
Kembalinya Mantan Istri Suamiku
Bab 5
Tak lama kemudian, pintu depan tertutup dengan bunyi yang keras. Aku duduk di sofa, menarik sudut bibirku tanpa bersuara sedikit pun.
Aku sudah berkali-kali membahas soal perceraian, tetapi Neil sama sekali tak menganggap serius. Mungkin karena dulu aku terlalu mencintainya.
Semua cinta dan perhatian kuberikan tanpa sisa untuk Neil dan Wayne, hingga mereka merasa tak akan pernah kehilangan diriku. Mereka berpikir aku tidak akan benar-benar pergi.
Namun, kali ini mereka salah besar. Aku sudah tak sanggup lagi tinggal di sini. Entah Neil mau tanda tangan atau tidak, hari ini aku tetap akan pergi.
Aku duduk lama, hingga rasa sakit di perut perlahan menghilang. Tiba-tiba, layar ponselku menyala. Muncul sebuah pesan. Aku membukanya, ternyata dari Quela.
[ Kamu sudah menikmati hidup sebagai istri Neil selama lima tahun. Sekarang aku kembali, saatnya kamu enyah dari sini. ]
Segera setelah itu, masuk sebuah video. Dalam video itu, Wayne berlari masuk ke mobil, duduk manis di pangkuan Quela sambil memanggilnya ibu dengan manja. Neil duduk di samping mereka sambil tersenyum. Senyuman penuh kelembutan yang belum pernah kulihat darinya selama ini.
Beberapa detik sebelum video berakhir, Quela memiringkan wajah dan mencium pipi Neil dengan lembut.
Layar terhenti di momen itu. Jemariku bergetar sedikit. Aku memejamkan mata perlahan. Dulu aku menikahi Neil karena wajah dan matanya mengingatkanku pada cinta pertamaku. Dia butuh seseorang untuk mengurus anaknya. Aku butuh tempat untuk menambatkan hati yang kosong.
Selama bertahun-tahun bersama, aku tidak pernah menyamakan Neil dengan cinta pertamaku. Mereka sama-sama baik, tetapi berbeda. Mencampuradukkan keduanya adalah bentuk ketidaksopanan.
Selain itu, dulu aku bisa merasakan ketulusan Neil. Selama dua tahun pertama yang paling berat, kami saling menopang, kecuali soal anak.
Dia pun memperlakukanku dengan baik. Setiap hari spesial selalu ada hadiah, semuanya sesuai dengan apa yang kusukai. Kadang hanya melihatku melirik sesuatu di mal, dia langsung membelikannya untukku.
Tidak peduli mahal atau murah, asal aku suka, dia akan membelikannya. Dewasa, tampan, dan memesona, aku pun perlahan jatuh. Entah sejak kapan, aku benar-benar menyerahkan hatiku.
Namun, mencintai seseorang yang belum sepenuhnya melupakan masa lalunya adalah sesuatu yang sangat pahit.
Sementara itu, pesan-pesan dari Quela terus berdatangan. Isinya hanya satu hal, tentang betapa besar cinta Neil padanya.
Aku sudah tak tahan. Akhirnya, aku membalas.
[ Kalau Neil yang begitu mencintaimu tahu anak yang dia besarkan selama tujuh tahun ternyata bukan darah dagingnya, menurutmu dia akan bagaimana? ]
Setelah itu, tanpa memberi Quela kesempatan membalas, aku langsung memblokirnya. Aku sudah menyiapkan hadiah balasan untuk semua penderitaan yang Quela beri kepadaku. Begitu aku pergi, seseorang akan menyerahkannya ke tangan Neil.
Kebetulan saat itu juga, notifikasi dari maskapai masuk. Tiga jam lagi penerbangan akan berangkat.
Aku mematikan layar ponsel, menarik koper, dan berjalan ke luar rumah. Sesaat sebelum membuka pintu, aku menoleh sekali lagi.
Lima tahun menjadi pembantu bagi ayah dan anak itu, mungkin adalah hukuman atas niatku yang tidak tulus saat pertama kali masuk ke keluarga ini.
Namun, mulai sekarang tidak lagi. Aku tidak akan pernah lagi mencari sandaran emosional dari seorang pria. Neil dan Wayne akan terhapus satu per satu dari hidupku.
Di dalam pesawat, aku mengirimkan pesan terakhir kepada Neil.
[ Setelah kontrak ini habis, aku nggak akan memperpanjangnya. Jangan lupa tanda tangan. Hubungan kita sudah berakhir! ]
Anda Mungkin Juga Suka





![Sampul Novel MY CEO [Hate & Love]](https://v.melolo.com/b1265344voduse1318177724/9bd52f255001834806832444767/qObBZl5YPRcA.webp!15491.webp)