APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda

Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda

Bertemu kembali dalam rapat kerja, Lunara Angkasa berusaha keras menjauhi sang mantan, Kayden Narasoma. Khawatir rahasia anak mereka terungkap, ia memilih bersikap profesional. Kayden yang salah paham berniat membalas dendam demi memuaskan luka lamanya. Namun, saat melihat Lunara terpuruk, ego miliarder itu runtuh dan ia justru ingin hidup bersama mereka. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, Kayden tersadar bahwa dendamnya hanya menyakiti dirinya sendiri, sementara Lunara tetap kukuh menjaga batas.
Bab
Bagikan

Bab 4

Lunara tidak mengangkat kepala. Dia tidak tahu bahwa raut wajah Kayden saat ini terlihat sangat buruk. Dia hanya merasakan tatapan Kayden yang membuat seluruh otot tubuhnya menegang dan ingin segera melarikan diri dari tempat itu.

Setelah berkata demikian, dia langsung berbalik dan keluar dari ruang pantri.

Sambil menatap punggung Lunara yang terlihat seperti baru saja terbebas dari beban berat, Kayden menggenggam erat cangkir kopi di tangannya. Dulu, Lunara tidak pernah minum es americano. Dia selalu mengeluh pahit dan asam.

Sekarang, wanita itu malah meminumnya.

Kayden menatap ke arah Lunara menghilang. Mata yang memerah dipenuhi emosi yang rumit. Dia menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri, lalu semua perasaan itu akhirnya berubah menjadi umpatan kasar yang tertahan di ujung bibirnya.

Setelah kembali ke kantor, Kayden mengeluarkan ponsel dan menelepon Theron.

"Kak Kay, kenapa?"

"Lunara menikah sama siapa?"

Di seberang telepon, Theron terdiam sejenak. Dia benar-benar tidak paham maksud pertanyaan itu, tetapi tetap menjawab jujur, "Nggak tahu."

"Dia menikah di luar negeri. Katanya ... karena ketahuan hamil, jadi sekalian menikah. Aku juga belum pernah melihat suaminya."

"Kapan itu terjadi?"

Theron terdiam. Setelah bergumam tak jelas beberapa saat, dia akhirnya mengertakkan gigi dan berkata, "Itu ... setelah kamu putus dengannya. Katanya Lunara pergi ke luar negeri bersama suaminya."

Setelah itu, Theron tidak berani melanjutkan. Baru putus lalu langsung menikah dan hamil. Sekalipun dulu Kayden tidak mencintai Lunara, tetap sulit untuk tidak memikirkan apakah dirinya sudah diselingkuhi.

Theron masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi Kayden sudah lebih dulu memutus sambungan telepon.

Mendengar nada sibuk dari seberang, Theron malah menghela napas lega. Kalau Kayden terus bertanya, dia sendiri tidak tahu harus menjawab apa. Setelah berpikir sejenak, Theron akhirnya mengirim pesan pada Lunara.

[ Kak Kay menanyai aku soal suamimu. ]

Balasan Lunara datang dengan cepat.

[ Maaf, sepertinya suamiku bukan gay. ]

Theron terdiam. 'Yang benar saja, bukan itu intinya kali ....'

Theron sebenarnya ingin bertanya bagaimana kedua orang itu bisa bertemu lagi. Namun setelah dipikir-pikir, dia memilih tidak ikut campur dalam urusan yang berpotensi jadi ranjau itu.

Hingga jam pulang kerja, suasana tetap tenang setelah Kayden menerima email tersebut. Mengingat kejadian semalam, Lunara masih merasa waswas. Dia pun memutuskan pulang tepat waktu.

Gaia melihat Lunara menutup komputer dan tampak terkejut. "Hari ini kamu nggak lembur?"

"Nggak. Aku mau pulang menemani anakku."

Keduanya berbincang ringan sambil masuk ke lift. Tak disangka, setelah seharian tidak bertemu Kayden, kini dia malah bertemu dengan pria itu di dalam lift.

Gaia dan Lunara spontan menghapus senyum di wajah mereka dan berdiri kaku di satu sisi.

Untungnya, Kayden tidak memperhatikan mereka. Earphone bluetooth terpasang di telinganya, dia sedang menelepon.

"Aku tahu. Malam ini pasti pulang menemanimu makan."

"Ya. Tenang saja, aku ingat akan membelikanmu bunga."

Nada bicaranya lembut dan penuh perhatian. Jelas terasa betapa Kayden menghargai lawan bicaranya.

Tiga tahun lalu, Lunara hanya pernah mendengar suara Kayden yang sehangat itu saat mereka berada di ranjang. Kemungkinan besar, orang di seberang telepon itulah yang meninggalkan bekas di lehernya.

Puluhan detik di dalam lift berlalu cepat. Kayden lebih dulu melangkah keluar.

Gaia menepuk dadanya sendiri. Dengan nada iri, dia berkata, "Tadi Pak Kayden sedang menelepon pacarnya, ya? Lembut sekali. Ternyata setegar apa pun pria, kalau bertemu wanita yang dia cintai, tetap bisa selembut itu."

