APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kematian Tragisku Menyadarkan Kakakku

Kematian Tragisku Menyadarkan Kakakku

Saat ajal menjemput akibat mutilasi yang kejam, korban berusaha menghubungi kakaknya demi meminta pertolongan terakhir. Namun, panggilan telepon darurat itu justru disambut dengan kemarahan dan ancaman karena sang kakak lebih mementingkan pesta ulang tahun orang lain. Tanpa sempat menjelaskan situasi mengerikan yang sedang dihadapi, komunikasi diputus sepihak. Kisah tragis dalam novel horor modern ini menyajikan misteri memilukan tentang penyesalan yang terlambat setelah kematian menjemput.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Halo? Yeri, kamu kangen Kakak?"

Kakakku langsung tersenyum lembut. Tanpa perlu dipikirkan pun, aku tahu Yeri Wijaya yang meneleponnya.

Kakak yang dulu sangat menyayangiku dan selalu memberikan yang terbaik untukku, kini hanya peduli dengan adik angkatnya yang munafik dan bermuka dua itu.

"Yeri, tunggu Kakak. Setelah selesai bekerja, Kakak segera pulang untuk menemanimu .... Oke, aku tahu. Aku bisa jaga diri."

Kakakku terus mengoceh. Entah apa yang dikatakan Yeri, nada bicaranya tiba-tiba berubah dingin. "Tenang saja, aku akan membuat Nala mengakui bahwa dia menjiplak skripsimu. Kalau dia nggak mau mengaku, aku akan memukulnya sampai dia mengaku."

"Oke, Yeri, jangan sedih. Tunggu aku di rumah. Sekarang, kondisi di luar nggak aman, kamu harus mengabariku setiap keluar rumah."

Mendengar kata-kata lembut yang diucapkan oleh kakakku, aku terkekeh dalam hati.

Jelas-jelas, dia adalah kakakkku. Namun, dia lebih memercayai omongan adik angkatnya daripada adik kandungnya?

Dia menjiplak skripsiku! Kenapa kamu tidak memercayaiku?

"Omong-omong, Kak, Minggu malam jangan lupa datang. Aku sudah menyiapkan kejutan untukmu."

Terdengar suara manis Yeri dari ujung lain telepon.

Tiba-tiba, aku mempunyai firasat buruk. Aku segera mengguncang lengan kakakku dengan panik. "Jangan, jangan pergi. Kak, Yeri ... dia gila!"

Namun, kakakku bahkan tidak dapat merasakan kehadiranku.

Dia hanya tersenyum lembut, matanya dipenuhi dengan kasih sayang. "Jangan khawatir, aku akan segera menyelesaikan kasus ini dan pulang untuk menemanimu."

Setelah mengakhiri telepon, kakakku menatap Paman Roni yang masih mengerutkan kening.

Dia tersenyum pada Paman Roni sambil berkata, "Ya sudah, Guru. Aku akan pergi memeriksa jasad korban lagi, mungkin bisa menemukan petunjuk. Tenang saja!"

Paman Roni menghentikannya. "Tunggu sebentar. Aku baru menelepon Nala, tapi nggak ada yang menjawab. Coba telepon dia, dia pasti akan menjawab teleponmu."

Kakakku melambaikan tangannya dengan acuh tak acuh. "Aku sibuk, nggak punya waktu untuk mencarinya."

Melihatnya menolak dengan kukuh, Paman Roni pun menghela napas dengan tidak berdaya.

Kakakku kembali ke ruang otopsi dan berdiri di depan jasadku lagi.

Dia memejamkan mata sambil menarik napas dalam-dalam. Setelah mempersiapkan diri untuk cukup lama, dia mengenakan sarung tangan untuk melakukan pemeriksaan yang lebih detail.

Tiba-tiba, tatapannya berubah tajam, dia menggenggam erat tanganku.

Jantungku berdebar kencang.

Akhirnya, dia menyadari bahwa itu adalah jasadku?

Ada bekas luka berbentuk bulan sabit di bagian pergelangan tanganku. Semasa kecil, kami pernah tersesat di pegunungan dan tanganku tidak sengaja tergores ranting pohon.

Saat itu, kakakku merasa sangat bersalah. Dia membalut lukaku dengan sapu tangannya dan menggendongku pulang.

Meskipun bekas luka itu sudah memudar, ia adalah kenangan yang berharga bagiku.

Aku yakin setelah melihat bekas luka itu, kakakku akan langsung mengenaliku.

Namun, saat ini, bibiku menelepon.

"Owen, di mana Nala? Dia nggak menjawab telepon, juga nggak membalas pesan?"

Bibiku adalah satu-satunya kerabat yang masih peduli dengan aku setelah orang tuaku meninggal. Ketika teringat padanya, aku pun merasa sedih.

Kakakku menjawab dengan nada kesal, "Bibi, abaikan saja dia. Sekarang, dia makin semena-mena, dia nggak hormati siapa pun."

"Aduh, apa apa dengan kalian berdua? Owen, bukannya Bibi ingin mengataimu. Nala tahu kamu sakit lambung, dia belajar dari ahli gizi dan memasak untukmu. Bagaimanapun, Yeri hanyalah orang luar ...."

Bibi mencoba untuk membujuk kakakku.

Namun, kakakku malah menyela bibiku dengan kesal, "Bibi, jangan bandingkan dia dengan Yeri. Orang sepertinya sangat jahat dan suka berbohong. Sekarang, dia pasti sedang berulah, sengaja sembunyi dan menghilang. Aku nggak punya waktu untuk meladeninya."

