APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kenikmatan Di Kelas Bisnis

Kenikmatan Di Kelas Bisnis

Setiap bulan, sahabatku selalu bepergian ke berbagai kota dengan penerbangan kelas bisnis dan kembali dengan wajah yang berseri-seri penuh kebahagiaan. Rasa penasaran membuatku bertanya-tanya tentang keistimewaan yang tersembunyi di balik tirai mewah pesawat tersebut. Sambil tersenyum penuh arti, ia pun membocorkan rahasianya. Mulai dari mahasiswa lugu, bos besar yang dingin dan berkuasa, hingga pria asing yang menawan, semua pengalaman romantis yang tak terbayangkan telah ia rasakan di sana.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku menggeleng pelan, lalu masuk kamar mandi untuk mandi.

Begitu selesai dan keluar sambil mengeringkan rambut, Dennis pun pulang.

Melihatku hanya mengenakan jubah mandi, kaki jenjang putih bersih telanjang menginjak lantai, tetes-tetes air dari ujung rambut mengalir menuruni bahu, mata Dennis langsung berbinar.

“Sayang, aku pulang!” serunya riang.

Sambil tertawa kecil, dia melepas sepatu dan langsung menerjang ke arahku.

“Eh! Aku lagi keringin rambut, tahu!”

Aku menjerit kecil, tapi sudah terdesak olehnya ke sofa.

Tapi seperti biasa, saat suasana mulai memanas dan tubuhku mulai terbakar oleh sentuhannya, dia lagi-lagi menyerah di tengah jalan.

Aku memandang Dennis dengan wajah penuh kecewa.

Dia menggaruk kepala, canggung. “Akhir-akhir ini kerjaan terlalu melelahkan. Aku mandi dulu, ya.”

Alasan itu lagi. Setiap kali membuatku tergantung tanpa penyelesaian, dia selalu beralasan kelelahan. Aku sudah muak mendengarnya.

“Tidak apa-apa. Kalau capek, istirahatlah baik-baik. Pergilah mandi,” ucapku singkat, menyembunyikan rasa kecewa.

Begitu dia selesai mandi, aku masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Menatap bayanganku sendiri di cermin yang diselimuti embun, lekuk tubuhku yang jelas dan menggoda, lalu mengingat kembali sikap Dennis tadi, rasa kecewa itu kembali mengalir, bahkan semakin pekat.

Aku juga seorang perempuan. Aku juga punya kebutuhan.

Tapi Dennis, pria tiga menit itu, tak pernah bisa memuaskanku.

Satu dua kali masih bisa kuterima, tapi ini sudah enam bulan… Aku mulai lelah.

Apalagi hari ini, kata-kata Stella terus terngiang di kepalaku.

Dan bersamaan dengan itu, bayangan foto-foto yang dia kirim pun muncul kembali.

Tanpa sadar, tanganku mulai menyentuh titik-titik sensitif di tubuhku.

“Mmhh…”

Suara yang keluar dari mulutku membuat pipiku terasa panas.

Aku tersentak, langsung sadar dari lamunanku.

Kupukul pelan pipiku sendiri, wajahku memerah campur kesal.

Stevani... Stevani, apa yang sedang kau pikirkan?!

Barusan… aku bahkan membayangkan para pria tampan dari foto Stella, melakukan hal-hal itu padaku.

Aku menghela napas dengan getir. Sepertinya aku memang sudah terlalu lama “kelaparan,” sampai bisa punya pikiran semacam itu.

Setelah mengeringkan badan, aku kembali ke kamar dan melihat Dennis sudah tertidur pulas, mendengkur pelan.

Aku memandangi wajahnya, lalu duduk di sisi ranjang, melamun sambil menghela napas panjang.

Malam berikutnya, usai mencuci muka dan bersiap tidur, ponselku tiba-tiba bergetar.

Kupandangi layar, sebuah pesan dari Stella.

Aku membukanya. Seketika, mataku terbelalak.

Dalam video itu, Stella benar-benar tak mengenakan sehelai benang pun, sedang ditekan dari belakang oleh seorang pria berambut pirang dan bermata biru. Wajahnya menempel di kaca jendela pesawat!

Di luar jendela, terlihat gumpalan-gumpalan awan putih.

Setiap gerakan pria itu membuat Stella mengerang dan menggeliat hebat, tubuhnya gemetar hebat dengan setiap hentakan.

Aku tersentak panik, buru-buru menutup video itu.

Melirik Dennisa yang masih tertidur di sampingku, aku baru bisa bernapas lega.

Untung saja dia tidak terbangun.

Aku menggigit bibir, ragu sejenak, lalu mematikan suara ponsel dan kembali membuka video itu.

Melihat ekspresi Stella yang begitu tenggelam dalam kenikmatan, bibirku terkatup semakin rapat.

Terutama ketika dia mencapai puncaknya, jujur saja, ada rasa iri yang mengendap di hatiku.

Selama ini bersama Dennis, aku tak pernah merasakan hal seperti itu.

[Bukankah kamu baru pulang kemarin? Kok hari ini sudah terbang lagi?]

Aku mengirimkan pesan kepadanya

Butuh waktu hampir setengah jam sampai Stella membalas pesanku

[Hai, ada awak kabin baru katanya, tampan, jago, dan bertubuh luar biasa. Jadi aku langsung berangkat!]

[Dan jangan salah, cowok bule memang beda, yang ini lebih hebat lagi. Satu jam penuh aku diperlakukan kayak dewi, sampai tiga kali aku dibuat ‘keluar’. Hampir mati rasanya!]

