APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KEMBALI DALAM SENJA

KEMBALI DALAM SENJA

Pernikahan tanpa cinta membuat seorang istri terjebak dalam kepedihan mendalam. Meski selalu berusaha bertahan dan menghormati suaminya, Mas Fairuz justru bersikap dingin serta tidak peduli. Setiap pertanyaan tulus yang ia ajukan selalu dibalas dengan ucapan kasar yang menyayat hati. Hal ini menegaskan bahwa ikatan pernikahan mereka hanyalah beban tanpa kebahagiaan. Di tengah sikap abai sang suami, ia pun harus berjuang sendirian menghadapi kenyataan hidup yang menyesakkan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Hai semua. Bagaimana kabar semua. Yuk terusan baca kisah Zahwa dan Fairus 😍 jangan lupa komentarnya ya dan jangan lupa ikutin terus KEMBALI DALAM SENJA 😍💪

Kala Senja sudah menampakkan dirinya, maka semua makhluk pun akan mengerti bahwa waktu itu mereka harus pulang bahkan sebelum sang Senja datang manusia pun harus kembali di mana tempat ia menjalin kasih dan sayang bersama keluarga.

Senja menjadi keindahan alam yang tidak bisa dipungkiri lagi. Lukisan Sang Pencipta di langit memang sangat menakjubkan, indah dipandang, bahkan kata-kata pun tidak bisa menyamai ciptaan-Nya.

Kala Senja Menampakkan Diri

Burung-burung pulang ke peraduannya dengan memenuhi paruhnya dengan makanan untuk anak-anak yang ada di sarangnya. Semua makhluk akan menyadari Senja akan datang dan Senja juga akan pergi menandakan sang Ratu Malam sudah mulai mengitari bumi dengan sayap-sayap gelapnya membuat malam menjadi dingin dan gelap.

"Zahwa. Suami mu belum pulang?" Tanya Mama membuat lamunanku tentang senja hilang.

"Lagi ngelamun?" Tanya Mama lagi

"Tidak Ma"

"Fairuz belum pulang?"

"Belum Ma. Ini Zahwa lagi menunggunya. Sebentar lagi akan maghrib"

"Hubungi Fairuz dan suruh cepat pulang" seraya berlalu pergi ke ruang tengah.

"Iya Ma" Aku menekan nama Mas Fairuz di layar hp tersambung, namun nada sambung terputus.

"Kenapa dimatikan"

"Mas. Jika pulang malam telpon kami atau sms saja" aku menekan kirim di layar hp. Selang lima detik pesan balasan masuk.

"Y"

Aku terperangah dan tidak percaya Mas Fairuz hanya membalas huruf "Y"

"Tidak apa-apa. Setidaknya Mas Fairuz membalas pesan Zahwa"

Aku pergi ke kamar dan siap-siap melaksanakan sholat maghrib. Sholat maghrib ada tiga roka'at dan setelah sholat maghrib diteruskan sholat ba'diah maghrib.

Menunggu memang bisa membuat orang membosanka. Aku berusaha menghindari itu dengan mengaji dan baca-baca buku. Sebagai pencinta buku aku sangat senang jika sekelilingku penuh dengan buku yang tertata rapi di rak-rak yang berjejer. Intinya Zahwa menyukai peepustakaan dan toko buku, karena di sana banyak ilmu yang bisa di dapat dengan gratis tinggal baca.

Jam sudah menunjukkan 10:25 Mas Fairuz belum juga datang. Ia tidak meninggalkan pesan kenapa harus pulang malam.

Dari ruang keluarga Mama memerhatikanku yang dengan setia masih menunggu Mas Fairuz datang. Sampai-sampai tidak tersadari aku tertidur.

"Zahwa. Semoga kamu menjadi perempuan yang sabar menghadapi Fairuz" batin Mama

"Zahwa"

Aku terbangun terperanjak kaget.

"Ada apa Ma? Apakah Mas Fairuz sudah datang?"

"Biarkan Fairuz. Mungkin dia masih lembur, labih baik kamu tidur saja sekarang di kamar. Fairuz pasti akan pulang. Mama lihat kamu tertidur di sini"

"Tidak apa-apa Ma. Sebentar lagi Mas Fairuz pulang, biar Zahwa menunggunya di sini"

Tidak selang dua menit Mas Fairuz datang. Tidak ada senyum dibibirnya untukku, tapi ketika Mama menyambutnya senyum itu pun mengembang. Zahwa tertunduk lesu.

