APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Keturunan Rahasia

Keturunan Rahasia

Akibat intrik licik sang paman, Rajendra Antariksa melakukan kesalahan fatal pada Amara Lucia Haidar. Sepuluh tahun berlalu dalam penyesalan, pewaris Antariksa Group ini terkejut saat tahu Amara mengalami trauma berat dan telah melahirkan putra mereka secara rahasia. Berniat menebus dosanya di masa lalu, langkah Rajendra justru menemui jalan buntu. Ia harus menghadapi penolakan luar biasa dari Amara, orang tuanya, hingga darah dagingnya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 2

''Siapa Namamu Nak?'' Rajendra bertanya kepada bocah tampan di depannya, hatinya bedesir, kenapa wajah bocah ini sama dengan wajahnya. Hugo yang berada di belakangnya mengerutkan kening dan terkejut dengan sikap Rajendra yang terkenal dingin dan angkuh itu berbicara sedikit lunak kepada bocah tampan di depannya. Kali ini bukan hanya Rajendra yang terkejut melihat wajah bocah itu, Hugo pun seperti melihat hantu, bagaimana tidak, lihatlah bukan hanya wajahnya yang mirip gaya berdirinya pun mereka juga sama, angkuh dan terlihat tak tersentuh. Hanya yang membedakan adalah yang satu versi dewasa dan yang satu versi anak anak.

''Siapa kau?'' Ucap bocah itu dengan angkuh, membuat Hugo tersedak ludahnya sendiri. lihatnlah sifat angkuhnya Rajendra sekali, sama persis.

''Mana sopan santunmu? Kenapa kau tidak sopan kepada yang lebih tua?'' Ucap Rajendra dingin ia berusaha menyembunyikan keterkejutannya.

''Cihhh, tak sudi aku bersopan santun dengan bajingan tengik sepertimu!'' Desis bocah itu lalu dengan tenangnya meninggalkan Rajendra yang seketika tertegun, Rajendra memegang dadanya, kenapa rasanya berdesir dan membahagiakan bertemu dengan bocah itu. Siapa dia sebenarnya. Sedang Hugo yang berada di belakangnya melogo karena terkejut dengan sikap dan cara bicara bocah tampan itu. "Rajendra sekali!" kata kata itu berputar seperti kaset rusak dalam kepala Hugo.

''Aku, Batas Cakrawala tak pernah mengampunimu Rajendra Antariksa!'' Sumpah bocah itu dalam diam saat memandang Rajendra yang berjalan dengan gagah di iringi Hugo di belakangnya layaknya prajurit mengawal pangerannya. "Ciih Norak sekali!"

****

"Hugo, kau minta orang-orang kita untuk menyelidiki bocah tengil tadi," perintah Rajendra pada Hugo asisten pribadinya yang juga merupakansahabatnya.

"Hah, kau mau apa?Mau mengangkatnya anak?" Tanya Hugo cego.

"Lakukan perintahku tampa banyak tanya!"

Dan Hugo kicep, ia sedang malas berdebat dengan bos arogannya.

****

Rajendra tak bisa berkonsentrasi dalam meeting kali ini, pikiranya selalu mengingat bocah nan tampan tapi tak sopan itu. siapa dia, ia sangat penasaran, rasanya ia sangat menyesal kenapa tak menanyakan siapa nama bocah itu.

''Bagaimana Tuan?'' Tanya kepala rumah sakit kepada Rajendra. Sontak saja wajah yang biasanya dingin tak tersentuh itu tergagap, laki laki berwajah kaukasia itu tersentak dari lamunannya.

''Tuan merasa tidak enak badan?'' Tanya kepala rumah sakit begitu melihat wajah Rajendra tidak seperti biasanya.

''Tidak, lanjut saja.'' Jawab Rajendra.

''Jika Tuan Rajendra merasa tidak enak badan saya bersedia memeriksa anda, Tuan.'' Ucap seorang Dokter perempuan berpenampilan seksi yang sejak tadi berusaha menebar jaring-jaring pesona pada si Tuan Kaya Raya.

"Tuan kita harus mengapdate bebrapa perlatan kita -"

''Ya, aku sudah melihatnya, sekarang presentasikan kepadaku alat-alat yang kau ajukan berdasarkan kelebihan, kelemahan dan perbedaan harga antara produk yang sama degan buatan perusahaan yang berbeda dan berbagai negara.'' Ucap Rajendra. Kemudian kepala rumah sakit dan bagian pengadaan barang menjelaskan secara terperinci tentang alat medis sesaui kebutuhan mereka.

