APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kejahatan Termanis

Kejahatan Termanis

Demi ambisi jabatan, Nevilla mendekati Adero dan meninggalkan Aron. Namun, langkah keliru ini justru membangkitkan masa lalu kelam dari enam tahun lalu yang menghantuinya kembali. Ketika hubungan mereka semakin intim, Nevilla menyadari dirinya telah terperangkap tanpa jalan keluar. Kini, ia harus menghadapi ancaman dari seorang pria berbahaya yang siap menghancurkan hidupnya dan menyeretnya ke dalam pusaran konflik masa lalu yang mematikan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Adero memeluk ibunya. Ia yakin jika setibanya di Spanyol, ia akan merindukan wanita yang telah melahirkan ia ke dunia. Akan tetapi, benar seperti yang ibunya katakan bahwa ia tetap harus pergi, sehingga ia melepas pelukan dan tersenyum.

“Kalau begitu, aku berangkat, Bu.” Adero berpamitan sambil menyeret koper. Ia dapat melihat ibunya melambaikan tangan sambil tersenyum.

Adero melangkahkan kaki menuju pintu, tetapi ia terdiam sejenak sebelum membukanya dan keluar. Keputusan yang ia ambil hari ini, akan menjadi penentu dari masa lalu yang belum terungkap. Dengan langkah mantap, ia menutup pintu, berjalan menuju taksi yang sudah dipesan ibunya, dan memberi tahu kepada sopir bahwa ia akan pergi ke bandara.

Selama perjalanan menggunakan taksi, Adero terus membalas pesan sang ibu yang memberikan banyak sekali nasihat, seperti ia tidak boleh menampakkan wajah tak suka pada ibu tirinya, ia harus menghormati ayahnya dan juga menyayangi saudara tirinya. Ia harus .menjadi anak yang berbakti.

Ketika mendapat pesan dari ibunya dan menyadari nama Aron ada di dalam percakapan pesan mereka, ia jadi ingat pesan yang sempat pria itu kirim padanya. Adero membuka pesan itu, mencoba memahami setiap kalimat yang tersirat. Tetap saja, ia tidak begitu menyukai Vincent. Meski, anak kecil itu anak Hana, tetapi bukan anaknya. Jadi, tidak baik anak itu merindukan dirinya.

Adero mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikan pada sopir. Ia sudah sampai di bandara dan langsung menuju ke rute penerbangan Spanyol. Sebab ia datang begitu cepat, ia harus menunggu setengah jam lagi, sebelum pesawatnya siap untuk dinaiki.

Adero memilih duduk di kursi tunggu yang kebetulan tidak banyak orang duduk di sana. Ia sempat melihat sekeliling sebelum menatap gadget. Ia memilih membaca buku digital mengenai perumahan dan properti, agar setibanya di Spanyol, ia sedikit mengerti tentang perusahaan yang sudah keluarga Alyward kembangkan selama hampir ratusan tahun.

Sebenarnya, Adero bukan tipikal pria yang suka dengan bangunan dan semacamnya. Ia jauh lebih suka menggambar grafis dan desain pakaian, tetapi mengingat ia akan menjadi penerus perusahaan ayahnya, setiap hari sang ibu memaksa ia untuk belajar meskipun ia benar-benar tidak melakukannya.

Adero bisa mendengar bahwa keberangkatan pesawat ke Spanyol sudah siap. Para penumpang pun disuruh untuk segera menaiki pesawat. Tanpa basa-basi, Adero menarik koper dan mengikuti segala macam pemeriksaan yang ada. Ia bersyukur tidak ada hal-hal aneh yang terjadi, jadi kini ia sudah duduk di kursinya.

Seperti biasa, para pramugari wanita akan menawarkan makanan atau minuman padanya. Ia juga tentu tidak menolak, sebab dibandingkan dengan wanita klub yang suka menggodanya, menurutnya para pramugari jauh lebih cocok untuk dipandangi keindahannya.

Adero menggelengkan kepala untuk menghilangkan pikiran kotornya. Ia lalu memilih makanan dan minuman ringan yang dibawa oleh pramugari cantik di hadapannya. Ia sempat melihat pramugari itu terlihat tegang, tetapi masih berusaha melayani dengan baik. Padahal Adero begitu tampan meski agak menakutkan.

Adero tersenyum pada sang pramugari setelah mendapatkan makanan dan minuman yang ia inginkan. Ia membuka kopi kalengan dan menegaknya. Lidahnya dapat merasakan rasa manis dan pahit yang menjadi satu. Ia lalu memakan roti dan menunggu pesawatnya terbang.

