APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kesalahpahaman yang Berujung Kehilangan Anakku

Kesalahpahaman yang Berujung Kehilangan Anakku

Tujuh tahun dinanti, kehamilan pertama sang istri justru disambut tuduhan perselingkuhan oleh suaminya sendiri. Terbakar api cemburu akibat bukti foto pakaian dalam yang misterius di rumah temannya, sang suami melakukan tindakan kekerasan fatal hingga menyebabkan keguguran dan melukai ibu mertuanya. Ketika hasil tes DNA akhirnya keluar dan membuktikan kesetiaan sang istri, penyesalan mendalam pun datang terlambat. Kisah tragis penuh misteri dan pengkhianatan ini kini tersedia di platform novel web.
Bab
Bagikan

Bab 3

Cambuk itu menimpa ibuku, tapi ibuku tidak kelihatan kesakitan.

Dia berbalik, lalu menatap langsung ke arah Ravel.

"Ravel, kamu benar-benar salah paham kepada Clara. Jangan pukul dia. Sekarang duduk dan bicarakan dengan baik-baik. Kalau kamu terus seperti ini, kamu pasti akan menyesalinya."

"Menyesal? Aku menyesal nggak memukulnya lebih awal. Seharusnya aku menamparnya saat melihat hasil tes kehamilannya."

"Tua bangka, kamu pikir kamu bisa melindunginya? Kamu selalu memintaku untuk melepaskannya. Kenapa kamu nggak mengajari putrimu menjadi seorang wanita yang benar?"

"Hari ini aku akan menegakkan keadilan dan juga akan menghabisimu."

Ravel mengangkat tangannya, lalu mencambuk beberapa kali lagi.

Ibuku takut aku akan terluka.

Jadi, dia maju seraya memelukku erat-erat.

Dia menahan cambuk itu dengan sekuat tenaga.

Saat mendengar teriakan kesakitan ibuku, seluruh hatiku terkoyak.

Demi melindungi ibuku, aku rela mengorbankan martabatku.

Aku memohon pada Ravel dengan putus asa.

"Berhenti memukulnya, Ravel. Tolong, aku mohon berhenti!"

"Aku benar-benar nggak pernah bersama dengan pria lain."

"Tolong, demi pernikahan kita selama bertahun-tahun ... tolong berhenti memukul ibuku."

Ibuku sudah tidak bisa menahannya lagi.

Dihadapkan dengan permohonanku, Ravel tetap saja tidak berhenti.

Dia justru berteriak, "Beraninya kamu mengungkit soal pernikahan kita? Apa aku memperlakukanmu dengan buruk selama bertahun-tahun pernikahan kita? Kamu belum bisa memberiku anak dan aku nggak pernah menekanmu. Bahkan di saat ibuku memintaku untuk bercerai, aku menolaknya. Sedangkan kamu, bagaimana kamu memperlakukanku?"

Setelah beberapa pukulan cambuk berturut-turut ....

Aku merasa bahwa ibuku yang sedang melindungiku sudah tidak punya kekuatan yang tersisa di tubuhnya.

Saat ini, Ravel menghentikan tangannya dan ibuku langsung melunak seperti mi.

Aku segera mengelus punggungnya.

Tanganku berlumuran darah.

Aku berteriak.

"Bu, Bu, bangun, bangun!"

Ibuku pingsan.

Seberapa kerasnya aku berteriak, aku tetap tidak bisa membangunkannya.

Melihat keadaan ibuku seperti ini, Ravel menjadi panik.

Dia mengulurkan tangan, memeriksa hidung ibuku dan menyadari bahwa ibuku masih bernapas.

Ravel seketika menghela napas lega.

Ravel menggendong ibuku, lalu membaringkannya di sofa.

Aku melihat tas yang tergeletak di atas meja kopi, berlari, lalu mengeluarkan ponsel untuk menelepon nomor darurat.

Tanpa diduga, Ravel datang dan langsung mengambil ponselku setelah melihatnya.

"Kamu menelepon siapa? Nggak mungkin Edo, 'kan? Sudah kubilang, dia nggak akan punya waktu untuk menyelamatkanmu sekarang."

Aku menyahut dengan nada cemas, "Aku menelepon nomor darurat. Ibuku pingsan. Dia harus pergi ke rumah sakit."

"Nggak boleh telepon!"

