APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku

Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku

Setelah disiksa hingga tewas oleh penculik demi melindungi ayahnya, seorang gadis malang harus menerima kenyataan pahit bahwa ayahnya justru sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya. Panggilan telepon terakhirnya diabaikan dengan penuh kebencian. Keesokan harinya, jenazahnya ditemukan di depan kantor polisi dalam kondisi mengenaskan. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli forensik memimpin langsung proses otopsi jasad putrinya sendiri tanpa menyadari identitas korban yang sangat ia benci.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku punya bekas luka besar di belakang telinga kiriku. Itu adalah bekas luka bakar saat kecil.

Ayahku menyeka debu di telinga, berusaha untuk mencari sesuatu, tetapi tidak ada.

Aku baru ingat, orang itu memotong semua bagian tubuhku yang punya bekas luka dan tahi lalat.

"DNA korban telah diekstraksi. Segera diperiksa dan pastikan identitas korban," instruksi ayahku kepada asistennya. Kemudian, dia kembali ke ruang kantor.

Begitu ayahku duduk, seseorang tiba-tiba menyerbu masuk. Orang itu adalah bibiku. "Kak, kemarin aku menunggu Candice semalaman. Tapi, dia nggak menjawab teleponku. Kamu bisa telepon dia nggak?"

Aku bisa melihat bibiku membawa kue. Itu adalah kue stroberi kesukaanku. Sayangnya, aku tidak berkesempatan untuk memakannya lagi.

Ketika mendengar namaku, wajah ayahku langsung menjadi suram. "Mana aku tahu dia ke mana. Ngapain kamu beli kue kasih dia? Dia yang membunuh ibunya. Dia nggak pantas dibelikan kue."

Sejak ibuku meninggal, hanya Bibi yang memperlakukanku dengan baik. Namun, Ayah melarangku dekat dengan Bibi. Dia bilang aku pendosa sehingga tidak pantas diperlakukan dengan baik.

Saat mendengar nada bicara ayahku yang marah, Bibi menjadi agak panik. "Kamu sudah membenci Candice selama 10 tahun. Masa masih belum cukup? Dia putri kandungmu. Dia juga kasihan karena kehilangan ibunya saat masih kecil!"

"Memangnya aku yang membuatnya kehilangan ibu? Kerakusannya yang telah membunuh ibunya! Seharusnya dia yang mati waktu itu!" Leher ayahku sampai memerah saking emosinya.

"Pokoknya aku nggak mau dengar apa pun soal dia. Kamu nggak usah cari aku juga. Putriku cuma Monica!"

Monica pintar dan ramah. Dia selalu tersenyum saat mengobrol dengan siapa pun. Ayahku sangat menyayanginya. Namun, dia tidak tahu bahwa di balik senyuman itu tersembunyi sesosok siluman!

Bibi masih ingin berbicara, tetapi Ayah sudah menyelanya, "Sudah, jangan dilanjutkan lagi. Dia cuma binatang yang nggak punya hati nurani. Kalau nggak, dia seharusnya mati sejak awal."

Usai mengatakan itu, ayahku berbalik untuk pergi. Ketika menatap punggung ayahku yang dingin, hatiku bak disayat pisau. Air mataku tak kuasa menetes.

Sementara itu, bibiku masih mencoba mengirim pesan kepadaku. Dia menyuruhku untuk tidak berkeliaran. Semua itu nggak ada gunanya karena aku tidak bisa menerima pesan dari siapa pun lagi.

Di bawah ikatan tak kasatmata, rohku mengikuti ayahku pulang.

"Ayah, kamu sudah pulang." Begitu ayahku duduk, Monica langsung menyodorkan segelas air hangat untuknya.

Ayahku menerima gelas itu dan mengelus kepala Monica dengan senang. "Terima kasih. Kamu memang putri terbaik."

Aku bisa melihat, wajah Ayah yang tadinya lelah menjadi lebih bersemangat setelah melihat Monica. Hal ini membuatku teringat pada sesuatu.

Suatu hari, ayahku demam dan hanya bisa berbaring di ranjang. Aku menerjang badai pada pukul 3 dini hari demi membelikannya obat.

Ketika aku membawakan obat untuknya, dia langsung mengusirku dan memakiku sok baik. Sungguh perlakuan yang berbeda.

Tidak peduli betapa perhatian aku padanya, ayahku tetap akan membenciku. Di hati ayahku, hanya Monica putrinya. Aku selalu salah di matanya.

"Maaf, Monica. Ayah terlalu sibuk sampai melewatkan ulang tahunmu," ucap ayahku dengan wajah menyesal.

Monica pun menggeleng sambil tersenyum. "Nggak apa-apa, Ayah. Aku tahu kamu sibuk. Ayah, kita cari Kakak yuk. Dia juga suka makan kue."

Monica hanya berpura-pura peduli padaku. Seketika, ekspresi ayahku yang dipenuhi kasih sayang berubah menjadi dipenuhi amarah.

"Ngapain bahas dia? Aku justru berharap dia nggak pulang lagi. Mati saja di luar sana. Monica, kita anggap saja dia sudah mati. Pokoknya kamu satu-satunya putriku."

Monica menahan kegembiraannya. Dia membenamkan wajahnya di pelukan ayahku dan diam-diam menyunggingkan senyuman licik. Setiap kali dia berhasil memfitnahku dan aku dimarahi, dia akan tersenyum seperti itu.

