APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kebohongan Sang Alfa, Pemberontakan Sang Omega

Kebohongan Sang Alfa, Pemberontakan Sang Omega

Kebahagiaan sang Omega hancur saat memergoki Alpha Baskara bersama wanita lain dan putra rahasianya. Pernikahan mereka ternyata cuma alat politik Baskara dan orang tua angkatnya. Meski dikhianati dan dianggap pajangan, ia tetap tenang saat Baskara pura-pura rindu. Di balik amarahnya, ia menyiapkan pembalasan. Sebuah kristal berisi rahasia busuk mereka siap mengungkap kebenaran di tengah pesta akbar.
Bab
Bagikan

Bab 1

Setelah tiga puluh enam jam shift di pusat penyembuhan, aku membawakan makanan kesukaan pasanganku, Alpha Baskara. Aku sudah tidak sabar untuk menikmati waktu tenang berdua dengannya.

Tapi aku malah menemukannya di sebuah vila rahasia di ujung wilayah kami, tertawa bersama wanita lain dan seorang anak laki-laki yang bahkan tidak pernah kuketahui keberadaannya.

Bersembunyi dalam bayang-bayang, aku mendengarnya menyebutku "Omega pajangan", sebuah alat politik yang akan dia campakkan di depan umum setelah perjanjian baru ditandatangani. Orang tua angkatku, sang Alpha dan Luna, juga terlibat dalam rencana busuk ini. Seluruh hidupku, ikatan takdirku, ternyata adalah sebuah kebohongan yang dirancang dengan sangat rapi.

Tepat pada saat itu, dia mengirimiku pesan lewat ikatan batin, "Aku merindukanmu, Sayang."

Kekejaman yang dilontarkan dengan begitu santai itu membuat air mataku mengering, hanya menyisakan amarah yang dingin dan membeku.

Mereka merencanakan penghinaan publik untukku di sebuah makan malam akbar. Tapi aku sudah menyiapkan hadiah untuk pesta ulang tahun putranya, yang akan diantarkan pada waktu yang bersamaan.

Di dalamnya ada sebuah kristal data yang berisi semua rahasia mereka.

Bab 1

Kirana POV:

Aroma antiseptik dan rempah kering yang sudah kukenal menempel di pakaianku, sebuah parfum yang akrab setelah tiga puluh enam jam berjaga di Griha Sehat milik kawanan. Otot-ototku terasa pegal, rasa nyeri yang dalam namun memuaskan setelah menyembuhkan ligamen yang robek dan memasang kembali tulang yang patah akibat pertempuran patroli perbatasan. Tapi kelelahan ini bukan apa-apa. Yang ada di pikiranku hanyalah dia.

Baskara. Pasanganku. Alphaku.

Makanan kesukaannya, bistik wagyu tebal setengah matang dengan jamur truffle, masih hangat di dalam wadah yang kubawa. Dia seharian ini terjebak dalam rapat dewan tingkat tinggi, merencanakan ekspansi perusahaan kawanan kami berikutnya. Aku membayangkan senyum penuh penghargaan yang akan menerangi wajah tegasnya saat aku masuk. Sebuah kejutan kecil, sebuah momen damai hanya untuk kami berdua.

Para penjaga di luar pintu kayu jati besar ruang dewan berdiri kaku, wajah mereka tanpa ekspresi.

"Aku di sini untuk bertemu Alpha Baskara," kataku, sambil tersenyum lelah namun penuh harap.

Salah satu penjaga, seorang prajurit bernama Marko, menghindari tatapanku. "Alpha sudah pergi satu jam yang lalu, Kirana."

"Pergi?" Kehangatan dari wadah makanan itu tiba-tiba terasa seperti beban mati di tanganku. "Rapatnya dijadwalkan sampai lewat tengah malam."

"Dia bilang ada urusan mendesak," gumam Marko, pandangannya terpaku pada satu titik di atas bahuku.

Rasa cemas yang mencekik mulai mengikat perutku. Mendesak? Dia pasti akan memberitahuku. Dia selalu memberitahuku.

Kami memiliki Ikatan Batin, sebuah hubungan suci yang dianugerahkan oleh Dewi Bulan kepada pasangan yang ditakdirkan. Itu adalah tempat perlindungan pribadi kami, aliran pikiran dan emosi yang seharusnya hanya mengalir di antara kami. Selama bertahun-tahun, aku merasakan cintanya seperti arus yang konstan dan stabil di bawah permukaan pikiranku sendiri.

Aku memejamkan mata, masuk ke dalam keheningan pikiranku dan mencoba menghubunginya.

*Baskara? Apa semuanya baik-baik saja?*

Hening.

