APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kesempatan Kedua, Luka Terakhir

Kesempatan Kedua, Luka Terakhir

Niat baik berujung petaka. Usai membelikan teh susu pesanan rekan kerja yang hamil, protagonis dituduh sengaja menggugurkan kandungan tersebut. Fitnah di rumah sakit ini memicu kemarahan keluarga korban yang memukulinya dan menuntut ganti rugi dua miliar rupiah. Demi keadilan, ia melaporkan kasus ini ke polisi dan bersiap menuntut balik. Namun, sebelum hukum bertindak, ia tewas mengenaskan setelah didorong oleh ibu mertua korban hingga dilindas truk.
Bab
Bagikan

Bab 1

Seorang rekan kerja di kantorku hamil dan memintaku membantunya membelikan teh susu. Tapi dia lalu sakit perut dan keguguran setelah meminumnya.

Dia terbaring menangis di rumah sakit, menuduhku sengaja menyakitinya. Aku diseret keluarganya dan dipukuli, lalu menuntut ganti rugi dua miliar.

Aku lapor polisi dan bersiap mengajukan tuntutan hukum, tapi aku lebih dulu mati dilindas truk karena didorong ibu mertuanya.

Aku membuka mataku lagi. Seluruh tubuhku gemetar. Segalanya masih utuh, tidak ada yang patah. Tidak ada rasa sakit yang tajam karena tulang-tulang yang remuk.

Aku pun menyadari bahwa aku hidup kembali!

Rekan kerjaku yang bernama Jennie datang menghampiriku. "Dewita, ayo beli teh susu! Siang ini panas banget!"

Dia sedang hamil lima bulan dan mudah kepanasan. Dia suka beli minuman dingin hampir setiap hari.

Pengajuan kartu kreditku disetujui minggu lalu. Setiap kali orang-orang di kantor ingin membeli sesuatu bersama-sama, mereka selalu memintaku memesan atas namaku.

Aku juga tidak keberatan membantu. Tapi aku tidak menyangka Jennie sakit perut setelah minum teh susu. Kami langsung melarikannya ke rumah sakit.

Keluarganya lalu datang dan menuduhku bersalah atas hilangnya cucu kesayangan mereka, kemudian memintaku membayar ganti rugi sebesar dua miliar.

Memikirkan kematian tragisku, aku cepat-cepat mengambil ponselku dan menolak. "Aku nggak kepingin minum teh susu. Aku sedang diet, nggak bisa minum minuman manis."

Jennie masih tidak bergeming. "Belikan buat aku saja! Pakai kartu kreditmu!"

"Nggak mau. Aku nggak mau tanggung jawab kalau terjadi sesuatu!"

Aku menolak mentah-mentah. Jennie sedikit tertegun. "Dewita, jangan pelit. Cuma teh susu kok, apa yang bisa terjadi?"

Maura yang duduk di meja kerja di seberangku ikut menimpali. "Iya, Dewita, kamu cuma pelit saja. Kita 'kan teman kerja, apa susahnya membantu sedikit?"

"Kamu tadi baru beli kupon, 'kan? Kenapa nggak kamu saja? Kita 'kan teman kerja!"

Aku melempar balik pertanyaan itu dan wajah Maura tiba-tiba membeku. "Maura, ayo pesan barengan!"

"Aku ...."

Dia terlihat enggan. Aku menatapnya dengan bibir menyeringai. "Kenapa? Nggak mau? Kita 'kan teman kerja, jangan pelit-pelit!"

"K-kuponnya sudah kupakai!"

Maura akhirnya tersadar dan segera menggoyangkan ponselnya. "Maaf! Sudah dipakai semua, Kak Jennie, kamu minta tolong yang lain saja!"

Wajah Jennie terlihat tidak senang. Dia kembali ke meja kerjanya sambil mendengus dingin. Tak lama kemudian, ada driver datang membawakan pesanan teh susu untuknya.

Ternyata dia bisa membelinya sendiri, tidak harus memesan bersama!

Tapi aku jadi penasaran. Jennie di kehidupanku sebelumnya tiba-tiba sakit perut dan keguguran. Apa yang terjadi?

Aku menggelengkan kepalaku. Saat waktu pulang kerja, Jennie menarikku dan berkata, "Dewita, kita pulang bareng yuk? Aku bonceng motormu ya?"

"Nggak bisa! Aku nggak bisa bonceng orang!"

"Kamu kok pelit banget sih! Motor bututmu bisa jalan secepat apa di jam sibuk begini?"

"Memang aku pelit! Nebeng orang lain saja sana!"

Aku menepis tangannya dan bergegas keluar, pergi pulang dengan motorku. Jennie mengentakkan kakinya karena marah.

Aku bingung, kenapa dia selalu menggangguku?

Jennie mengirim pesan kepadaku esok harinya. "Dewita, beliin sarapan, dong. Nasi uduk dekat rumahmu itu enak banget."

