APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kontrak Cinta Dengan Iblis

Kontrak Cinta Dengan Iblis

Niat baik Aluna menyelamatkan seorang pria yang ingin mengakhiri hidupnya berujung pada takdir tak terduga. Sosok yang ia tolong ternyata adalah Denias, iblis yang menyamar jadi manusia demi menguasai Negeri Barat. Aluna yang tidak curiga pun menyetujui kontrak rahasia yang ditawarkan Denias. Namun, keputusan itu justru membawa mereka pada petualangan yang menyingkap misteri besar masa lalu Aluna. Rahasia kelam apa yang sebenarnya tersembunyi di balik kesepakatan ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Jadi, kamu akan membawaku kemana, Denias?"

Aluna pun lantas bertanya kepada lelaki yang ada di sampingnya itu dengan kedua tangan yang sibuk untuk menarik seatbelt-nya itu.

Denias yang mendengar pertanyaan dari Aluna pun seketika mulai mengalihkan pandangannya ke arah gadis itu. Semula, Denias tampak ingin membalas pertanyaan dari gadis itu.

Namun, saat pandangannya jatuh ke arah Aluna yang tampak kesulitan saat menarik seatbelt itu pun. Tiba-tiba saja, tangannya pun tergerak untuk membantu gadis itu.

Dengan perlahan, Denias pun lalu memajukan tubuhnya untuk menarik seatbelt yang berada di sisi Aluna itu. Tubuh Denias yang condong dan begitu dekat dengan Aluna pun, seketika berhasil membuat tubuh Aluna menjadi membeku saat itu juga.

Nafas Aluna pun tiba-tiba terasa sulit untuk ia hembuskan. Bahkan keringat dingin pun tiba-tiba saja turut memenuhi seluruh wajahnya.

Cklek! Setelah waktu berlalu sekitar 2 menit 35 detik. Barulah, seatbelt sialan itu berhasil dipasang oleh Denias pada tubuh Aluna.

Dalam hati, Aluna terus saja merutuki seatbelt itu. Sebab, kalian pikir saja. Bagaimana mungkin Aluna bisa tenang dan merasa baik-baik saja saat lelaki dengan wajah yang tidak bisa dikatakan biasa itu, berada didekatnya dan membantu dirinya.

Oke, Aluna akui mungkin ini adalah suatu hal yang konyol. Tapi, ayolah! Gadis mana sih?! Gadis mana yang akan bersikap biasa saja saat ada sosok lelaki tampan tiba-tiba berada didekatnya, apalagi jarak antara dirinya dan lelaki itu hanya terpaut sekitar 2 cm.

Kalian bayangkan saja?! Bahkan ketika lelaki itu bernafas pun, dengan jelas. Nafas hangat itu terasa begitu berhembus dan menusuk ke dalam pori-pori wajah Aluna.

Denias yang sekarang telah kembali ke tempat duduknya pun. Langsung saja turut memasangkan seatbelt untuk dirinya. Dan sebelum, ia menyalakan mesin mobil itu.

Tatapannya pun ia alihkan terlebih dahulu ke arah sampingnya yakni Aluna. Tidak seperti biasanya, Aluna justru sekarang terlihat tegang dan membeku.

Melihat hal itu, sebuah kerutan pertanda bingung pun seketika terukir sempurna di kening Denias.

"Aluna? Kamu baik-baik saja, kan? Kenapa sekarang tampaknya kamu seperti lagi ada masalah? Apakah ada sesuatu yang sudah membuatmu terganggu? Atau, apa ada seseorang yang sudah menyakitimu?" tanya Denias beruntun yang benar-benar merasa khawatir akan perubahan drastis dari gadis itu.

Mendengar pertanyaan terakhir yang terucap dari mulut Denias pun, Aluna seketika mulai mengubah ekspresi wajahnya.

"Apa ada seseorang yang sudah menyakitimu?! Oh, tuhan! Jelas-jelas semua ini terjadi akibat dirinya! Dan betapa bodohnya pria ini yang justru menanyakan sesuatu yang sudah tentu ia tau akan jawabannya! Kau! Kau adalah pelakunya, Denias! Hatiku tiba-tiba terluka karena dirimu yang secara tiba-tiba juga mendekatkan dirimu dengan diriku! Aku tersakiti Denias! Jantungku tiba-tiba berdegup tak beraturan dan aku rasa sekarang mungkin aku harus memeriksa hal ini kepada dokter. Sebab, aku tak ingin jika aku sampai merasakan mati muda!" batin Aluna yang mulai mendramatisirkan keadaannya.

Denias yang notabe-nya adalah seorang iblis. Tentulah, saat ini Denias mendengar dengan begitu jelas apa yang terucap di dalam hati gadis itu. Namun, entah ada apa dengan dirinya.