Bukan hanya hening, tapi sebuah dinding dingin yang sengaja dibangun. Ikatan itu ada, tapi rasanya seperti berteriak ke dalam gua yang kosong. Rasa dingin yang tajam merayap di tulang punggungku. Ini terasa berbeda. Lebih dingin. Selama bertahun-tahun, aku salah mengira jarak mentalnya sebagai stres kepemimpinan, tapi ini adalah pintu yang sengaja dikunci rapat.

Kepanikan mulai bergejolak di dadaku. Aku menekannya, mencoba fokus. Aroma seorang pasangan adalah tanda tangan jiwa mereka, unik dan tak terbantahkan. Aku menarik napas dalam-dalam, menyaring bau tanah lembap dan pinus dari hutan di sekitarnya, mencari aromanya.

Itu dia. Samar, tapi tidak salah lagi. Kayu aras setelah badai, dengan sentuhan tajam angin musim dingin yang bersih. Itu adalah aroma yang pertama kali memberitahuku bahwa dia adalah milikku, aroma yang membuat serigala dalam diriku mendengkur dengan rasa nyaman seperti di rumah.

Tapi aromanya tidak mengarah ke rumah kami. Aromanya menjauh, menuju ujung wilayah Kawanan Candra Kencana.

Kakiku bergerak sebelum pikiranku sempat memprosesnya, mengikuti jejak samar itu. Jalan setapak itu membawaku menjauh dari rumah-rumah kawanan dan lapangan latihan yang sudah kukenal, masuk ke bagian hutan terpencil yang belum pernah kujelajahi. Tersembunyi di sebuah tanah lapang ada sebuah bangunan modern yang megah dari kaca dan kayu gelap, sebuah vila yang memancarkan kekayaan dan kerahasiaan. Vila ini tidak ada di peta kawanan mana pun.

Cahaya terang benderang dari dalam, tumpah ke halaman yang terawat rapi. Jantungku berdebar kencang di dada, genderang ketakutan yang panik. Aku merayap mendekat, bersembunyi di balik bayang-bayang pekat sebatang pohon beringin tua.

Melalui jendela besar dari lantai ke langit-langit, aku melihatnya.

Baskaraku.

Dia tidak mengenakan pakaian formal Alpha-nya. Dia mengenakan sweter kasual yang lembut, dan dia sedang tertawa. Tawa yang dalam dan tulus yang sudah bertahun-tahun tidak pernah kudengar. Di pundaknya, sambil berteriak kegirangan, ada seorang anak laki-laki, mungkin berusia empat atau lima tahun.

Kemudian, seorang wanita masuk ke dalam bingkai jendela, tangannya bertumpu di lengan Baskara dengan keintiman yang begitu wajar.

Laras.

Putri dari Alpha Kawanan Batu Perkasa. Lima tahun yang lalu, kawanannya konon hancur dalam serangan serigala liar. Kami diberitahu bahwa dia adalah satu-satunya yang selamat, dikirim ke wilayah netral untuk pulih dari luka parah. Tapi sekarang dia sama sekali tidak terlihat terluka. Dia bersinar, memesona, matanya terpaku pada Baskara dengan tatapan memuja yang posesif.

Geraman rendah dan serak keluar dari tenggorokanku sendiri, suara serigalaku yang mencakar-cakar dari dalam dadaku, putus asa ingin merobek kaca dan menghancurkan pemandangan di depanku.

Aku bergerak tanpa suara di sepanjang dinding rumah, sepatu bersol lembutku sebagai penyembuh tidak menimbulkan suara. Sebuah pintu teras sedikit terbuka, membiarkan udara malam yang sejuk masuk dan suara mereka keluar.

"...sabar sedikit lagi, Sayang," kata Baskara, suaranya rendah saat dia menurunkan anak itu. "Begitu perjanjian merger dengan Batu Perkasa selesai, kita akhirnya bisa menjadi keluarga yang sesungguhnya."

"Aku lelah bersembunyi, Baskara," suara Laras terdengar tajam, tidak sabar. "Aku ingin menjadi Lunamu. Di depan semua orang. Bukan meringkuk di sangkar emas ini sementara Omega pajangan itu memakai gelar yang seharusnya menjadi milikku."

*Pajangan.*

Kata itu menghantamku dengan kekuatan pukulan fisik, membuat napasku sesak.

"Kirana sudah menjalankan perannya," lanjut Baskara, nadanya dingin dan pragmatis. "Ikatan takdirnya membuat serigalaku tenang. Itu adalah kebutuhan politik untuk mengamankan transisiku menjadi Alpha. Tapi kau, Laras, kau dan Bima... kalian adalah masa depanku. Dinastiku."

Anak laki-laki itu, Bima, berlari ke arah Laras. "Bunda, boleh Ayah membacakan cerita untukku malam ini?"

