APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KONTRAK CINTA DENGAN SAHABATKU

KONTRAK CINTA DENGAN SAHABATKU

Pasca patah hati, Qeiza Noura dikejutkan oleh lamaran tak terduga dari sahabat kecilnya, Arlando. Pria itu menyodorkan kontrak pernikahan berdurasi satu tahun, dengan kebebasan bagi keduanya untuk tetap mencari cinta sejati. Namun, kesepakatan tertulis ini mulai diuji seiring berjalannya waktu. Apakah pernikahan formal ini akan berakhir sesuai rencana, atau justru memicu perasaan tulus yang sesungguhnya? Batas tipis persahabatan mereka kini dipertaruhkan.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Aku harus bagaimana?!" keluh Arlando Meshach tanpa sadar.

Meski sudah umur 27 tahun, pria tampan itu tidak pernah tahu rasanya berpacaran. 

Sayangnya, kedua orangtuanya sudah mengultimatum agar secepatnya menikah kalau tidak ingin semua fasilitas kemewahan yang selama ini dinikmatinya dicabut sang Papi yang tak lain adalah pemilik perusahaan yang selama ini dipimpinnya, Gold Star corp.

"Pokoknya, Papi dan Mami tidak mau tahu! Dalam waktu tiga bulan ke depan, kamu harus  membawa calon istrimu ke rumah! Titik!" ucap sang Papi tegas menatap tajam wajah Arlando yang terduduk lemas.

"Tapi Papi, bagaimana mungkin, aku bisa membawa calon istri kalau pacar saja aku tidak punya!" jawab Arlando kesal. "Papi pikir, mencari istri itu gampang seperti memungut sampah di jalan?!"

Mami hanya bisa geleng-geleng kepala. "Kalian ini seperti air dan minyak, tidak bisa bersatu. Heran deh, apa tidak bisa dibicarakan dengan baik-baik dan kepala dingin?!"

"Anakmu ini dari tadi terus saja membantah ucapan Papi. Cuma diminta cari istri, susahnya minta ampun! Percuma punya wajah ganteng, cari satu biji wanita saja tidak bisa!" ledek Papi.

"Papi pikir, mencari satu biji wanita bisa dengan mudah didapatkan seperti menjentikkan jari?! " ucap Arlando mendelik. "Papi ini kekanakan banget!"

"Eh! Kamu yang kekanakan, masa mencari satu biji wanita saja, Papi harus turun tangan! Memimpin perusahaan besar saja bisa, tapi cari satu biji wanita tidak bisa!" Papi semakin meledek.

Arlando mendengus kesal melihat pria yang sangat dihormati dan disegani dirumahnya ini. "Bicara itu gampang, tapi prakteknya sulit!"

"Mau gampang, mau sulit, pokoknya Papi tidak mau tahu, kalau dalam waktu tiga bulan kamu tidak bisa membawa calon mantu buat Papi dan Mami," Papi menjeda kalimatnya, menatap tajam pada putranya. "Semua fasilitas kemewahan yang kamu dapatkan selama ini akan Papi cabut. Titik!"

"Papi tidak adil! Masa hanya gara-gara satu biji wanita, aku yang jadi korban?!" Protes Arlando tidak terima.

"Satu biji wanita, satu biji wanita!" celetuk Mami memotong perdebatan suami dan putranya. "Ganti dong jangan biji! Tidak enak didengar! Dari jaman dahulu kala yang punya biji itu hanya kaum adam, bukan kaum hawa!"

Papi dan Arlando langsung melihat wanita yang duduk di antara mereka berdua. "Kalau bukan biji lalu apa?!" tanya keduanya bersamaan. 

"Pikir sendiri! Biji, biji! Pokoknya yang punya biji itu kalian, kaum adam bukan kaum hawa," jawab Mami bangun dari duduk kemudian langsung pergi. "Lama-lama kepalaku pusing mendengar perdebatan kalian berdua yang tidak ada ujungnya." 

Tak lama Papi juga bangun dari duduk. "Pokoknya, ingat apa yang Papi katakan tadi! Kamu hanya punya waktu 3 bulan untuk membawa calon mantu ke rumah ini! Kalau tidak bisa, nanti Papi akan menjodohkan kamu dengan putri teman Papi!" Selesai bicara, Papi pergi menyusul Mami ke kamar.

"Hah! Apa?!" Arlando langsung berdiri. "Aku tidak mau dijodohkan! Tuan besar Theo, ini bukan jaman Siti Nurbaya!" teriak Arlando menatap punggung Papi semakin pergi menjauh.

Tok tok tok!

