APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel King Of King

King Of King

Di Negeri Awan, selir keempat Kaisar Oro, Elisabet, melahirkan Starling saat bintang raksasa bersinar. Namun, hasutan kejam seorang dukun membuat Kaisar curiga bahwa bayi itu adalah anak Jenderal Robert. Sang penguasa pun didesak mengorbankan darah dagingnya sendiri sebagai tumbal demi kedamaian istana. Di tengah ancaman maut dari Oro, akankah hasrat berkuasa sang ayah melibas kasih sayangnya pada Starling?
Bab
Bagikan

Bab 2

Pada suatu hari, ketiganya tak di sengaja berpapasan lagi dengan Elisabet yang sedang berbincang-bincang dengan Jenderal Robert dan pada saat itu perut Elisabet terlihat agak membesar.

"Kamu hamil!"tegur si Dona dengan suara yang terdengar tidak senang.

Si ADelia segera menimpali, "Paling kebanyakan makan. Kan dia dari keluarga miskin. Dan saatnya dia puas-puaskan diri makan banyak di sini!”

Kedua selir yang lain terdengar tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan ADelia.

"Kalian jangan mentang-mentang berasal dari kalangan istana dapat semena-mena berkata demikian terhadapnya!"ucap Robert dengan nada sedikit tinggi.

Dona dan Diana terlihat mencibirkan bibir sambil berkata pelan, "Loh, kamu yang sewot!”

Adelia mendekati Jenderal itu, lalu dengan telunjuk ia dorong tubuh si Jenderal sambil berkata, "Kamu jangan macam-macam dengan kami. Bisa saja kami katakan kalau kalian berselingkuh!”

Elisabet yang mendengar ancaman ADelia segera berkata, “Jangan nyonya pertama!”

Dengan wajah memerah si jenderal berkata, "Hei! Nyonya pertama, anda jangan asal bicara saja!”

Pada saat itu muncul si Permaisuri dan ia datang mendekat ketika mendengar ribut-ribut. Sesudah dekat ia pun bertanya, "siapa yang selingkuh dan siapa yang sedang mengandung?!"suaranya terdengar ketus.

Ketiga selir itu segera menunjuk ke arah perut Elisabet.

Syifa menatap lekat-lekat perut Elisabet. Dalam hati ia berkata,'Sepertinya dia mengandung seorang anak laki-laki. Aku harus menghentikannya.’

Ia dapat berkata demikian karena bentuk perut Elisabet sedikit maju ke depan. Jaman itu untuk dapat mengetahui calon anak yang berada di dalam kandungan dapat dilihat dari bentuk perut si ibu.

Kalau bentuk perut si ibu agak meruncing ke depan, berarti tandanya dia sedang mengandung bayi lelaki. Sedangkan kalau bentuk perut si ibu agak melebar sudah di pastikan kalau si ibu mengandung bayi perempuan.

Bersamaan dengan itu terdengar suara si dukun, "Benar Yang Mulia Permaisuri. Anda harus bertindak agar perempuan ini tidak sampai melahirkan seorang bocah laki-laki!”

Sepertinya si Permaisuri mendapat ide, lalu ia segera mengubah air mukanya menjadi senyuman. Bersamaan dengan itu ia berkata kepada Elisabet, "Sepertinya kehamilanmu patut harus dirayakan. Mari ikut aku!”ajak nya sambil mengulurkan tangan ke arah selir keempat itu.

Jenderal Robert merasa curiga ketika mendengar ucapan si Permaisuri itu, sedangkan ketiga selir yang lain merasa kesal, sebal dan marah ketika melihat Syifa mengulurkan tangan ke arah selir keempat itu.

Ketiganya tampak bergegas mendahului mereka menuju ke ruang perjamuan.

Pada saat itu Kaisar Oro belum mengetahui kalau selir ke-4 telah mengandung. Karena ia masih memimpin pasukan berperang melawan kerajaan di negeri Azaf.

Kenapa Jenderal Robert tidak ikut berperang? Karena ia di tukar dengan jenderal Aquilla karena Kaisar berpikir kalau Jenderal Robert sudah terlalu sering ikut dirinya berperang. Ia memberikan kesempatan kepada Jenderal Aquilla untuk menggantikan posisi Jenderal Robert dan Jenderal utamanya yaitu Jenderal Bruce.

Jenderal Robert terus mengawasi keduanya ketika berjalan perlahan menuju ruang perjamuan.