Pesan itu disusul foto Stella yang tergeletak lemas di kursi kelas bisnis.

Tubuhnya basah kuyup seakan baru keluar dari kolam, kulitnya kemerahan, wajahnya memancarkan aura sensual yang menggoda.

Yang paling mencolok, seluruh permukaan kursi tampak basah!

Aku terdiam, membuka mulut tanpa suara, lalu menggigit bibir keras-keras.

Melihat Stella… lalu menoleh ke arah Dennis yang masih mendengkur.

Sungguh… perbandingan yang menyakitkan.

Setelah lama terdiam, akhirnya aku mengetikkan satu kalimat

[Stella, awak kabin yang kamu maksud itu… benar-benar sehebat itu?]

Begitu kukirim, aku langsung menyesal.

Aku bahkan tidak berniat ikut. Jadi untuk apa menanyakan itu?

Aku buru-buru menarik kembali pesannya.

Tapi belum sempat bernapas lega, panggilan dari Stella masuk.

Aku ragu sebentar dan membawa ponsel ke kamar mandi, lalu mengangkatnya.

Begitu tersambung, suara Stella yang manja dan lelah langsung terdengar. “Kenapa, Stevani? Akhirnya sadar juga? Aku sudah bilang, perempuan juga berhak mengejar kebahagiaannya sendiri.”

“Tempat ini adalah surga kita! Dengan hubungan sebaik ini, masa iya aku akan bohong padamu?”

Aku ingin menolak ajakannya secara langsung, tapi kata-kata itu tertahan di tenggorokan. Yang terbayang hanyalah ekspresi Stella yang begitu puas dalam video tadi.

“Apa benar di kelas bisnis pesawat ada layanan begitu? Stella, aku bukan maksud apa-apa, cuma… ya, cuma penasaran.”

Aku mengucapkan kalimat yang bahkan diriku sendiri sulit untuk percaya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Mantan
9.6
Nasib Diandra berbalik total setelah dipaksa menikah dengan Dave Airlangga, pewaris tunggal Aerles Corporation. Sayangnya, prahara akibat salah paham fatal merusak pernikahan mereka hingga berujung perceraian. Di antara luka ego dan bayang-bayang masa lalu yang belum usai, mampukah mereka berdua mengatasi keretakan yang ada? Ikuti kisah emosional perjuangan mereka dalam menyatukan kembali puing-puing rumah tangga yang sempat hancur.
Sampul Novel CEO Tampan dan Gadis Desa
9.2
Demi Angel, putri kecilnya, duda kaya bernama Alaric Athafariz rela menutup rapat pintu hatinya sejak kepergian sang istri. Namun, dinginnya sikap sang CEO perlahan mencair setelah ia bertemu dengan Ashila, gadis desa yang membawa keceriaan baru. Tanpa diduga, takdir menyimpan rahasia besar yang menghubungkan masa lalu Alaric dengan sosok Ashila. Akankah jalinan takdir dan rahasia tersebut menuntun mereka pada kisah cinta yang tak terduga?
Sampul Novel CINTA DI BALIK TOPENG
9.5
Seorang pengusaha sukses merahasiakan perannya sebagai bos mafia yang disegani. Takdir lalu mempertemukannya dengan seorang wanita misterius yang juga menyimpan masa lalu kelam. Di balik kemegahan dan ancaman bahaya, asmara mulai tumbuh di antara mereka hingga memicu pergolakan batin yang hebat. Hubungan ini dipenuhi rintangan berbahaya seiring rahasia mereka yang mulai terungkap, membahayakan nyawa sekaligus takhta kekuasaan yang telah mereka pertahankan.
Sampul Novel Habis Manis Sepah Dibuang
9.3
Setelah disiram air dan dihina oleh seorang klien, Jocelyn tidak mendapatkan pembelaan dari atasannya, Michael. Pria itu malah memeluk asisten pribadinya dan memecat Jocelyn dengan dingin karena dianggap tidak becus bekerja. Enggan menerima perlakuan semena-mena tersebut, Jocelyn menyeka wajahnya, menenggak segelas alkohol, lalu menyiram balik wajah Michael sebelum akhirnya menyatakan keluar dari perusahaan. Kisah dalam novel modern ini berfokus pada harga diri Jocelyn yang menolak ditindas.
Sampul Novel Ketika Keabadian Runtuh: Kenyataan Pahit Cinta
9.7
Baskara Aditama semula adalah suami miliarder idaman, sebelum masa lalunya datang membawa seorang putra yang sakit parah. Di saat kritis, Baskara lebih memilih menyelamatkan anak itu dan mengabaikan kondisiku yang terluka hingga aku keguguran sendirian. Puncak kepedihanku tiba ketika ia memohon agar aku mengizinkannya menikahi sang mantan secara pura-pura demi sang putra. Melihat tanda cinta wanita lain di lehernya, aku yang sedang berduka akhirnya menyetujui rencana itu.
Sampul Novel Mantan Istri Saya Seorang Konglomerat?
8.3
Tiga tahun mengabdi dihina, Loraine akhirnya menceraikan Marco demi mengklaim warisan triliunan miliknya. Publik yang sempat mencemooh terbungkam saat tahu Loraine adalah miliarder termuda. Kini, ketika melihat mantan istrinya didekati banyak pria tampan, Marco menyesal dan mengemis rujuk demi aliansi bisnis. Namun, rasa cinta Loraine telah sirna, menyisakan tatapan jijik untuk sang mantan suami.