APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kematian Tragisku Menyadarkan Kakakku

Kematian Tragisku Menyadarkan Kakakku

Saat ajal menjemput akibat mutilasi yang kejam, korban berusaha menghubungi kakaknya demi meminta pertolongan terakhir. Namun, panggilan telepon darurat itu justru disambut dengan kemarahan dan ancaman karena sang kakak lebih mementingkan pesta ulang tahun orang lain. Tanpa sempat menjelaskan situasi mengerikan yang sedang dihadapi, komunikasi diputus sepihak. Kisah tragis dalam novel horor modern ini menyajikan misteri memilukan tentang penyesalan yang terlambat setelah kematian menjemput.
Bab
Bagikan

Bab 3

Kakakku dan Paman Roni saling memandang. Melihat anak laki-laki di hadapan mereka menangis tersedu-sedu, kakakku pun mengerutkan bibir dan tidak tahu harus bagaimana menyampaikan kabar buruk ini padanya.

"Kami baru menemukan mayat wanita yang identitasnya belum diketahui ...." Suara kakakku sangat berat, dibaluti dengan ketidaktegaan.

Kaki anak laki-laki itu melemas, dia hampir jatuh ke lantai dan terus bergumam, "Nggak mungkin, nggak mungkin ...."

Dia dipapah di sepanjang jalan dan pergi melakukan interogasi yang lebih rinci.

Tiba-tiba, ponselnya berdering.

Terdengar suara riang wanita dari sambungan telepon. "Dik, kamu ke mana? Kenapa nggak ada di rumah? Aku naik bus selama dua hari, aku sengaja pulang untuk kasih kamu kejutan."

"Kak! Kukira terjadi sesuatu padamu, aku segera pulang."

Anak laki-laki itu menyeka air matanya, lalu menundukkan kepala untuk mengucapkan terima kasih dan bergegas pulang.

Aku dan kakakku menghela napas lega.

Seiring berjalannya waktu, para detektif yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus di luar pun kembali, tetapi mereka tidak menemukan petunjuk yang bermanfaat.

Kakakku kembali mengerutkan keningnya. Waktu terus berlalu, tetapi tidak ada kemajuan pada kasus ini.

Dua hari kemudian.

Paman Roni menghampiri kakakku dengan cemas.

"Owen, aku merasa ada yang nggak beres. Nala sudah hilang beberapa hari, ini sangat aneh."

Pada dasarnya, kakakku sudah kesal karena mereka tidak menemukan terobosan pada kasus ini. Setelah mendengar namaku, amarahnya pun meluap.

"Guru, sudah kubilang dia baik-baik saja. Sekarang, aku nggak punya waktu untuk mengurusnya. Aku masih harus menemani Yeri. Kalau nggak, aku mungkin nggak bisa menghadiri wisudanya."

Paman Roni sangat khawatir. "Owen, jangan keras kepala. Mungkin Nala dalam bahaya, kalau kamu nggak peduli, biar aku yang cari dia."

Kakakku melambaikan tangannya sambil berkata, "Terserah kamu, pokoknya aku nggak peduli. Lebih baik dia nggak pulang daripada merepotkan aku."

Paman Roni mengumpatnya dari belakang, "Bagaimana bisa aku mendidik bajingan sepertimu?"

Aku bersembunyi di sudut ruangan. Melihat Paman Roni membelaku, aku tanpa sadar meneteskan air mata.

Kak, kapan kamu akan percaya bahwa aku tidak baik-baik saja?

Begitu kakakku keluar, ponselnya berdering.

"Halo, apa kamu adalah kakaknya Nala? Aku adalah dosen pembimbingnya. Ada sedikit masalah dengan skripsinya, tapi aku nggak bisa menghubunginya, bisakah kamu ...."

Sebelum dosen pembimbingku selesai berbicara, kakakku sudah menyelanya dengan kesal, "Aku mana tahu dia pergi ke mana? Jangan ganggu aku. Hidup atau matinya, nggak ada hubungannya denganku."

Setelah berkata demikian, dia mengakhiri panggilan dengan kesal.

Saking marahnya, wajah kakakku memerah. Dia mengeluarkan ponsel untuk mengirimiku pesan.

"Kamu sudah puas berulah? Kalau kamu nggak muncul di wisuda Yeri, kamu akan menyesal!"

Air mataku pun mengalir.

Kak, aku bukannya tidak muncul ....

Aku sudah dua hari berbaring di ruang otopsi sebelah!

Kapan kamu akan menyadari bahwa itu adalah aku? Kapan kamu akan mendengarkan Paman Roni?

Saat ini, Yeri masuk ke kantor dengan membawa kotak makan.

Mata kakakku bersinar, dia menghampiri Yeri dengan senyuman hangat.

"Yeri, kenapa kamu datang?"

Yeri tersenyum manis padanya. "Aku mengkhawatirkan Kak Owen, aku datang mengantarkan makanan lezat untukmu."

Kakakku mengusap kepalanya dengan penuh kasih sayang. "Yeri memang baik, nggak seperti bocah nakal itu, hanya tahu merepotkanku saja."

Mata Yeri berkaca-kaca.

Kakakku langsung panik dan bertanya dengan cemas, "Ada apa? Yeri, siapa yang menindasmu?"

