APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku

Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku

Setelah disiksa hingga tewas oleh penculik demi melindungi ayahnya, seorang gadis malang harus menerima kenyataan pahit bahwa ayahnya justru sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya. Panggilan telepon terakhirnya diabaikan dengan penuh kebencian. Keesokan harinya, jenazahnya ditemukan di depan kantor polisi dalam kondisi mengenaskan. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli forensik memimpin langsung proses otopsi jasad putrinya sendiri tanpa menyadari identitas korban yang sangat ia benci.
Bab
Bagikan

Bab 3

Keesokan hari, Ayah pergi ke kantor polisi. Begitu masuk, dia langsung bertanya kepada asistennya, "Apa sudah ada keluarga yang datang untuk mengambil jenazah?"

Ketika mendengar jawaban asisten, Ayah sontak murka. "Keluarga macam apa ini? Anaknya disiksa sampai mati, tapi mereka diam saja? Nggak bertanggung jawab sekali. Kalau mereka datang nanti, kamu harus membantuku memarahi mereka."

Asisten hanya bisa mengangguk. Ayah bertanya lagi, "DNA sudah selesai diperiksa? Suruh mereka cepat sedikit."

Tiba-tiba, ponselnya berdering. Setelah menjawab panggilan, wajahnya menjadi sangat masam. Tidak berselang lama, Bibi datang lagi.

Bibi bertanya dengan cemas, apa aku sempat menghubungi Ayah atau tidak. Ayah menyahut dengan marah, "Ngapain kamu masih peduli pada anak nggak berguna itu? Kamu tahu wali kelasnya bilang apa?"

"Bilang dia bolos! Dia sudah nggak pergi sekolah selama tiga hari! Aku kerja keras supaya dia bisa belajar, tapi dia malah membalasku dengan cara seperti ini! Sebaiknya dia jangan pulang lagi atau aku nggak bakal mengampuninya!"

Ayah, kamu seharusnya senang karena aku memang tidak bisa pulang lagi ....

Begitu mendengarnya, Bibi pun menyergah, "Cukup! Candice sudah tiga hari nggak ke sekolah dan nggak bisa dihubungi! Masa kamu nggak cemas anakmu ke mana?"

"Dia darah dagingmu dan kakakku! Sebelum kakakku meninggal, bukannya dia menyuruhmu untuk menjaga Candice? Gimana bisa kamu setega ini? Anakmu hilang tiga hari, tapi kamu nggak peduli! Ayah macam apa kamu ini?"

Saking emosinya, bibiku sampai meneteskan air mata. Ayah pun tidak bisa berkata-kata lagi karena melihat bibiku begitu emosional. Dia hanya mendengus, lalu duduk dan membaca laporan.

Saat ini, asisten berlari masuk. "Pak, ada penemuan baru! Cepat kemari!"

Ayah bergegas bangkit. "Cepat, di mana?" Sebelum pergi, dia berkata kepada Bibi, "Biarkan saja anak itu. Terserah dia mau ngapain."

Kemudian, dia menutup pintu dan meninggalkan bibiku yang menangis tersedu-sedu. Aku ingin menghibur Bibi, tetapi tanganku malah menembus tubuhnya. Karena tidak berdaya, aku hanya bisa menghela napas dan melayang keluar.

Di ruang otopsi, aku melihat ayahku memegang laporan dengan ekspresi serius. Aku mendekat, lalu melihat isi laporan yang bertuliskan bahwa ditemukan sudut kartu remi di perut korban, Q.

Aku yang menaruhnya. Aku tahu aku tidak akan selamat, jadi diam-diam merobek kartu remi selagi tidak ada yang memperhatikan. Kemudian, aku menelannya untuk meninggalkan bukti.

Ayahku menatap sobekan kartu remi itu dengan tatapan yang berangsur dingin. Dia bergumam, "Q."

