APKDock Logo
Sampul Novel Moonlight and Mr. CEO

Moonlight and Mr. CEO

8.2 / 10.0
CEO mebel ternama di Hong Kong, Nicholas Liu, kerap diterpa gosip miring soal asmaranya karena masih melajang. Ketenangan hidup Nic terusik ketika ia dititipkan kucing putih oleh sahabatnya, Hanna. Akibat enggan mengurusnya, ia menaruh hewan itu di teras. Namun, saat bulan purnama bersinar terang, kucing tersebut mendadak hilang. Secara ajaib, sosok wanita menawan tanpa busana muncul menggantikannya, membawa perubahan besar dalam takdir hidup Nic.

Moonlight and Mr. CEO Bab 1

Hongkong, tahun 2010

Dalam gerakan lambat yang dramatis, seorang pria tampan nan rupawan menggeliat di atas ranjang bulu angsa yang empuk. Dia baru saja bangun setelah semalaman menyelesaikan tumpukan pekerjaan yang seperti tiada habisnya. Dengan bergairah, pria itu turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.

Pria itu mematut wajah mengantuknya di depan cermin, lalu mengambil obat kumur dan menyegarkan mulutnya. Kemudian dia bergeser kesekat kaca di sebelahnya dan mengguyur tubuhnya di bawah shower air hangat. Terakhir, dia menuang shampo ke kepalanya dan memijat perlahan dengan kedua tangan terangkat, memperlihatkan otot-otot lengannya yang maskulin.

Pagi hari pria itu nyaris sempurna andai saja dirinya tidak dikejutkan dengan kedatangan sabahatnya yang tanpa informasi lebih dulu, langsung menggedor pintu rumahnya dan membuat kekacauan.

“Tidak! Aku tidak mau! Mundur kau dari pintu rumahku sekarang juga!” Teriak pria itu dengan mata membulat panik, tertuju pada sesuatu yang dibawa oleh sahabatnya.

Pria yang berteriak itu adalah Nicholas Liu alias Nic. Seorang CEO atau pemilik perusahaan furniture terbesar di Hongkong. Pukul sembilan nanti seharusnya Nic sudah berada di kantor untuk melakukan converence bersama anggota assosiasi pengusaha furniture asia. Tetapi …

“Aku mohon, Nic! Hanya kau satu-satunya orang yang bisa aku percaya. Ayoo laahh … sahabatku yang paling tampan, kaya raya dan selalu wangi! Aku mohon!” Seorang wanita tampak memohon sambil menahan pintu rumah Nic dengan sebelah kakinya. Sedang tangannya memeluk seekor kucing putih berbulu panjang.

“Tidak, Hanna! Kau kan sudah tahu kalau aku tidak suka kucing! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengijinkan seekor kucing masuk ke dalam rumahku! Bawa makhluk berbulu itu pergi sekarang juga!” Nic mendorong pintu rumahnya sampai Hanna mengaduh.

Hanna adalah sahabat Nic sedari kecil. Berusia satu tahun lebih muda darinya dan berprofesi sebagai seorang arkeolong. Pekerjaannya berkeliling dunia untuk meneliti situs-situs bersejarah. Sekarang katanya dia mendapatkan tugas untuk meneliti di Mesir dan sedang berusaha merayu Nic agar mau dititipkan kucing peliharaannya.

“Oohh please, Nic! Kau itu bukan tidak suka kucing, kau hanya belum terbiasa dengan mereka. Moonlight kucing yang sangat ramah dan manja. Dia juga sudah terlatih untuk tidak akan melompat ke atas meja seenaknya. Dia juga pandai buang air di luar rumah. Aku mohon sahabat …”

“Hentikan, Hanna! Keluar sekarang atau aku akan mencoret namamu dari daftar penerima warisan kalau aku mati!” Nic mengancam dengan wajah marah.

“Begini – begini! Kau boleh memerasku setelah aku pulang dari mesir, sesuka hatimu. Aku mohon, Nic! Satu tahun saja. Tolong jaga kucingku. Ohh yaa, suaranya juga sangat menggemaskan lohh … Moonlight ayoo bersuara … meooong …”

“Meoong …” Kucing putih itu memiringkan kepalanya dan mengeong lembut.

“Tuh kaan … dia imut sekali kan …” ucap Hanna seraya mendorong pintu dengan kakinya.

Nampaknya Nic sudah terhipnotis dengan pesona Moonlight yang bermata biru dan beraura bak putri raja. Pintu terbuka dengan mudah dan Hanna langsung meletakkan kucingnya di lantai. Seperti layaknya kucing pada umumnya, kucing putih itupun langsung mengendus-endus lantai dan berkeliling ruang tamu Nic.

