APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kembalinya Marsha yang Tercinta

Kembalinya Marsha yang Tercinta

Pasca didepak dan direndahkan karena terbukti bukan putri kandung, Marsha difitnah sebagai anak petani oleh pewaris asli yang culas. Padahal, ayah kandungnya adalah miliarder nomor satu, lengkap dengan saudara-saudara hebat yang siap memanjakannya. Marsha sendiri sebenarnya pengusaha mandiri yang sukses. Begitu mantan kekasih yang angkuh mendepaknya, sesosok pria misterius yang sangat berpengaruh hadir melindunginya sekaligus membungkam semua orang yang pernah menghinanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Berita tentang kedatangan Nona Linda pasti sudah bocor," ucap Jenni dengan wajah polos, suaranya pelan dan penuh rasa ingin tahu. "Sepertinya Kak Marsha juga ingin belajar dari Nona Linda. Mungkin dia belum tahu bahwa Kak Marsha telah diusir dari rumah kita. Sepertinya kami berdua akan menjadi muridnya!"

Wajah Puspa terlihat suram saat mendengar kata-kata Jenni.

Dia bergegas maju, tujuannya jelas, untuk mencegat Marsha sebelum gadis itu bisa membuat koneksi yang berpengaruh. Namun, Marsha sudah bergerak cepat menuju Ruang Zamrud, ruangan paling eksklusif dan pribadi di hotel itu.

Puspa merasa bingung. Kenapa Marsha pergi ke Ruang Zamrud?

Jenni, yang menyusul kemudian, merasa sama terkejutnya dengan ibunya. "Ibu, ruangan itu tidak terbuka untuk sembarangan orang. Sepertinya Kak Marsha memiliki koneksi yang lebih dalam dari yang kita duga. Dia pasti punya banyak teman yang sangat mengesankan."

"Teman-teman seperti apa yang mungkin dia miliki?" Puspa bergumam getir, pikirannya berpacu dengan asumsi-asumsi yang tidak baik. Mungkinkah dia entah bagaimana menaiki tangga sosial dengan merayu seorang pria tua yang kaya?

Hal itu akan mencoreng reputasi Keluarga Candhika.

Rasa jijik sesaat menguasainya saat dia bergulat dengan pemikiran ini, tetapi hanya ada sedikit waktu untuk memikirkannya. Dengan perasaan terdesak, Puspa mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Linda.

"Mohon maaf, aku sedang menangani masalah yang mendesak." Suara Linda terdengar lepas dan cepat di telepon sebelum dia segera mengakhiri panggilan.

Kesedihan menyelimuti Jenni, semangatnya anjlok saat dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, sementara air mata menetes di sela-sela jari-jarinya.

Jefri memeluknya dengan erat, suaranya dipenuhi dengan kelembutan yang meyakinkan. "Jangan khawatir, Jenni. Akan ada lebih banyak kesempatan. Kita akan menemukan cara lain."

Sementara itu, Linda meletakkan kembali ponselnya di atas bantal di sampingnya.

Kakaknya, Galuh, telah mengatur pertemuan keluarga segera setelah putrinya yang telah lama hilang berhasil ditemukan.

"Kak Marsha pasti telah mengalami banyak kesulitan selama bertahun-tahun," ucap Kristin Julman, yang duduk dengan anggun di samping Linda.

Dia memiliki fitur wajah yang cantik, riasan wajah yang indah, dan mengenakan gaun yang mewah. Meskipun dia memproyeksikan citra seorang gadis yang anggun, ekspresinya menunjukkan keprihatinan yang mendalam.

Linda menanggapi dengan serius, "Kudengar bahwa keluarga sebelumnya telah memperlakukannya dengan baik. Dia mungkin tidak menghadapi kesulitan seperti yang kita bayangkan."

Jawaban Kristin penuh dengan keyakinan. "Sangat penting bagi kita untuk memberikan kehangatan dan dukungan padanya."

Linda dengan penuh kasih sayang membelai kepala Kristin, merasa bangga dengan karakter muridnya yang baik.

Kristin diadopsi oleh Keluarga Julman. Penerimaannya terhadap Marsha menunjukkan semangat dan kebaikan hatinya. Dia tidak khawatir kembalinya Marsha akan mengancam statusnya.

Di sudut ruangan, Eliani Jumran duduk dengan tenang, tatapannya tertuju ke pintu, penuh dengan semangat dan harapan.

