APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ketika Dunia Hancur, Ia Memilih Wanita Lain

Ketika Dunia Hancur, Ia Memilih Wanita Lain

Saat putri kecilnya berjuang melewati masa kritis di ICU, Calla harus menghadapi kenyataan pahit sendirian. Ares, suaminya, justru pergi demi menyambut kepulangan cinta pertamanya, Lyanna. Di kala Calla meratapi kepergian sang buah hati yang mengembuskan napas terakhir, Ares malah asyik berdansa di pesta bersama Lyanna. Kebahagiaan sesaat itu harus dibayar sangat mahal oleh Ares, karena ia telah kehilangan kepercayaan Calla serta keutuhan keluarganya untuk selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Hujan turun perlahan di balik jendela rumah sakit, seperti ikut menangisi sesuatu yang belum terjadi... atau mungkin sedang terjadi. Di ruangan yang nyaris membeku oleh suhu dan rasa putus asa, Calla berdiri kaku di samping ranjang rumah sakit mungil itu-menatap tubuh kecil dengan selang-selang yang seakan menegaskan bahwa hidup sang putri kini bergantung bukan pada kasih sayang, tapi pada mesin.

Leona, putri mereka, baru berusia lima tahun. Terlalu kecil untuk berperang, terlalu polos untuk mengerti bahwa jantung kecilnya tak lagi berdetak sekuat dulu. Napasnya berat, teratur oleh alat, dan setiap bunyi bip yang terdengar seolah menusuk ulu hati Calla lebih dalam. Sakit itu tak punya suara. Tapi kini, ia merasa bisa mendengarnya-menderu di dadanya, di sekujur tubuhnya, memekakkan telinga hingga membuatnya nyaris gila.

Di balik pintu, para dokter hanya bisa menunduk. Mereka sudah menyampaikan semuanya. Leona tak akan bertahan lama. Beberapa jam, mungkin. Sehari, jika mujizat datang. Tapi mereka tahu... mujizat tidak akan datang malam ini. Tidak untuk Calla.

Dan Ares tidak ada di sana.

Tidak ada suara pintu terbuka. Tidak ada langkah tergesa masuk ruangan. Tidak ada pelukan, pelipur, atau bahkan tatapan iba dari seorang ayah yang seharusnya berlari, jatuh, menangis-untuk putri yang pernah ia sebut "cahaya kecil di dunia paling gelapku."

Karena malam ini, Ares memilih berada di tempat lain.

Tiga belas jam sebelumnya, Calla meneleponnya. Tangannya gemetar saat memencet nomor itu, berharap hanya sekali ini saja Ares menjawab dengan cepat. Ia bahkan belum sempat menyeka air mata yang terus turun saat suara sambungan mengalun tiga kali... empat... lalu akhirnya,

"Ares, tolong... Leona... dia-"

"Aku sedang boarding ke Florence. Pesawat tinggal lepas landas," sahut Ares cepat, terdengar tergesa dan... tak sabar. "Bisa nanti saja?"

"Nanti?" suara Calla pecah. "Leona kritis. Jantungnya-"

"Aku sudah titip pada rumah sakit terbaik. Dokter-dokternya akan-"

"Dia butuh kau, Ares! Dia... putri kita!" Calla berteriak, tidak peduli lagi pada suara orang-orang di ruang tunggu yang mulai menatapnya. Ia berdiri sendiri di tengah dunia yang retak, dan satu-satunya orang yang seharusnya memeluknya, justru memutus panggilan tanpa pamit.

Klik.

Suara itu lebih menyakitkan dari berita apapun yang dokter sampaikan malam itu.

Sekarang, saat jam dinding menunjukkan pukul 22.14, dan Leona mulai menunjukkan penurunan drastis, Calla sudah tidak menangis lagi. Air matanya kering. Hatinya pun demikian. Ia duduk di kursi plastik dingin, menggenggam tangan mungil itu erat-erat-seolah bisa memaksa jiwa anaknya untuk tetap tinggal hanya dengan cinta seorang ibu.

Tapi tubuh itu mulai melemah. Warna kulit Leona semakin pucat. Mesin menunjukkan angka-angka yang tak lagi menjanjikan harapan. Perawat masuk dan keluar membawa instrumen yang tak ia mengerti. Salah satu dokter mencoba menenangkannya, dengan suara tenang dan penuh hormat.

"Jika Anda ingin memanggil keluarga... mungkin sekarang saatnya."

Keluarga?

Calla memejamkan mata. Ia tidak punya siapa-siapa lagi. Ibu mertuanya bahkan tak pernah menyukai keberadaannya. Ibunya sendiri meninggal saat Calla masih duduk di bangku SMA. Ayahnya entah di mana. Yang ia punya... satu-satunya yang ia anggap rumah... justru sedang menjemput wanita dari masa lalunya.

Lyanna.

Nama itu seperti duri dalam tenggorokannya. Wanita yang dulu pernah Ares cintai sebelum mereka menikah. Wanita yang katanya menghilang, lalu muncul kembali dua minggu lalu. Dan Ares, dengan segala luka yang katanya belum sembuh, langsung terbang-untuk menjemputnya di bandara dan menyambutnya dengan pesta privat di vila keluarga.

Calla bahkan tidak diberitahu langsung. Ia mengetahuinya dari media sosial salah satu rekan bisnis Ares, yang tanpa sadar memotret kebersamaan mereka dan mengunggahnya dengan caption:

"Akhirnya, pasangan yang ditakdirkan bersama kembali bersatu. Welcome home, Lyanna."

Pasangan yang ditakdirkan?

Calla menggenggam lebih keras tangan Leona. Seolah mengalirkan seluruh rasa sakitnya lewat sentuhan itu.