''Seberapa Urgent alat untu penyakit A di bandingkan dengan alat untuk penyakit B?" Tanya Rajendra.

''Sama sama Urgent Tuan, untuk sebuah penyakit kita berkejaran dengan waktu," Jawab kepala rumah sakit.

Rajendra menganggukkan kepalanya lalu berkata .''Minta bagian kepala Divisi Pengadaan Barang dan Jasa menyiapkan pengajuannya, RAB dan BEPnya.''

''Siap Tuan,'' Kepala rumah sakit berdiri menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat kepada Rajendra yang kemudian di ikuti oleh seluruh anggota meeting siang ini.

''Meeting kedepan semoga anggota meeting harus berpakaian sopan, ini Rumah Sakit bukan Rumah Bordil.'' Ucap Rajendra Dingin.

''Baik Tuan,'' jawab Kepala Rumah Sakit gugup dan ketakutan.

Rajendra kemudian menegakkan badannya berdiri pertanda urusannya sudah selesai, keluarnya Rajendra dari ruang meeting membuat semua anggota meeting bernafas lega yang sedari tadi dalam keadaan tagang.

*****

Rajendra tidak bisa berkonsentrasi sejak ia bertemu dengan bocah tampan bermata almond itu, berkali kali ia berusaha mengeyahkan bayangan bocah tampan itu namun selalu gagal. shit, umpatnya. ia tak bisa berkonsentrasi sama sekali.

Rajendra mengangkat tangannya yang tadi sempat menyentuh lengan bocah tampan itu, ia ingat bagaimana rasanya seperti ada gesekan magnet saat itu, manarik hatinya untuk menghangat, namun mata almond dengan tatapan penuh kemarahan dan penuh dendam itu membuatnya berfikir keras. ''Wajahnya sangat mirip denganku, ada rasa tak biasa saat aku mnyentuhnya, apa jangan-jangan dia anakku?'' Bisiknya dalam hati.

''Bocah itu sangat pemberani sekali,'' lirihnya lagi. ia ingat bagaimana bocah tampan itu berkata dengan lantang.

''Cihh! tak sudi aku bersopan santun pada bajingan tengik sepertimu!'' Ucapnya dengan penuh kemarahan saat iya bertanya tentang sopan santun padanya.

''Bajingan? Aku bajingan, bajingan tengik,'' gumam Rajendra.

''Seumur hidupku hanya ada satu orang yang mengatakan itu padaku, hanya dia dan sekarang bocah tampan Itu,'' gumamnya lagi, ia berfikir keras.

''Hugo kenapa belum ada kabar, bukannya aku sudah memintanya mencari informasi tentang bocah itu,'' gumamnya lagi. Sedari pagi laki-laki berwajah angkuh dan tak tersentuh itu bolak balik berdiri, duduk serta mondar mandir dalam ruangannya dengan gelisah, ini kali kedua ia di buat gelisah untuk kedua kalinya setalah yang pertama di sebabkan oleh Perempuan yang membuat hatinya bergetar untuk pertama kalinya namun ia rusak dengan kejam dan begis tampa sengaja.

Tangan besarnya mengambil phosel yang tergeletak di atas meja, lalu mendial sebuah nomor. ''Hugo, hasilnya?'' Ucapnya setelah panggilan tersambung tampa mnegucap salam dan basa basi pada orang yang di hubunginya.

''Bodoh! Kalau kau gagal lagi, enyah kau!'' Suara Bassnya menggelegar membuat Hugo asistennya di seberang sana berjengit kaget lalu melemparkan phonselnya kelantai dengan tak sengaja karena terkejut.

sementara Rajendra membanting Phonselnya ke lantai hingga pecah menjadi bebrapa bagian, lalu menelungkupkan wajahnya di atas meja. '' My Amor, kau dimana, aku bisa Gila karena lelah mencarimu ''.

****

hari sudah beranjak sore saat Rajendra bersiap untuk pulang, seharian ini ia berkantor di rumah sakit Antariksa cabang jawa timur, Rumah sakit tipe A yang menjadi rujukan dari beberapa rumah sakit daerah itu terbilang rumah sakit swasta yang cukup mewah walaupun tidak terletak di ibu kota propinsi.

"Siapkan smeua berkas-berkanya jangan sampai ada ynag tertinggal! Aku tidak mau buang-buang waktu karena keteledorannmu lagi!" Rajendra mempringatkan Hugo karena bebrapa hari lalu ia harus mengencel jadawal meetingnya karena keteledoran asisiten pribadinya itu.

"Siap, Tuan." Hugo menjawab dengan malas-malasan dari belakang Rajendra.