Kristin menangkap intensitas tatapan Eliani, merasakan kegelisahan darinya.

Akhirnya, pintu terbuka, menampakkan sang sopir terlebih dahulu, yang menyingkir untuk mempersilakan yang lain masuk.

Gadis yang masuk tampak cantik, wajahnya yang dingin dan menawan cukup mirip dengan wajah Eliani, menegaskan kekerabatan mereka.

Kristin merasakan kehampaan yang tidak dapat dijelaskan saat melihatnya.

Eliani, yang tidak dapat menahan emosinya lebih lama lagi, maju ke depan.

"Putriku!" serunya sambil memeluk Marsha dengan erat, air matanya mengalir deras.

Marsha berdiri sejenak tertegun oleh intensitas sambutan tersebut, tangannya dengan ragu-ragu menepuk-nepuk punggung Eliani.

Kehangatan yang baru ditemukan berkembang di dalam dirinya, kehangatan sebuah keluarga.

Jadi, seperti inilah rasanya memiliki keluarga yang penuh kasih ....

"Biarkan Marsha duduk dulu." Suara Galuh terdengar lembut.

Saat mereka duduk di sofa, Eliani memeluk Marsha, berusaha menenangkan suaranya di tengah air matanya. "Marsha, aku minta maaf karena kami butuh waktu lama untuk menemukanmu. Kamu pasti sudah mengalami banyak kesulitan."

"Aku ... tidak apa-apa. Aku baik-baik saja." Air mata Eliani, hangat dan tulus, menetes ke tangan Marsha, membuatnya agak bingung. Tersentuh oleh penampilan yang begitu tulus, dia dengan lembut meyakinkan Eliani, "Jangan menangis, Ibu. Kita sudah bersama sekarang."

Sebutan "Ibu" tampaknya memicu kegembiraan yang mendalam dalam diri Eliani, suaranya bergetar saat dia menjawab, "Ya, kamu sudah kembali. Dan Ibu berjanji untuk menebus semuanya."

Galuh mengamati pertukaran itu dengan senyum cerah, semangatnya terlihat jelas saat dia menatap Marsha. Merasakan beratnya tatapannya, Marsha menoleh padanya. "Emm … Ayah."

"Kami sangat senang bisa bertemu kembali denganmu, Marsha-ku." Galuh tersenyum berseri-seri, wajahnya penuh dengan kebahagiaan yang langka. "Mari aku perkenalkan kamu pada keluarga kami. Ini adalah Tante Linda."

Linda mengamati Marsha, memberikan anggukan kecil sebagai sapaan. Marsha membalas gestur tersebut dengan sopan dan hangat.

Kemudian, giliran Kristin.

Senyum Kristin mengembang saat dia menyapa Marsha. "Aku telah menunggu begitu lama untuk akhirnya mengatakan ini, aku memiliki seorang kakak perempuan yang bisa dibanggakan sekarang!"

Eliani menimpali, suaranya diwarnai dengan sedikit keraguan, "Ini Kristin. Ayahnya adalah teman dekat ayahmu. Kristin kehilangan orang tuanya saat dia masih sangat muda, dan kami membawanya ke dalam keluarga kami. Jika ini membuatmu tidak nyaman ...."

"Tidak apa-apa." Marsha memotongnya dengan lembut, memahami implikasinya.

"Kamu juga punya tiga kakak laki-laki, meskipun mereka tidak ada di sini sekarang. Kami akan memastikan kamu bertemu dengan mereka nanti!" Eliani melanjutkan, senyum menghiasi wajahnya saat dia melihat anggukan setuju dari Marsha.

Galuh mengeluarkan ponselnya. "Hidupmu pasti sulit selama ini, Marsha. Mari kita mulai dengan bertukar nomor," ajaknya.

Eliani segera mengikutinya, mengeluarkan ponselnya sendiri. "Dan bertukar nomor denganku juga," tambahnya dengan penuh semangat.

Setelah Marsha dengan patuh bertukar nomor dengan mereka, ponselnya berdengung dengan dua pemberitahuan. Ayahnya telah mengiriminya dua puluh miliar rupiah melalui QRIS, dan ibunya juga melakukan hal yang sama.

Galuh menyeringai, suaranya penuh dengan kemurahan hati. "Ini ada sedikit uang jajan dari Ayah. Jika kurang, beri tahu Ayah."

