APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ketika Suamiku  Minta Rujuk

Ketika Suamiku Minta Rujuk

Pernikahan Reyna hancur setelah Damar berselingkuh dengan Livia, sahabatnya sendiri hingga hamil. Padahal selama ini Damar selalu membatasi penampilan Reyna, namun ia malah berpaling pada Livia yang modis. Kecewa berat, Reyna memutuskan pergi demi membangun kehidupan baru yang mandiri. Saat Reyna akhirnya berhasil meraih kebahagiaan dan kesuksesannya sendiri, Damar tiba-tiba datang kembali untuk mengemis rujuk dan meminta kesempatan kedua.
Bab
Bagikan

Bab 3

Malam itu, setelah obrolan singkat mereka di ruang tamu, Reyna kembali ke kamar dengan perasaan yang bercampur aduk. Dia mencoba memejamkan mata, tetapi bayangan sikap aneh Damar akhir-akhir ini terus mengganggu pikirannya.

Di sisi lain, Damar duduk di ruang tamu, termenung dengan ponselnya di tangan. Ada pesan dari Livia masuk beberapa menit yang lalu:

Livia: Aku rindu. Kau sudah pulang?

Damar mengetik balasan dengan cepat, tanpa ragu.

Damar: Baru sampai. Aku tidak bisa lama menghubungimu. Reyna sedang curiga.

Livia: Dia curiga? Bukankah dia terlalu polos untuk menyadari apa pun?

Damar menggigit bibirnya. Kata-kata Livia, meskipun terdengar benar, membuatnya tidak nyaman. Dia tahu Reyna terlalu percaya padanya, dan justru itulah yang membuat rasa bersalahnya semakin berat.

Livia: Aku ingin bertemu lagi besok. Kamu bisa?

Damar: Aku usahakan.

Keesokan Harinya

Pagi itu, Reyna berusaha melupakan rasa curiganya. Dia menyiapkan sarapan dengan penuh semangat, berharap bisa menghabiskan waktu bersama Damar sebelum dia berangkat kerja.

"Mas, aku buatkan roti panggang dan jus jeruk. Kamu pasti suka," ucap Reyna ceria, menaruh piring di depan Damar yang sedang sibuk dengan ponselnya.

"Oh, iya. Terima kasih, Rey," jawab Damar tanpa menoleh.

Reyna memperhatikan Damar yang tampak sibuk, entah dengan siapa di ponselnya. Dia mencoba tersenyum, tetapi ada rasa pahit yang sulit diabaikan. "Mas, hari ini kita makan malam bareng, ya? Aku akan masak spesial buat kamu."

Damar terdiam sejenak, lalu meletakkan ponselnya. "Aku enggak janji, Rey. Mungkin aku lembur lagi."

"Lembur lagi?" Reyna mencoba menyembunyikan kekecewaannya.

"Iya, kerjaan di kantor makin numpuk," jawab Damar singkat sambil berdiri. "Aku berangkat dulu."

Reyna hanya mengangguk, meskipun hatinya terasa kosong. Setelah Damar pergi, Reyna duduk di meja makan, menatap piringnya yang masih penuh.

Di Kantor Damar

Damar tiba di kantor, tetapi bukannya langsung bekerja, dia malah sibuk membaca pesan dari Livia. Wanita itu mengiriminya beberapa foto dirinya sedang tersenyum dengan gaun baru yang ia beli.

Livia: Kau suka? Aku ingin memakainya saat kita bertemu nanti.

Damar tersenyum tipis. Dia tidak bisa menahan perasaan kagum terhadap Livia. Wanita itu selalu tahu cara membuatnya merasa istimewa.

Beberapa jam kemudian, Damar membuat alasan untuk keluar dari kantor lebih awal. Dia mengatakan kepada rekannya bahwa ada urusan mendesak yang harus diselesaikan di luar.

Di Apartemen Livia

Livia menyambut Damar dengan senyum lebar dan pelukan hangat. "Kau datang lebih cepat dari yang aku duga."

"Aku tidak bisa menunggu," jawab Damar, meraih wajah Livia dan menciumnya lembut.

Mereka duduk di sofa, berbincang seolah-olah tidak ada beban. Namun, di tengah-tengah percakapan mereka, Livia memutuskan untuk mengungkit sesuatu.

"Damar, sampai kapan kita akan seperti ini?" tanyanya, nada suaranya berubah serius.

"Maksudmu?"

"Kau tahu maksudku. Aku tidak ingin terus-menerus menjadi wanita di belakang layar. Aku ingin lebih dari ini," kata Livia tegas.

Damar terdiam. Dia tahu permintaan Livia akan datang suatu saat, tetapi dia belum siap untuk menghadapinya.

"Aku tidak bisa meninggalkan Reyna," ujar Damar akhirnya.

"Kenapa?" potong Livia. "Kau bilang kau tidak mencintainya lagi. Apa karena kau takut dia akan tahu?"

"Dia istriku," jawab Damar lirih.

"Dan aku wanita yang kau cintai sekarang," balas Livia dengan tajam. "Aku pantas mendapatkan lebih dari sekadar waktu-waktu rahasia seperti ini."

Damar menghela napas panjang. Dia tidak tahu harus berkata apa.

