaduk.

Akhirnya mereka berdua sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

***

Dari Dapur, kita beralih ke kamar seorang wanita yang berasal dari Ambon.

"Ya Tuhannn, Ini Setrikaan Momo banyak bangettttttt," katanya bermonolog pada dirinya sendiri.

Disampingnya, ada gadis berdarah Jambi dengan ponsel di tangannya.

"Joy bantuin kek," kata Momo melas. Joy ngelirik Momo sekilas.

"Bukanya Joy nggak mau bantuin Mo, tapi Joy lagi berusaha jadi yang pertama," jawabnya dengan mata yang masih fokus pada benda persegi panjang tipis itu.

"Jadi yang pertama apaan sih??!!" Tanya Momo setengah kesel.

"Cacing Dungs," jawab Joy santai.

"Anjg," kata Momo kesel

***

Salah Satu keturunan dari Raja Djanggola keluar kamar dengan Muka bantal, Rambut berantakan nggak diiket, jalan sempoyongan, tapi pake daster.

Mirip Zombie di iklan Kuaci Rebo. Terobosan terbaru 2020, Zombie pake Daster.

"Astagfirulah Kaget," kata Hoshi yang tiba-tiba datang, dia abis nemenin Chungha cari Es Batu kayaknya.

"Apaan sih Hosh. lebay banget," kata seje santai.

"Lebay pale lo, udah kayak Zombie tau nggak Je. Baru bangun, belek masi ada juga. Cewe bukan sih," Kata Hoshi sambil liat Sejeong dari atas sampe bawah.

Refleks Sejeong ngucek matanya. dengan kurang ajarnya, Hoshi Ketawa.

"Masuk lagi tapi," kata Hoshi, udahnya Cowo itu Ketawa kenceng.

"Tai Kucing, baku hantam anjooo..!!" kata Sejeong Emosi. Tuh kan, jiwa bar-bar orang palu keluar.

"Kaboorrrrrr," kata Hoshi Lari disusul Sejeong yang udah megang sapu buat memukul Hoshi.

Dan aksi kejar kejaran pun terjadi. Heran Yaa, padahal Udah 23 tahun. tapi kelakuan masih kayak yang 13 Tahun. dasar Warga +62.

Karna Hoshi larinya sampe Naik tangga, Hayoung yang baru keluar kamar Auto Teriak Ngomel.

"HOSHI SEJEONG..! JANGAN LARI-LARIAN DITANGGA, ENTAR JATOHHHH" Memang kalau seorang Cut Hayoung sudah teriak, semua auto diam.

Sejeong sama Hoshi langsung berenti terus nunduk sambil nyenggol-nyengol satu sama lain. persis seperti anak anak yang ketahuan berantem sama mamaknya.

"UDAH GEDE JUGA, MASIH PADA BERANTEM. MANA PAKE LARI LARIAN LAGI, KALO JATOH GIMANA HAHHH? KAMU HOSHI, SUKA BANGET GANGUIN SEJEONG. JAILNYA MINTA AMPUN. SEJEONG JUGA, BARU BANGUN BUKANNYA CUCI MUKA, MALAH KEJAR KEJARAN SAMA HOSHI. LAIN KALI KAL--Hhmpt" lagi enak enaknya bersabda, Mulutnya ditutup sama Mahluk polos dengan inisial 'S'.

"Mamihhhh ... udah yaa ngomelnya. Ayo sini ada Es cendol buatan Ratu Yujin yang dibantu oleh Princess Sana," kata Sana dengan polosnya terus narik tangan Hayoung buat jalan ke meja makan, dimana disana sudah ada 1 baskom Cendol dan Es batu.

"Hoshi Jelek, Ayo panggil yang lain kesini. kita makan sama-sama," kata Sana lagi, tentunya dengan nada polos.

Dengan berat hati karna dikatain Jelek, akhirnya Hoshi manggil yang lain Juga.

Pertama dia manggil Joy sama Momo yang kamarnya paling deket dengan posisinya sekarang.

"Woyy Cabe Cabean. Keluar buru, ada Es Cendol noh," katanya kemudian langsung menutup pintu. bikin dua spesies itu melongo. jangan Heran mereka memang seperti itu, tapi jangan khawatir itu tidak serius.

abis dari Joy Momo, dia kekamar Yerin. Hoshi ngetok pintunya terus manggil nama Yerin tapi nggak ada sahutan, berarti Yerin nggak dikamar.

Lanjutnya Hoshi naik ke lantai atas. Di lantai atas ada TV, tapi cuma buat main PS doang. Hoshi nemu Ten sama Chankyun lagi main PS. terus nyuruh mereka buat turun makan cendol. Cendol dimakan atau diminum?

jalan ke balkon dia nemu Zelo, Wonwoo sama Doyoung lagi ngobrol, biasa lah obrolan orang waras. Hoshi mana ngerti.

terus nyuruh Zelo, Wonwoo sama Doyoung buat turun juga.

abis itu Hoshi hitung siapa aja yang udah dia panggil.

"Joy, Momo, Ten, Chankyun, Wonwoo, Doyoung, Zelo udah. Hayoung, Sejeong, Sana, Yujin sama Chungha ada di dapur. Jennie sama Hanbin lagi Ibadah. siapa lagi yaaa? Oh iyaa..! Jun sama Yerin kemana?" udahnya si Hoshi turun kebawah terus nanya Hayoung kemana Jun sama Yerin.