Tak banyak yang dilakukan Adero selama berada di pesawat, ia membaca buku, tidur, makan dan hanya terdiam mengamati sekitar. Ia juga tidak bisa melihat pemandangan dari atas, karena posisi duduknya tidak di dekat jendela.

Adero melihat kerumunan saat ia baru bangun tidur. Ia sempat mendengar dari beberapa orang yang duduk tak jauh darinya, bahwa ada seorang wanita tua yang merasakan sakit perut. Ia hanya mengangguk paham dan tak terlalu memikirkan.

“Permisi, apa aku bisa meminjam majalahmu?” tanya seorang wanita pada Adero.

Adero menoleh ke sumber suara dan baru sadar bahwa orang yang duduk di kursi sebelahnya sangat cantik. Ia lalu memberikan majalah yang dimaksud kepada wanita itu yang langsung menerimanya dengan senyum tipis.

“Apa kamu akan pergi ke Spanyol?” Wanita itu menatap Adero penuh harap.

Adero mengernyit heran mendengar pertanyaan itu. Bukankah seharusnya wanita itu sudah tahu ke mana pesawat ini akan mendarat? Hal ini membuatnya merasa aneh tetapi memilih untuk mengangguk sebagai jawaban.

“Ah, begitu. Kenalkan, namaku Pera. Aku juga akan pergi ke Spanyol karena mendapatkan pekerjaan di sana. Kamu sendiri, bagaimana?” Pera mencoba mendapatkan informasi meski sedikit dari pria seksi yang duduk di sebelahnya.

Adero sebenarnya tidak terlalu suka berkomunikasi dengan orang yang belum ia kenal dekat. Namun, melihat Pera tampak antusias, ia tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Ia juga tak ingin suka mengabaikan wanita. “Sama, aku datang ke sana karena aku mendapatkan pekerjaan.”

Wanita itu tampak takjub, ia sekarang meletakkan majalahnya di pangkuan dan menatap ke arah Adero dengan tatapan seakan ingin bertanya lebih lanjut. “Apa kamu sebelumnya sudah pergi ke Spanyol? Ah, aku benar-benar begitu mengagumi kotanya. Aku begitu bahagia ketika bisa mendapatkan pekerjaan di sana.”

Adero melirik wanita itu dan menggelengkan kepala. “Spanyol tak seindah apa yang terlihat di media sosial. Memang sekilas tidak ada yang salah, tetapi tetap saja harus waspada.” Adero tidak bisa mengatakan kalau Spanyol kota yang indah ketika banyak kenangan buruk di hadapannya.

Pera mendengkus sebal, membuat Adero memutar bola matanya malas. Kenapa begitu banyak wanita yang seperti itu di dunia ini, seakan memberi tahu bahwa ia merajuk. Ia tidak akan menandai wanita itu sebagai salah satu orang yang cocok masuk dalam kehidupannya. Tidak akan pernah!

“Sepertinya kamu begitu mengenal Spanyol. Padahal aku yakin sekali, kamu baru pertama kali datang ke sana, karena kamu tidak menjawab pertanyaanku sebelumnya.” Pera merasa kalau pria di sebelahnya sangat sombong.

Adero hendak menanggapi tetapi melihat wanita itu mengembalikan majalah dan memilih memejamkan mata, ia pura-pura saja tak mendengar ucapan wanita itu. Lagian, tak perlu membuang waktu untuk menjelaskan sesuatu yang mungkin tak akan dipercayai.

***

Setelah hampir 2 jam berada di dalam pesawat, Adero bersyukur karena pesawat mendarat sempurna tanpa masalah apa pun. Ia kini tengah mengambil permen rasa daun mint dari dalam tas dan memakannya. Ia juga tak lupa menyalakan gadgetnya yang ia tebak pasti sudah mendapatkan banyak kiriman pesan.

Benar saja, kiriman pesan itu dari sang ibu, ayah, Aron dan seseorang yang sudah lama tak ia jumpai. Adero mengangkat bahu, ia memilih tak membalas pesan dari sang ayah dan Aron, baginya sangat tidak penting. Ia lalu memilih untuk mencari seseorang yang sudah menunggunya datang menjemput.