Ayahku mengeluarkan sebuah kue kecil. "Ulang tahunmu jadi nggak seru karena Ayah terlalu sibuk. Nah, ini kompensasi dari Ayah. Kamu paling suka makan kue stroberi, 'kan?"

Monica mencicipinya dan mengatakan rasanya tidak enak. Dia mengeluh karena Ayah tidak tahu kue favoritnya.

Nada bicara Monica agak kasar, tetapi ayahku malah tersenyum lebar. Aku benar-benar iri melihat Monica bisa bertingkah manja dan merajuk seperti ini. Tidak sepertiku yang tidak bisa mendapat sedikit pun kasih sayang, padahal aku tidak melakukan kesalahan apa pun.

Tiba-tiba, ayahku mengeluarkan kalung anak-anak dari sakunya. Begitu melihat kalung itu, aku langsung menangis.

Itu adalah kalung yang dipakaikan ibuku kepadaku. Setelah Ibu meninggal, aku akan mengeluarkan kalung itu jika merindukannya. Namun, Ayah bilang aku tidak pantas memiliki kalung itu. Dia lantas merebutnya dariku. Aku memintanya berkali-kali, tetapi dia bilang akan memberikannya kepadaku kalau aku mati.

Siapa sangka, dia malah memberi kalung itu kepada Monica. Aku terus berteriak di samping, memintanya untuk tidak diberikan kepada Monica. Namun, aku hanya bisa menyaksikan kalung itu dipakaikan ke pergelangan tangan Monica.

Sesuatu yang tidak bisa kudapatkan malah didapatkan Monica dengan begitu mudah. Aku meringkuk di pojok, memeluk diri sendiri sambil menangis.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DIGILIR PREMAN (Istriku Dibawa Kabur)
9.7
Hidup Jovan hancur seketika saat keluarga dan harga dirinya direnggut. Lewat petunjuk dari sebuah surat misterius, ia terseret ke dalam pusaran dendam masa lalu yang kelam. Demi melacak keberadaan istrinya yang hilang misterius, Jovan harus bangkit dan melampaui batas kemampuannya saat melarikan diri. Inilah perjuangan keras seorang pria demi mengungkap kebenaran pahit di balik pengkhianatan besar yang telah merusak seluruh hidupnya.
Sampul Novel Ibu Meninggal, Suami Sibuk dengan Mantan
8.0
Saat ibu mertuanya terkena serangan jantung, Nova segera menghubungi suaminya yang merupakan dokter kardiologi. Namun, sang suami justru menuduh Nova berbohong dan memilih menemani mantan kekasihnya. Tragedi terjadi saat sang ibu wafat di meja operasi sementara suaminya pergi ke konser. Ketika pulang dan melihat Nova memeluk kotak abu, ia justru murka dan menuduh Nova bersandiwara demi menarik perhatiannya. Kisah novel modern bergenre misteri ini mengupas kehancuran rumah tangga yang tragis.
Sampul Novel Pembalasan Saudara Kembar
7.9
Terpisah sejak kecil akibat kecelakaan tragis yang menewaskan orang tua mereka, Angel dan Tiara kembali terhubung lewat media sosial. Namun, pertemuan ini berujung duka saat Tiara tewas mengenaskan. Di sisa napas terakhirnya, Tiara memohon agar Angel membalaskan dendamnya pada para pelaku. Kini, Angel harus mempertaruhkan nyawa demi membongkar konspirasi kejam di balik kematian saudara kembarnya dan menuntut keadilan.
Sampul Novel Putri Bayangan Dari Keluarga Terkenal
9.7
Keluarga Ahn mendominasi Korea Selatan lewat imperium medis dan bisnis Ahn Group yang dipimpin Daejin Ahn bersama sang istri, Minseo Hwang. Di balik kesuksesan tiga putri mereka, Serena, Hara, dan Elira yang selalu menjadi pusat perhatian publik, tersimpan sebuah misteri besar. Yura, putri bungsu berumur lima tahun, sengaja disembunyikan rapat-rapat dari dunia luar. Ada rahasia kelam yang terkubur dalam-dalam di balik kemegahan dan kemewahan dinasti kaya raya ini.
Sampul Novel Rumah Sakit Itu Memakan Korban Jiwa
9.6
Sebuah rumah sakit misterius di kota terpencil yang sunyi terus merenggut nyawa para pasien dengan cara yang tak wajar. Kejanggalan mengerikan ini memicu tanda tanya besar mengenai misteri yang tersembunyi di dalam bangunan tersebut. Didorong rasa penasaran, Dokter Tio dan rekan-rekannya mulai melakukan penyelidikan mendalam. Apakah mereka mampu membongkar rahasia kelam di sana, atau justru mereka yang akan berakhir menjadi korban selanjutnya?
Sampul Novel Sosok Teman Khayalan
9.7
Sikap aneh teman sebangku dan pengucilan tiba-tiba dari seluruh sekolah membuat seorang murid kebingungan. Saat didesak untuk menjelaskan alasan di balik aksi menjauh tersebut, sang teman justru menunjukkan ketakutan luar biasa sebelum akhirnya memutuskan pindah ke kelas reguler. Enggan membiarkan misteri ini menggantung, ia menyusul ke kelas baru tersebut demi menuntut jawaban. Namun, kehadirannya justru memicu histeria dan permohonan putus asa agar dirinya tidak pernah dicari lagi.