"Tidak apa-apa. Aku kuat. Zahwa bisa melewati semua ini"

"Mas. Zahwa buatkan teh hangat ya?"

"Tidak usah! Aku sudah minum tadi di rumah Meliana"

Mendengar nama prempuan di sebut aku terkejut dan berusaha melihat di wajahnya.

"Apakah prempuan itu berarti untuknya?"

Tapi Mas Fairuz melewatiku begitu saja tanpa menghiraukan diriku yang berusaha melayaninya dengan baik.

"Tidak apa-apa Nak" kata Mama sambil menepuk bahuku.

"Nanti Fairuz akan menyadarinya kalau kau adalah pelengkap dalam hidupnya"

Mataku berkaca-kaca, bening-bening air ku tahan agar tidak keluar dihadapan Mama. Aku tidak ingin Mama mengetahui begitu tersiksanya hidup tanpa pengakuan sebagai seorang istri oleh suaminya sendiri.

"Apakah sudah sholat isya'?" Tanya Mama lagi.

"Belum Ma"

"Sana sholat isya' dan pergi tidur"

Aku beranjak pergi meninggalkan Mama sendiri di ruang tamu.

Senja sudah pergi dua jam yang lalu. Apakah ketika senja kembali lagi suasana akan seperti ini lagi.

Harapan menjadi istri yang baik pupus sudah karena sikap Mas Fairuz yang mengabaikanku

Biarkan aku menangis dalam diam 😢

***

Kau selalu mendiamiku tanpa ku tahu apa salahku, tapi biarlah sudah. Zahwa sudah pasrah apa maumu dan zahwa juga tidak akan pernah mengejar kasih sayangmu.

Jika Mas Fairuz bisa seenaknya saja padaku, maka aku pun bisa juga sama, jangan sekali-kali meminta bantuan jika itu hanya akan menyakitkan.

Aku berusaha untuk selalu diam, tapi maaf Zahwa tidak serendah dan semudah itu di bodohi dan dibiarkan. Zahwa masih punya hati jugq perasaan makq biarkan saja sekarang terserah maumu Mas.

"Aku tidak akan mengejar kasih sayangmu lagi Mas. Kamu tak membutuhkanku, maka Zahwa juga bisa berbuat hal yang sama"

Pagi-pagi aku bangun dan tidak membangunkan Maz Fairuz seperti biasa yang aku lakukan, karena setiap membangunkannya Mas Fairuz pasti marah-marah. Sekarang Zahwa tidak akan mengurus seperti awal Zahwa berusaha memgurusnya.

"Sahwa akan mempersiapkan apa yang kamu butuhkan Mas, tapi jangan pernah bertanya lagi Zahwa pergi kemana setiap pagi, karena Zahwa sudah mempunyai kehidupan sendiri sama seperti halnya Mas"

Aku pergi keluar kamar meninggalkan Maz Fairuz yang masih tertidur pulas.

"Zahwa"

Langkahku terhenti karena suara Mama yang tiba-tiba.

"Kamu mau kemana Nak sepagi ini?"

"Ma. Bukannya Zahwa sudah meminta izin kepada Mama tadi malam, kalau sekarang Zahwa sudah mendapat pekerjaan mengajar di sekolah Al-Ikhlas yang ada di ujung jalan melati Ma"

"Ya Allah. Mama lupa Nak, tapi harus sepagi ini berangkat?"

"Zahwa mau jalan kaki Ma"

"Loh! Jangan biar nanti Fairuz yang mengantarmu Nak. Jalan bareng sama Fairuz kan searah"

"Tidak Ma. Zahwa tidak ingin merepotkannya"

"Kalau begitu minta antar ke Pak Danu, jangan jalan kaki"

"Ma. Tidak usah"

"Pak Danu....... Pak Danu......"

Pak Danu datang dengan masih memakai sarung dan taqwa serta kopiahnya masih bertengger di atas kepalanya.

"Pak Danu. Tolong antar Zahwa ke-"

"Ma. Tidak usah, zahwa ingin jalan kaki sambil melihat pemandangan dipagi hari. Mama jangan khawatir. Jika nanti Zahwa kesulitan atau ada apa-apa, Zahwa akan segera hubungi Pak Danu untuk menjemputnya. Mama jangan khawatir ya"

"Benar kamu tidak mau diantar Nak?"

