APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kesempatan Kedua Cinta

Kesempatan Kedua Cinta

Nadia berniat membagikan kabar kehamilannya pada Raul, tetapi kenyataan pahit menghantam saat ia memergoki pria itu bersama wanita lain. Merasa ketulusannya selama tiga tahun dikhianati, Nadia pun memutuskan pergi. Tiga tahun berselang, ia telah berhasil membangun lembaran baru. Raul tiba-tiba muncul kembali dengan penyesalan besar dan memohon agar Nadia bersedia menjadi istrinya. Namun, Nadia menolak dengan tenang. Sambil tersenyum, ia menyatakan telah bertunangan dengan pria lain.
Bab
Bagikan

Bab 1

Nadia Havian mengerang saat kukunya menusuk kulit punggung Raul Alfando. Tubuhnya basah kuyup oleh keringat, seakan-akan dia baru saja keluar dari bak mandi.

Bibirnya yang terbuka menemukan lekukan bahu Raul saat mereka makin mendekati puncak kenikmatan. Dia menggigit bahu Raul, bulu matanya yang lentik bergetar saat pinggulnya beradu dengan pinggul pria itu. Beberapa saat kemudian, dia melonggarkan cengkeramannya dan jatuh kembali ke ranjang, matanya terpejam, napasnya pelan dan dalam.

Nadia merasa sedikit kepanasan, tetapi dia terlalu menyukai kehangatan tubuh Raul untuk melepaskan diri darinya.

Pada akhirnya, Raul-lah yang melepaskan diri dan berdiri. Dia meraih jubah abu-abu yang tergantung di kaki ranjang dan mengenakannya.

Suaranya masih sedikit serak saat dia berbicara, tetapi nadanya tenang. "Aku akan menikah, Nadia."

Nadia merasa seakan-akan seember air es telah disiramkan di atas kepalanya. Dia tersentak dengan kasar dari sisa-sisa keintiman yang baru saja mereka bagi bersama. Dia duduk di ranjang, wajahnya yang tadinya memerah kini menjadi pucat.

"Jadi, ayo kita putus." Raul menambahkan sebelum dia sempat mengatakan apa pun.

Nadia bahkan tidak punya waktu untuk menenangkan diri. Matanya, yang beberapa menit yang lalu berbinar-binar penuh gairah dan hasrat, meredup. Tangannya mengepal di atas seprai.

Tubuhnya masih terasa pegal setelah kegiatan berjam-jam di atas ranjang, dan di sinilah Raul, memutus hubungan dengannya seperti menyuruh pelayan mengambilkan teh.

Sejujurnya, perilakunya memang sesuai dengan sifatnya, kejam dan tegas.

Bukankah dia seharusnya sudah tahu sejak awal?

Selama tiga tahun mereka bersama, Nadia tidak pernah berhasil mencairkan hati Raul yang sedingin es.

Jika dipikir-pikir, memang dialah yang pertama kali mendekati pria itu. Pada akhirnya, ketika hubungan mereka runtuh, tidak ada yang bisa disalahkan kecuali dirinya sendiri.

Air mata menggenang di mata Nadia. Dia mendongak dan menelan rasa pahit yang muncul di lidahnya. Rasanya tidak mudah, tetapi dia berusaha sebisa mungkin agar nada bicaranya terdengar biasa saja. "Apakah karena nona dari Keluarga Wijaya itu?"

Raul menyalakan sebatang rokok dan mengisapnya. "Ya," ucapnya setelah mengembuskan asap rokok berbentuk cincin. "Keluargaku telah berteman baik dengan keluarganya selama beberapa generasi. Pernikahan ini akan memberi banyak manfaat bagiku."

Nadia menggigit bibir bawah dan menoleh ke samping agar tidak menatapnya. Bahu dan punggungnya dihiasi dengan cupang baru.

"Dengar, kita sudah bersama selama tiga tahun. Aku akan memberikan kompensasi atas waktumu. Sebutkan saja berapa harganya, uang, rumah, mobil, apa saja."

"Aku tidak menjual tubuhku, Raul!"

Raul menjentikkan rokok ke asbak dan menarik napas panjang. "Aku tahu, tapi aku berniat untuk bersikap adil. Aku juga tidak ingin akhir yang buruk. Ambil saja kompensasi apa pun yang kamu inginkan, dan kita bisa akan berpisah dengan bersih."

"Sudah kubilang, aku tidak menjual tubuhku. Aku tidak butuh kompensasi apa pun."

Raul menghela napas. "Jangan bersikap tidak masuk akal, Nadia."

Sebuah balasan tajam berada di ujung lidah Nadia, tetapi sungguh, dia melakukan ini semua pada dirinya sendiri. Dialah yang telah memilih pria ini.

Raul selalu terkenal karena sifatnya yang dingin dan tidak peduli terhadap wanita, tetapi Nadia terlalu keras kepala untuk memercayai hal itu. Dia berbagi ranjang dengannya di malam yang sama saat mereka bertemu. Pria itu tidak pernah secara eksplisit mengakui bahwa mereka berpacaran, tetapi juga tidak pernah menyangkalnya. Tak lama kemudian, mereka tinggal bersama begitu saja.

Semuanya terjadi begitu alami sehingga Nadia mengira dia telah menjadi pengecualian dari aturan Raul. Ternyata semua itu hanya angan-angannya saja.