Kilasan kejadian kemarin malam yang ada dalam memori Arlando langsung buyar begitu pendengarannya menangkap daun pintu kamarnya diketuk dan namanya dipanggil. 

"Masuk Bi!" jawab Arlando sudah sangat hapal dengan suara asisten rumah tangganya.

Bibi masuk dengan membawa nampan berisi segelas air putih dingin dan beberapa camilan kue basah. "Tuan muda, ini ada kue basah."

"Taruh saja di atas meja Bi," Arlando tidak bersemangat langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa.

"Kenapa? Apa tuan muda sakit?!" tanya bibi heran melihat putra semata wayang majikannya terlihat kusut dan tidak bersemangat.

Tatapan Arlando jauh menatap langit-langit kamarnya. "Bi, apa bibi bisa bantu aku?!" 

"Bantu apa?" tanya Bibi langsung berdiri di depan Arlando. 

"Apa Bibi mau menikah denganku?!" tanya Arlando tanpa mengalihkan pandangannya dari langit-langit kamar.

"Hah! Apa tuan muda?!" tanya Bibi kaget, mimpi apa semalam sampai tuan muda mengajaknya menikah.

Arlando melihat wajah asisten rumah tangganya yang nampak kebingungan. "Bibi tidak mau menikah denganku?!"

"Tuan muda sehat-sehat sajakan?" tanya Bibi langsung memegang kening Arlando.

"Aku sehat Bi, tubuhku sangat sehat," jawab Arlando. "Hanya hatiku yang tidak sehat," sambungnya dengan nada sendu.

Bibi tersenyum. "Apa sakitnya tuan muda ini, ada hubungannya dengan permintaan tuan besar yang semalam?!"

"Bi, di mana aku harus mencari satu biji wanita?!" ucap Arlando dengan suara dan wajah memelas.

Bibi terkikik melihat wajah anak asuhnya yang sedih. "Hi-hi-hi."

"Bukannya bantu malah tertawa!" gerutu Arlando. "Bibi tertawa di atas penderitaan ku! Ya Tuhan, malang sekali nasibku! Di mana aku harus mencari satu biji wanita?!" Arlando semakin mendramatisir keadaan.

"Biji wanita itu harus dicari Tuan muda!" ucap Bibi. "Pergilah ke luar! Jalan-jalan di mall seperti anak muda yang lain atau nongkrong di cafe-cafe yang banyak dikunjungi gadis-gadis muda dan cantik!" Bibi begitu bersemangat memberi saran. 

Arlando menatap bibi begitu intens. "Apa yang dikatakan si Bibi ini ada betulnya juga," ucap Arlando dalam hati. "Yes! Tidak ada salahnya, aku mencoba. Cafe? Rasanya, aku sudah lama  tidak pernah ke cafe."

Melihat putra majikannya hanya diam tidak bicara apa-apa, tapi menatap begitu intens membuat si Bibi jadi ketakutan. "Tuan, tuan muda," panggil bibi. "Eh, kenapa dia? Kesambetkah?! Hih,,," Bibi bergidik takut lalu bergegas pergi meninggalkan putra majikannya.

......

Di sisi lain, air mata berjatuhan di pipi Qeiza. 

Suaranya tercekat di antara tangis dan emosi yang tertahan menatap kekasihnya. "Keterlaluan kamu, Damar!"

"Kumohon! Dengarkan aku sebentar saja, Qeiza!" ucap Damar dengan wajah memelas.

Namun, Qeiza menepiskan tangan besar yang menahannya pergi. "Jangan sentuh aku! Kamu tidak punya hati. Kenapa kamu mengkhianati aku?!"

"Aku tidak mengkhianati kamu," jawab Damar membela diri. "Apa yang kamu dengar dari temanmu itu, semuanya bohong!"

Qeiza menatap tajam iris mata hitam kelam milik Damar. "Bohong?! Lalu, bagaimana dengan bukti video itu?!" tanyanya dengan suara serak.

"Video?" Damar menatap bingung wajah Qeiza. 

"Kamu cek saja videomu itu nanti. Yang jelas, aku ingin putus." Selesai bicara, Qeiza langsung berlari pergi membawa hati yang telah hancur.

Damar sontak berlari mengejarnya. 

"Apa maksud kamu, Qei?! Jangan mengambil keputusan dalam keadaan emosi, itu tidak baik!" Damar mencoba menenangkan dengan meraih tangan Qeiza.

Sayangnya, Qeiza lagi-lagi menepis tangan pria itu. "Minggir! Aku tidak mau melihatmu lagi!"