Yeri menggigit bibirnya dan tampak sangat menyedihkan. "Tadi, aku bertemu Kak Nala di jalan. Aku ingin menyapanya, tapi dia malah mendorongku dan melemparkan liontin ini padaku. Dia juga bilang nggak ingin berurusan denganku lagi."

Kakakku menundukkan kepala, lutut Yeri memerah dan membengkak.

Dia mengeluarkan ponselnya untuk meneleponku sambil mengumpat dengan penuh amarah, "Dasar nggak tahu diuntung!"

Melihat liontin itu, Paman Roni segera merampasnya. "Kamu bilang Nala baru melemparkan ini padamu?"

Yeri seolah-olah ketakutan, dia mengangguk sambil bersembunyi di belakang kakakku.

"Paman Roni, sudah kubilang dia baik-baik saja, kamu masih nggak percaya. Beraninya dia mendorong Yeri, aku akan membuat perhitungan dengannya."

Paman Roni menggelengkan kepalanya dengan serius, "Nggak mungkin, Nala pakai liontin ini sejak kecil. Ini satu-satunya barang yang ditinggalkan ibumu untuknya, dia sangat menyayangi liontin ini, dia nggak mungkin membuangnya begitu saja."

Kakakku menyalakan pengeras suara. "Dengar, dia akan segera menjawab telepon."

Hal yang mengejutkan adalah kali ini, panggilannya tersambung.

Kakakku langsung berseru, "Nala, datang ke kantorku sekarang juga. Beraninya kamu melukai Yeri, kamu sudah bosan hidup?'

Orang di ujung lain telepon terdiam sejenak sebelum berkata, "Kak Owen, ini ponsel yang kami temukan di tempat kejadian."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B78976" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B78976
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Disekap Wanita Yang Menginginkan Suamiku
8.9
Niat Laras menyelamatkan diri dari rumah justru berujung petaka ketika ia dan ketiga anaknya diculik sopir travel. Di tempat penyekapan yang kejam, ia harus kehilangan salah satu buah hatinya. Tragedi memilukan ini menyalut dendam mendalam, memicu tekadnya membongkar dalang serta motif di balik aksi keji ini. Kini, Laras harus berjuang demi menyelamatkan anak-anaknya yang tersisa sekaligus meloloskan diri dari ancaman maut yang mengintai.
Sampul Novel Gita Sukma : Lagu Dari Jiwa
9.4
Narendra Wilaga tak bisa lepas dari jerat melodi mistis yang mengusik hidupnya. Alunan magis itu membimbingnya menemui kembali Oceana Bluesha, sosok masa lalu yang menyimpan rahasia besar. Pertemuan tersebut membuka tabir takdir mereka, memicu penyembuhan luka lama sekaligus memulai petualangan penuh bahaya demi memburu pusaka gaib. Kini, keduanya harus menghadapi misteri semesta demi menentukan masa depan mereka.
Sampul Novel Kasih Sayang Yang Datang Terlambat
9.7
Sebuah hukuman kejam berujung maut. Akibat anak dari wanita idaman ayahnya pingsan karena dehidrasi, sang protagonis dituduh bersalah dan dikurung di dalam bagasi mobil yang gelap. Sang ayah yang murka mengabaikan tangisannya dan melarang siapa pun membebaskannya. Terjebak di garasi sunyi tanpa ada yang mendengar jeritannya, ia perlahan meregang nyawa. Ketika sang ayah akhirnya kembali setelah tujuh hari untuk melepaskannya, ia tidak menyadari bahwa putrinya telah tewas dalam kesendirian.
Sampul Novel KUNCI LATHI
8.7
Azalia terbangun tanpa memori sedikit pun tentang masa lalunya. Satu-satunya petunjuk yang tersisa hanyalah kepingan mimpi buruk yang terasa begitu nyata dan mengerikan. Kehilangan identitas secara misterius memaksa gadis ini hidup dalam ketakutan yang mencekam. Kini, di tengah kegelapan yang terus mengepung, ia harus berjuang keras mencari jawaban. Mampukah ia mengungkap kebenaran di balik jati dirinya yang hilang dan lolos dari jeratan teror yang tiada henti?
Sampul Novel MEMBUAT AZAB
9.5
Dalam kisah misteri ini, keberhasilan seseorang justru memicu malapetaka mengerikan akibat rasa iri yang tak terkendali. Dendam dan kecemburuan mendalam atas pencapaian sesama berubah menjadi kekuatan gelap yang mengancam nyawa secara fatal. Bagaimana sebuah kesuksesan bisa mengundang teror mematikan? Bersiaplah mengungkap misteri di balik kebencian ekstrem yang melampaui batas logika manusia, di mana setiap prestasi yang diraih menjadi awal dari petaka yang mengintai.
Sampul Novel Pemburu Darah Perawan
9.7
Demi keluar dari kemiskinan, Japri menjalani ritual pesugihan di Karang Nini. Meski menjadi kaya raya, ia harus menumbalkan darah perawan setiap Selasa Legi. Kewajiban kelam ini kini diwariskan kepada putra tunggalnya, Indra, sesuai perjanjian gaib mereka. Terjebak dalam kutukan tersebut, Indra kini menghadapi situasi pelik saat ia hampir melanggar pantangan sakral yang dapat merenggut nyawa serta seluruh harta bendanya.