Lunara terdiam sejenak, lalu tanpa sadar menjawab, "Sepertinya begitu." Dia menolak tawaran Gaia untuk diantar pulang, lalu berdesakan masuk ke kereta bawah tanah.

Di dalam gerbong, ada banyak orang yang hilir mudik. Lunara teringat pada pesan Theron. Mungkin saat Ignas memperkenalkan data karyawan, dia sekilas menyebut kondisi keluarga.

Sebelumnya, mereka pernah punya atasan yang melihat Lunara cantik dengan aura dingin khas, mengira dia berasal dari keluarga berada dan tidak kekurangan uang, sehingga kesempatan promosi dan kenaikan gaji bahkan tidak pernah dipertimbangkan untuknya.

Ignas-lah yang membantu memperjuangkannya. Lunara sangat berterima kasih.

Namun, Kayden sampai menanyakan soal suaminya, itu membuat Lunara cukup terkejut. Suami Lunara sebenarnya tidak pernah ada. Saat dulu membawa Orion ke luar negeri untuk berobat, mereka bertemu keluarga pasien lain di pesawat.

Keinginan terakhir kedua pihak orang tua kala itu hanyalah satu, yaitu melihat anak-anak mereka menikah.

Lunara dan putra dari keluarga pasien itu akhirnya berjanji untuk bersama di depan ranjang rumah sakit demi memenuhi permintaan kedua ayah mereka.

Tak lama kemudian, kedua orang tua itu meninggal dunia. Setelah itu, Lunara dan pria tersebut pun lama tidak saling menghubungi. Soal status pernikahan, itu hanyalah ucapan Lunara semata. Ke luar, dia selalu menyebut dirinya sebagai wanita yang sudah menikah.

Pada masa itulah, Lunara melahirkan Daisy.

Di masyarakat ini, wanita yang sudah menikah tetapi suaminya tidak bertanggung jawab dan tidak mengurus anak masih bisa mendapat simpati. Namun, wanita yang hamil di luar nikah dan tidak jelas siapa ayah anaknya, hanya akan menuai cibiran.

Lunara tidak peduli dengan omongan tentang dirinya. Akan tetapi, dia tidak ingin putrinya ikut dipandang dengan mata penuh prasangka. Seorang anak tetap membutuhkan sosok ayah secara formal.

Apa pun yang terjadi, Lunara tidak akan membiarkan Kayden mengetahui keberadaan Daisy.

Jika keluarga seperti Keluarga Narasoma itu mengetahui keberadaan Daisy, mereka pasti akan merebut anak itu dari tangan Lunara, atau menghina ibu dan anaknya, lalu memperlakukan Daisy dengan kejam.

Semua itu sangat mungkin terjadi.

Daisy adalah seorang anak perempuan. Sekalipun direbut kembali, Keluarga Narasoma belum tentu akan benar-benar menghargainya.

Lunara sudah terlalu sering melihat kisah perebutan anak di kalangan keluarga kaya. Luka itu pun tertanam dalam di hatinya.

Apa pun tujuan Kayden, Lunara tidak peduli. Yang dia pedulikan hanyalah putrinya.

....

Rumah Keluarga Narasoma.

Dengan sebuket mawar yang sedang mekar indah di tangannya, Kayden menyerahkannya kepada Saphira yang sudah menunggu di meja makan. Dengan kata-kata singkat, dia berkata, "Nih, yang kamu minta. Bunga."

Saphira menerimanya dengan wajah berseri, mulutnya tetap mengeluh, "Apa maksudmu yang aku minta? Sejak kamu pulang ke negara ini, kamu hampir nggak pernah pulang ke rumah. Jangan-jangan kamu sudah lupa aku ini ibumu?"

"Aku cuci tangan dulu," jawab Kayden. Dia berbalik dan masuk ke kamar mandi.

"Anak bandel." Saphira mendengus pelan, lalu kembali tersenyum. Dia menyerahkan bunga itu kepada Maeris yang duduk di sampingnya. "Nih, bunga yang dibeli Kayden. Aku berikan ke kamu saja. Bunga segar seperti ini lebih cocok untuk anak muda. Aku ini sudah tua."

Wajah Maeris yang cantik tampak dipenuhi rasa malu dan gembira.

Tangannya tidak langsung menerima bunga itu. Sudut mata dan alisnya malah tertuju pada Kayden yang baru keluar dari kamar mandi. Sambil menggigit bibir, dia berkata lembut, "Tante, bagaimanapun ini bunga yang dibeli Kak Kay untuk Tante. Nggak pantas kalau aku yang menerimanya. Lagi pula, Tante masih begitu anggun dan memesona, mana terlihat tua?"

Kerutan di sudut mata Saphira hampir ikut tersenyum lebar.

Cara bicara Maeris memang menyenangkan dan menenangkan hati, jauh lebih enak didengar dibandingkan kata-kata Kayden yang selalu dingin.

"Ambil saja. Memang dibelikan untukmu."

