APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kesalahpahaman yang Berujung Kehilangan Anakku

Kesalahpahaman yang Berujung Kehilangan Anakku

Tujuh tahun dinanti, kehamilan pertama sang istri justru disambut tuduhan perselingkuhan oleh suaminya sendiri. Terbakar api cemburu akibat bukti foto pakaian dalam yang misterius di rumah temannya, sang suami melakukan tindakan kekerasan fatal hingga menyebabkan keguguran dan melukai ibu mertuanya. Ketika hasil tes DNA akhirnya keluar dan membuktikan kesetiaan sang istri, penyesalan mendalam pun datang terlambat. Kisah tragis penuh misteri dan pengkhianatan ini kini tersedia di platform novel web.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku mengangkat ponsel Ravel, lalu segera melihatnya.

Layarnya menunjukkan riwayat obrolan antara Ravel dan istrinya Edo.

Edo Tanjaya adalah teman kuliah Ravel.

Aku sudah pernah bertemu dengan istri Edo beberapa kali. Kami juga bisa dianggap sebagai teman.

Dalam riwayat obrolan tersebut, istri Edo memberi tahu Ravel bahwa aku dan Edo sudah berselingkuh.

Ravel awalnya tidak percaya, sampai istri Edo mengirimkan sebuah foto.

Foto sebuah pakaian dalam yang seksi.

Aku sangat tidak asing dengan pakaian dalam tersebut. Aku pernah memakainya pada malam sebelum Ravel melakukan perjalanan bisnis ke luar kota.

Aku pikir ini mungkin kesalahpahaman.

Aku segera menjelaskan padanya, "Ravel, ini bukan pakaian dalamku."

Saat mendengar ini, Ravel menjadi makin geram.

Dia mendekat, mengambil ponsel itu, lalu mengetuk dua kali di layarnya.

Kemudian, Ravel menjambak rambutku dan menempelkan ponsel itu langsung ke mataku.

"Sialan, perhatikan baik-baik. Kalau ini bukan punyamu, lalu punya siapa?"

Terlihat ada foto yang lain.

Kalimat yang bertuliskan "Eksklusif Ravel" tersemat di satu sisi pakaian dalam tersebut.

Otakku berdengung dan wajahku langsung pucat.

"Ini ... ini nggak mungkin. Aku sudah membuang pakaian dalam ini ke tempat sampah setelah kamu melihatnya. Bagaimana bisa ...."

Aku segera mengingat bahwa ibu mertuaku suka mengambil pakaianku secara diam-diam.

Suatu hari saat aku pulang kerja lebih awal, aku membuka pintu kamar tidurku. Kemudian, ibu mertuaku yang sedang dalam keadaan telanjang bulat, sedang memilih pakaian di depan lemariku.

Aku segera bertanya padanya, dia bilang bahwa dia salah kamar.

Setelah ibu mertuaku pergi, aku menemukan pakaian dalam berendaku yang sudah tergeletak di lantai.

Apa mungkin pakaian dalam itu sudah dipakai oleh ibu mertuaku?

Aku mengangkat kepalaku dan segera berkata kepada Ravel, "Aku tahu siapa yang memakainya. Ibumu."

"Dasar jalang!" umpat Ravel dengan murka. Dia menendang kakiku sambil berkata, "Bisa-bisanya kamu memfitnah ibuku. Bagaimana mungkin ibuku yang sudah tua itu mengambil pakaian dalammu dan memakainya?"

Kakiku langsung menjadi lemah dan aku berlutut di lantai.

Ravel mengangkat tangannya, hendak melayangkan beberapa tamparan lagi padaku.

Ibuku yang ada di sebelah merasa cemas. Dia langsung memegang tangan Ravel seraya berkata dengan nada memohon, "Ravel, tolong berhenti memukulnya. Pasti ada kesalahpahaman di sini. Mari kita duduk dan bicarakan baik-baik."

"Pergi dari sini!" usir Ravel seraya mendorong ibuku dengan kasar.

Ibuku juga terjatuh ke lantai.

"Ibu!" teriakku kaget. Aku menjadi cemas dan berteriak pada Ravel, "Ravel, dasar gila kamu. Ibuku punya cedera punggung. Kalau kamu berani menyentuhnya, ayahku nggak akan melepaskanmu."

Ayahku adalah seorang polisi.

Ravel mengetahui hal ini.

Namun, Ravel sudah terbawa amarah.

"Ibumu mampu melahirkan wanita jalang sepertimu, dia sendiri pasti juga bukan orang baik. Mungkin ayahmu ingin berterima kasih padaku karena sudah memberi pelajaran pada ibumu."

Saat ini, ada banyak tetangga yang berkumpul di depan rumahku.

"Ada apa ini?"

"Sepertinya putri Pak Gery sudah berselingkuh."

"Nggak mungkin begitu. Pak Gery itu orang yang sangat jujur. Bagaimana mungkin dia membesarkan anak perempuan seperti itu?"

Saat semua orang sedang berbisik-bisik, ada satu orang yang sudah tidak bisa menahan diri.

Dia segera berdiri dan berkata kepada Ravel, "Hei, Nak. Kalau ada masalah bicarakan baik-baik. Kamu lihat, istrimu itu sedang hamil. Pria jantan itu nggak akan menyakiti wanita!"

Ravel segera menengok, lalu menyahut dengan nada sinis, "Pak Tua, memangnya apa urusanmu di sini? Tunggu saja sampai istrimu selingkuh, aku akan lihat apa kamu akan memukulnya atau nggak!"

Setelah memaki pria tua tersebut ....

Ravel berteriak kepada penonton dengan nada dingin.