Syifa yang merasa diawasi segera berkata, "Jika Jenderal hendak ikut makan bersama kami, Ikut saja.”

Jenderal Robert segera menghentikan langkah untuk mengikuti keduanya. Karena ketika keluarga kerajaan mengadakan perjamuan, tidak ada satu orang prajurit bahkan Jenderal pun untuk masuk kedalam ruangan tersebut. Jika ketahuan hukumannya adalah hukuman mati.

Jenderal Robert tahu di mana letak ruang makan perjamuan itu sehingga diam saja. Setelah si Permaisuri dan Elisabet telah menghilang dari pandangan, barulah ia buru-buru mengejar keduanya. Karena ia merasa ada sesuatu yang janggal ketika melihat perubahan wajah Permaisuri.

Keduanya kini sudah berada di dalam ruang perjamuan.

Begitu si Permaisuri masuk ia pun bertepuk tangan sebagai tanda agar para pelayan menyiapkan makanan. Sesudah berbuat demikian ia pun berkata kepada Elisabet, "Tunggulah sebentar! Aku hendak ke dalam meminta kepada para pelayan membuat makanan yang enak-enak buat kamu.”

Elisabet yang pada dasarnya berasal dari desa tidak mau aji mumpung, dan ia pun segera berkata, "Yang Mulia Permaisuri, janganlah seperti itu, bagi saya apa pun makanan yang Permaisuri sediakan akan saya makan.”

Si Permaisuri itu hanya tersenyum saja, ia tetap masuk ke dapur di mana para pelayan sedang sibuk mempersiapkan makanan.

Ia melihat tiga selir itu berada diantara para pelayan. Dan ia pun mendekatinya, "Kamu berikan ini kepadanya.”sambil memberikan sebuah bungkusan kecil ke salah satu dari tiga selir itu.

Ketiganya segera mengerti dan mengangguk senang. Karena ternyata Permaisuri itu masih berada di pihak mereka.

Permaisuri itu pun bergegas kembali keluar dan bersamaan dengan itu tak lama kemudian tampak ketiga selir membawa beberapa makanan. Dan makanan itu langsung di taruh di meja di hadapan Elisabet.

Makanan itu berupa semangkok sup, sepiring daging panggang dengan kentang dan sayur-sayuran.lalu sepiring buah-buahan dan segelas anggur.

Berselang beberapa saat tampak para pelayan membawa makanan yang sama dengan yang divberikan ke Elisabet, tetapi para pelayan itu meletakannya di hadapan Permaisuri serta ketiga selir.

Sesudah semuanya mendapatkan makanan itu, barulah Syifa berkata, "Mari! Mari kita rayakan dan nikmati makanan ini!”sambil tangannya mengangkat gelas berisi anggur kehadapan Elisabet.

Selir keempat itu tampak kikuk ketika keeempat wanita itu memberi selamat dengan mengangkat gelas anggur masing-masing kearahnya. Mau tidak mau ia pun ikut mengangkat gelas itu, lalu meminumnya perlahan-lahan. Karena ia tidak mau terjadi apa-apa dengan janin nya.

Ucap Syifa kepada Eilsabet, "Anggur ini adalah anggur terbaik di negeri kita. Jadi kamu tidak usah ragu untuk meminumnya.”

Elisabet hanya membalas dengan senyuman saja.

"Hayo, di cicip juga sup nya!”bujuk Dona yang duduknya paling dekat dengan Elisabet.

"Buat kesegaran tubuh kamu dan calon bayi kamu,”ucap Adelia menimpali.

Syifa dan Diana pun segera mengambil mangkuk berisi sup itu lalu menyuap perlahan-lahan.

Dalam hati Elisabet berkata, 'Sepertinya sup ini enak. Dan mereka tampaknya tulus dengan bayi ini.’

Sambil mengelus perutnya ia pun segera mengambil mangkuk berisi sup itu dan mulai ikut memasukkan sup itu perlahan-lahan.

Keempat wanita itu terus memperhatikan secara diam-diam ketika Elisabet memasukkan sup kedalam mulutnya untuk suapan yang ke empat kali.

Pada saat itu juga tampak wajah Elisabet memerah dan ia pun segera memegang perutnya yang tiba-tiba saja terasa sakit. Bersamaan dengan itu pula ia menggerang keras sambil berteriak, "Aduh! Sakit sekali!”

Keempat wanita itu segera bangkit berdiri dan ketika hendak menolong, Elisabet jatuh dari kursi dan tampak guling-gulingan di lantai.