"Hugo!!!" terikan Rajendra menggema di ruangannya membuat Hugo terjengat kaget.

"Iya, iya." jawab Hugo dengan kencang. "Heran gue perasaan matanya ada di depan kenapa juga ia bisa melihatku yang ada di belakangnya, apa jangan-jangan ia memasang kaca spion," Hugo bermonolog dalam hati, iya benar-benar kesal karena tadi handphonanya rusak akibat jatuh karena ia kaget.

****

''Rolls Royce Phantom seharga 24 millyard, bagus sekali Rajendra kau bisa hidup mewah sedang ibuku bekerja menjadi clining service mengosek WC!'' Gumam Cakra memandang mobil Rajendra yang keluar dari halaman rumah sakit dari jendela ruang rawat VIP Atuknya dengan tajam dan penuh dendam.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan
8.2
Amora Carolline dihadapkan pada dilema besar antara karier dan asmara. Kehadiran Arka Christian, miliarder sukses, membawanya ke dalam kehidupan mewah nan gemerlap. Di sisi lain, ada Vano Elbar, pria pilihan sang ibu yang menawarkan kehangatan serta ketulusan dalam kesederhanaan. Amora kini harus memilih jalan hidupnya: mengejar kemewahan penuh tekanan bersama Arka, atau menjalani cinta tulus yang sederhana dengan Vano. Pencarian makna cinta sejati pun dimulai.
Sampul Novel Pelabuhan Akhir Sang Pewaris
7.8
Sebagai pewaris tunggal Grup William, Sean Axel dikenal sangat tegas dalam bisnis. Meski banyak selebriti wanita mendekatinya demi harta, ia merasa muak dengan kepalsuan mereka. Hidup sang miliarder berubah total setelah bertemu seorang wanita unik yang berhasil memikat hatinya. Kini, Sean justru berjuang keras mengejar cinta perempuan tersebut, berharap dapat menjadikannya sebagai pelabuhan terakhir dalam perjalanan hidupnya.
Sampul Novel Pembantuku Menjadi Pendampingku
8.0
Pasutri konglomerat, Danil dan Karin, sama-sama sibuk bekerja. Demi mengurus kebutuhan sang suami di rumah, Karin memutuskan merekrut asisten rumah tangga baru. Sayangnya, keputusan yang semula berniat baik ini justru menjadi bumerang bagi pernikahan mereka. Kehadiran sang asisten perlahan merusak keharmonisan rumah tangga dan menjadi ancaman besar bagi hubungan keduanya. Mampukah ikatan pernikahan mereka bertahan menghadapi ujian ini?
Sampul Novel Pengkhianatannya Membangkitkan Kekuatan Sejatinya
8.9
Lima tahun aku berkorban di balik nama 'Aura' untuk kesuksesan Revan. Namun, aku justru memergokinya bermesraan dengan sang asisten, Kyra. Bukannya menyesal, Revan malah menyalahkanku atas kesalahan Kyra dan mengusirku di depan para eksekutif. Dia lupa siapa sosok di balik kariernya. Di tengah kehancuranku, CTO kami datang dan mengungkap identitasku yang sebenarnya sebagai pemilik asli perusahaan di hadapan Revan yang syok.
Sampul Novel Pengorbanan Dibalas Pengkhianatan
9.4
Sepuluh tahun setelah kehilangan penglihatan demi menyelamatkan Marcus, seorang wanita menghadapi kenyataan pahit. Marcus membawa selingkuhannya tinggal di vila mereka. Setiap malam, sang suami bersandiwara menemaninya tidur sebelum mendatangi wanita itu. Bahkan, anaknya sendiri diam-diam memanggil wanita tersebut "Mama". Tanpa mereka ketahui, penglihatan sang istri telah pulih sepenuhnya, dan kini ia tengah menyusun rencana rahasia untuk pergi meninggalkan mereka selamanya.
Sampul Novel Satu-PD155
9.7
Sam tega menikahi Sinta hanya demi mendonorkan ginjal istrinya kepada Ayu, sahabat kecilnya. Sinta yang hancur karena hanya dijadikan alat medis memutuskan memalsukan kematiannya. Begitu Ayu pulih, kedok egoisnya terbongkar, membuat Sam menyesal dan menyadari cintanya pada Sinta. Lima tahun berselang, Sinta kembali sebagai sosok sukses. Penyesalan Sam sia-sia saat Ayu dipenjara akibat kejahatannya. Sam pun hidup merana, sedangkan Sinta kini bahagia bebas dari bayang-bayang masa lalu.