Ravel mengambil ponselku, lalu langsung melemparkannya ke lantai.

Ponsel itu langsung hancur seketika.

"Aku lihat kamu ini ingin menelepon kekasihmu."

"Ravel, kamu sudah gila, ya?"

Aku sangat cemas hingga air mataku mengalir. Aku juga menampar Ravel dengan seluruh kekuatanku.

Tamparan ini membuat Ravel naik pitam lagi.

"Sial, beraninya kamu memukulku?"

Dia mengangkat kakinya, lalu menendang perutku.

Aku segera menutupi perutku dengan tanganku.

Dia menendang tanganku.

Tindakanku ini membuat Ravel menjadi benar-benar gila.

"Kamu jelas sekali sedang melindungi anak itu. Aku sangat mencintaimu, tapi pada akhirnya kamu malah berusaha melindungi anak orang lain!"

Ravel menendang tanganku dengan keras secara bergantian.

Tanganku hampir patah karena tendangannya.

"Sudah cukup, berhenti memukulnya!" sahut seseorang. Kekejaman Ravel menyebabkan tetangga yang berada di luar maju. Dia berseru, "Kamu akan menyebabkan masalah besar kalau terus seperti ini!"

Ravel langsung mengambil asbak di atas meja, lalu melemparkannya ke arah orang tersebut.

"Pak Tua, jangan ikut campur masalah orang!"

Para tetangga yang tinggal di daerah sini memang sudah cukup tua.

Melihat Ravel yang matanya sudah memerah, mereka semua langsung pergi.

Ravel berbalik dan terus menendangku.

"Clara, kamu bisa-bisanya selingkuh dengan Edo. Kamu tahu kalau aku sangat membencinya."

Ravel dan Edo bisa dibilang sebagai teman kuliah yang baik, tetapi Edo sering menindas Ravel saat di kampus.

Edo sering menyuruh Ravel untuk membeli makanan tanpa memberinya uang. Edo juga selalu menceritakan hal-hal kotor kepada teman sekelas perempuannya tentang Ravel.

Suatu kali saat ujian akhir, Edo mematikan jam alarm Ravel, juga menyalin skripsi milik Ravel. Edo juga sering menganggap dirinya sebagai ayah Ravel.

Ayah mertuaku sudah lama meninggal dunia, jadi Ravel sangat sensitif dengan sebutan "Ayah".

Edo tidak berubah meski sudah diingatkan berkali-kali.

Keduanya bertengkar hebat saat hari wisuda.

Tidak ada yang menyangka bahwa Edo akan menjadi bos Ravel tiga tahun setelah lulus.

Demi bertahan hidup, Ravel harus tunduk pada Edo.

Ravel hidup dengan rasa gentar di tempat kerja.

Oleh karena itu, aku tahu bagaimana perasaan Ravel sekarang.

Namun, aku tidak mengerti. Ravel jelas-jelas sangat membenci Edo, tapi bukannya pergi memukuli Edo, dia justru datang untuk memukulku.

Apakah karena Edo adalah laki-laki?

Aku akhirnya melihat dengan jelas orang di depanku, yang terus mengatakan bahwa dia mencintaiku.

Aku mengerti mengapa ayahku selalu mengatakan bahwa Ravel berbahaya, seperti bajingan.

Rasa sakit itu membawaku kembali ke dunia nyata.

Tanganku perlahan-lahan sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi.

Aku menatap Ravel seraya berkata kepadanya, "Ravel, kalau anak ini benar-benar anakmu dan kamu menggugurkannya seperti ini ... apa kamu akan menyesalinya?"

Ravel justru menjawab dengan mengejutkan, "Dia nggak mungkin adalah anakku. Kuberi tahu saja padamu, aku sudah memeriksanya empat tahun lalu. Aktivitas spermaku sangat rendah, mustahil kalau aku bisa punya anak."

"Kamu benar-benar sudah memeriksanya?"

Selama bertahun-tahun ini, kami belum punya anak.

Bukan hanya Ravel yang berada di bawah tekanan besar, tetapi aku juga demikian.

Ibu mertuaku menatap perutku setiap hari dan memaksaku minum sup obat yang terbuat dari kecoa dan kelabang.

Suatu kali, aku hampir mati karena keracunan makanan.

Namun, Ravel tidak pernah mengatakan bahwa dia sudah pernah memeriksa masalah spermanya.

