APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kelakuan Suami dan Ibu Mertuaku di Balik Pintu

Kelakuan Suami dan Ibu Mertuaku di Balik Pintu

Mengetahui bahwa anak yang disayanginya selama ini merupakan hasil hubungan sedarah, sementara darah dagingnya sendiri telah meninggal secara mengenaskan, tidak membuat wanita ini menyerah pada keterpurukan. Alih-alih hancur, ia memilih bangkit dengan tekad membara untuk menuntut keadilan. Langkah pembalasan dendam pun dimulai dengan menyeret sang ibu mertua ke balik jeruji besi dan menelanjangi semua kebusukan suaminya di hadapan publik, sebelum ia melangkah pergi memulai lembaran hidup yang baru.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Apa?! Ibu mertuamu tidur dengan kalian tadi malam?!"

"Jangan keras-keras."

Aku kaget mendengar teriakan sahabatku dan buru-buru mengingatkannya.

Lalu mengangguk tak berdaya.

Sahabatku tampak terguncang, tapi aku merasa ini masalah yang tidak terlalu besar.

"Apa? Jelas ada yang nggak beres. Mereka memang ibu dan anak, tapi sudah setua itu, masa masih tidur bersama?"

"Tapi, suamiku sangat baik kepadaku."

"Rana, jangan percaya! Siapa tahu ibu mertuamu itu nggak baik!"

"Iya, aku tahu."

Meski berkata demikian, pikiranku spontan teringat pada saat suamiku memeluk ibunya di tempat tidur tadi malam.

Sesampainya di rumah, ibu mertuaku sudah menyiapkan makanan.

Melihat meja penuh hidangan dan ibu mertuaku yang memanggilku untuk segera makan siang, aku merasa sedikit bersalah.

Suamiku belum pulang. Ibu mertuaku meluangkan waktunya untuk memasak untukku, bahkan sebagian besar di antaranya makanan kesukaanku. Tapi aku diam-diam mencurigainya.

"Mama harusnya nggak usah masak banyak-banyak."

"Nggak apa-apa Rana, Bhaskara sudah terbiasa begini. Aku punya waktu. Kamu harus berangkat kerja lagi nanti."

Kami sudah setengah jalan makan saat suamiku pulang.

Ibu mertuaku buru-buru meletakkan sendoknya dan pergi ke pintu untuk menyambut. Suamiku menyerahkan jaketnya kepada ibunya seperti sudah sangat terbiasa. Pemandangan ini menyerupai perilaku pasangan suami istri.

Aku menggelengkan kepala, mencoba menghilangkan pikiran yang macam-macam dari otakku.

Suamiku mengusap rambutku sebelum duduk di sampingku. Ekspresi ibu mertuaku masih tetap sama.

Tapi aku tetap dapat merasakan suatu kejanggalan.

Aku berniat membeli kamera pengintai nanti, agar bisa tenang dan tidak curiga sepanjang waktu.

Setelah makan siang, Suamiku mencuci piring bersama ibunya.

Dia menyuruhku tidur siang karena aku harus pergi ke kantor lagi nanti.

Hatiku berbunga-bunga mendengarnya. Sebahagia itu hingga aku terlupa akan sikap aneh ibu mertuaku dan tidur siang dengan nyenyak.

Di tengah tidurku, aku dibangunkan oleh suara notifikasi pesan di ponselku.

Aku pun bangun dan pergi ke toilet, tetapi ternyata suami dan ibu mertuaku tidak ada di ruang tamu.

Saat aku ingin memanggil, suara-suara aneh keluar dari kamar ibu mertuaku. Aku berjalan mendekat. Pintu kamar tertutup, tapi rumah kami tidak terlalu kedap suara. Aku menempelkan telinga ke pintu.

Aku mendengar suara-suara di dalam ruangan, terputus-putus.

"Ahhh ... mmm ... lebih keras ...."

Seluruh tubuhku seperti tersengat listrik. Suara ini jelas erangan kenikmatan, tapi ibu mertuaku sudah kehilangan suaminya sejak lama. Aku lalu teringat bahwa suamiku juga entah di mana. Aku pun menutupi mulutku dan kembali ke kamar.

Melihat ponsel di tempat tidur, aku segera sadar.

Cepat-cepat mengirim pesan kepada suamiku.

"Kamu sudah berangkat? Aku baru bangun, kamu nggak ada."

Aku sedikit cemas menunggu balasan suamiku, tapi aku juga tahu bahwa aku tidak boleh terburu-buru. Aku tidak ingin salah paham.

"Iya, aku sudah minta Mama bilang ke kamu. Ada apa?"

Setelah menerima balasan ini, kepanikan dalam hatiku mereda.

Batu yang mengganjal di hatiku juga terangkat.

"Kenapa? Baru sebentar saja sudah kangen?"

Melihat kata-kata suamiku di layar ponsel, aku tidak bisa menahan tawa.

Aku pura-pura tidak terjadi apa-apa dan membalas pesan tersebut. Di saat yang sama, aku juga menantikan kompensasi dari suamiku malam ini.

