APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel King Of King

King Of King

Di Negeri Awan, selir keempat Kaisar Oro, Elisabet, melahirkan Starling saat bintang raksasa bersinar. Namun, hasutan kejam seorang dukun membuat Kaisar curiga bahwa bayi itu adalah anak Jenderal Robert. Sang penguasa pun didesak mengorbankan darah dagingnya sendiri sebagai tumbal demi kedamaian istana. Di tengah ancaman maut dari Oro, akankah hasrat berkuasa sang ayah melibas kasih sayangnya pada Starling?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Dasar orang udik! Susah dikasih makanan yang enak-enak. Baru makan sup saja sudah seperti ini, apa lagi nanti. Makan daging panggang yang rasanya enak. Bisa-bisa malah muntah kagak karuan!” ucap Diana dengan ketus.

"Yang Mulia Permaisuri, maaf. Sepertinya nyonya ke empat memang kesakitan,” ucap salah seorang pelayan dengan wajah khawatir.

Syifa yang mendengar itu men-delikan matanya ke arah si pelayan. Lalu katanya, “Apa kamu mau saya pecat sekarang juga!”

Dona pun segera berkata, “Elisabet, janganlah kamu seperti ini. Buat kami takut saja. Bangunlah!”

"Benar Elisabet, kalau kamu seperti ini terus kamu akan membahayakan janin kamu sendiri,” ucap ADelia dengan suara yang terdengar khawatir. Tetapi bibirnya tampak tersenyum sinis.

Di saat Elisabet hendak mencoba bangkit berdiri sendiri, rupanya ia tidak kuat dan kembali jatuh. Perutnya menyentuh lantai. Tak lama kemudian tampak darah keluar dari sela-sela paha.

Keempat wanita dan para pelayan terkejut. Sedangkan keempat wanita itu tertawa dalam hati dan berkata, 'Bagus! Akhirnya perempuan ini keguguran juga.’

"Ya ampun!” seru Syifa ketika melihat darah keluar dari sela kaki si selir keempat.

Dona menambahkan, “Waduh! Kamu jangan sampai keguguran Elisabet. Bila kamu keguguran, bisa-bisa kamu dihukum oleh Kaisar.”

Pada saat itu pintu ruang perjamuan di dorong dengan paksa dari luar dan tampak Jenderal Robert dengan wajah marah. Tetapi ia tidak dapat berkata apa-apa kepada keempat wanita itu, karena ia tidak melihat sendiri dengan kedua matanya apa yang mereka lakukan terhadap junjungan-nya Elisabet.

Si Jenderal itu pun bergegas membantu Elisabet berdiri, lalu membawanya kembali ke tempat tinggalnya yang berada di depan. Jarak antara ruang perjamuan dengan tempat tinggal si selir keempat itu cukup lumayan jauh. Apa lagi bagi Elisabet yang sudah tidak kuat berjalan.

Sesungguhnya Jenderal Robert hendak membopong tubuhnya agar cepat sampai ke tempat tinggalnya, tetapi ia tidak berani. Karena sudah banyak orang yang melihat dan tentu saja mereka semua pasti akan menuduh dan menyampaikan cerita kepada Kaisar yang bukan-bukan.

Dari belakang terdengar teriakan Syifa, “Jenderal Robert! Aku akan ceritakan semuanya kepada Kaisar ketika ia kembali dari perang. Dan akan aku pastikan kalau Kaisar akan menghukum kamu!”

Elisabet yang mendengar teriakan si Permaisuri berusaha mendorong tubuh Jenderal agar tidak mengapit tubuhnya. Karena ia merasa, kalau itu terjadi, bukan saja si Jenderal yang di hukum mati. Dirinya pun akan di hukum mati juga. Hal itu tidak ia inginkan. Apa lagi ketika si Kasiar kembali tentu dirinya telah melahirkan.

Si jenderal tetap mempertahankan genggaman erat pada tubuh Elisabet, karena ia tahu begitu ia melepaskan pelukan maka junjungan-nya itu tidak akan sadarkan diri. Siapa yang akan berani membopong-nya? Pasti dia akan di telantar-kan begitu saja sampai ia sadar sendiri.

"Lepaskan aku Jenderal!” perintah Elisabet dengan suara berbisik. Tetapi Jenderal itu diam saja.