Pandanganku kabur. Putra mereka. Orang tua angkatku—Alpha dan Luna dari kawanan kami—mereka tahu. Mereka pasti tahu. Dana untuk tempat seperti ini, kerahasiaan ini... semua ini hanya bisa disetujui dari tingkat paling atas.

Duniaku, yang tadinya merupakan rumah yang stabil dan penuh kasih, hancur berkeping-keping. Cinta yang kukira kumiliki, keluarga yang kusayangi, pasangan yang kupuja—semuanya adalah kebohongan. Sebuah sangkar yang dibangun dengan hati-hati untuk membuatku tetap jinak dan berguna.

Tepat pada saat itu, kehadiran yang hangat dan akrab menyentuh pikiranku. Ikatan Batin.

Itu Baskara.

*Baru selesai rapat. Lelah sekali. Aku merindukanmu, Sayang.*

Kebohongan itu, begitu santai, begitu kejam, adalah tusukan terakhir dari belati perak di hatiku. Rasa sakitnya begitu hebat hingga air mataku mengering, hanya menyisakan sesuatu yang dingin, keras, dan sangat jernih.

Di reruntuhan hatiku yang hancur, benih balas dendam mulai tumbuh.

---

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bertahan Hidup di Dunia Komik
7.8
Delisha terbangun di zaman abad pertengahan sebagai putri bangsawan pasca kecelakaan tragis. Nahas, ia menjadi tokoh figuran yang baru menikah dan ditakdirkan mati di tangan suaminya sendiri. Sang suami rupanya merupakan sosok antagonis utama yang sangat licik dalam sebuah komik kerajaan. Demi menghindari ajal yang mengancam, Delisha harus berjuang bertahan hidup di dunia baru ini sembari menyusun rencana matang untuk menceraikan sang villain.
Sampul Novel Cold-hearted girl
9.4
Nyawa seorang ilmuwan jenius terancam bahaya besar setelah ia berhasil menciptakan sebuah penemuan krusial. Demi keselamatannya, seorang pembunuh bayaran wanita yang tangguh ditugaskan dalam misi khusus untuk melindunginya. Namun, di tengah situasi menegangkan yang mengintai mereka, benih asmara justru tumbuh. Pertemuan intens ini memicu konflik batin dalam diri sang gadis, saat dedikasi profesionalnya perlahan berubah menjadi cinta mendalam.
Sampul Novel Moonlight and Mr. CEO
8.2
CEO mebel ternama di Hong Kong, Nicholas Liu, kerap diterpa gosip miring soal asmaranya karena masih melajang. Ketenangan hidup Nic terusik ketika ia dititipkan kucing putih oleh sahabatnya, Hanna. Akibat enggan mengurusnya, ia menaruh hewan itu di teras. Namun, saat bulan purnama bersinar terang, kucing tersebut mendadak hilang. Secara ajaib, sosok wanita menawan tanpa busana muncul menggantikannya, membawa perubahan besar dalam takdir hidup Nic.
Sampul Novel My Sugar Daddy is a Monster
8.4
Demi bertahan hidup, Lylia Prozky yang lugu terpaksa menjadi sugar baby bagi Dante Prime, pengusaha kejam sekaligus monster dunia bawah yang tak kenal ampun. Di saat Lylia mendambakan cinta sejati, ia justru terjebak dalam obsesi dan sikap posesif Dante yang kian membara saat ada pria lain mendekat. Kini, Lylia harus berjuang menghadapi ancaman musuh yang mengintai sekaligus jeratan perasaan dari sang monster yang sangat berbahaya.
Sampul Novel Pelangi Di Atas Singasari
8.6
Mahesa, anak dari Arjuna dan Ken Rukmini, terseret dalam konspirasi Kerajaan Pedang Wangi di tengah ancaman Joyorono serta militer Mong. Bersama Niken Wulandari, ia memilih bermitra dengan Mong untuk melibas lawan, tetapi justru berujung dikhianati. Demi melindungi tanah airnya, Mahesa wajib membongkar misteri masa lalu dan menghidupkan daya magis pusaka Wesi Wangi. Di sela intrik takhta, ia pun menyadari bahwa pemimpin sejati harus meredam ego demi keselamatan rakyat.
Sampul Novel Perjalanan Fantasi
9.5
Kehancuran hati akibat dikhianati sang kekasih tepat sebelum pertunangan membuat aktris berbakat, Keisha Yania Putri, tertidur lelap dalam kesedihan bersama kalung peninggalan ibunya. Begitu terbangun, ia mendapati dirinya terlempar ke dimensi asing yang misterius. Usai sempat disekap di sebuah gubuk, Keisha berhasil diselamatkan oleh seorang Pangeran dan Panglimanya. Petualangan baru ini pun memicu cinta segitiga. Siapa ksatria yang akhirnya berhasil memikat hati Keisha?