"Tidak Ma. Zahwa berangkat dulu. Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam. Hati-hati Nak"

"Iya Ma" aku tersenyum dan terus melangkah keluar gerbang sambil menikmati keindahan pagi serta sepinya jalan, karena orang-orang masih sibuk di rumahnya masing-masing.

Biarlah menjadi momenku, semua cerita dalam hidupku adalah alur kisah perjalananku menemui kebahagiaan bersama keluarga tercintaku.

Aku tidak perduli apa kata mereka, karena bagiku perjuanganku untuk keluarhaku. Ingat hempaskan semua pikiran yang membuat kita terpuruk, biarkan itu semua terjadi, kita jalani jalan tengah tidak mengalah dan tidak maju, melainkan menantangnya untuk terus bergerak maju menuju apa yang audab direncanakan.

Yuk shobat kasih sarannya 😍

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akhir dari Penantianku
9.8
Bertahun-tahun menjalin kasih sering kali menumbuhkan keyakinan bahwa pasangan kita adalah sosok yang paling tepat. Namun, kenyataan hidup berumah tangga terbukti sangat kompleks ketika dua karakter berbeda dipaksa tinggal bersama. Berbagai rintangan terus menguji ketahanan pernikahan mereka hingga badai perselisihan memuncak. Walau telah lama saling mengenal, benturan prinsip yang hebat memicu keretakan fatal yang memaksa perceraian menjadi jalan akhir yang tak bisa dihindari.
Sampul Novel Cerita Penggenjrotan
9.0
Kisah romansa modern ini menyajikan dinamika hubungan yang sangat intens dan eksplisit, khusus bagi pembaca dewasa berusia 18 tahun ke atas. Demi kenyamanan bersama, narasi di dalamnya mengandung konten sensitif sehingga anak di bawah umur sangat dilarang keras untuk mengakses atau membaca buku ini. Pastikan Anda telah memenuhi batasan usia yang ditentukan sebelum menikmati seluruh alur cerita yang disajikan dalam karya ini.
Sampul Novel Cinta di Daun Semanggi
8.4
Tiga tahun lamanya Sindi terbuai asmara terlarang dengan Ronald, pria yang telah beristri. Buta karena cinta, ia mengabaikan logika hingga kini dirinya berbadan dua. Penyesalan terlambat datang, menyisakan kepedihan mendalam. Di tengah bayang-bayang duka masa lalu akibat kehilangan orang-orang terkasih, Sindi kini harus berjuang sendirian. Sanggupkah ia bertahan melewati badai kehidupan ini? Kisah pilu tentang konsekuensi dari sebuah pilihan hati yang keliru.
Sampul Novel Dari Pion Milik Pria, Menjadi Ratu Milik Wanita
9.5
Kania Halim, jurnalis pemberontak, dikhianati oleh kekasih rahasianya, CEO Elang Solehudin. Elang menjadikannya tameng demi melindungi Clara, hingga membiarkan Kania dipenjara dan celaka dalam kecelakaan. Sadar hanya menjadi pion yang dikorbankan, Kania bangkit dari keterpurukan. Ia bertekad menghancurkan hidup Elang, lalu memulai lembaran baru dengan menikahi seorang miliarder lain.
Sampul Novel Ditinggal Nikah Dengan Adikku
8.3
Lysandra hancur saat Vincent, sang mantan, memilih melamar adiknya, Amelia. Statusnya sebagai anak angkat membuat Lysandra kian tersisih. Di situasi sulit ini, Arthur Sterling datang menawarkan pernikahan kontrak demi bisnis dan wasiat sang kakek. Namun, rahasia asal-usul Lysandra yang disembunyikan ayahnya kini terancam terungkap. Akankah Arthur tetap bertahan mendampinginya setelah tahu bahwa sang istri bukanlah putri kandung keluarga Harrison?
Sampul Novel Ibu Susu Bayi Presdir
8.2
Kehidupan Liana berubah total setelah malam misterius lima tahun lalu. Kini, ia terkejut saat menyadari bahwa bos barunya, CEO Ethan Alvaro, merupakan ayah kandung dari putranya, Noel. Meski Ethan tidak mengingat dirinya, rahasia masa lalu perlahan mulai terungkap dan memicu kecurigaan. Liana berupaya menjauh demi melindungi sang anak, tetapi Ethan justru terus mendekat. Akankah kebenaran ini membuat Ethan merebut Noel, atau ia justru menerima Liana kembali?