Hingga akhirnya tiba di depan pintu tempat tinggal selir keempat itu, karena di depan pintunya tertulis selir keempat bukan nama si perempuan. Pemberian nama itu pun atas permintaan si Permaisuri bukan kemauan Kaisar sendiri.

Barulah si jenderal melepaskan genggaman tangannya dari tubuh Elisabet. Benar saja, begitu ia melepaskan genggaman, si selir itu terkulai lemas dan tidak sadarkan diri.

Dalam hati si Jenderal berkata, ‘Syukurlah sudah sampai di depan pintu.”

Bersamaan dengan itu muncul seorang tua yang entah datang darimana. Orang itu berkata, kepada si jenderal, “Kenapa kamu diamkan saja di luar. Bawa masuk saja. Toh tidak ada orang lain lagi yang melihatnya.”

Si jenderal menoleh ke arah orang tua yang wajahnya tertutup jubah itu, ia memicikan mata untuk memperhatikan dan mencoba mengenali-nya tetapi ia tidak ingat siapa orang tua itu. Dan sekali lagi terdengar ucapan itu dari mulut si orang tua.

Sepertinya si Jenderal terkena hipnotis, dan ia pun tanpa melihat-lihat lagi segera membopong tubuh si selir masuk ke tempat tinggalnya. Ia pun merebahkan tubuh yang terkulai lemas itu ke atas tempat tidur. Lalu dengan penuh kasih sayang ia menyiapkan air hangat. Lalu dengan kain yang di celupkan kedalam air hangat itu ia letakkan di atas dahi Elisabet.

Sampai si selir keempat itu membuka kedua matanya, barulah si Jenderal bangkit berdiri dan meninggalkannya.

Sebelum sempat pergi, si Elisabet meraih tangannya sambil berkata, “Bukan berarti aku harus mengucapkan terima kasih kepadamu!”

"Tidak perlu!” sahut si Jenderal dengan tegas. Kemudian ia benar-benar meninggalkannya sendirian. Padahal setelah agak jauh ia kembali kesitu dan mengintai serta mengawasi secara sembunyi-sembunyi kalau-kalau wanita-wanita itu datang kembali untuk berbuat jahat kepadanya.

Betul saja. Tak lama kemudian muncul dua orang wanita tua datang dan mengetuk pintu tempat tinggal Elisabet.

Keduanya terlihat agak menunggu lama. Mungkin karena Elisabet susah untuk bangun dari tempat tidur setelah kejadian tadi. Begitu ia membuka pintu kedua wanita tua tersebut segera menerobos masuk sambil berkata, “Kamu harus segera diperiksa. Semoga saja janin kamu tidak terjadi apa-apa!”

Kedua wanita tua itu segera mendorong tubuh Elisabet kembali ke tempat tidur dan mereka pun segera memerisanya dengan memegang perut si selir keempat itu serta bagian bawah perut. Tak lama kemudian kedua wanita tua itu tampak tersenyum. Dan salah satunya berkata, “Janin bayi kamu baik-baik saja. Ingat jangan sampai terjatuh lagi ya.”

Sesudah berkata demikian kedua wanita tua itu bergegas pergi tanpa mendengar ucapan terima kasih dari Elisabet.

Si Jenderal rupanya penasaran. Siapa sih kedua wanita tua itu dan siapa yang mengutus mereka. Secara diam-diam ia mengikutinya.

Tampak kedua wanita tua itu bertemu dengan seseorang yang tidak ia kenal sama sekali. Tetapi ia merasa pernah melihat orang yang berbicara dengan kedua wanita tua itu. Karena terlalu jauh jaraknya si Jenderal Robert tidak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan. Sesudah itu kedua wanita itu pergi dan kini tinggal orang itu sendirian.

Orang itu menatap ke arah si jenderal dan rupanya si jenderal agak terkejut karena di ketahui oleh orang itu, lalu ia pun bergegas pergi dari situ.

Orang itu tampak tertawa melihat seorang Jenderal bergegas pergi ketika di tatap olehnya. Tetapi tawanya tidak terdengar sama sekali. Padahal ia sudah tertawa terbahak-bahak.

