APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kehidupan Baru di Usia 60 Tahun

Kehidupan Baru di Usia 60 Tahun

Setelah ditabrak mobil di hari ulang tahun cucunya, seorang wanita berusia 60 tahun justru pulang ke rumah hanya untuk menghadapi ketidakpedulian keluarganya. Alih-alih mengkhawatirkan lengannya yang terluka, suami, anak, dan menantunya hanya menuntut pekerjaan rumah tangga diselesaikan. Lelah dituduh malas dan tidak masuk akal saat mencari ketenangan, ia mengambil keputusan besar ketika suaminya meminta cerai demi seorang pengasuh. Ia memilih menyetujuinya demi melepaskan diri dari pengabdian tanpa pamrih.
Bab
Bagikan

Bab 2

Usai berpesan, putraku langsung keluar dan menutup pintu. Saat berikutnya, terdengar suara menantuku. "Masak pun nggak bisa. Kita jadi harus makan di luar. Dasar malas!"

Putraku membujuk istrinya dan suasana kembali tenang. Mereka pun pergi kerja.

Segera, yang terdengar adalah dengkuran suamiku. Dia tidur dengan sangat lelap. Atas dasar apa?

Kenapa aku yang harus mengerjakan semua pekerjaan rumah? Kenapa mereka langsung memarahiku cuma karena aku tidak masak satu kali? Apakah mereka tidak melihat pengorbananku selama ini?

Seketika, aku merasa sangat lelah. Dengkuran suamiku yang memekakkan telinga masih terdengar. Pikiranku dipenuhi pekerjaan rumah yang harus dikerjakan hari ini.

Aku merasa aku seperti dikurung di ruangan yang kedap udara dan suhunya lebih dari 40 derajat. Aku merasa sesak, tetapi tetap bangun dari ranjang.

Setelah mengganti pakaian dengan susah payah, aku pergi membangunkan cucuku. Anak kecil paling sulit dibangunkan, terutama cucuku ini.

Setelah membangunkannya dengan susah payah, waktu tinggal sedikit. Aku membasahkan handuk dan membantunya menyeka wajah. Dia malah merajuk dan memelototiku. "Jangan sentuh aku! Aku membencimu!"

Aku membujuk dengan sabar, tetapi reaksi cucuku malah makin berlebihan. "Dasar wanita tua! Kamu cuma pembantu! Apa hakmu mengaturku! Aku mau suruh Ayah mengusirmu! Aku nggak mau sama kamu! Aku mau ganti pembantu lain!"

Ketika mendengar ucapan cucuku yang konyol, pertahanan mentalku sontak ambruk. Mataku memerah. Seketika, aku ingin sekali menyerah. Siapa di rumah ini yang pernah menghargaiku?

Saat aku masih muda, aku harus bekerja sekaligus melayani mertua dan suamiku. Aku harus menyiapkan makanan, mencuci pakaian, mengurus mertua, dan membesarkan anak.

Setiap hari, aku sangat sibuk. Aku mengira kehidupanku akan lebih baik setelah pensiun. Namun, setelah aku tua dan pensiun, aku masih harus melayani keluargaku. Mencuci pakaian, menyiapkan makanan, mengantar jemput cucuku. Tidak ada waktu untuk bersantai.

Aku tidak ingin bersikap perhitungan ataupun marah. Meskipun merasa dirugikan, aku tidak keberatan. Yang penting, keluargaku baik-baik saja. Tidak masalah kalau aku membuat sedikit pengorbanan.

Namun, bagaimana bisa keluargaku menganggap pengorbananku sebagai sesuatu yang wajar? Aku memejamkan mataku dengan sedih. Aku ingin sekali keluar untuk merilekskan diri. Jika terus seperti ini, aku bisa gila.

Aku tidak ingin mengurus Levin lagi. Terserah dia mau tidur atau bangun, mau ke sekolah atau tidak. Aku berbalik dan pergi ke kamar, lalu meneriakkan nama suamiku, "Raffi! Raffi! Cepat bangun dan antar cucumu ke sekolah! Aku masih ada urusan!"

Selesai melontarkan itu, aku langsung mengambil tasku dan pergi. Aku mau mencari sahabatku untuk curhat. Aku butuh seseorang untuk mendengar keluh kesahku.

Suami sahabatku ini sudah lama meninggal. Dia tidak tinggal bersama keluarganya sehingga kehidupannya lebih bebas.

Begitu melihatku, tatapannya langsung tertuju pada lenganku yang cedera. Dia pun kaget dan mengamatiku dari atas hingga bawah.

"Kamu baik-baik saja? Kita cuma nggak ketemu beberapa hari, tapi kamu sudah begini! Apa yang terjadi?"

Ucapannya ini sontak membuat mataku memerah. Dia adalah orang pertama yang memberiku perhatian setelah aku mengalami kecelakaan. Aku menggeleng, menahan air mataku, dan tersenyum padanya. "Semalam aku tertabrak. Nggak apa-apa kok. Aku sudah ke rumah sakit."

Sahabatku menjulurkan tangan untuk memelukku. "Dasar kamu ini, lain kali hati-hati. Kita sudah mau 60 tahun. Tangan dan kaki kita nggak boleh kenapa-napa. Kamu yakin nggak perlu opname?"