"Aku akan mengurus masalah rumah tanggaku sendiri. Kalau polisi datang, aku juga akan menganggapnya sebagai kekerasan dalam rumah tangga. Kalau ada yang mau ikut campur atau menelepon polisi, tunggu sampai aku selesai dengan masalah rumah tanggaku, aku akan ke rumah kalian!"

Begitu kalimat ini dilontarkan.

Kerumunan orang itu langsung bubar dalam sekejap dan bersikap acuh.

"Clara, kamu mengkhianatiku dan masih mau menyuruhku membesarkan anak kalian berdua. Apa menurutmu aku ini bodoh?"

Dia bertanya seraya menatap tajam ke arah perutku.

Aku belum pernah melihat Ravel seperti ini.

Saat ini, dia tampak seperti binatang buas, dengan niat membunuh yang terpancar di matanya.

Aku tanpa sadar menutupi perutku dan menyela dengan suara lembut ....

"Sayang, aku benar-benar nggak melakukan hal yang bersalah padamu. Kalau kamu nggak percaya, kamu bisa tanya pada Edo sebenarnya siapa yang menaruh pakaian dalam itu di atas ranjangnya."

Ravel mendengus dingin dan menjawab, "Edo? Kamu memanggil namanya dengan akrab sekali. Kamu berharap Edo datang dan menyelamatkanmu, ya? Harapanmu ini sia-sia saja. Istri Edo sudah mengutus puluhan orang untuk menghabisinya, dia sendiri juga nggak bisa selamat."

Ravel melihat cambuk milik ayahku yang tidak jauh dari sana, lalu mengambilnya dari dinding.

Dia memegang tanganku, lalu bertanya padaku, "Kapan kamu dan Edo bersama?"

Aku menggeleng dan segera menjawab, "Aku benar-benar nggak pernah bersamanya."

"Sialan, kamu keras kepala sekali!"

Ravel mengayunkan cambuknya.

Aku memejamkan mata dan berteriak.

Cambuk itu hendak menghantam tubuhku dengan keras, tetapi aku justru tidak merasakan sakit.

Saat aku membuka mata, ternyata ibuku sedang berdiri di hadapanku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gairah Sang Bodyguard
8.7
Nyawa penyanyi pop terkenal, Venus Harristian, terancam setelah ia melihat sebuah kejahatan besar. Polisi bernama Dion Elang Juliandra pun ditugaskan menjadi pengawal pribadinya demi menjaga keselamatan Venus hingga persidangan tiba. Namun, interaksi yang intens justru memicu getaran asmara di antara keduanya. Situasi menjadi rumit karena Venus dan Dion sama-sama telah bertunangan. Di bawah bayang-bayang teror, mereka kini terjebak dilema antara komitmen dan gairah yang membara.
Sampul Novel Gairah Tanpa Akhir
8.8
Kehangatan menyelimuti ruang tamu sederhana saat Renata mendesah pasrah di bawah kecupan mesra Eka pada lehernya. Di atas sofa tua yang bergoyang, hasrat muda mereka meledak. Jemari nakal Eka menyusup ke balik kaos oblong Renata, meremas tubuhnya dan mengalirkan getaran hebat di ruangan sempit itu. Dalam dekapan erat sang kekasih, Renata hanya mampu mendesah memanggil nama Eka seiring sentuhan intens yang memilin seluruh raganya.
Sampul Novel HOT DUDA
9.6
Demi menyokong karier musik Kejora yang viral di YouTube, Taran, sang pengusaha sukses, merekrut Resti sebagai manajer adiknya. Sikap Resti yang dinilai terlalu mencampuri urusan sempat memicu ketegangan di antara mereka. Namun, berkat perantara Kejora, hubungan keduanya justru mencair. Walau Ben terus berupaya merintangi, kedekatan Taran dan Resti justru semakin erat dan benih asmara pun mulai bersemi saat mereka bersama di Bali.
Sampul Novel Jejak Masa Lalu
9.4
Nindi mengira empat tahun pernikahannya dengan Dika sangat harmonis walau belum memiliki anak. Siapa sangka, Dika justru berniat menikahi Rose Evelin, mantan pacarnya yang kini jadi model sukses. Konflik makin rumit saat seorang pria dari masa lalu Nindi tiba-tiba datang lagi. Kini, komitmen dan kesetiaan mereka benar-benar diuji di tengah bayang-bayang masa lalu yang mengancam rumah tangga tersebut.
Sampul Novel KAMINI (Wanita Penuh Kasih Sayang)
9.4
Pasca melahirkan anak untuk Dirandra Ekadanta dan istri pertamanya, Kamini Citra Kirana diusir begitu saja. Meski dibuang dengan uang kompensasi agar tidak kembali, ia pergi membawa sebuah rahasia besar yang memicunya untuk bangkit. Lima tahun berselang, takdir justru menyeret Kamini kembali ke hadapan masa lalu dan keluarga yang dahulu mencampakkannya. Mampukah ia menghadapi situasi rumit ini? Akankah rahasia yang ia simpan rapat selama ini mengubah segalanya saat mereka bertemu lagi?
Sampul Novel Pasangan Rahasia
8.1
Demi menyelamatkan kariernya, Erin terpaksa menyembunyikan status pernikahan dari publik. Situasi kian rumit karena suaminya sendiri merupakan pemilik perusahaan tempatnya bekerja. Di tengah lingkungan kantor, keduanya harus bersandiwara dan menjaga rapat hubungan rahasia mereka dari kecurigaan rekan kerja. Akankah pernikahan rahasia ini bertahan demi target mereka, ataukah tekanan dunia kerja yang berat justru akan mengungkap kebenaran sebelum waktunya?