Dia jelas tahu itu bukan masalahku, tetapi dia justru membiarkan ibunya memperlakukanku seperti ini.

Saat Ravel mengatakan bahwa dia mencintaiku, dia jelas berbohong.

Aku benar-benar kecewa.

Aku pun melepaskan tanganku dan membiarkan dia menendang perutku dengan keras.

Bersama dengan rasa sakit yang menusuk, arus hangat tiba-tiba mengalir di bawahku.

Pada saat yang sama, ponsel Ravel tiba-tiba berdering.

Dia segera menjawabnya. Itu adalah panggilan dari Pusat Tes DNA.

"Pak Ravel, hasilnya sudah keluar. Anak dalam perut Bu Clara memang benar anakmu."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gairah Sang Bodyguard
8.7
Nyawa penyanyi pop terkenal, Venus Harristian, terancam setelah ia melihat sebuah kejahatan besar. Polisi bernama Dion Elang Juliandra pun ditugaskan menjadi pengawal pribadinya demi menjaga keselamatan Venus hingga persidangan tiba. Namun, interaksi yang intens justru memicu getaran asmara di antara keduanya. Situasi menjadi rumit karena Venus dan Dion sama-sama telah bertunangan. Di bawah bayang-bayang teror, mereka kini terjebak dilema antara komitmen dan gairah yang membara.
Sampul Novel Gairah Tanpa Akhir
8.8
Kehangatan menyelimuti ruang tamu sederhana saat Renata mendesah pasrah di bawah kecupan mesra Eka pada lehernya. Di atas sofa tua yang bergoyang, hasrat muda mereka meledak. Jemari nakal Eka menyusup ke balik kaos oblong Renata, meremas tubuhnya dan mengalirkan getaran hebat di ruangan sempit itu. Dalam dekapan erat sang kekasih, Renata hanya mampu mendesah memanggil nama Eka seiring sentuhan intens yang memilin seluruh raganya.
Sampul Novel HOT DUDA
9.6
Demi menyokong karier musik Kejora yang viral di YouTube, Taran, sang pengusaha sukses, merekrut Resti sebagai manajer adiknya. Sikap Resti yang dinilai terlalu mencampuri urusan sempat memicu ketegangan di antara mereka. Namun, berkat perantara Kejora, hubungan keduanya justru mencair. Walau Ben terus berupaya merintangi, kedekatan Taran dan Resti justru semakin erat dan benih asmara pun mulai bersemi saat mereka bersama di Bali.
Sampul Novel Jejak Masa Lalu
9.4
Nindi mengira empat tahun pernikahannya dengan Dika sangat harmonis walau belum memiliki anak. Siapa sangka, Dika justru berniat menikahi Rose Evelin, mantan pacarnya yang kini jadi model sukses. Konflik makin rumit saat seorang pria dari masa lalu Nindi tiba-tiba datang lagi. Kini, komitmen dan kesetiaan mereka benar-benar diuji di tengah bayang-bayang masa lalu yang mengancam rumah tangga tersebut.
Sampul Novel KAMINI (Wanita Penuh Kasih Sayang)
9.4
Pasca melahirkan anak untuk Dirandra Ekadanta dan istri pertamanya, Kamini Citra Kirana diusir begitu saja. Meski dibuang dengan uang kompensasi agar tidak kembali, ia pergi membawa sebuah rahasia besar yang memicunya untuk bangkit. Lima tahun berselang, takdir justru menyeret Kamini kembali ke hadapan masa lalu dan keluarga yang dahulu mencampakkannya. Mampukah ia menghadapi situasi rumit ini? Akankah rahasia yang ia simpan rapat selama ini mengubah segalanya saat mereka bertemu lagi?
Sampul Novel Pasangan Rahasia
8.1
Demi menyelamatkan kariernya, Erin terpaksa menyembunyikan status pernikahan dari publik. Situasi kian rumit karena suaminya sendiri merupakan pemilik perusahaan tempatnya bekerja. Di tengah lingkungan kantor, keduanya harus bersandiwara dan menjaga rapat hubungan rahasia mereka dari kecurigaan rekan kerja. Akankah pernikahan rahasia ini bertahan demi target mereka, ataukah tekanan dunia kerja yang berat justru akan mengungkap kebenaran sebelum waktunya?