APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kecurangan Maduku

Kecurangan Maduku

Demi masa depan anak-anak dan ekonomi keluarga, Andin Rosemala rela bekerja keras di perantauan. Ia sangat memegang teguh kesucian pernikahan bersama Rendy Prawira. Sialnya, di saat Andin berjuang di kota lain, Rendy malah tega berkhianat dan diam-diam menikahi Ayu. Menghadapi kepedihan atas kecurangan sang suami, sanggupkah Andin bertahan? Akankah Rendy meninggalkan istri mudanya, atau justru Ayu yang akan merebut kendali atas segalanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Andin dan Wati tiba di Jakarta sebelum waktu subuh. Wati mengajak Andin untuk singgah sementara di yayasan sejahtera penyalur baby sitter dan asisten rumah tangga.

Yayasan yang terkenal baik dan bertanggung jawab. Wati juga bekerja melalui jalur yayasan ini, yang ia yakini perlindungannya. Jika dulu, sebelum Wati dikirim ke majikan, ia menjalani kursus selama tiga bulan. Khusus untuk Andin karena ia masuk dengan orang yang dipercaya pemilik yayasan, sehingga ia tak perlu menjalani kursus ataupun masa training kerja.

Wati mengenalkan Andin pada Bu Gito pemilik yayasan. Bu Gito sedikit mewawancarai Andin. Andin juga diminta memberikan kartu identitasnya. Menulis lembar formulir sebagai bukti formal bahwa Andin dikirim dari yayasan sejahtera milik Bu Gito.

Setelahnya, Bu Gito mempersilahkan Andin untuk istirahat. Ia juga menyampaikan jika nanti jam sembilan majikan Andin akan datang menjemput. Bu Gito membekali Andin dengan sedikit pengetahuan. Tujuannya agar begitu orangnya datang dan mewawancarai Andin, tak ada keraguan lagi. Dan berharap jika orangnya nanti akan langsung cocok dengan Andin.

"Terimakasih Bu, kalau begitu saya ke Mbak Wati dulu." Pamit Andin pada Bu Gito.

Andin sangat bersyukur memiliki teman sekaligus tetangga sebaik Mbak Wati. Rela menjaminkan dirinya untuk Andin. Ia juga senang, karena pemilik yayasan begitu baik dan ramah.

Mbak Wati keluar dari dapur, membawa dua cangkir teh hangat. "Duduk dulu Ndin, pasti kami lelah, ini diminum dulu." Memberikan secangkir teh pada Andin.

Andin menerimanya, mendudukkan pantatnya di sofa. Teh masih mengeluarkan uap, Andin meniupnya, menyesap sedikit lalu menaruhnya di atas meja. Menyandarkan tubuhnya ke sofa, lelah merayapinya.

"Mbak Wati dijemput majikan jam berapa?" Tanya Andin.

Wati menyipitkan matanya, tampak mengingat.

"Kayaknya besok, majikanku masih di kampung hari ini. Oya, kamu sudah kabarin suami belum?" Wati mengingatkan Andin yang belum terlihat memegang ponselnya.

"Belum Mbak, baru kabarin Mbak Rani. Nanti ajalah kalo udah dirumah majikan. Kira-kira aku nanti kerja Art atau Baby sitter ya Mbak?

Wati mengulas senyum. "Art ndin, kata Ibu orangnya udah cukup umur tapi masih sehat. Jadi kerjaan kamu nggak terlalu berat." Jelas Wati.

Andin mengangguk paham. Ia mengambil ponsel di dalam tasnya. Menghidupkannya, berselancar di galerinya. Ada banyak poto Radit dan Dini disana. Rania memang sering sekali mengambil poto kedua ponakannya.

Ada rindu yang tiba-tiba menelusup ke hatinya. Belum juga dua puluh empat jam, rasanya sudah begitu menyesakkan. Bagaimana jika nanti ia tak diijinkan mengambil cuti, bagaimana jika harus menahan rindu yang sangat lama dengan buah hatinya. Pikirannya berkelana, kembali memasukkan ponsel kedalam tasnya. Mencoba memejamkan mata, mengistirahatkan pikirannya, hingga lelap membawanya ke alam mimpi.

* * *

"Ndin bangun, Andin bangun." Wati menggoyangkan tubuh Andin. Memukulnya pelan, karena Andin sulit dibangunkan.