Mendengar Maeris akan datang untuk makan malam, Saphira mendadak memutuskan Kayden harus membawa pulang sebuket bunga. Kayden itu baik dalam segala hal, hanya saja urusan perasaan benar-benar kosong. Dia terlihat sama sekali tidak tertarik soal cinta. Hal itu membuat Saphira cukup cemas.

Kayden adalah putra sulung sekaligus cucu sulung Keluarga Narasoma. Dia juga satu-satunya anak laki-laki dari keluarga utama. Kakeknya memiliki tiga putra, dengan total empat cucu laki-laki dan satu cucu perempuan. Namun, belum ada satu pun yang menikah.

Yang masih sangat muda mungkin bisa dimaklumi. Namun yang usianya sudah cukup dewasa, semuanya beralasan bahwa selama Kak Kay belum menikah, mereka tidak berani mendahului.

Saphira hanya memiliki satu orang anak, tentu berharap Kayden segera berkeluarga dan punya keturunan.

Tatapan Maeris selalu tertuju pada Kayden.

Aura pria itu begitu menonjol. Setelah melepas jasnya, rompi yang dikenakannya menegaskan bentuk tubuhnya yang sempurna. Setiap gerakannya memancarkan keanggunan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

"Kak Kay, boleh nggak aku menerima bunga ini?" tanya Maeris pelan.

"Jangan manggil sembarangan."

Kayden mengangkat pandangan dan bertemu dengan wajah Maeris yang memerah. "Bunga itu bukan untukmu. Kalau kamu mau, beli sendiri."

Maeris menggigit bibir bawahnya dengan ekspresi menyedihkan. Tiba-tiba dia bertanya, "Kak Kay, kamu masih ingat Lunara?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Membencimu
8.5
Demi melunasi utang sang ibu, Ayyara Faderica terpaksa menikahi CEO bernama Kieran Bimantara. Kieran yang lama memendam rasa sangat memanjakan Ayyara bak ratu, namun sang istri sulit membuka hati karena diam-diam masih berhubungan dengan mantan kekasihnya. Meski terus dikhianati, Kieran tak menyerah untuk memperjuangkan cinta tulusnya. Akankah pernikahan mereka bertahan, atau justru hancur akibat bayang-bayang masa lalu?
Sampul Novel Dia Mendanai Wanita Lain Menggunakan Uangku
8.9
Demi menguji kesetiaan sang kekasih, Julissa Palmer memilih menyamar sebagai staf biasa di perusahaannya sendiri. Siasat ini justru membuat Ethan Wilson salah paham. Ia mengira Noreen adalah ahli waris Grup Palmer yang sesungguhnya. Sambil terus merendahkan Julissa, Ethan diam-diam mendekati Noreen demi mengincar harta. Di sebuah pesta mewah, Ethan bahkan nekat melamar Noreen di hadapan media. Ia tidak sadar bahwa Julissa adalah pemilik asli Grup Palmer yang sebenarnya.
Sampul Novel Hari Pernikahannya, Pembalasan Dendam Sempurnanya
9.2
Dulu aku menyelamatkan Arya Wicaksana, membantunya jadi raja bisnis, dan menikahinya secara rahasia. Tapi dia mengkhianatiku, menyebutku beban, bahkan menghancurkan klinik kenangan putri kami demi kekasih barunya. Arya menuduh ambisiku sebagai penyebab kematian anak kami dan berniat menghapus seluruh masa lalu kami. Dia merasa di atas angin, tanpa tahu bahwa undangan pernikahannya justru akan menjadi awal kehancuran total yang kusiapkan tepat di hari bahagianya.
Sampul Novel Maduku Putri Konglomerat
9.4
Demi keluar dari jerat kemiskinan, Hilman memilih mengkhianati janji sucinya. Ia diam-diam menikahi putri dari keluarga kaya raya demi meraih takhta materi dan kemewahan. Keputusan egois ini seketika menghancurkan hati sang istri pertama, meninggalkan luka batin yang teramat dalam akibat pengkhianatan pria yang sangat ia sayangi. Kini, ia harus berjuang menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya lebih memilih harta dibanding kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel Pengantin Pengganti Untuk Tuan CEO
9.3
Aluna harus menjadi pengantin pengganti setelah kembarannya kabur dari perjodohan dengan CEO kaya, Angga Wijaya Kusuma. Enggan terjebak pernikahan tanpa cinta, ia nekat melarikan diri pada hari pernikahan. Sialnya, rencana itu gagal total saat dirinya malah masuk ke mobil milik calon suaminya sendiri. Kini, Aluna terjebak bersama Angga, menghadapi ancaman kehilangan kebebasannya secara total.
Sampul Novel Penipuan Bayi Miliaran Suamiku
9.2
Lima belas tahun aku merelakan mimpi menjadi ibu demi cinta dan kutukan keluarga suamiku. Namun, demi melahirkan pewaris bisnis sesuai tuntutan kakeknya, dia menyewa ibu pengganti yang mirip denganku. Janji bahwa ini hanyalah prosedur medis biasa hancur saat dia mulai tidur dengannya dan mengabaikanku. Pernikahan kami pun runtuh ketika dia melupakan momen penting kami demi perempuan asing itu.