Dia menatap punggung Raul dan mendapati bahwa pria itu juga berpaling darinya. Jadi, Raul bahkan tidak sudi melihatnya sekarang?

Kesedihan yang mendalam muncul di dadanya. Dia menyeka air matanya dan menarik napas dalam-dalam, hanya untuk merasakan gelombang mual yang tiba-tiba. Nadia turun dari ranjang dan bergegas ke kamar mandi untuk muntah.

Raul mengerutkan kening dan mengikutinya. "Apa kamu hamil?"

Nadia muntah, tetapi tidak ada yang keluar. Dia sebenarnya telah mengalami hal ini selama dua hari terakhir, tetapi dia mengabaikan gejala tersebut, berpikir bahwa dia hanya salah makan.

Namun setelah mendengar pertanyaan Raul, jantungnya mulai berdebar kencang.

Jika dia benar-benar hamil, mungkin ....

Namun, apa yang dikatakan Raul selanjutnya menghancurkan harapannya bahkan sebelum dia sempat memikirkannya.

"Periksakanlah, dan kita akan segera menanganinya. Aku tidak ingin ada anak haram."

Benar saja, pria ini tidak menyimpan sedikit pun perasaan terhadapnya.

Nadia menarik napas dengan perlahan. "Itu tidak perlu. Aku sudah pergi ke rumah sakit kemarin. Ini adalah penyakit lamaku."

Kerutan di kening Raul makin dalam. "Maksudmu kamu tidak mau melakukan tes kehamilan?"

"Aku paham dengan tubuhku sendiri, oke? Jangan khawatir, ini tidak ada hubungannya denganmu. Pernikahanmu akan berjalan sesuai rencana. Aku sadar diri akan posisiku."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Sejatinya
8.2
Lamaran pernikahan Dimas batal seketika demi menolong Janet yang terluka. Kejadian itu menyadarkan sang protagonis bahwa sosok Janet selalu membayangi hubungan mereka, mulai dari selera makanan hingga gaya berpakaian. Meski Dimas berdalih Janet hanyalah masa lalu dan masa depannya adalah dirinya, luka hati ini sudah terlalu dalam. Menolak terus dibanding-bandingkan, ia akhirnya memilih pergi dan menerima lamaran William Anderson, pria miliarder yang siap menjadikannya satu-satunya cinta sejati.
Sampul Novel Di Nikahi Majikan
9.3
Kehidupan Ana mendadak berubah setelah sang majikan melamarnya secara tiba-tiba. Pria kaya itu merasa hanya Ana yang selalu setia mendampinginya, bahkan hanya masakan buatannya yang cocok di lidahnya. Di tengah kesibukan Bella, pria itu justru memilih melamar asisten rumah tangganya sendiri. Namun, Ana didera kebimbangan besar karena statusnya yang masih seorang siswi sekolah. Akankah ia menerima pinangan tersebut demi masa depan yang penuh ketidakpastian?
Sampul Novel Ilusi Cinta: Mengungkap Topeng Kekasihku yang Licik
8.9
Karlee dikhianati oleh sang tunangan. Di tengah rasa hancur, ia bertemu Brian Olson yang memikat. Pertemuan semalam membawa mereka pada pernikahan kontrak yang terburu-buru. Brian terlihat sangat tulus, tetapi itu semua hanyalah tipu muslihat yang direncanakan. Begitu tahu dirinya mengandung, Karlee yang murka menuntut perceraian. Brian kini didera penyesalan mendalam dan memohon kesempatan kedua agar mereka tidak terpisahkan selamanya.
Sampul Novel Ilusi Cinta yang Kukira Abadi
9.1
Setelah dikhianati sahabat masa kecilnya, Monica dinikahi oleh Simon, seorang miliarder terpandang yang tampak sangat mencintainya selama lima tahun. Namun, kebahagiaan itu hancur saat Monica mengetahui kebenaran pahit: Simon hanya memanfaatkannya sebagai pelindung untuk menjaga wanita bernama Cita. Menyadari suaminya diam-diam memuja wanita lain dalam doa-doanya, Monica yang hancur memutuskan untuk memalsukan identitasnya dan merekayasa sebuah insiden tenggelam demi menghilang selamanya.
Sampul Novel I'm The Queen
8.2
Kehidupan Ratu Elea di Istana Landbird hancur setelah Raja Flynn berpaling kepada Beatrice, selir licik yang tengah hamil. Difitnah kejam dan diceraikan, Elea berada di ambang kehancuran. Di masa sulit ini, Raja Alaric dari Kerajaan Veridion datang mengulurkan bantuan. Kini, Elea harus menghadapi konspirasi politik dan pengkhianatan besar, memaksanya memilih antara merebut kembali takhtanya atau melangkah ke jalan baru yang berbahaya.
Sampul Novel Jadi Suamiku Ya, Om?
9.2
Nindya begitu berambisi mendapatkan Andy, guru sekolahnya yang juga sahabat sang ayah, walaupun Andy telah berpacaran dengan Raya. Desakan untuk menikah terus dilancarkan Nindya demi menjadi istri masa depannya. Bagi Andy, gadis itu hanyalah anak kecil yang mengusik hidupnya, sedangkan Raya menaruh kebencian mendalam. Perseteruan sengit pun pecah antara Raya yang emosional dan Nindya yang lihai berpura-pura menjadi korban. Siapakah yang akhirnya dipilih oleh Andy?