Andin mengerjap pelan, menyesuaikan matanya dengan cahaya sekitarnya. Menguceknya, masih terasa ngantuk, meski ia sudah tidur selama tiga jam.

Wati hanya geleng-geleng melihat kelakuan Andin. Meski sudah memiliki dua orang anak, tapi Andin masih terlihat seperti bocah.

Wati meminta Andin membersihkan diri sebelum calon majikannya sampai. Karena tadi calon majikan Andin sudah menghubungi pemilik yayasan jika mereka sudah di jalan. Andin menurut, tanpa banyak tanya. Sepertinya nyawanya belum terkumpul.

"Brakk. . .aduh." Andin meringis kesakitan. Memegangi keningnya yang membentur lemari kayu.

"Bangun dulu ndin, buka dulu matamu." Cibir Wati sambil terkikik.

Ditempat lain.

Siang menjelang sore, Rendy pulang dari kantor. Menggunakan motornya melaju membelah keramaian jalan raya. Banyak kendaraan membuat laju motornya melamban. Jam pulang kerja seringkali begini. Rendy melajukan motornya menuju kampung sebelah.

Membunyikan klakson saat sampai dihalaman rumah sederhana bercat putih. Seorang wanita paruh baya membukakan pintu, tersenyum sumringah pada lelaki muda yang kini berjalan mendekatinya. Mencium tangan, menanyakan kabar layaknya seorang anak memberi perhatian pada orangtuanya.

Wanita paruh baya tersebut mempersilahkan Rendy masuk ke dalam rumah. Langsung menuju ruang tengah dimana disana ada sebuah meja makan.

"Nak Rendy makan dulu ya, pasti laper kan pulang kerja. Apalagi Andin malah pergi kerja. Ayu juga masih keluar, belanja di warung cik Yun. Katanya mau masak untuk Radit dan Dini." Ucap wanita itu.

Rendy mengangguk, tersenyum. Kemudian mulai mengambil piring, mengisinya dengan nasi. Membuka tudung saji yang masih menutup itu. Tersenyum kembali saat tahu menu yang tersaji adalah lauk dan sayur kesukaannya.

Dengan tiba-tiba sebuah kecupan mendarat di pipi kirinya. Kaget, saat merasakan benda kenyal dipipinya. Sampai tersedak makanan yang akan ia telan.

"Uhuk. .Uhuk.." Rendy memegangi dadanya.

Ayu panik, segera ia tuangkan air minum ke dalam gelas, memberikannya pada Rendy yang terlihat kesakitan.

"Maaf mas, aku ngagetin, nggak tau kalo mas lagi makan." Ucapnya dengan wajah memelas.

Alasan konyol. Bisa-bisanya ia bilang tak melihat Rendy sedang makan, piring di depan Rendy masih tampak jelas meski dari belakang. Ayu sengaja mencari kesempatan untuk mencium Rendy.

Ayu mengelus punggung Rendy, menarik kursi di sampingnya.

"Gimana mas, udah enakan?? Tanyanya dengan nada yang membuat bulu kuduk meremang.

Rendy mengulas senyum, mengelus pipi mulus wanita di sampingnya. Mengangguk lalu melanjutkan makannya kembali.

Ayu kembali berdiri, bergelayut manja pada Rendy. Ijin ke dapur membuatkan fried chicken spesial untuk Radit dan Dini.

Selesai makan, Rendy menghampiri Ayu yang sedang berkutat dengan tepung dan ayam.

Widi yang merupakan Ibunda Ayu, memanggil Rendy. Memintanya duduk kembali dikursi meja makan.

"Andin jadi berangkat ke Jakarta?" Tanya Widi memulai percakapan.

"Jadi buk, kemarin sore berangkat. Ini tadi udah kirim pesan katanya udah di rumah majikan." Rendy menjelaskan.

Raut wajah wanita tua itu berubah serius, tanpa basa-basi Widi menyampaikan semua uneg-uneg nya.

"Oh syukur kalo gitu, jadi kapan nak Rendy akan menikahi Ayu? Selain hubungan kalian yang sudah cukup untuk mengenal satu sama lain, kasihan juga Radit dan Dini kan? Bukankah nak Rendy kerepotan harus mengurus anak sendirian? Lebih cepat sah akan lebih baik kan nak?" Terdengar sebuah pertanyaan juga pernyataan keinginan yang penuh penekanan.