Dia tidak pernah menjadi 'takdir' bagi siapa pun. Bahkan ketika menikah dengan Ares tiga tahun lalu, itu bukan karena cinta. Tapi karena sebuah perjanjian keluarga yang tidak pernah Calla minta. Ia dijodohkan. Dijadikan istri pengganti karena kakaknya kabur menjelang pernikahan.

Dan Ares? Ia menerimanya karena bisnis.

Tapi saat Leona hadir, Calla benar-benar percaya... bahwa hidupnya punya makna. Bahwa Ares mungkin bisa melihatnya. Mungkin bisa mencintainya. Tapi semua itu hanya harapan kosong.

Kini, saat anak mereka terbaring antara hidup dan mati, Ares memilih wanita lain.

Pukul 23.02.

Detik itu, mesin utama berbunyi panjang. Dokter berteriak. Perawat berlari. Seseorang menekan tombol alarm.

Calla tidak bergerak. Ia hanya berdiri, terjebak di tengah kekacauan itu, dengan jantung seperti diremas, lidah kelu, tubuh dingin.

Salah satu perawat menatapnya dengan iba.

"Bu... Anda harus keluar dulu."

"Tolong selamatkan dia," bisiknya. "Tolong..."

Tapi tidak ada jawaban pasti.

Calla berjalan mundur dengan langkah goyah. Ia bersandar di dinding luar ICU, dan di saat itulah... sebuah pesan masuk di ponselnya.

Dari: Ares

"Kami baru sampai. Malam ini akan jadi malam yang panjang. Aku akan pulang besok siang. Jaga dirimu."

Tidak ada pertanyaan tentang Leona.

Tidak ada kata bagaimana kondisi anak kita.

Tidak ada.

Calla menatap pesan itu lama, lalu menurunkan ponsel perlahan. Saat suara alarm di ruang ICU berhenti, dan dokter keluar dengan tatapan muram, ia sudah tahu.

Dunia itu berhenti malam ini.

Dan Ares bahkan tidak tahu apa yang baru saja ia hancurkan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful Hurt
9.1
Akibat fitnah dari sebuah pesan singkat, Marilyn dituduh merusak hubungan kakaknya sendiri. Christian, miliarder yang marah karena reputasinya rusak, mengira Marilyn adalah wanita licik yang gila harta. Demi membalas dendam, Christian memaksa gadis itu menikahinya dan bersumpah akan menyiksa hidupnya. Di tengah tuduhan kejam tanpa bukti tersebut, Marilyn hanya bisa pasrah menghadapi kebenaran sepihak mereka.
Sampul Novel Cinta Palsu di Balik Perjalanan Dinas
8.3
Empat puluh tahun menikah, aku baru tahu suamiku berselingkuh dengan sahabatku, Wulandari. Lewat tablet cucu, terungkap ribuan foto mesra mereka saat dinas palsu. Tragisnya, Rizal, anak kandungku, justru berpihak pada wanita itu. Aku sadar hanya dijadikan mesin pencetak anak karena Wulandari mandul. Enggan terus diperalat, aku menggugat cerai dan mengambil seluruh aset mereka. Kini aku hidup sukses di Bali, membiarkan mereka jatuh miskin dan memohon maaf tanpa kuberi ampun.
Sampul Novel Dinodai Mantan Majikan
8.3
Demi membiayai operasi sang ibu, Anjani Aswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Barata Yudha, majikannya sendiri. Namun, sang konglomerat justru menjadikannya alat pemuas nafsu rekan bisnis di bawah ancaman pembunuhan. Saat hamil demi menghidupi adik-adiknya, Barata menolak bertanggung jawab dan menuduh bayi itu anak pria lain. Konflik memuncak ketika istri Barata, Ayudya, mengetahui skandal ini. Di tengah pengusiran, Anjani yang menderita harus mengungkap kebenaran.
Sampul Novel Fatal Attraction: Jatuh Cinta dengan Target
9.6
Sebelum genap 26 tahun, aku hidup sebagai penipu ulung tanpa belas kasih yang memanfaatkan pria demi materi. Namun, Dylan Hewitt mengubah segalanya saat pesonaku gagal menjeratnya, hingga merusak reputasiku. Di tengah keputusasaan, Dylan justru mengungkap rahasia dan perasaan aslinya. Terjebak dalam situasi tak terduga ini, aku kehilangan kendali atas taktikku sendiri. Kehadiran Dylan benar-benar membalikkan takdir dan meluluhkan hatiku.
Sampul Novel Gairah Liar sang Mafia
8.0
Arnius Nagendra bertekad membalas kematian sang istri akibat kekejaman Janied Marques, sepupunya yang memimpin sindikat perdagangan manusia. Dalam misi penuh bahaya ini, ia menyamar sebagai guru dan menyeret seorang guru TK cantik ke dalam rencana balas dendamnya. Sambil menyembunyikan identitas aslinya di dunia abu-abu, kerja sama ini justru memicu benih cinta. Akankah hubungan mereka bertahan, atau sang wanita malah ikut tenggelam dalam lingkaran hitam yang mematikan?
Sampul Novel Makmum Kedua Suamiku Sahabat Baik ku
8.4
Kehidupan Aisyah hancur seketika saat sang suami meminta restu untuk menikahi sahabat karibnya. Demi mempertahankan rumah tangga, ia rela dimadu meski hatinya sangat terluka. Sayangnya, keputusan itu justru membawanya pada penderitaan baru. Suaminya berubah menjadi dingin, kasar, dan enggan memberikan kasih sayang. Di tengah cercaan dan ketidakadilan yang terus menerpa, sanggupkah Aisyah bertahan dalam pernikahan poligami ini?