Tiba-tiba, dia teringat bahwa metode pembunuhan ini sangat mirip dengan kasus yang ditanganinya lima tahun lalu.

Setelah membunuh seseorang, pembunuh gila itu akan merobek sudut kartu remi dan memasukkannya ke mulut korban. Kalau tidak ada ayahku, pembunuh itu pasti masih berkeliaran di luar.

Saat ini, Ayah melihat beberapa partikel hitam di atas kartu remi lagi. Ternyata itu adalah batu bara. Aku juga sengaja menelannya supaya mereka dapat petunjuk.

Asisten yang kebingungan pun bertanya, "Kenapa ada batu bara di kartu remi?"

Ayahku mengelus dagu. Setelah merenung sejenak, dia terpikir akan sesuatu. "Beri tahu tim untuk menyelidiki tambang batu bara di sekitar."

Asisten itu sontak memahaminya. "Ya, kamu benar, Pak. Kita mungkin bisa menemukan TKP dengan cara ini!"

Akhirnya ada perkembangan pada kasus ini. Semua orang memuji ayahku hebat. Ayahku tersenyum dan menunjuk jasadku. "Gadis ini yang cerdas. Sepertinya dia diam-diam membantu kita."

Ini pertama kalinya Ayah memujiku. Aku yang berdiri di samping sampai merasa tersanjung.

Siang harinya, polisi menelepon ayahku. Katanya, mereka menemukan lokasi yang diduga sebagai lokasi pembunuhan, yaitu tambang batu bara terbengkalai yang terletak 10 kilometer dari pinggiran timur Kota Zeno. Di sana, ditemukan noda darah.

Ayah langsung membawa orang-orangnya ke tambang batu bara itu. Setelah tiba, mereka memulai penyelidikan.

Tiba-tiba, sebuah rumah kecil di sekitar menarik perhatian ayahku. Dia perlahan-lahan mendekat. Hatiku menegang. Ini karena aku dimutilasi di rumah kecil itu.

Begitu masuk, ayahku langsung menutup hidungnya karena bau amis yang tak tertahankan. Di dalam sana dipenuhi darah.

Dua ekor tikus sedang menggerogoti tali karena ada darahku di sana. Di atas ranjang besar, tampak sebilah pisau yang menancap. Itu adalah senjata yang digunakan untuk membelah perutku!

Saat ini, aku bisa melihat ekspresi ayahku berubah. Aku mengikuti arah pandang ayahku. Ternyata tatapannya tertuju pada sesuatu di bawah ranjang.

Setelah melihat dengan saksama, aku pun terkejut. Bukankah itu kartu pelajarku? Ada namaku di atasnya! Sepertinya ayahku akan segera mengetahui kebenarannya!

Ayah perlahan-lahan mendekat. Setiap langkah kakinya membuat jantungku berdetak makin kencang. Aku menahan napasku.

Tiba-tiba, tikus yang ketakutan berlari ke bawah ranjang dan menggigit kartu pelajarku, lalu membawanya keluar.

Pemandangan ini pun membuat ayahku termangu. Dia sontak menghentikan langkah kakinya, lalu menggeleng dan menghela napas. Aku pun tidak tahu harus merasa sedih atau lucu.

Saat ini, bibiku tiba-tiba menerobos masuk. Dengan wajah pucat dan emosional, dia memekik, "Kak! Ada seragam Candice di luar!"

Aku dan ayahku sama-sama terkejut. Saat melihat seragamku, ekspresi ayahku agak berubah, tetapi segera kembali normal.

"Nggak mungkin. Dia nggak mungkin kenapa-napa. Korbannya bukan dia." Usai berbicara, Ayah maju dan mengambil seragam itu. Sebuah jepit rambut kecil terjatuh.