Seenaknya saja minta-minta! Aku tidak akan membiarkan dia memerasku!

"Nggak sempat beli!"

Jennie segera meneleponku setelah aku membalas, tapi aku tidak mengangkatnya. Sesampainya di kantor, aku melihat wajahnya cemberut. Dia melotot dan memarahiku. "Dewita, aku lapar! Mana nasi uduknya!"

Aku tertawa dingin. "Kalau lapar ya makan. Aku nggak punya utang apa-apa sama kamu, kenapa kamu suruh-suruh aku terus? Aku bukan bapak anakmu!"

Teriakan kerasku membuatnya tertegun. Matanya Jennie memerah. "Dewita, kenapa kamu bicara begitu? Kalau kamu nggak mau beliin ya nggak usah beliin. Aku bisa beli sendiri."

"Aku nggak ada makanan sekarang. Kamu tega aku kelaparan sampai makan siang?"

Semua orang di kantor pun menoleh padaku. Maura juga ikut menimpali. "Dewita, kamu keterlaluan. Tega banget kamu membuat ibu hamil menderita!"

Aku mendengus dingin dan mengirim riwayat obrolan langsung ke grup perusahaan dan menandai nomor Jennie. "Aku sudah bilang nggak bisa beliin sarapan, kenapa kamu malah sebar fitnah!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gairah Nakal Remaja
9.2
Kedewasaan tak melulu soal usia, melainkan dibentuk oleh lingkungan dan pergaulan. Kisah romansa modern ini membawa kita menyusuri memori masa SMA hingga kuliah yang sarat gejolak cinta remaja. Dirancang untuk menghidupkan kembali kenangan indah masa lalu, alurnya menyajikan konflik emosional yang mendalam. Karena terdapat konten eksplisit dan adegan khusus dewasa di beberapa bagian, pembaca diharapkan bersikap bijak dan menyikapinya secara dewasa.
Sampul Novel Jeratan Cinta Kakak Tiri
8.1
Dunia Luna runtuh begitu tahu bahwa Reno, cinta pertama yang sangat ia puja, segera menjadi kakak tirinya. Walau rintangan menghadang, gelora asmara yang membara membuat mereka nekat merajut hubungan gelap yang berbahaya. Situasi kini kian pelik dan genting setelah Luna dinyatakan hamil. Di tengah ancaman rahasia yang mulai terkuak, sanggupkah mereka bertahan, ataukah masa depan Luna harus hancur lebur demi memperjuangkan cinta terlarang ini?
Sampul Novel Oh Dania
9.8
Dania, seorang ibu muda berambisi tinggi, selalu ingin menjadi yang terbaik di lingkungannya. Namun, kedamaian hidupnya terusik seketika saat mengetahui Khamila tinggal di kompleks perumahan yang sama. Khamila adalah sosok dari masa lalu yang tega mengkhianatinya dengan merebut sang calon suami. Kini, Dania terpaksa berhadapan lagi dengan luka lama sekaligus persaingan sengit dalam drama bertetangga yang sarat akan ketegangan.
Sampul Novel Pengantin Pelarian, Menemukan Cinta
9.8
Di hari pernikahan, aku diperlakukan layaknya boneka rapuh oleh keluarga dan tunanganku, Marco. Namun, pengkhianatan terungkap saat aku mendengar rencana jahat mereka yang ingin membiusku agar pesta pernikahan ini bisa diubah menjadi acara ulang tahun keponakan. Merasa tak berharga, aku memilih kabur tanpa alas kaki. Berbekal kartu nama Julian Suryo dari nenek, aku mencari cara tidak biasa untuk meloloskan diri dari konspirasi busuk mereka selamanya.
Sampul Novel Sang Pelindung (Dewa Perang)
7.8
Dijebak hingga lumpuh dan dipenjara enam tahun lalu, seorang petarung elite terpaksa meninggalkan istrinya dalam penderitaan. Kini, ia telah bangkit sebagai Dewa Perang tangguh dengan kekayaan serta kekuasaan tanpa batas. Setelah menguasai puncak tertinggi seni bela diri, ia kembali demi melindungi sang istri. Sambil menggenggam erat tangan belahan jiwanya, ia siap mendominasi dunia dan menuntut balas atas semua ketidakadilan masa lalu.
Sampul Novel Sentuh aku Mas (Kuserahkan istriku pada adik lelakiku)
9.2
Kehidupan Lisa berubah drastis saat suaminya yang dahulu penyayang mendadak bersikap kasar pascapernikahan. Kehadiran buah hati yang ia dambakan malah dianggap sebagai beban, bahkan malam pertama mereka pun dilewati tanpa kejelasan. Setelah sekian lama memendam luka, Lisa akhirnya berhasil membongkar alasan menyakitkan di balik penolakan suaminya. Namun, kenyataan pahit justru menanti; ia malah diserahkan begitu saja kepada adik iparnya sendiri.