"Ayong, Jun sama Yerin kemana?" tanya Hoshi

"Jun sih tadi katanya ada perlu, soalnya bentar lagi di tahun baruan kan. kalo Yerin ... tadi sih abis makan anaknya langsung ke belakang, terus sekarang nggak balik balik," kata Hayoung.

"Yaudah bentar Gw cari dulu" kata Joy yang langsung berdiri.

***

Pas Joy lagi nyari nyari Yerin di taman belakang, Joy liat sandal Yerin dibawah pohon. tapi Yerinnya dimana?

"Huhuhu Joy tolong gw.."

Itu suara Yerin? Yerinnya mana? kok suaranya doang?

"anjir ada suara nggak ada betuk," kata Joy, takut dia tuhh.

"WOY ANJIR GW DISINI JOYYY...DI ATAS POHON"

Joy ngangkat kepalanya terus nemuin Yerin yang lagi duduk di satu dahan sambil meluk batang pohon.

Emang si Joy, bukanya nolongin. malah ngakak dulu, dasar teman.

"Lo ngapain disitu Woeee wkwkwk," kata Joy masih ngakak.

"Tolongin dulu bajingan, ini aing kumahaaa?" kata Yerin, hampir mewek dia tuh.

"Wkwkwk, bentar bentar gw ambil tangga dulu." Joy pergi buat ngambil tangga, dengan keadaan masih ngakak.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Lain Hanyalah Tamu
8.7
Tujuh kali menikah dan diceraikan oleh pria yang sama demi wanita lain membuat perasaan wanita ini mati rasa. Dari mencoba mengakhiri hidup hingga belajar pergi tanpa suara, ia telah melewati semua kepedihan. Kini, saat kekasih lama suaminya kembali, ia memilih menyodorkan surat cerai atas inisiatif sendiri. Sang suami mengira ini hanyalah bagian dari siklus pernikahan kembali yang biasa mereka lakukan, tanpa menyadari bahwa kali ini istrinya benar-benar pergi selamanya.
Sampul Novel Dinikahkan Karena Hutang
9.8
Iren terpaksa menikahi pria asing demi melunasi hutang keluarganya yang menumpuk. Pernikahan tanpa cinta ini terjadi akibat persekongkolan ibu dan saudara tirinya yang mendesak sang ayah untuk mengorbankan Iren. Di tengah situasi pelik ini, Iren harus menghadapi kenyataan pahit bahwa dirinya memiliki trauma mendalam terhadap laki-laki. Akankah ia mampu bertahan menjalani lembaran hidup barunya bersama sang suami di bawah bayang-bayang ketakutan masa lalu?
Sampul Novel Harga Sebuah Keperawanan
9.6
Demi keluar dari jerat kemiskinan, Dinda mengambil langkah nekat menjual kesuciannya pada preman seharga lima ratus ribu rupiah. Namun, operasi razia polisi menggagalkan transaksi itu dan mempertemukannya dengan Sergio, seorang polisi tampan yang menyelamatkannya. Walau Sergio telah beristri, Dinda tetap mengejar cintanya hingga mereka menjalin hubungan gelap rahasia. Akankah perselingkuhan ini terbongkar? Bagaimana reaksi sang istri saat tahu suaminya berkhianat?
Sampul Novel Istri Yang Tersiksa
8.7
Tiga tahun lamanya Rania Alvi menanggung kepedihan dalam pernikahan dingin dengan pengusaha kaya, Rizky Wira. Berstatus sebagai istri kedua, hidupnya kian terasing akibat bayang-bayang Inez, sang mantan istri. Ketika divonis mengidap kanker stadium dua, kondisi fisik dan mental Rania runtuh hingga ia nekat menggugat cerai. Namun, Rizky menolak keras dan bersumpah tak akan melepaskannya. Kini, Rania terperangkap dalam obsesi sang suami, bergelut dengan rasa sakit tanpa celah untuk bebas.
Sampul Novel Kehormatan Keluarga & Cinta Sejati
7.9
Alina terpaksa menikahi Aldric demi menyelamatkan kehormatan keluarganya dari gunjingan publik. Pernikahan tanpa cinta ini membuatnya menderita, sebab hatinya masih terpikat pada Damien yang dulu meninggalkannya. Alina sangat membenci Aldric, namun sang suami terus berusaha meruntuhkan sikap dinginnya. Keadaan kian pelik ketika Damien kembali dan berniat merebutnya lagi. Kini, Alina bimbang antara mempertahankan ikatan barunya atau pulang pada cinta pertamanya.
Sampul Novel Kuberi Segalanya, Tetapi Dia Berpaling
9.4
Saat disiram air oleh klien, Yoga hanya menerima makian dingin dari Raisa Gunawan, yang justru sibuk melindungi asistennya. Alih-alih membela, Raisa malah mencap Yoga sebagai pekerja tidak kompeten. Muak dengan ketidakadilan dan sikap dingin tersebut, Yoga memutuskan untuk membalas perlakuan kasar itu secara langsung sebelum akhirnya memilih pergi. Kisah drama modern dan romansa miliarder ini menyoroti keputusan berani Yoga untuk berhenti peduli dan meninggalkan posisinya.