Begitu melihatnya, bibiku langsung mengenali jepit rambut itu. Dia berseru dengan kaget, "Itu punya Candice! Aku yang kasih dia waktu dia ulang tahun tahun lalu. Jangan-jangan korbannya adalah ...."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Aku dan Cinta Pertamanya
9.2
Saat hamil sembilan bulan, seorang wanita disandera di atap gedung. Di kehidupan lalu, ia memohon suaminya yang merupakan kepala penyelamat untuk datang. Meski selamat, cinta pertama suaminya tewas terbakar, memicu dendam sang suami yang tega menusuknya dan bayi mereka hingga tewas saat melahirkan. Begitu terbangun kembali di hari penyanderaan maut tersebut, ia memilih tidak memohon bantuan lagi. Kali ini, ia membiarkan suaminya pergi menyelamatkan cinta pertamanya tanpa menahan mereka.
Sampul Novel Kayungyun
8.0
Fatih hidup berdampingan dengan entitas misterius yang bersemayam di tubuhnya sejak kecil. Seiring waktu, keberadaan sosok tak kasat mata yang ia sebut teman itu kian tak terkendali. Kini, teror supranatural tersebut tidak hanya mengacaukan hidup Fatih, tetapi juga mulai mengancam keselamatan orang-orang terdekatnya. Fatih harus berjuang menghadapi gangguan mistis agresif yang perlahan merusak realitas di sekitarnya.
Sampul Novel Mengambil Alih Identitas Kakakku
9.7
Kematian tragis saudara kembar di hari ulang tahunnya yang ke-18 menyisakan luka mendalam. Setelah dinodai di hotel dan wafat akibat gagal napas, reputasinya dihancurkan oleh Ginny, sahabat yang menyebarkan foto-foto kejadian tersebut. Didorong amarah, sang adik membalas dendam dengan merusak wajah Ginny yang terobsesi menggantikan kakaknya. Di tengah kucuran darah, ia bersumpah bahwa siapa pun yang terlibat dalam penderitaan kakaknya tidak akan pernah dibiarkan lolos hidup-hidup.
Sampul Novel Monster Heart
8.9
Demi membalas dendam, jurnalis ambisius Alianna Monru memutuskan pulang. Namun, jalannya dihalangi sosok misterius yang ternyata pembunuh berantai pemilik kunci masa lalunya. Damian, sang pembunuh, mengenali Alianna sebagai gadis yang ia puja sejak sekolah. Ia sangat terpukul melihat pujaan hatinya kini berubah menjadi sosok yang penuh kebencian. Damian pun didera rasa bersalah yang mendalam, karena dialah dalang kehancuran hidup Alianna yang memicu dendam membara tersebut.
Sampul Novel Penyesalan Ibu setelah Aku Mati
8.9
Seorang gadis meregang nyawa di tangan psikopat tetangga sebelah rumahnya. Di saat kritis, sang pembunuh menelepon ibunya, namun panggilan minta tolong itu diabaikan karena sang ibu menganggapnya berbohong dan lebih memilih menenangkan adiknya yang cemas menghadapi ujian. Tiga hari berselang, tempat kejadian perkara dipenuhi polisi. Ibu yang bekerja sebagai ahli forensik dipanggil untuk mengautopsi jasad wanita tanpa kepala, tanpa pernah menyadari bahwa mayat yang terbujur kaku itu adalah putri kandung yang selalu ia benci.
Sampul Novel Perempuan dan Kuasanya
8.2
Setelah suaminya menyebarkan video persalinannya ke situs terlarang, hidup wanita ini hancur akibat perundungan siber. Upaya hukum orang tuanya justru berakhir tragis dengan kematian mereka akibat ditabrak oleh pihak tergugat. Di tengah kondisi fisik yang lemah, ia diusir mertua dan suaminya pada tengah malam, lalu disiksa hingga tewas oleh sekelompok orang kejam. Jasadnya dikubur diam-diam di gunung terpencil oleh sang suami. Namun, maut bukanlah akhir. Ia tiba-tiba terbangun kembali di hari pertama ia melahirkan anaknya.