Selesai tertawa seperti itu ia pun melangkahkan kakinya menuju tempat tinggal si Permaisuri.

Tepat di depan kamar Syifa orang itu hendak mengangkat tangannya hendak mengetuk, tetapi sudah keburu dibuka dari dalam.

"Mau apa kamu kemari lagi! Saranmu tadi sudah aku lakukan. Tapi nyatanya, dia masih baik-baik saja!” bentak Permaisuri itu dengan perasaan sedikit kecewa. Kecewa karena gagal dan terlebih lagi kalau sampai perbuatannya ketahuan oleh si Kaisar.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dunia Lain Di Balik Pintu
8.7
Astrid Ratchett, siswi antisosial korban perundungan, sangat menyukai novel fantasi karya Richard Mcgrory. Hidupnya berubah saat ia menemukan pintu misterius di balik lemari yang membawanya ke dunia fiksi tersebut. Di sana, Astrid menjelma menjadi gadis cantik berkedudukan tinggi. Kejutan besar menantinya ketika ia bertemu mendiang sahabatnya yang telah menjadi pangeran. Kini, ia harus melawan ancaman keluarga jahat demi menyelamatkan dunia itu sekaligus menguak rahasia di baliknya.
Sampul Novel Jodoh Serigala Putih yang Ditolak Sang Alpha
8.2
Pameran seni perdanaku hancur saat Baskara, Alpha pasanganku, melindungi wanita lain di media. Demi aliansi baru, dia mengabaikan ikatan kami, meremehkan karyaku, dan mencuri ide bisnis triliunanku. Setelah empat tahun dihina sebagai Omega penurut, kesabaranku habis. Melalui dokumen palsu yang dikira pengalihan hak seni, aku menjebaknya untuk menandatangani Ritual Penolakan. Kesombongan sang Alpha akan menjadi senjata yang menghancurkan dirinya sendiri.
Sampul Novel KEBANGKITAN HADES BAKER
9.1
Hades, pemuda berparas menawan, memperoleh peluang emas untuk hidup kembali demi membalas dendam atas kematian orang tuanya. Terlempar ke tahun 2001, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan di masa lalu tersebut. Dengan strategi cerdik, Hades mulai mengumpulkan kekayaan melimpah dan memperkuat dirinya. Perjalanan lintas waktu ini menjadi langkah awal baginya untuk mengubah takdir sekaligus menuntut keadilan atas masa lalunya.
Sampul Novel Putra Rahasia Jodoh Alfaku, Penolakan Terakhirku
8.9
Sebagai penerus Serigala Putih, aku dikhianati Alpha Kaelan yang punya keluarga rahasia. Orang tuaku sendiri tega mencuri dana kawanan demi wanita simpanannya. Aku cuma dijadikan alat pembuat anak sebelum dibuang. Saat mereka berniat membiusku di ulang tahun ke-18, aku pura-pura pingsan dan kabur. Namun, sebelum pergi jauh, aku mengirim kado berisi bukti kejahatan mereka demi menghancurkan semuanya.
Sampul Novel Takdir 2 Dimensi
8.0
Kehidupan Candy berubah drastis setelah ia menolong seekor kucing jalanan yang menawan. Tak disangka, kucing itu merupakan pangeran yang dikutuk oleh penyihir jahat. Kasih sayang tulus Candy berhasil mematahkan sihir hitam tersebut. Namun, saat cinta mulai bersemi di antara keduanya, mereka dihadapkan pada rintangan besar. Perbedaan dimensi mengancam hubungan mereka. Akankah takdir menyatukan sepasang kekasih yang terhalang oleh dua dunia yang berbeda ini?
Sampul Novel Why Make Me The Antagonist?
9.1
Demi menghindari kematian tragis di tangan Raja Iblis, Sallyana Jung yang bereinkarnasi sebagai tokoh antagonis memilih menjalankan misi Ratu Naga untuk mencari pangeran yang hilang. Upayanya mendekati para karakter utama berhasil mengubah takdirnya. Namun, ketenangannya kembali terusik saat Pemimpin Suci mengangkatnya sebagai murid. Di tengah obsesi putra Duke dan perubahan sikap sang heroine, sebuah rahasia besar terungkap bahwa Sally sebenarnya adalah titisan Dewi dari masa lalu.