Aku menggeleng dan mengatakan tidak perlu. Kemudian, aku menceritakan apa yang terjadi di rumahku.

Dia menggenggam tanganku dan memekik dengan murka, "Berengsek! Keluargamu itu benar-benar berengsek! Uang pensiunmu 20 juta! Kamu menghabiskannya untuk mereka semua, tapi masih harus merawat mereka dan diperlakukan seburuk ini? Kalau aku jadi kamu, aku pasti kabur sejak awal!"

"Aku rasa sekarang sudah waktunya kamu istirahat. Kamu susah payah merawat mereka selama ini. Apa balasan yang kamu dapatkan? Kenapa kamu nggak ngerti soal ini sih?"

Air mataku tak kuasa menetes saat mengingat berbagai kejadian di masa lalu. Sahabatku merasa tidak tega padaku. Sambil memaki keluargaku, dia berusaha membuatku tertawa. Seketika, aku merasa jauh lebih baik.

"Kamu tinggal saja di rumahku untuk sementara ini. Jangan pulang lagi. Istirahat dengan baik supaya cepat sembuh. Biar aku yang merawatmu."

Usai berbicara, sahabatku menggulung lengan bajunya dan hendak memasak sup untukku. Aku pun duduk di samping dan menemaninya mengobrol. Suasana hatiku tidak pernah sebaik ini.

Tidak lama kemudian, putraku meneleponku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gairah Ranjang CEO Kejam
9.2
Alice Morrigan terpaksa menggantikan sang kakak kembar, Berenice, yang kabur di hari pernikahannya dengan Nicholas Chevalier. Menjadi istri pengganti, Alice justru diperlakukan kejam layaknya budak. Ia kerap menerima siksaan fisik dan cambukan menyakitkan dari sang suami saat di ranjang. Kebebasan serta raga Alice dikungkung habis-habisan oleh Nicholas yang posesif. Di tengah penderitaan tiada akhir ini, sanggupkah Alice bertahan, atau ia akan berhasil meloloskan diri?
Sampul Novel Hubungan Sebatas Ranjang
8.1
Jonathan Prawira Maulana, CEO genius Maulana Grup, sangat andal berbisnis tetapi tidak paham urusan cinta. Khawatir dengan kesibukan putranya, orang tua Jo berniat menjodohkannya dengan anak rekan bisnis mereka. Jo menolak keras rencana itu. Namun, ia kini terjebak syarat sulit: harus membawa calon istri pilihannya sendiri dalam waktu satu bulan. Jika gagal, ia wajib menerima perjodohan tersebut. Mampukah Jo menemukan belahan jiwanya dalam waktu sesingkat itu?
Sampul Novel MEMBALAS PENGKHIANATAN SUAMIKU
7.9
Kehidupan pernikahan Amira hancur seketika saat perselingkuhan suaminya, Bagas, terungkap. Selama ini, wanita berusia 26 tahun tersebut selalu patuh dan setia mendampingi sang suami tanpa pernah mengeluh. Meski dikhianati dan terluka sangat dalam, Amira menolak untuk menjadi korban yang lemah. Ia mulai merancang strategi matang untuk membalas rasa sakit hatinya. Mampukah Amira melewati rintangan berat ini? Ikuti kisah perjuangannya menuntut keadilan atas pengkhianatan Bagas.
Sampul Novel Skandal Cinta Dokter Annastacia
8.8
Hidup dokter bedah Annastacia Brighton mendadak rumit saat diperebutkan oleh bosnya, John Baldere, dan bintang pop terkenal, JC. Kendati sang ayah menjodohkannya dengan John, JC terus mendekati Annastacia hingga terjadi cinta satu malam. Berbekal rekaman rahasia aksi mereka, JC memeras Annastacia agar mau bersamanya. Ketegangan memuncak saat JC nekat menculik Annastacia di hari pernikahannya dengan John. Siapa yang akhirnya memenangkan hati sang dokter?
Sampul Novel Sumpah Kejutan: Suamiku Kecanduan padaku
9.1
Pasca diusir keluarga angkat, Ryann menggemparkan publik lewat pernikahan dengan pewaris takhta Edwards yang bergelimang harta. Isu miring beredar bahwa ia memakai kehamilan demi takhta, tetapi sang miliarder dingin justru sangat memanjakan Ryann secara terang-terangan. Kini, posisi berbalik dan para penindas masa lalunya dilingkupi kecemasan. Apakah Ryann akan memaafkan mereka setelah kini ia memiliki kekuasaan penuh di tangannya?
Sampul Novel Terpaksa Menikah
8.9
Demi menutupi sebuah aib besar, pernikahan dengan karyawan ayahku terpaksa dilakukan. Awalnya perbedaan kasta membuatku enggan, tetapi sikap dingin pria itu malah memicu rasa penasaranku. Walau dia dikenal sangat setia pada wanita dari masa lalunya, aku tidak akan menyerah begitu saja. Aku bertekad melakukan segala cara untuk memenangkan hatinya karena kini aku telah benar-benar jatuh cinta. Perjuanganku untuk mendapatkan cintanya baru saja dimulai.