APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ketika Mertua Ikut Campur

Ketika Mertua Ikut Campur

Rumah tangga Salwa dan Lutfan terancam runtuh akibat dominasi ibu mertua yang terlalu mendikte. Ketegangan memuncak ketika sang mertua menempatkan asisten rumah tangga baru di rumah mereka. Salwa yang curiga merasakan ada maksud terselubung dari kedatangan pelayan tersebut. Benar saja, sebuah misteri besar dan konspirasi rahasia mulai terkuak secara perlahan. Kini, kekuatan cinta Salwa dan Lutfan benar-benar diuji dalam menghadapi rencana licik ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Iya Bu, tapi bukan begitu juga caranya. Kasihan Salwa, dia benar-benar nggak suka, Bu. Yang penting piringnya bersih ‘kan? Ya sudah, biar aku saja yang menghabiskan sisanya.”

Aku sangat berterima kasih kepada suamiku. Dia selalu mengerti perasaanku. Meski aku jarang memprotes ucapan ibunya, namun dia peka dan selalu membelaku.

“Ck! Disuruh belajar kok tidak mau. Anakmu besok pasti akan meniru sikapmu itu.”

“Sana Dek, kamu pergi cuci piringnya.” Mas Lutfan akhirnya menyuruhku untuk segera pergi.

Aku mematuhi perintahnya. Jujur saja, perasaanku semakin berkecambuk jika masih tetap di hadapan ibu. Beliau berkata tanpa pikir panjang, tanpa menghiraukan perasaan orang yang dikritiknya.

“Lutfan, Ibu sedang menasehati istrimu. Kenapa disuruh pergi?”

Saat beliau mengatakannya, langkahku semakin jauh meninggalkan meja makan. Dapur tempat mencuci piring memang terpisah dengan meja makan. Jadi, aku hanya mendengarnya sayup-sayup saja.

“Kenapa ibu selalu ikut campur semua urusanku sih? Kapan bisa betah di sini kalau beliau selalu saja begitu!” gerutuku, aku masih sibuk mencuci piring dengan perasaan dongkol setiap waktu.

“Wa, maafkan sikap Ibu tadi ya? Kamu pasti sangat jengkel mendengar semua perkataanya.”

Bapak mertua sudah ada di belakangku. Sejak kapan beliau di sana? Apa beliau mendengar semua keluh kesahku yang baru saja terucap oleh mulutku. Biarlah, memang begitu adanya ‘kan?

“Iya, Pak. Nggak apa-apa.” Aku berusaha menutupi rasa jengkelku.

“Bapak takut kamu jadi tidak betah tinggal di sini karena mulut ibu yang seperti itu, Wa.”

Aku hanya tersenyum. Bapak memang sangat mengerti perasaanku. Aku jarang mengeluh di tempat terbuka, namun beliau selalu bisa membaca perasaanku yang sedang tidak merasa nyaman seperti sekarang ini. Beliau yang selalu merasa bersalah atas kesalahan yang diperbuat oleh istrinya. Aku senang beliau begitu kepadaku. Tanpa sadar, rasa jengkelku perlahan menghilang karena sikap lembut beliau.

“Hehe, nggak kok Pak. Salwa betah kok di sini.”

Entah tulus atau tidak, aku mengatakannya kepada beliau. Mungkin saat ini di hadapan beliau, kalimat yang baru saja terucap tulus keluar dari dalam hati. Namun, jika istrinya kembali mengomentariku semauhatinya, aku ingin pergi jauh dari sini.

“Kamu di sini yang sabar ya, Wa?” Beliau mengucapkannya seraya meninggalkanku.

‘Iya Pak, aku pasti akan mencoba untuk bersabar. Tapi jika selalu saja begitu, entahlah,’ batinku.

Jam sudah pukul delapan, saatnya aku dan mas Lutfan pergi menuju ke toko.

“Yuk Dek, berangkat,” ajak mas Lutfan.

“Bentar Mas, ambil tas di kamar.”

Aku lupa meninggalkan tas di dalam kamar. Saat aku sampai di sana, ibu sudah ada di dalam.

“Bu? Sedang apa di sini?” tanyaku lembut.

Ibu terkejut, tangannya memegang tasku dan perlahan meletakannya kembali di atas kasur.

“Itu Wa, tadi Ibu, itu … Ibu mau … itu ibu ambil, mau ambil gelas. Ya gelas.” Ibu gelagapan menjawab pertanyaanku.

“Gelas?” tanyaku memastikan.

“Iya Wa, kamu kenapa kembali lagi ke kamar?” tanya ibu, mengalihkan pembicaraan.

“Tas ketinggalan, Bu.”

“Oh, pantas saja kamu kembali lagi. Ya sudah Ibu mau cuci gelas ini dulu ya?” Beliau meninggalkanku.

“Ibu kenapa sih? Aneh banget. Padahal tadi aku melihatnya meletakan tasku perlahan. Kenapa tanya alasanku kembali ke kamar? Jelas-jelas beliau memegang tasku yang ketinggal. Terus sejak kapan ada gelas kotor di dalam kamar? Aku nggak merasa meletakan gelas di atas nakas. Ck, ada yang aneh deh,” gumamku, meninggalkan kamar.

Aku sengaja tidak pernah mengunci pintu kamar. Hanya lemari saja yang kukunci dan membawa kunci itu di dalam tas kemana pun aku pergi.

“Kamu lama banget, Dek,” protes mas Lutfan saat sudah di hadapannya.

“Iya Mas, aku lupa menaruh tasku dimana. Jadi kucari dulu deh.” Aku berbohong tentang kejadian yang baru saja terjadi.