Di Rumah Reyna

Sementara itu, Reyna merasa hari itu terlalu sepi. Dia memutuskan untuk membersihkan kamar Damar, sebuah rutinitas yang biasa ia lakukan. Namun, kali ini sesuatu menarik perhatiannya.

Di dalam laci meja kerja Damar, dia menemukan sebuah kotak kecil. Dengan ragu, Reyna membuka kotak itu dan menemukan sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati.

"Apa ini?" gumamnya, bingung.

Reyna mengingat bahwa Damar tidak pernah memberinya perhiasan selama mereka menikah. Apakah kalung itu untuknya? Atau untuk orang lain?

Hati Reyna mulai dipenuhi dengan pertanyaan. Dia mencoba menepis pikiran negatif, tetapi rasa curiga itu semakin kuat.

"Aku harus tahu," bisik Reyna pada dirinya sendiri.

Malam Hari

Ketika Damar pulang malam itu, Reyna menunggunya di ruang tamu seperti biasa. Namun, kali ini dia tidak menunjukkan senyum hangatnya.

"Mas," panggil Reyna saat Damar masuk.

Damar terkejut melihat istrinya duduk di sofa dengan ekspresi serius. "Iya, ada apa, Rey?"

Reyna berdiri perlahan, membawa kotak kecil yang tadi ia temukan. "Aku menemukan ini di laci meja kerjamu."

Damar tertegun. Wajahnya berubah pucat seketika. "Rey, aku bisa jelaskan-"

"Kalung ini untuk siapa, Mas?" potong Reyna, matanya mulai berkaca-kaca.

Damar tidak tahu harus berkata apa. Dia hanya berdiri kaku, merasa bahwa kebohongannya akan segera terungkap.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Kejam Sang Mantan
9.2
Sepuluh tahun kubangun CiptaKarya, tetapi Baskara mendepakku demi Saskia, anak magang baru, saat kontrak 800 miliar hampir diraih. Di tengah kehamilanku, ia tega bersikap dingin. Mereka tidak sadar bahwa secara hukum, algoritma inti perusahaan ada di tanganku. Aku pun memilih pergi dan menuntut hak penuh atas ciptaanku. Demi membalas pengkhianatan kejam ini, aku mendekati Revan Adriansyah, rival terbesar yang kini menjadi sekutu terakhirku.
Sampul Novel Balas Dendam seorang ibu
8.3
Kehidupan Maya runtuh seketika setelah putrinya tewas di tangan anak pejabat yang kebal hukum. Sadar bahwa keadilan tak akan pernah berpihak padanya lewat sistem yang korup, sang ibu memutuskan bergerak sendiri. Ia merancang pembalasan dendam yang matang demi menghukum sang pelaku, meski nyawanya menjadi taruhan. Akankah misi berbahaya ini membawa kedamaian yang ia cari, atau justru menghancurkan sisa hidupnya? Inilah perjuangan nekat seorang ibu demi kebenaran.
Sampul Novel Dokter Forensikku, Kakakku
8.3
Suzanne dibenci oleh kakaknya yang menganggapnya bertanggung jawab atas kematian tragis sang tunangan, Yani, lima tahun silam. Dendam itu menemui ujung mengerikan ketika jasad Suzanne yang hangus terbakar mendarat di meja autopsi kakaknya sendiri. Harapan sang kakak agar Suzanne mati akhirnya terwujud. Namun, begitu menyadari identitas mayat di hadapannya adalah sang adik, rasa bersalah dan kebenaran yang terlambat langsung menghancurkan kewarasan sang dokter forensik hingga ia menjadi gila.
Sampul Novel GHAFFAR PENAKLUK AKHWAT
8.2
Demi menuntut ilmu, Ghaffar memilih merantau ke Jakarta. Namun, fokus belajarnya goyah setelah ia mulai menjalin interaksi dengan deretan wanita di ibu kota. Kehidupan pemuda ini pun berubah drastis saat ia terseret ke dalam lika-liku asmara yang tidak terduga. Kisah cinta modern penuh dinamika sosial dan godaan di kerasnya Jakarta ini menyajikan konten dewasa yang memerlukan kebijakan dari para pembacanya.
Sampul Novel Nafkah dua puluh ribu darisuamiku
8.4
Kehidupan rumah tangga yang tampak sempurna dengan suami mapan dan bergelimang harta ternyata menyimpan kepedihan mendalam. Di balik fasilitas serbakecukupan yang tersedia, seorang istri justru harus berjuang sendiri demi bertahan hidup tanpa nafkah yang layak. Kemewahan yang kasat mata tidak menjamin kebahagiaannya. Ini adalah kisah tentang keteguhan hati dan perjuangan seorang wanita dalam menemukan kemandirian di tengah dinginnya pernikahan yang semu.
Sampul Novel PONSEL RAHASIA MILIK SUAMIKU
7.9
Rumah tangga Anggun yang semula tenang kini hancur setelah dirinya tidak sengaja menemukan ponsel rahasia milik Reno, suaminya. Penemuan gawai misterius tersebut perlahan mengungkap berbagai kebenaran gelap dan dusta yang selama ini disembunyikan darinya. Merasa dikhianati dan sangat terluka oleh kelakuan suaminya, amarah Anggun pun tidak lagi terbendung. Di tengah pusaran intrik yang penuh kepalsuan ini, ia bertekad bulat untuk membalas dendam atas segala rasa sakit yang telah Reno perbuat.