APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kerinduan Tak Berujung

Kerinduan Tak Berujung

Lima tahun membina rumah tangga, Stella baru menyadari bahwa pernikahan dengan Felix hanyalah kepalsuan belaka. Sang suami sengaja memalsukan akta nikah mereka demi memberikan status hukum kepada wanita lain bernama Tania demi kelancaran bisnisnya. Felix mengira Stella yang telah mengorbankan hubungan keluarga demi dirinya tidak akan pernah pergi. Namun, rasa kecewa yang mendalam membuat Stella memilih melangkah pergi selamanya, meninggalkan Felix yang terlambat menyesali keputusannya.
Bab
Bagikan

Bab 7

Ekspresi wajah Felix menjadi gelap, "Stella! Sebagai tuan rumah ini, aku perintahkan kamu makan sup itu!"

Tania saat ini sudah membawa kopernya ke bawah dan menuju pintu keluar.

Felix menjadi panik dan bergegas menghampiri Stella.

Dia mengambil semangkuk sup, menekan mulut Stella dan menuangkan sup ke dalamnya.

"Aku nggak percaya, semangkuk sup bisa bunuh orang."

Stella tidak berdaya melawan dan terpaksa makan semangkuk besar sup kastanye manis.

Baru saat itulah Felix berhenti.

Kakinya melemah dan Stella terduduk ke kursi.

Dia tersedak dan hidungnya berair, air mata mengalir dan dia terus batuk.

Tapi Felix bahkan tidak memandangnya dan berbalik mengejar Tania.

Felix membujuk Tania, Tania pun meringkuk dalam pelukannya dengan mata merah.

Sambil melewati Stella, Felix berkata dengan dingin, "Kamu masih aman saja tuh? Ngapain pura-pura lemah?"

Tenggorokan Stella sudah bengkak sehingga dia tidak bisa mengeluarkan suara apa pun. Dia hanya bisa mengucapkan dengan tidak jelas, "Ambulans... Selamatkan aku."

Felix mengerutkan dahi, "Kamu sudah mau jadi ibu, jadi kamu harus lebih bijaksana."

"Cepat minta maaf pada Tania."

Pikiran Stella kacau dan dia akhirnya pingsan karena sesak napas.

Felix tidak menyangka semangkuk sup kastanye manis akan membahayakan nyawa Stella.

Di dalam ambulans, muka Felix tampak pucat dan seluruh tubuhnya gemetar.

"Stella, kamu jangan menakutiku!"

Stella didorong ke ruang gawat darurat dan didorong keluar lima jam kemudian.

Dokter melepas maskernya dan berkata, "Kalau terlambat beberapa menit saja, dia pasti sudah nggak terselamatkan lagi."

"Pasien punya riwayat alergi, apa anggota keluarganya nggak tahu?"

Felix terdiam.

Dia tahu itu, namun dia memaksanya makan semangkuk sup yang cukup untuk membunuhnya.

Felix sangat menyesalinya.

Dia tetap berjaga di samping tempat tidur sampai Stella siuman.

Saat ini tenggorokannya masih bengkak dan sakit.

Felix memegang tangannya dan berkata, "Ternyata akibat dari makan kastanye itu parah banget. Kenapa kamu nggak bilang sejak awal?"

Apa masih perlu dia katakan? Perlu berlutut dan memohon padanya?

Melihat dia menatap lurus ke arahnya, Felix memalingkan kepalanya dengan rasa bersalah.

Saat ini ponselnya berdering, setelah sempat ragu, dia baru mengangkatnya.

"Stella nggak kenapa-napa, jangan salahkan dirimu sendiri, jangan nangis."

Kemudian dia menyerahkan ponselnya kepada Stella, "Tania merasa sangat bersalah dan mau minta maaf padamu secara langsung."

Stella mendekatkan ponsel ke telinganya.

Tania segera mengubah nada bicaranya, "Stella, kudengar kamu hampir mati? Felix cuma sedikit menasehatiku lho, menurutmu siapa yang lebih penting di hatinya?"

"Aku tahu kamu alergi pada kastanye, aku sengaja lakukan itu. Kamu bisa telepon polisi untuk menangkapku, tapi sayangnya kamu nggak punya bukti."

Stella mencengkeram sudut selimut dengan erat dan detik berikutnya dia melemparkan ponselnya ke lantai.

Felix segera berdiri.

"Stella! Tania cuma mau minta maaf, kenapa kamu begitu keras kepala?"

Stella berteriak sekuat tenaga, "Keluar!"

Ekspresi wajah Felix menjadi gelap, "Aku sudah sewa seorang perawat untuk merawatmu, dalam beberapa hari ini tenangkan dirimu."