“Ya udah, yuk berangkat. Sudah siang ‘kan?”

Saat berada di dalam mobil dan duduk santai di atas jok. Aku iseng menggeledah tasku sendiri. Tadi memang belum sempat memeriksanya kembali. Aku pun tidak melihat apa-apa di tangan beliau. Sudah pasti tidak ada yang hilang di dalamnya meski aku melihat beliau perlahan meletakan tas itu kembali di atas kasur.

“Kamu cari apa? Ada yang ketinggalan?” tanya mas Lutfan saat aku sibuk sendiri dengan tasku.

“Hehe, nggak Mas. Iseng aja, siapa tau ada yang tertinggal.”

“Jangan dong, Dek. Kita sudah lumayan jauh. Nggak mau lah kalau harus putar balik.”

“Iya, iya. Semoga saja nggak ada yang tertinggal ya, Mas?”

Beberapa saat aku menggeledah isi tasku. Tidak ada yang aneh di kantung utama. Aku membuka resleting ke dua dan kembali memeriksanya. Di sana ada secarik kertas bertuliskan bahasa Arab. Aku heran sejak kapan aku menyimpan kertas itu. Kenapa aku baru sadar menyimpannya di tasku?

“Mas, kamu menyimpan kertas ini di dalam tasku ya?” Aku menunjukan secarik kertas itu kepada mas Lutfan.

“Ha? Apa itu?” tanya mas Lutfan kaget.

“Kamu nggak tau ini Mas? Jadi siapa yang meletakkannya di dalam tasku? Apa coba ini?”

Aku memandanginya heran seraya membolak-balikannya.

“Nggak tau, buang aja Dek.”

Aku menuruti perintah mas Lutfan, namun pikiranku mempertanyakan darimana asal kertas bertulis bahasa Arab seperti itu. Kenapa bisa ada di dalam tasku? Kenapa bisa begitu?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dari Istri Tercampakkan Menjadi Pewaris Berkuasa
9.3
Hidup Kirana hancur setelah Bima Nugraha, suaminya, memamerkan kehamilan selingkuhannya secara terbuka. Demi bisnis, Bima bersekongkol dengan keluarga angkat Kirana untuk mengurungnya di rumah. Ia difitnah tidak waras dan dipaksa menggugurkan bayinya. Namun, mereka tidak menyadari siapa Kirana sebenarnya. Hanya dengan satu telepon, Kirana menghubungi Antony Suryoatmodjo, ayah kandungnya yang merupakan konglomerat kuat, siap menghancurkan Bima tanpa sisa.
Sampul Novel Dendam yang Terpendam: Cinta Sang CEO Terhalang Takdir
7.9
Zeesya Aleena Lawrence terbangun dari koma panjang dan mendapati pacarnya berkhianat. Di masa sulit ini, ia jatuh cinta pada pria misterius yang sangat mencintainya. Sialnya, kebahagiaan itu sirna saat rahasia masa lalu terbongkar. Pria tersebut rupanya dalang di balik tragedi berdarah yang menimpa keluarga Zeesya. Kini, ia menghadapi pilihan sulit antara menjaga cintanya atau menuntut balas atas takdir tragis keluarganya.
Sampul Novel Dinikahi Guru Bk
7.8
Anggun, seorang siswi yang sering melanggar aturan sekolah, mencoba menggoda guru BK-nya yang terkenal disiplin, Arjuna. Ketika Anggun menyindir ketegasannya, Arjuna justru memberikan jawaban tidak terduga bahwa dirinya sudah memiliki calon istri. Awalnya Anggun ragu dan mengira hal itu hanya candaan belaka. Namun, Arjuna kemudian memberi petunjuk bahwa calon istrinya adalah murid perempuan yang paling sering ia hukum di sekolah.
Sampul Novel Obsesi Sang Badboy
9.0
Demi menghidupi ketiga adiknya, Sereia berjuang keras di tengah bayang-bayang trauma masa lalu. Elias, pria yang dulu pernah merendahkan kepolosan Sereia, terkejut melihat perubahan drastis pada diri gadis itu sekarang. Pertemuan satu malam yang tak terduga memicu obsesi besar dalam diri Elias untuk mengejarnya. Sereia mencoba segala cara untuk kabur, namun Elias justru nekat melakukan apa saja demi memilikinya. Meski dijebak agar Sereia bisa bebas, Elias bersumpah takkan melepaskannya.
Sampul Novel Sang Putri Asli Kembali: Aku Mewarisi Kekayaan
9.0
Dibuang dengan keji dan dituduh penipu, dia kini pulang untuk merebut kembali haknya sebagai putri kandung dari dinasti konglomerat yang disegani. Berbekal kekuasaan serta harta melimpah, dia siap menuntut keadilan. Mantan tunangan dan putri palsu yang merebut posisinya kini harus menghadapi kehancuran yang memalukan. Inilah perjalanan pembalasan dendam yang berkelas dari sang pewaris takhta sejati.
Sampul Novel Tawanan Hati Sang Penguasa
9.6
Pras berniat meruntuhkan keangkuhan Lavi dan menjadikannya tawanan lewat ancaman besar. Namun, fokusnya terpecah saat ia harus menuntut balas atas kematian Tony demi prinsip nyawa dibayar nyawa. Penyelidikan Pras menyeret organisasi Quassano, tetapi musuh justru memanfaatkan Lavi sebagai perisai pelindung. Kini, sang penguasa dihadapkan pada pilihan sulit: membiarkan Lavi celaka atau mempertaruhkan seluruh kekuasaannya demi menyelamatkan gadis itu.