"Ya sudah, Bibi. Aku sangat sibuk, aku kerja dulu."

Sebelum bibiku menjawab, kakakku sudah mengakhiri panggilan.

Mungkin karena mendengar orang lain menyebutku lagi, dia hanya melirik pergelangan tanganku dan melepaskan sarung tangannya dengan kesal.

Alhasil, kakakku melewatkan kesempatan untuk mengidentifikasi jasadku.

Tiba-tiba, terdengar kebisingan dari luar.

Kakakku keluar dan melihat seorang anak laki-laki yang terlihat seperti siswa SMA menangis tersedu-sedu.

"Tolong bantu aku menemukan kakakku. Kakakku hilang ..." kata anak laki-laki itu dengan terisak-isak dan putus asa.

Ekspresi kakakku berubah serius. "Nak, jangan panik. Jelaskan pelan-pelan, sebenarnya apa yang terjadi?"

"Tahun ini, kakakku berumur 21 tahun. Dia bekerja di luar kota, tapi dia sudah beberapa hari nggak bisa dihubungi, " kata anak laki-laki itu dengan terbata-bata.

"Kakakku adalah satu-satunya kerabatku di dunia ini, kumohon pada kalian. Kalian harus membantuku menemukannya!" Setelah menjelaskan, emosi anak laki-laki itu makin tidak terkenali, bahkan aku pun tidak tega melihatnya.

Kakaknya menghilang selama dua hari, dia sangat cemas dan khawatir.

Aku sudah menghilang selama empat hari, kakakku malah menyalahkanku dan mengatakan bahwa aku sedang berulah.

Aku memejamkan mataku dan menyadari bahwa aku sudah tidak bisa menangis lagi.

Kakakku yang sangat menyayangiku dulu sudah tiada.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Aku dan Cinta Pertamanya
9.2
Saat hamil sembilan bulan, seorang wanita disandera di atap gedung. Di kehidupan lalu, ia memohon suaminya yang merupakan kepala penyelamat untuk datang. Meski selamat, cinta pertama suaminya tewas terbakar, memicu dendam sang suami yang tega menusuknya dan bayi mereka hingga tewas saat melahirkan. Begitu terbangun kembali di hari penyanderaan maut tersebut, ia memilih tidak memohon bantuan lagi. Kali ini, ia membiarkan suaminya pergi menyelamatkan cinta pertamanya tanpa menahan mereka.
Sampul Novel Ganti Rugi Nyawa Putriku
9.6
Setelah tewas terbakar akibat aksi balas dendam suaminya yang murka atas kematian sang mantan kekasih dalam kecelakaan pesawat, seorang ibu mendapat kesempatan kedua. Ia terbangun tepat di hari putri mereka mengalami serangan jantung. Namun kali ini, sang suami yang bekerja di menara kontrol bandara sengaja memutus komunikasi dengannya. Ketika pria itu menyadari keputusan egoisnya justru merenggut nyawa putri kandung mereka sendiri, penyesalan mendalam mulai menghancurkan akal sehatnya.
Sampul Novel Lawon Abang (Kafan Merah)
9.4
Mbah Karso didera dendam hebat usai Mawar, cucunya yang bermata merah, tewas mengenaskan di tebing akibat kejaran dan fitnah warga Ledokombo. Demi membalas kematian keji sang cucu, ia nekat membangkitkan iblis kuno bernama Nyai Larapati yang telah lama tertidur. Jasad Mawar yang tak bernyawa pun dipaksa bangkit kembali untuk mengobarkan aksi balas dendam berdarah tanpa ampun, menyasar seluruh penduduk desa yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.
Sampul Novel Perempuan dan Kuasanya
8.2
Setelah suaminya menyebarkan video persalinannya ke situs terlarang, hidup wanita ini hancur akibat perundungan siber. Upaya hukum orang tuanya justru berakhir tragis dengan kematian mereka akibat ditabrak oleh pihak tergugat. Di tengah kondisi fisik yang lemah, ia diusir mertua dan suaminya pada tengah malam, lalu disiksa hingga tewas oleh sekelompok orang kejam. Jasadnya dikubur diam-diam di gunung terpencil oleh sang suami. Namun, maut bukanlah akhir. Ia tiba-tiba terbangun kembali di hari pertama ia melahirkan anaknya.
Sampul Novel Rumah Kosong Di Dusun Angker
8.2
Misteri kelam menyelimuti rumah tua berberingin di ujung Dusun Sentani. Teror Hantu Gaun Merah dan bisikan gaib kian mencekam setelah beberapa warga tewas secara misterius. Saat pulang ke kampung halamannya bersama sang kekasih, Clara justru dihadapkan pada penolakan penduduk serta berbagai kejadian ganjil. Kini, ia terjebak di antara kutukan desa dan rahasia masa lalu. Mampukah Clara membongkar semua kebenaran di balik rumah angker itu?
Sampul Novel Sang Penjelajah Malam
9.7
Demi konten media sosial, Arya, Rendy, Putra, Deny, dan Ryan nekat mendaki gunung angker. Namun, ekspedisi ini berubah menjadi petualangan penuh teror mistis yang mengancam nyawa. Di tengah situasi berbahaya, persaingan memperebutkan seorang gadis memicu konflik internal hingga mengubah kepribadian mereka. Berbekal kemampuan yang minim, kelima pemuda ini harus menguak misteri besar. Mampukah mereka bertahan dari ancaman gaib saat berbagai masalah baru terus berdatangan?