Kehangatan Eliani tidak goyah. "Dan aku telah memilihkan beberapa pakaian untukmu. Kamu bisa mencobanya saat kita pulang nanti!"

Gelombang kemurahan hati yang bertubi-tubi ini terasa asing bagi Marsha, tetapi hal ini menyelimutinya dengan rasa kehangatan yang tidak pernah dia kenal sebelumnya.

Namun di sisi lain, Kristin merasa gelisah sekaligus terkejut. Galuh dan Eliani baru saja dengan santai mentransfer uang sebesar empat puluh miliar pada Marsha, jumlah yang jauh melebihi uang saku bulanannya yang relatif kecil.

Apakah ini karena Marsha adalah anak kandung mereka sementara dia hanya diadopsi?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dikejar Cinta Sang Billionaire Muda
9.5
Claire terus dikejar oleh bos mudanya, Nathan, meski ia menegaskan telah bersuami. Tanpa disadari, Nathan sebenarnya adalah Jonathan, suaminya sendiri. Pria itu menyamar demi memicu perceraian agar bisa kembali pada sang mantan. Namun, keteguhan sikap Claire justru mengacaukan rencana tersebut. Saat bencana besar melanda dan Claire memutuskan pergi, akankah Jonathan sanggup merelakan wanita yang kini telanjur ia cintai?
Sampul Novel Makmum Kedua Suamiku Sahabat Baik ku
8.4
Kehidupan Aisyah hancur seketika saat sang suami meminta restu untuk menikahi sahabat karibnya. Demi mempertahankan rumah tangga, ia rela dimadu meski hatinya sangat terluka. Sayangnya, keputusan itu justru membawanya pada penderitaan baru. Suaminya berubah menjadi dingin, kasar, dan enggan memberikan kasih sayang. Di tengah cercaan dan ketidakadilan yang terus menerpa, sanggupkah Aisyah bertahan dalam pernikahan poligami ini?
Sampul Novel Masa Depan Kita
7.9
Dalam kisah romantis modern ini, seorang tokoh utama memilih memendam perasaan cintanya dalam-dalam. Ia memutuskan untuk terus menyembunyikan rasa itu dari siapa pun demi melindungi sosok yang sangat ia sayangi. Pengorbanan tulus ini ia lakukan dengan ikhlas demi menjaga kebahagiaan dan menghargai orang yang paling berharga dalam hidupnya, meskipun ia sendiri harus menapaki jalan yang sunyi.
Sampul Novel Merebut Suami Sahabatku
9.3
Roy terjebak dalam rayuan Miranda, yang merupakan sahabat dari istrinya, Lisa. Meski sempat bermain api di belakang sang istri, Roy akhirnya sadar bahwa hubungan gelap tersebut hanyalah pelampiasan nafsu tanpa cinta. Keadaan menjadi kacau saat pengkhianatan ini mulai terbongkar. Di tengah hancurnya kepercayaan Lisa, situasi semakin rumit ketika Miranda mendapati dirinya hamil anak Roy. Akankah ada maaf dari Lisa untuk suami dan sahabatnya?
Sampul Novel Misi; Mengandung Benih Tuan Vince
9.3
Qiara Selena Odelia sangat mendambakan sebuah pernikahan yang tulus dan bahagia. Sayangnya, impian itu harus tertunda saat ia terikat kontrak dengan Vincenzo Nick Emyr. Pria dingin tersebut telah menutup rapat hatinya akibat luka mendalam dari cinta pertamanya di masa lalu. Berawal dari sebuah misi rahasia, takdir justru menjebak mereka dalam komitmen formal yang disepakati bersama. Di tengah trauma masa lalu Vince, mampukah hubungan sandiwara ini berubah menjadi cinta yang nyata?
Sampul Novel Nostalgia
8.4
Misa Almira tak mampu lepas dari ingatan masa kecil bersama sahabat yang sangat ia sayangi. Akibat sebuah kekeliruan fatal di masa lalu, sosok berharga itu tiba-tiba lenyap tanpa jejak. Ketika fakta sebenarnya terkuak, Misa didera penyesalan yang teramat besar. Walau kini ia telah tumbuh dewasa dan fokus membangun kariernya, bayang-bayang kesalahan masa lalu dan memori manis bersamanya tetap melekat erat dalam hidup Misa.