APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KESAKSIAN CINTA STEVI

KESAKSIAN CINTA STEVI

Wasiat terakhir mendiang ibunya untuk selalu bekerja keras terus membayangi Stevi. Kini, di tengah duka yang belum sepenuhnya sirna, ia memulai lembaran baru sebagai istri Aria. Stevi berharap sang ibu bisa beristirahat dengan damai karena suaminya kini sangat mengandalkan dirinya. Sementara itu, Aria disibukkan oleh tanggung jawabnya sebagai dosen. Saat membimbing mahasiswi menyusun makalah, ia dengan tegas mengingatkan pentingnya keaslian karya agar terhindar dari plagiarisme saat seminar nanti.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Stevi sadarlah sayang, aku mohon." Aria memegang tangan Stevi, dia menangis dan cemas. "Dokter, apakah Stevi baik-baik saja?" tanya Aria yang memegang tangan Stevi di ambulans. dia cemas karena setiap hari melihat Stevi di kamera cctv untuk mengawasi Stevi saat di rumah.

Aria sangat sedih dan sekarang dia melihat sang istri yang dipasang alat untuk mendeteksi jantung, otak, dan tangannya dipasang infus. Semua yang ada ditubuh Stevi membuat Aria terasa seperti ditusuk duri, karena sang istri yang tadi pagi sehat menjadi sakit. Aria yang menjadi dosen di fakultas negeri terpaksa izin, bagaimana mungkin dia tega meninggalkan sang istri yang mengetahui surat wasiat istrinya sudah ditulis namun belum selesai.

Stevi sadar, dia memegang pipi Aria. Wanita yang terbaring di mobil ambulans tersenyum, demi membuat lelaki yang dicintainya tidak menangis.

"Aria, maafkan aku lagi. Aku tidak bisa menjadi istri seutuhnya. "

Perkataan Stevi membuat Aria berlinang air mata. Wanita yang terbaring lemah adalah mahasiswi yang ditolongnya dan sekarang menjadi istri tercinta. Surat wasiat itu membuat Aria masih berpikir untuk kesekian kalinya. mengapa Stevi meninggalkan surat wasiat itu? Padahal mimpinya mempunyai seorang anak sudah terkabul dan sekarang anaknya berada di rumah sakit.

Perjalanan yang lama membuat Aria makin sedih.

"Dok, kapan kita sampai di rumah sakit? Aku tidak tahan melihat Stevi seperti ini."

"Sabar, pak. Jarak rumah sakit sangat jauh dari keraton Pontianak."

"Berapa meter jaraknya kalau ke klinik dok?"

"Jaraknya 1,8 km. Tetapi kita perlu putar arah pak karena kalau naik kapal Feri, kita tidak tahu apakah masih bisa atau tidak."

"Stevi bertahanlah, kamu jangan seperti ini." Aria mencium tangan Stevi yang pucat itu dengan kasih sayang.

Aria sangat menyesal dia tidak pernah pulang tepat waktu karena jadwalnya yang padat, setiap kali dia ingin berjalan bersama Stevi selalu saja banyak urusan rapatlah, proyek dari Universitas, menguji mahasiswa skripsi, dan bahkan ke luar kota.

Bagi Aria kehilangan istri tercinta adalah hal yang membuatnya patah semangat untuk bekerja. Untunglah, hari ini dia bisa menemui sang istri dan tinggal mengirim pesan ke rektor untuk tidak mengikuti rapat.

"emas Aria, aku baik -baik saja. emas kalau menangis jelek deh."

Stevi yang masih lemah memaksakan dirinya untuk menghibur Aria. Sore kemarin, Stevi juga kejang-kejang namun tidak parah seperti ini.

"Stevi, kamu tidak apa-apa?" tanya Aria. Aria melihat Stevi yang kejang-kejang, dia bergegas dan mengambil tisu. Aria menolong Stevi dengan mengarahkan ke samping, liur yang berbuih dimulut Stevi di bersihkan oleh Aria.

"emas, aku pusing." Stevi sudah membuka mata, namun masih lemas. Niat Aria yang ingin membawa Stevi ke rumah sakit tidak jadi karena istrinya sadar. Aria sadar, Stevi yang sekarang terbaring lemah memakai oksigen dan dipasang kabel dan slang infus. Seluruh tubuh Stevi makin lama makin pucat.

Aria memijat kaki Stevi, monitor ECG atau monitor pendeteksi jantung berbunyi cepat seperti jam peledak bahwa akan meledak cepat, namun monitor itu kembali berbunyi lambat dan teratur kondisi Stevi masih saja lemas.