Adero bukan pria yang suka basa-basi, jadi ia membiarkan orang itu menaruh kopernya di bagasi, sedangkan ia sendiri sudah duduk di kursi penumpang mobil sedan warna putih. Tak lama kemudian, pria yang sudah lama bekerja sebagai sopir di keluarga Alyward masuk ke kursi setir, menyalakan mesin dan melajukannya.

Dalam perjalanan, Adero kembali berkutat dengan buku-buku mengenai bisnis dan penunjang yang cocok untuk dipelajari. Ia melirik pada pria yang sibuk asyik menyetir, ternyata pria itu tidak berubah sejak dahulu, masih sama, terkadang tidak begitu peduli.

“Jadi, apakah majikanmu membagikan gaji yang layak setelah kamu mengabdi padanya puluhan tahun?” tanya Adero dengan sinis.

Pertanyaan itu membuat pria yang tengah membawa mobil untuk belok kiri, tersenyum kikuk. “Pak Arkan sangat baik pada saya, Tuan. Dia tidak hanya memberikan gaji yang sesuai, tetapi juga menyekolahkan kedua putri saya.”

Adero mengangguk. “Aku bersyukur dia tetap memedulikanmu meski dia mungkin saja kewalahan dengan standar istri barunya.” Adero cukup tahu kalau ibu tirinya hobi menghamburkan uang.

Pria itu terdiam sejenak sebelum menjawab. “Bagaimana kabar Ibu Keanna? Aku dengar bisnisnya di Jerman sudah sukses, apa itu benar?”

“Ah, Ibuku?” jawab Adero. “Ya, dia sudah menjadi wanita mandiri setelah ditinggal mantan suaminya menikah lagi. Bisnisnya memang sedang berkembang pesat, jadi jika kamu merasa sudah tidak tahan bekerja untuk Alyward, kamu bisa melamar pekerjaan untuk keluarga Carlson.”

Pria itu tersenyum kecil sebelum membalas, “Bukankan kamu juga bagian dari keluarga Alyward?”

Adero tergelak, ia tidak bisa menyalahkan pertanyaan itu. “Aku lebih suka dianggap sebagai keluarga Carlson. Jadi, apa yang kamu tahu mengenai bisnis keluarga Alyward yang sudah hampir menguasai Spanyol ini?”

“Aku bekerja sebagai sopir, jadi tidak terlalu memperhatikan. Meski begitu, aku mendapatkan beberapa informasi bahwa perusahaan sudah mulai bersaing dalam skala internasional. Aku benar-benar sangat yakin sedari dulu, bahwa perusahaan yang ditinggalkan oleh mendiang Tuan Almo pasti akan sukses besar.”

Adero melihat jalanan, ia jadi teringat alasan dirinya tetap berada di Spanyol walaupun waktu itu ia berniat kabur ke Jerman untuk menemui ibunya. Ia masih mengingat jelas, ketika sang kakek menyuruhnya untuk tetap tinggal karena si menantu baru itu tak mau mengurusinya. Lagi, ia merasa sangat emosional.

Adero tidak menyangka, berbincang selama perjalanan membuatnya sudah tiba di rumah megah yang sudah ia tinggalkan lima tahun yang lalu. Ternyata, rumah itu masih terlihat sama seperti terakhir kali ia pergi, tak ada yang berbeda jika dilihat dari depan. Ia lalu turun dari mobil, membiarkan kopernya dibawa oleh pelayan rumah.

Adero menatap ke taman bunga mawar yang sepertinya masih baru. Ia mengangkat bahu, meskipun tahu bahwa tadinya taman itu berisi berbagai jenis tanaman bunga anggrek kesukaan ibunya. Mengingat ibunya bukan lagi nyonya besar, ia membawa langkahnya menuju pintu yang sudah dibuka lebar.

Seperti biasa, para pelayan akan baris berjejer sambil menyambut kedatangannya. Tangan Adero mengambil jus jeruk yang sudah disiapkan oleh salah seorang pelayan, ia meneguknya dalam sekali tegukan. Ia lalu mengambil tisu dan mengelap bibirnya serta memberikan gelas yang kosong ke pelayan lain sambil terus berjalan.

Entah ada perayaan macam apa, tetapi Adero melihat banyak sekali balon dan pernak-pernik anak kecil untuk ulang tahun. Ingin rasanya sekarang juga ia kabur dari tempat ini, karena ia sudah bisa menduga siapa saja dalang di balik pesta paling konyol untuk menyambut kedatangannya.

“Kejutan! Selamat datang kembali ke keluarga Alyward, Adero!” teriak seseorang yang Adero kenal sebagai saudaranya yang memiliki karier sebagai seorang penyanyi.