"Kamu harus menebusnya malam ini."

"Tenang, Sayang, aku sudah siap. Sampai jumpa nanti malam."

"Sampai jumpa nanti malam."

Setelah mengobrol dengan suamiku, aku teringat suara yang kudengar dari kamar ibu mertuaku. Lupakan saja, ini urusan pribadinya.

Aku juga merasa tidak perlu berkomentar apa-apa, tapi rasanya tidak baik kalau ibu mertuaku sering membawa laki-laki ke rumah seperti ini. Suamiku juga berkata bahwa dia meminta ibunya untuk membangunkanku.

Aku tidak bisa memahaminya, tapi demi menghindari rasa malu, aku diam-diam pergi.

Saat melewati kamar ibu mertuaku, aku tidak menyangka suaranya semakin keras.

Wajahku spontan merona merah. Sebagai seorang wanita, aku saja merasa kalau suara erangannya lumayan memikat. Belum lagi isi kata-katanya.

"Mmm ah ... mmm aku mencintaimu .... Lebih keras ... Ahh ...."

Rasa panas di wajahku mereda sedikit setelah aku keluar.

Aku bahkan lupa soal memasang kamera pengintai. Aku baru ingat saat ditelepon teknisi yang hendak memasang di sore hari.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Sahabat dan Cinta
9.5
Lima tahun bersahabat sejak SMP, hubungan erat Rania, Ray, dan Gia kini menghadapi ujian berat di kelas tiga SMK. Di tengah kepungan tawa dan air mata khas remaja, perasaan cinta yang lama terpendam mulai mengusik kebersamaan mereka. Mitos bahwa persahabatan lawan jenis tak pernah murni tanpa rasa asmara seolah menjadi nyata. Kini, mereka dihadapkan pada pilihan sulit: menyatakan cinta dengan risiko merusak geng, atau tetap diam selamanya.
Sampul Novel Cinta di Jalur Cepat
7.8
Nayla rela menikahi Deddy yang koma demi balas budi masa lalu. Setelah sembuh, Deddy justru menceraikannya demi cinta pertamanya. Meski kerap dihina, Nayla sebenarnya sosok luar biasa: peretas jenius, pembalap tangguh, dan dokter ahli. Saat penyesalan datang dan Deddy memohonnya kembali, seorang CEO tampan tiba-tiba muncul dan mengklaim Nayla sebagai istrinya. Nayla pun terkejut di tengah perjuangan membuktikan jati dirinya.
Sampul Novel CINTA MASA MUDA (YOUNG LOVE)
8.8
Hubungan asmara sepasang mahasiswa yang awalnya intim dan penuh gairah perlahan berubah menjadi obsesi beracun akibat sikap posesif serta pengkhianatan sang pria. Merasa terkekang, sang wanita bertekad melepaskan diri dari cinta pertamanya itu demi menemukan kembali jati diri dan kemandiriannya. Sarat adegan dewasa, kisah ini menggambarkan perjuangan batin yang emosional untuk bebas dari ketergantungan cinta yang menyakitkan.
Sampul Novel Ibu Susu dari Desa
8.2
Kisah dalam novel modern ini berpusat pada seorang janda muda yang kehidupannya berubah setelah dibeli oleh seorang pemburu desa dengan uang senilai empat juta. Awalnya, pria kasar tersebut menegaskan bahwa tugasnya hanyalah menjadi ibu susu bagi putranya yang masih kecil. Namun, situasi di dalam rumah tangga baru ini segera bergeser. Alih-alih sekadar membantunya melancarkan ASI, sang pemburu justru mulai merebut jatah makanan anaknya sendiri setiap malam tiba.
Sampul Novel Istriku Sibuk, Hatiku Kosong
8.2
Rumah tangga Damien terasa hampa sejak Nadine Larasati naik jabatan. Nadine kini jarang pulang dan kerap menolak suaminya karena lelah bekerja. Sebagai pria berpenghasilan lebih rendah, Damien pun terpaksa mengurus rumah sepenuhnya. Namun, kecurigaan mulai muncul saat istrinya tiba-tiba membawa seorang asisten rumah tangga muda ke rumah mereka. Kehadiran gadis misterius tersebut membawa firasat buruk yang membuat hati Damien kian gelisah dan sesak.
Sampul Novel Kasih Tak Sampai
9.2
Selama sepuluh tahun, Zed menyimpan dendam membara karena saudara laki-laki mantan kekasihnya telah menyiksa dan membunuh adiknya. Sang kakak kini dikurung di rumah sakit jiwa setelah dipukuli hingga cacat mental, sementara sang protagonis terjebak di sisi Zed tanpa jalan keluar. Menghadapi depresi, keguguran, dan tumor, ia menderita hingga ajal menjemput. Saat keinginan Zed agar seluruh keluarganya mati akhirnya terkabul, sebuah gundukan makam baru yang kecil muncul tepat di sebelah nisannya.