Setelah berkata demikian, dia memungut ponselnya yang pecah dan meninggalkan kamar pasien.

Stella menandatangani surat pernyataan dan keluar dari rumah sakit hari itu juga.

Dia merasa berat hati saat kembali ke "rumah" yang telah dia kelola dengan susah payah selama lima tahun.

Seluruh vila, dari lokasi dan dekorasinya hingga segala hal mulai dari sofa hingga tempat sampah, dipilih dengan cermat olehnya.

Foto pernikahan dengan Felix tampak tergantung di tengah ruang tamu. Di dalam foto itu, mereka tersenyum manis.

Tetapi jika tanggalnya dihitung dengan cermat, Tania juga sedang hamil selama periode itu.

Stella mengambil vas di meja dan membantingnya ke foto itu.

Prang! bingkai foto besar itu jatuh ke lantai, menimbulkan kepulan debu.

Pembantu bergegas datang setelah mendengar suara itu dan Stella menunjuk, "Aku dan Tuan mau foto ulang, bakar saja yang ini."

"Bakar saja semua fotoku dan Tuan di rumah ini."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Assalamu'alaikum, Mas CEO!
8.3
Hanif, bos INANTA Group, dikenal sebagai sosok religius yang taat beribadah di tengah kesuksesan bisnisnya. Kehidupannya berubah drastis setelah putrinya, Aisyah, bertemu Aida, seorang office girl yang berwajah sangat mirip dengan mendiang sang ibu. Kedekatan erat di antara mereka berdua mulai mengancam rencana pertunangan Hanif dengan Soraya. Terjebak antara kewajiban dan kebahagiaan sang anak, ke manakah takdir akan membawa pelabuhan hati Hanif berikutnya?
Sampul Novel Beautiful Hurt
9.1
Akibat fitnah dari sebuah pesan singkat, Marilyn dituduh merusak hubungan kakaknya sendiri. Christian, miliarder yang marah karena reputasinya rusak, mengira Marilyn adalah wanita licik yang gila harta. Demi membalas dendam, Christian memaksa gadis itu menikahinya dan bersumpah akan menyiksa hidupnya. Di tengah tuduhan kejam tanpa bukti tersebut, Marilyn hanya bisa pasrah menghadapi kebenaran sepihak mereka.
Sampul Novel Bukan Aku Yang Menjebakmu
8.8
Nadira Almeira, sekretaris bersahaja di Mahardika Corp, dituduh menjebak CEO Elvano Mahardika demi kekuasaan. Tanpa bukti, Elvano memecat dan mempermalukannya di depan publik dengan lemparan uang yang menghina harga dirinya. Padahal, Nadira hanyalah korban yang tidak tahu apa-apa. Situasi kian rumit saat ia menyadari dirinya tengah mengandung anak Elvano. Kini, ia harus memilih antara pergi selamanya atau kembali menghadapi pria yang telah menghancurkannya.
Sampul Novel CEO in My Bed
8.6
Demi kesembuhan sang adik, Athalia terpaksa menerima tawaran dingin dari Mahesa, seorang CEO kaya raya yang trauma akan cinta. Lelaki skeptis itu bersedia menanggung seluruh biaya medis dengan syarat Athalia mau menjadi teman tidurnya selama sebulan. Meski terus menghadapi sikap Mahesa yang kerap merendahkan perempuan, Athalia bertahan dengan ketulusan. Akankah kelembutan hati Athalia sanggup mencairkan keangkuhan Mahesa dan mengajarinya arti cinta sejati?
Sampul Novel Cinta Sang Pewaris
9.4
Nathaniel Albar, pewaris bisnis berhati dingin, bertekad menguji kegigihan gadis sederhana bernama Alya Nabila setelah sebuah insiden wawancara yang buruk. Di balik sikap kerasnya, Nathan ternyata menyimpan rencana rahasia saat mempekerjakan Alya. Namun, rahasia masa lalu Nathan yang kelam perlahan mulai terungkap. Kini, Alya dihadapkan pada pilihan sulit antara keselamatan dirinya atau perasaan cintanya. Akankah ketulusan Alya mampu melunahkan ambisi beku sang miliarder?
Sampul Novel Miss Villainess Is Wealthy
8.0
Valerie terbangun di masa lalu dan lolos dari kematian, tetapi malah terjebak skandal satu malam dengan Cedric, pemuda misterius. Demi perlindungan dari Keluarga Meyer, keduanya sepakat menjalani pernikahan kontrak selama dua tahun. Meski Cedric melarangnya jatuh cinta, Valerie harus menghadapi kenyataan pahit bahwa sisa umurnya tidak lama lagi. Di tengah badai ujian yang menguji ketegarannya, sanggupkah Valerie bertahan hidup?