Para pelayan yang mendengar itu segera berlari untuk menolong tetapi dicegah oleh Permasuri sambil berkata, "Paling-paling dia hanya pura-pura saja. Dan bilang kalau sup itu tidak enak!”

Elisabet merintih kesakitan sambil berkata, "Bukan begitu Yang Mulia Permaisuri. Perut saya tiba-tiba terasa sakit dan seperti mau pecah!”

"Dasar orang udik! Susah di kasih makanan yang enak-enak. Baru makan sup sudah seperti ini, apa lagi nanti makan daging panggang yang rasanya enak. Nanti malah muntah-muntah!”ucap Diana dengan ketus.

"Yang Mulia Permaisuri, maaf. Sepertinya nyonya ke empat memang kesakitan,”ucap salah seorang pelayan dengan wajah khawatir.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayang Hitam Sang Jenderal Tirani
8.5
Jenderal kejam Zane Alexander Thorn hidup sebagai senjata pembunuh demi misi berdarah ayahnya di dunia yang hampir hancur. Namun, jalannya berubah total setelah ia menolak perjodohan politik. Zane justru memilih menyekap seorang gadis misterius yang memiliki kekuatan super. Alih-alih fokus bertempur, sang tiran kini terobsesi membongkar rahasia besar gadis itu sambil perlahan terpikat oleh pesonanya. Kehidupan sang jenderal dingin pun mulai kehilangan kendali.
Sampul Novel Cewek lugu perlahan jadi liar
9.7
Kisah asmara Laura dan Ardhy diwarnai dinamika yang tidak biasa. Di balik hubungan mereka, ada fantasi seksual menyimpang yang kuat. Ardhy terus menekan Laura, memaksanya berhubungan intim dengan orang lain demi memuaskan hasrat ekstremnya sendiri. Laura yang semula lugu kini terjebak dalam kenyataan pahit, di mana ia harus tunduk pada ambisi liar sang kekasih.
Sampul Novel DENDAM CINTA
9.8
Fanila tewas dikhianati kekasihnya saat misi maut. Beruntung, ia bereinkarnasi sebagai Ziana, gadis malang yang dikucilkan keluarganya. Di hidup baru ini, ia bertekad membalas dendam pada sang mantan. Namun, situasi menjadi rumit ketika ia tahu bahwa pria yang paling ia benci itu ternyata adalah kakak kandung dari kekasih barunya sekarang. Ziana pun terjebak dilema besar antara menuntaskan misi balas dendamnya atau melindungi cinta barunya yang tulus.
Sampul Novel Jadi Istri Kedua Sang Ceo
9.4
Kematian tragis Fero demi menyelamatkannya dari kecelakaan membuat Lania Herbert begitu terpukul. Di tengah keputusasaan, ia mencoba bunuh diri dengan menabrakkan diri ke mobil. Bukannya tewas, Lania justru terlempar ke dimensi asing yang mengerikan, tempat monster-monster ganas keluar dari Dungeon dan menghancurkan peradaban modern. Demi bertahan hidup di dunia baru yang kacau ini, ia terpaksa menjalani peran tak terduga sebagai istri kedua dari seorang CEO yang sangat kuat.
Sampul Novel JARAN GOYANG PENARI JAIPONG
8.3
Kamila tersulut cemburu saat melihat Abimanyu memadu kasih dengan sahabatnya sendiri. Demi merebut cinta, ia nekat mengamalkan Ajian Jaran Goyang dari Nyai Winarsih, sosok tua misterius yang awet muda. Tanpa disadari, tindakan Kamila justru menyeretnya masuk ke dalam pusaran sumpah masa lalu sang nyai. Obsesi buta ini membangkitkan petaka kuno yang telah terkubur puluhan tahun, kini mengancam nyawa mereka demi sebuah hubungan yang dipaksakan.
Sampul Novel PANGERAN AGUNG
9.6
Kerajaan Mandala dipimpin oleh sosok luar biasa, Pangeran Agung. Penguasa ini sangat disegani berkat keadilan dan kearifannya dalam memimpin rakyat. Saat bahaya mengancam, keberaniannya yang kokoh selalu menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kisah ini menyoroti perjuangan sang raja bijaksana dalam mempertahankan kedamaian negerinya, mengandalkan keteguhan jiwa serta dedikasi tanpa batas untuk menghadapi segala rintangan.