Yang pasti, Denias malah tiba-tiba merasa tidak konek dan tidak paham dengan apa yang dibatinkan oleh Aluna saat ini.

"Aluna?! Apakah kamu benar-benar sedang tersakiti? Apa perlu sekarang kita pergi ke rumah sakit saja? Aku rasa sesuatu pasti sudah terjadi denganmu. Kita perlu memeriksanya. Jangan sampai hal buruk terjadi padamu. Apalagi jika hal buruk itu sampai terjadi akibat kelalaian diriku. Jadi, keputusan akhirnya. Kita akan pergi ke rumah sakit, kan?" tutur Denias dengan nada suara yang menandakan jika pria itu tengah benar-benar khawatir dengan kondisi gadis itu, saat ini.

Aluna yang masih terus mendalami dan menghayati dramatisasi-nya pun, lalu langsung saja mengangguk-anggukkan kepalanya, pertanda akan dirinya setuju dengan keputusan pria itu.

"Benar. Aku rasa sekarang aku kayaknya memang gak lagi baik-baik aja! Aku perlu pergi ke tempat yang bisa mengobati segala sesuatu yang sudah membuat hatiku tersakiti seperti ini. Dan feeling diriku, sepertinya aku lagi merasakan penyakit jantung turunan. Kata dokter, penyakit jantung bisa menyebabkan kematian. Jadi, sepertinya aku memang harus di bawa ke rumah sakit! Aku perlu mendapatkan perawatan, Denias! Aku perlu diobati!" dramatis Aluna dengan ekspresi wajah yang memeragakan jika gadis itu tengah merasa kesakitan, saat ini.

Tanpa banyak pikir lagi, Denias pun lalu langsung saja menginjak pedal gas mobil-nya, membelah jalanan ibukota yang saat itu masih ramai-ramainya.

Menyadari bagaimana gaya stir Denias saat mengendarai mobilnya itu pun, seketika membuat mata Aluna menjadi membelalak saat itu juga.

Tunggu! Apa maksud pria ini?! Mengapa tiba-tiba Denias justru membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi seperti ini?! Sudah gila kah pria itu?

Jelas-jelas saat ini jalanan ibukota sedang ramai dan dipadati oleh berbagai macam kendaraan. Lalu, mengapa dengan bodohnya, pria ini malah mengebut di jalanan?!

Apakah secara tidak langsung, pria ini ingin membunuh dirinya?! Tidak! Ini tidak bisa ia biarkan!

Aluna harus segera menghentikan pria itu sebelum nantinya, Denias justru malah mengajaknya untuk mati bersamaan.

"KYAAA!! DENIAS! BERHENTI! STOP, DENIAS!!! KAMU MAU BUNUH AKU?!" teriak Aluna yang langsung berpegangan pada pegangan di mobil itu.

Denias yang terus fokus pada jalanan ibukota itu pun, samar-samar mendengar teriakkan dari gadis yang ada di sampingnya itu.

"SUDAHLAH, ALUNA! LEBIH BAIK KAMU DIAM SAJA DI SITU. AKU AKAN MEMBAWAMU, SECEPAT MUNGKIN UNTUK TIBA DI RUMAH SAKIT. AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN SESUATU BURUK TERJADI PADAMU!" balas Denias dengan berteriak tidak kalah kuat dari gadis yang ada di sampingnya itu.

Mendengar fakta bahwa ternyata pria di sampingnya ini, justru malah termakan dengan dramatisasi-nya yang palsu itu. Dengan cepat, Aluna kembali mengumpulkan seluruh kekuatannya untuk menyadarkan pria itu.

"BERHENTI, DENIAS! SEMUA YANG AKU KATAKAN TADI! ITU CUMAN DRAMA! ITU BUKAN KENYATAAN! AKU GAK KENAPA-NAPA! AKU BAIK-BAIK AJA! SEMUA ITU CUMAN CANDAAN AKU DOANG, DENIAS! JADI, BURUAN HENTI IN MOBILNYA SEBELUM KITA BAKALAN JADI MAY...SHIT! SETAN! IBLIS! SIALAN!"

Tanpa bisa Aluna cegah lagi. Ternyata hal yang ada dalam bayang-bayang benaknya saja pun, nyatanya sekarang malah jadi kenyataan.

Sebuah bus pariwisata dari arah yang berlawanan dari arah mobil mereka pun, sekarang melaju dengan kecepatan tak kalah tinggi dari mereka, menuju tepat ke arah mobil yang Aluna tumpangi saat ini.

"Selamat tinggal dunia..." gumam Aluna pasrah. Dan...

Bruk! Buru-buru Aluna menutup matanya dengan segera. Aluna merasa begitu takut, jika nanti justru dirinya harus merasa, rasa sakit atas lindasan bus besar itu terhadap tubuhnya yang kurus ini.