Aria merasa sedih sekali. Apa yang membuat Stevi menuliskan surat wasiat karena kondisinya makin tidak sehat? Pikir Aria yang merasa curiga dengan pesan yang masuk di hanphone Stevi.

Tante yang merawat Stevi pernah bilang, bahwa ayah dan ibunya bukan mengidap penyakit keras melainkan penyakitnya sama dengan penyakit Stevi.

"Aria, sebenarnya ada yang ingin tante bicarakan. Stevi terlahir dengan keadaan cacat otak sejak lahir. Stevi mengidap ayan. Ibu dan bapaknya juga mengidap ayan."

Tante meneteskan air mata ketika berbicara dengan Aria. Saat itu Aria merasa bersalah karena tidak mengerti kondisi Stevi yang sebenarnya.

"Tante, Aria merasa bersalah dengan Stevi saat pertama kali bertemu. Dan waktu itu Aria tidak bisa menanyakan langsung karena kami belum menikah. Kalau saja Aria kerumah tante dan melihat kondisi Stevi saat kecil pasti Stevi tidak akan separah ini."

"Nak Aria, kamu dan Stevi baru menjadi pengantin muda. Kamu sebaiknya yang sabar. Stevi mungkin masih malu dan belum bisa terbuka sama kamu yang sekarang menjadi suaminya."

"Aku merasa benar-benar bersalah, tetapi aku tidak tahu kalau Stevi merahasiakan penyakitnya. Aku sudah bilang dengannya untuk cuti kerja karena kesehatannya kadang-kadang menurun."

Aria yang memikirkan perbincangan dengan keluarga istrinya itu baru menyadari bahwa Stevi sosok yang pendiam, dia bahkan tidak mau Aria mengetahui penyakit Ayannya yang makin parah.

Aria bertanya ke petugas medis.

"Pak, apakah sudah sampai ke rumah sakit? Istri saya kesakitan?"

"Sebentar lagi sampai, pak. Bapak tenang saja. Dan kita sudah sampai ke klinik."

Beberpa menit kemudian Stevi sadarkan diri setelah kondisinya memburuk, namun dia belum bisa menjawab atau berbicara karena masih lemas.

"Stevi, apakah kamu baik-baik saja. Aku cemas kamu tidak sadar setelah berbicara denganku."

Stevi masih belum membuka matanya, dia masih sulit berbicara karena sakit Ayan yang membuat kepalanya pusing. Aria memegang tangannya dan memijat perlahan-lahan karena Stevi masih belum bisa diajak bicara.

Sesampainya Stevi di rumah sakit, Aria melihat bahwa Stevi menahan sakit karena ayan. Petugas medis turun dari mobil dan membawa Stevi menuju ke ruang unit gawat darurat untuk diberi pengobatan.

Aria menelepon keluarga Stevi. Suara telepeon berdering dan belum ada yang mengangkatnya.

"Aria, mengapa?"

"Tan, Stevi kritis tante. Dia masuk rumah sakit. Tante tahu tidak mengapa Stevi menulis surat wasiat?"

Aria mondar-mandir menelepon keluarga Stevi, tante yang selama ini mengurus Stevi untuk sekolah, pergi kerja, dan mengurus kebutuhannya. Siapa lagi, karena Stevi hanya punya tante yang merawat sejak orang tuanya meninggal.

Stevi juga jarang bercerita ke tantenya, Aria sampai bertanya-tanya mengapa Stevi tidak membahas masalah dengan tante atau Aria, malah menuris surat wasiat. Padahal Stevi adalah Vlogger yang lagi naik daun dan blogger yang udah sampai ke seluruh indonesia.

mengapa Stevi harus merahasiakan teror pesan dari nomor tak dikenal, jika begini kan Aria tidak kerepotan dan tantenya juga tidak sedih. Stevi setelah pernikahan ceria sekali bahkan semenjak bulan madu dia tidak seperti orang yang menyembunyikan masalah.

Setelah acara resepsi, saat itu Stevi tersenyum dan tidak diam jika ada masalah.

"emas, aku mau bicara boleh tidak?"

"Bicara saja sayang, kita kan sudah suami istri harus terbuka jangan sembunyi jika ada masalah."

"emas, aku ingin program bayi tabung. Tetapi kalau emas tidak mengijinkan aku tidak apa-apa."

Di rumah sakit Aria kini hanya memikirkan percakapan Stevi dengan dirinya. dia yang memegang telepon dan menunggu tante kandung Stevi yang mengurusnya sejak kedua orang tua Stevi meninggal, karena satu-satunya jalan adalah dengan berbicara tante Namira Aira. dia adalah orang yang tahu sifat Stevi selama merawatnya, Stevi bahkan jarang sekali melewatkan jam makan obat penyakit ayan.