Damar mengangkat kedua tangan sebagai tanda tidak akan menyentuh lagi. "Ok! Ok! Tapi dengarkan dulu semua penjelasanku sebentar saja."

"Menjelaskan kamu telah tidur dengan wanita lain?! Iya, Damar Bramantio!" ucap Qeiza galak. "Bagiku, apa yang telah aku lihat sudah cukup untuk bisa menilai betapa rendahnya kamu dihadapanku."

Damar mengernyitkan alisnya, tidak mengerti dengan apa yang Qeiza katakan. "Apa maksudmu?!"

Qeiza tersenyum sinis. "Lihatlah, siapa yang ada di belakangmu itu?! Gadis yang telah membuatmu berpaling dariku."

Damar langsung membalikkan tubuh untuk melihat siapa orang yang Qeiza maksud. Seketika wajahnya langsung memucat. "Ririn?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BERONDONG PERKASA
9.8
Lewat teropongnya, Danny Sasmita kerap mengamati Camelia, sang tetangga baru. Saat Camelia histeris akibat kecoak, Danny datang menolong. Sialnya, aksi itu memicu salah paham warga hingga memaksa mereka menikah meski beda usia jauh. Di tengah tekanan itu, mantan tunangan Camelia mendadak muncul setelah dua tahun berpisah. Kini, Camelia pun bimbang memilih sang suami berondong atau pria dari masa lalunya.
Sampul Novel Jangan Jatuh Cinta Pada Sugar Daddy
8.6
Demi mengatasi masalah keuangan, Anggita yang berumur 20 tahun nekat menggunakan aplikasi Sugar Baby. Walau awalnya diremehkan karena penampilan fisiknya, ia justru menarik perhatian Devano Abimanyu, seorang pengacara sukses. Devano bersedia menyokong hidup Anggita, namun dengan aturan yang sangat mengikat: dia memegang kendali atas segalanya, menawarkan kepuasan, dan melarang keras adanya cinta. Mampukah Anggita menjaga hatinya agar tidak melanggar batasan tersebut?
Sampul Novel Kado Dari Masa Lalu
8.5
Di hari ulang tahunnya yang ke-35, kehidupan Declan Montereau yang mapan mendadak gempar. Pebisnis sukses yang selalu skeptis pada komitmen ini dikejutkan oleh kedatangan Elio, balita empat tahun bermata abu-abu yang mengaku sebagai anaknya. Menghadapi kemiripan fisik yang mustahil dibantah, Declan terpaksa menelusuri kembali masa lalunya demi mengungkap identitas wanita yang tega menyembunyikan rahasia besar ini lalu pergi begitu saja.
Sampul Novel Nodamu Bukan Masalah Bagiku
8.0
Nabila, yang dipaksa suaminya menjadi wanita malam demi uang, berhasil diselamatkan oleh seorang CEO kaya bernama Riko. Tak hanya menolong, Riko juga membantu Nabila mengurus proses perceraiannya. Kebersamaan itu menumbuhkan rasa cinta di antara mereka. Namun, hubungan ini ditentang keras oleh ibu Riko yang mempermasalahkan masa lalu Nabila. Kini, mereka harus berjuang bersama demi meraih restu dan membuktikan bahwa cinta mereka sanggup mengalahkan prasangka serta ego keluarga.
Sampul Novel Obsesi Cinta Mafia Kejam
8.4
William Henry, gembong mafia berdarah Italia-Indonesia, mendarat di Jakarta untuk menuntut balas atas kematian ayahnya kepada Thomas Hartono. Rencana balas dendamnya goyah seketika saat ia terobsesi pada Wulan, putri tunggal sang musuh. Walau Wulan sudah bertunangan, hasrat gelap William mendorongnya menghalalkan segala cara untuk merebutnya. Kini ia terjebak dilema antara dendam masa lalu atau obsesi cintanya. William bersumpah takkan membiarkan siapa pun memiliki Wulan jika ia gagal mendapatkannya.
Sampul Novel Siapa Takut Pengkhianat Cinta
9.3
Dunia Andini runtuh akibat perselingkuhan Carvian dan Aulia, sepupunya. Di masa sulit ini, ia bangkit berkat dukungan Irvan, sahabat yang tulus menyayanginya. Namun, saat Andini mulai membuka hati untuk Irvan, Carvian menolak melepaskannya dan berniat menduakan mereka. Di sisi lain, Aulia yang dengki bertekad merebut Irvan demi menghancurkan Andini. Akankah cinta Andini dan Irvan mampu bertahan menghadapi gangguan mantan kekasih dan saudara yang manipulatif?