Pasti, Aluna jamin. Tubuhnya pasti akan terasa remuk saat ini juga. Namun, beberapa saat Aluna menunggu lindasan bus itu.

Nyatanya, tak ada satu rasa sakit pun yang Aluna rasakan. Menyadari hal itu, pikiran Aluna pun seketika melayang kemana-mana. Mungkinkah sekarang ia sudah berada di alam lain? Mungkinkah ia sudah jadi arwah sekarang?

"Maaf Aluna. Aku sudah membuatmu ketakutan," tutur Denias lembut lagi tulus. Mendengar suara itu, perlahan Aluna pun mulai membuka kedua matanya.

Dan betapa terkejutnya Aluna saat melihat penampakan, tepat di hadapannya saat ini.

"I..i..ini beneran, Denias? Kita sekarang sudah..."

******

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Annaya dan Kaisar Kegelapan
9.2
Vlad IV, pangeran vampir penguasa Kastil Bran yang bergelimang harta dan kekuatan, didera kesepian mendalam. Suatu hari, takdir mempertemukannya dengan Annaya di kelas merangkai bunga. Gadis mandiri itu menutup rapat hatinya akibat trauma pengkhianatan masa lalu. Uniknya, kekuatan supranatural Kazi sama sekali tidak mempan terhadap Annaya. Di tengah perbedaan dunia yang membentang, sang pangeran harus berjuang keras meyakinkan Annaya yang skeptis agar mau membuka hati bagi cinta mereka.
Sampul Novel Cinta Memang Begitu
8.3
Kematian tragis mengakhiri hidup sang protagonis yang lelah bersaing dengan Emma Moore, anak angkat kesayangan orang tuanya yang bahkan menerima donor retinanya dan menikahi kakak kandungnya sendiri. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua. Terlahir kembali di kehidupan baru, ia memutuskan untuk berhenti memedulikan orang lain dan tidak lagi mengejar persaingan yang sia-sia. Dengan fokus sepenuhnya pada diri sendiri, ia justru menemukan jalan menuju kebahagiaan sejati yang tidak pernah ia duga sebelumnya.
Sampul Novel JUST MATE
8.6
Renata meregang nyawa secara tragis setelah dikhianati oleh dua orang terdekat yang sangat ia cintai. Di detik-detik terakhir hidupnya, ia teringat pada Dewa Fenrir yang dahulu sering diceritakan ibunya, lalu memanjatkan doa pamungkas untuk menuntut balas. Namun, keajaiban aneh justru menghampiri sebelum napasnya habis. Sebuah suara dahsyat memanggilnya 'Luna' bersamaan dengan dekapan tangan dingin di wajahnya. Misteri apa yang menanti takdir Renata di batas kematian ini?
Sampul Novel Kenangan Obsidian
9.3
Setelah kabur dari Kekaisaran Ezen, Asha, Kael, dan Lirien mengasingkan diri di Pegunungan Broken. Di tempat persembunyian ini, rahasia Penjaga kuno tersingkap bersamaan dengan perjuangan Asha mengendalikan kekuatan abu serta ingatan kelamnya. Di sisi lain, ancaman nyata mengintai Kael saat fisiknya perlahan mengeras menjadi batu. Di balik ketegangan antarras yang dipenuhi manipulasi dan pengkhianatan, Asha kini dihadapkan pada pilihan sulit: menjadi senjata pemusnah atau penyelamat dunia.
Sampul Novel Kisah Heroik Sang Menantu
9.6
Baru sehari menikah, sang protagonis langsung menyaksikan kebrutalan di kediaman Keluarga Kuncoro saat ayah mertuanya menyiksa sang ibu mertua. Alih-alih dihargai karena mencoba melerai, ia justru dicaci dan diperkenalkan pada tradisi kekerasan keluarga tersebut. Namun, ketika suaminya sendiri mencoba melakukan tindakan fisik yang sama terhadap dirinya, ia tidak merasa takut. Momen penindasan ini justru menjadi kesempatan emas yang ia tunggu-tunggu untuk membongkar kekuatan super rahasianya.
Sampul Novel Pengawalku Ternyata Seorang Dewa kehancuran
8.1
Kehidupan mewah Tanya Quinn hancur seketika setelah keluarganya habis dibantai dalam sebuah serangan. Demi bertahan hidup dari kekejaman dunia luar, gadis cantik ini terpaksa melarikan diri ke Hutan Malapetaka yang terkenal sangat mematikan. Di ambang kematiannya, ia justru diselamatkan oleh pria asing tanpa busana yang misterius. Kini, di tengah rasa duka dan hasrat membalas dendam, Tanya harus menghadapi sosok tersebut. Apakah pria ini bahaya baru atau pelindung baginya?