Adero mengibaskan tangan sambil menatap mata biru milik anak kecil yang kini berjalan ke arahnya. Anak kecil itu membawa sepotong kue rasa keju dan memberikan padanya. Ia sebenarnya bisa saja menolak kue itu. Andai saja, ia lupa dengan pesan dari ibunya.

“Aku tidak tahu Paman suka kue apa, jadi aku belikan kue keju kesukaanku.”

Hati Adero mencelus, ia tersenyum dan mengusap kepala anak kecil itu. Sedetik kemudian, ia menyadari seseorang yang selalu menghancurkan kebahagiaannya selama ini. Aron, pria itu sepertinya masih tidak merasa bersalah karena telah membuat ruangan ini menjadi sesak sehingga ia merasa tercekik.

“Aku butuh waktu istirahat,” ucap Adero.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Budak Seksi Tuan Cedric
8.2
Kehidupan Falisha Marbella hancur seketika saat kekasihnya, Ben Andrigo, tewas di dekatnya. Tragedi mahasiswi 19 tahun ini berbuntut panjang ketika ayah Ben, Cedric Andrigo, menuduhnya sebagai penyebab kematian sang putra. Sebagai miliarder kejam yang memimpin bisnis ilegal, Cedric bersumpah membuat hidup Falisha menderita. Didorong dendam, pria arogan itu memaksa Falisha menjadi budak pemuas nafsunya. Akankah Falisha sanggup membebaskan diri dari belenggu kekejaman Cedric?
Sampul Novel Cinta dan Gairah 21+
8.1
Antologi romansa dewasa ini menyajikan kumpulan kisah penuh gairah dengan latar belakang tokoh yang beragam. Pembaca akan diajak menyelami dinamika emosional yang mendalam dari berbagai profesi, mulai dari kehidupan ibu rumah tangga, mahasiswa, kuli bangunan, hingga pesona para suami, manajer, dan CEO. Setiap cerita dirancang secara unik untuk memenuhi fantasi Anda melalui narasi yang memikat. Nikmati jalinan alur yang intens dan penuh warna di dalam buku ini.
Sampul Novel Di Balik Topeng Cinta Pertama
8.5
Kehilangan putri tercinta akibat serangan jantung menyisakan duka mendalam bagi sang ibu. Kehancuran itu memuncak saat tahu sang suami menyuap dokter demi memindahkan jantung anak mereka ke putri teman masa kecilnya. Di saat suami merayakan keberhasilan itu, sang istri justru divonis menderita leukemia stadium lanjut. Sambil mendekap guci abu anaknya, ia pulang dan mendapati suaminya bersiap keliling dunia bersama teman masa kecilnya itu.
Sampul Novel Dilema Sang Sekretaris
9.2
Kehidupan profesional Grace, seorang sekretaris berdedikasi, berubah total sejak kakak atasannya gencar mendekat. Walau awalnya dingin, sebuah malam tak terduga membuat Grace sulit mengabaikan daya tarik pria itu. Kini ia menghadapi dilema berat antara mempertahankan karier profesional atau menyerah pada perasaan cintanya. Di tengah dunia elite yang penuh rahasia, Grace harus menentukan pilihan hidupnya dalam jalinan asmara yang kian rumit.
Sampul Novel Istri Kontrak Mr Billionaire
8.6
Claudya terpaksa menikahi seorang miliarder Eropa demi melunasi biaya pengobatan ibunya. Alih-alih bahagia, kehidupan barunya justru dipenuhi siksaan batin karena sang suami menjadikannya pelampiasan atas luka masa lalu dari sang mantan kekasih. Meski sempat menaruh hati pada pria tersebut, Claudya akhirnya memilih menyerah. Ia memutuskan pergi jauh demi mengakhiri penderitaan dalam pernikahan kontrak tanpa cinta ini.
Sampul Novel Istri ku tengil
8.8
Alexa adalah gadis menawan yang kerap berbuat onar demi mencari perhatian orang tuanya yang gila kerja. Di balik gelimang hartanya, ia sebenarnya sangat kesepian. Akibat kenakalannya yang sering memicu emosi, ia akhirnya dipaksa masuk ke dalam jerat perjodohan. Kini, Alexa harus menghadapi babak baru bersama suami misteriusnya. Akankah pernikahan ini mampu mengubah sikap iblisnya menjadi sosok yang manis, atau justru ia akan menciptakan kekacauan yang lebih besar dalam rumah tangganya?