Rahayu Widuri, gadis berusia 21tahun yang menjalin hubungan terlarang dengan suami orang. Ayu bahkan rela dimadu dan berkata jika ia akan menggantikan Andin mengurus kedua anaknya. Widi sang Ibu pun merestui keduanya.

Rendy manggut-manggut tanda setuju dengan wanita paruh baya di depannya.

"Rendy akan nikahi Ayu dua bulan lagi buk, 2 bulan ini susah untuk mengambil cuti."

Ayu yang diam-diam mendengarkan percakapan Rendy dan Ibunya, senyum-senyum penuh kebahagiaan. Hatinya terasa sejuk bagai disiram lemon lime.

Bahkan ia lupa, jika ada wanita yang akan terluka. Mungkin Tuhan sedang mengujinya dengan bisikan set*n.

Atau ia memang wanita m*****n, yang tak punya hati dan perasaan. Sejauh manakah hubungan yang sudah mereka jalin, hingga berani memastikan rencana pernikahan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Dalam Cinta
9.5
Kimbeerly Libason awalnya hanya alat balas dendam bagi Alexander, sebelum pria itu benar-benar jatuh cinta padanya. Demi menyembuhkan luka batinnya, Alexander memilih pergi dan meninggalkan Kimbeerly yang tengah mengandung. Bertahun-tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Namun, hati Kimbeerly hancur saat melihat Alexander bersama wanita dan anak lain, sementara buah hati mereka terus menanyakan ayahnya. Apakah mereka akan bersatu atau berpisah selamanya?
Sampul Novel Black Paradise
9.5
Farel Charly Van Houten berniat menikahi putri Romanov, namun ia justru dipermalukan karena ditolak di malam pernikahan. Didorong amarah dan dendam lama yang membara, Farel memilih Anabelle Felisha Romanov, putri kedua yang dikucilkan keluarganya, sebagai istri pengganti. Akankah Anabelle menemukan kebahagiaan, atau justru menjadi pelampiasan kemarahan Farel yang ingin menghancurkan seluruh keluarga Romanov?
Sampul Novel Kebenaran Tentang Gundiknya
7.8
Saat mengandung empat bulan, dunia sang fotografer runtuh karena Baskara, suaminya, justru memamerkan anak dari perempuan lain. Alih-alih merasa bersalah, Baskara malah menyudutkannya dan melindungi Serena, sang selingkuhan. Dinilai lemah serta berlebihan, ia sebenarnya tengah menyimpan kemurkaan mendalam atas kecurangan yang disengaja ini. Di balik sikap tenang yang ia tunjukkan, sebuah rencana besar sedang dirancang untuk meruntuhkan kepalsuan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Pelajaran Rahasia dari Guru Privat
9.3
Ketegangan memuncak saat sebuah panggilan video dari sang suami masuk di waktu yang salah. Dengan wajah memerah menahan gejolak, sang istri terpaksa mengangkat telepon dan mendengarkan instruksi suaminya di layar. Namun, di balik sudut kamera yang tersembunyi, seorang pria lain justru sedang melakukan tindakan intim di antara kedua kakinya. Sang suami sama sekali tidak menyadari pengkhianatan panas yang terjadi tepat di bawah hidungnya dalam novel romantis modern ini.
Sampul Novel The Front Line
9.4
Cinta sanggup mengubah seseorang menjadi monster atau melembutkan jiwa yang beku. Bagi Randy, detektif yang biasa menghadapi kejamnya dunia kriminal, asmara justru menjadi bumerang yang merusak logika serta stabilitas mentalnya. Terperangkap dalam pusaran emosi mendalam akibat orang yang dicintainya, Randy kini harus berjuang keras menjaga kewarasan di tengah konflik mematikan yang mengancam nyawa. Mampukah ia bertahan?
Sampul Novel Tujuh Hari Pembalasan Dendam Sang Istri
8.1
Quinn tewas secara tragis tepat pada malam suaminya, Nash, pergi berkencan dengan selingkuhannya. Di gerbang kematian, Raja Neraka menganugerahkan waktu tujuh hari bagi Quinn untuk kembali ke dunia manusia guna menyelesaikan urusan terakhirnya. Quinn tidak meminta kekuatan atau kekayaan; ia hanya ingin bercerai dari Nash dan memutuskan semua hubungan masa lalu. Baik dalam hidup maupun mati, ia berharap takdir mereka berdua tidak akan pernah saling bersilangan lagi.