Suara telepon genggam atau hape Aria berbunyi.

"Halo, maaf saya sedang di rumah sakit menunggu Stevi sadar karena kritis. Dan menunggu tantenya datang. Saya izin besok tidak masuk ke kampus, pak Teguh bisa ke rumah sakit bawakan absensi kehadiran saya? Kalau bisa nanti saya bagikan nomor hape atau ketik di ponsel."

Pak Teguh yang menelepon menjawab bahwa Pak Aria tidak usah cemas, Karena Nanti malam dia akan ke rumah sakit atau ke rumah Pak Aria untuk mengantar Absensi kehadiran dosen.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayah Dari Anakku
8.0
Hidup Anastasia Tillman hancur dalam semalam akibat dikhianati orang terdekat hingga ia terusir. Lima tahun kemudian, ia berhasil bangkit sebagai desainer perhiasan sukses yang membesarkan putra kecilnya sendirian. Namun, kedamaiannya goyah saat seorang miliarder datang menawarkan pernikahan demi sang anak. Walau Anastasia merasa sanggup mandiri, kemiripan wajah putranya dengan pria kaya itu sangat sulit dibantah. Akankah ia menerima pinangan tersebut?
Sampul Novel Habis Manis Sepah Dibuang
9.3
Setelah disiram air dan dihina oleh seorang klien, Jocelyn tidak mendapatkan pembelaan dari atasannya, Michael. Pria itu malah memeluk asisten pribadinya dan memecat Jocelyn dengan dingin karena dianggap tidak becus bekerja. Enggan menerima perlakuan semena-mena tersebut, Jocelyn menyeka wajahnya, menenggak segelas alkohol, lalu menyiram balik wajah Michael sebelum akhirnya menyatakan keluar dari perusahaan. Kisah dalam novel modern ini berfokus pada harga diri Jocelyn yang menolak ditindas.
Sampul Novel Hasratku Padamu
9.7
Kehidupan bersama sahabatku mendadak rumit setelah hadirnya sang kakak, Octavio. Mantan atlet bola sekaligus pelatih kampusku ini terpaut usia dua belas tahun lebih tua. Sifatnya sangat arogan dan kerap merendahkanku, tetapi perselisihan kami justru menyulut ketertarikan yang begitu kuat. Walau jalinan asmara ini terlarang serta penuh bahaya, aku tak sanggup menjauh darinya. Ia adalah pria yang tidak boleh kudapatkan, namun dialah satu-satunya sosok yang paling kudambakan.
Sampul Novel I Win You
8.3
Vanilla tiada henti memikat Nick lewat aksi provokatif yang memicu ketegangan hebat di antara mereka. Walau Nick sudah mengingatkan bahaya dari permainan ini, Vanilla malah kian berani menantang hasratnya. Di tengah situasi yang kian memanas, Nick berjuang keras menjaga pertahanannya agar tidak lepas kendali. Namun, godaan nakal Vanilla yang penuh kemenangan membuat dinamika hubungan dewasa yang membara ini semakin sulit untuk diprediksi.
Sampul Novel Kesempatan Kedua: Cinta Fatal dan Balas Dendam
9.4
Danielle sangat menyesali masa lalu yang menghancurkan keluarganya akibat salah memercayai orang. Kini, setelah terlahir kembali, ia bertekad memakai kecerdasan serta pesonanya untuk membalas dendam. Tak diduga, ia menjelma jadi sosok berpengaruh berkat identitas rahasia, hingga dilindungi empat keluarga besar dan kelompok pembunuh. Di puncak kejayaannya, sang suami tampan yang dulu ia abaikan kini kembali untuk mengklaim cintanya di hadapan dunia.
Sampul Novel Miss Black Puteri CEO Yang Terbuang
9.4
Rose hidup menderita sebagai anak yatim piatu sebelum Denzel mengungkap bahwa ia adalah putri kandung dari CEO Louis Brown. Untuk melindungi dirinya, Rose menyamar sebagai mahasiswi berprestasi bernama Rose Carter, yang diam-diam merupakan violinis misterius, Miss Black. Ketegangan memuncak saat putra angkat ayahnya, Luke, memaksanya menikah demi menguasai harta. Di tengah ancaman maut dari Peter dan Hendrick, kebencian Rose dan Luke berubah jadi cinta. Rose kini harus melawan pengkhianatan demi hidup bahagia bersama Luke.