“Dia hanya makan ikan. Digoreng atau direbus tidak masalah. Sehari makan dua kali, pagi dan malam hari. Seharian kerjaannya hanya tidur. Jadi kau cukup menyiapkan selimut di sudut tertentu dan dia akan terus tidur di sana sampai kau datang. Satu lagi …”

“Tunggu!” Nic menengadahkan tangannya ke wajah Hanna. “Kau harus membayar semua kerepotan yang akan aku dapatkan selama merawat makhluk berbulu itu.”

“Apa? Memalukan! Kau kan CEO Golden Furniture Hongkong! Masa kau minta uang dari arkeolog miskin sepertiku?” Hanna mengerucutkan bibirnya.

“Omong kosong! Berikan padaku unlimited black card-mu. Kau tidak akan membutuhkannya di Mesir. Mana?” Nic menggerakkan tangannya tidak sabaran.

“Baiklah. Asal kau menjaga Moonlight-ku dengan baik dan penuh kasih sayang.” Hanna membuka dompetnya dan memberikan kartu ajaibnya ke tangan Nic. “Ohh yaa, aku peringatkan kepadamu! Jangan menaruh dia di dekat jendela terbuka atau di luar rumah. Itu akan sangat berbahaya!”

“Wow! Ide bagus, Hanna! Aku akan menaruhnya di teras rumah agar tidak perlu repot membersihkan rumah dari bulu-bulu kucing.” Nic menarik sudut bibirnya dan mendengus. Sungguh tidak terbayangkan olehnya kalau setiap hari harus membersihkan gumpalan bulu yang menempel di furniture mahalnya.

“No! Kau akan ada dalam masalah besar kalau melakukannya, Nic!” ancam Hanna.

“Ohh aku takut!” cibir Nic dengan wajah mengejek.

“Terserah kau saja deh! Aku sudah sangat berterima kasih karena kau mau menjaga Moonlight. Kau memang sahabat terbaikku, Nic.” Hanna memeluk Nic dengan perasaan sayang seorang sahabat.

“Well, thank you for coming, my bestie Hanna. Selamat bersenang-senang dengan piramid dan sphynx. Kabari aku kalau sudah sampai di Mesir. Bye …” Nic melepaskan tubuh Hanna dan mendorong wanita itu keluar dari rumahnya.

Setelah mobil Hanna keluar dari halaman rumahnya, Nic segera menutup pintu rumah dan mencari keberadaan kucing putih itu.

“Meoong …”

“Stop! Kau tidak boleh melakukannya, kucing! Kau tidak boleh tidur di sana!” seru Nic pada Moonlight yang sudah bersiap melompat ke atas sofa model terbaru yang diproduksi perusahaannya.

“Hei, kucing! Tadi kau dengar sendiri kan, aku itu tidak suka dengan kucing. Jadi, aku akan menyiapkan selimut serta makanan untukmu di teras rumah. Kau diamlah di sana dan jangan coba-coba menggaruk pintu rumahku. Okay?!” Nic memelototi Moonlight sambil bertolak pinggang.

Moonlight memiringkan kepalanya menatap Nic. Sepintas Nic merasa kalau kucing itu terlihat lucu. Tetapi dia lekas menggelengkan kepalanya. Dia harus kuat dan tidak boleh tergoda dengan sihir yang dimiliki kucing itu.

Sedetik kemudian Nic bergerak hendak menangkap Moonlight, namun kucing itu melesat dengan cepat ke bawah kaki Nic. Aksi kejar-kejaran pun berlangsung sekitar satu jam lamanya hingga akhirnya Nic berhasil menangkap Moonlight dan mengeluarkan kucing itu ke teras rumahnya.

“Jangan bersedih, Moonlight. Aku akan merelakan selimut kualitas terbaikku untuk menjadi alas tidurmu. Tenang saja, pemilikmu bilang, hanya satu tahun …” cengir Nic lalu meninggalkan kucing itu sendirian di teras.

Karena dia sudah terlambat untuk converence, maka Nic memutuskan untuk meyelesaikan pekerjaan kantornya dari rumah, sembari mengawasi Moonlight. Dari siang hingga malam hari Nic mengurung di ruang kerjanya. Berkutat dengan laptop dan tabletnya.

Dari ruang kerjanya tersebut, Nic dapat melihat dengan jelas teras rumahnya dan terakhir kali dia mengintip Moonlight, kucing itu tengah meringkuk di atas selimut yang dia siapkan.

“Dia terlihat nyaman dengan selimut itu. Selimut seharga satu bulan gaji staff di kantor Golden Furniture Hongkong …” ujar Nic miris. Bukan karena harga selimutnya, tapi karena selimut itu kini menjadi alas tidur seekor kucing.

Menjelang tengah malam yang kebetulan malam bulan purnama, sesuatu yang mengejutkan membuat Nic terperangah. Cahaya bulan purnama yang menyorot ke teras rumahnya bersinar semakin lama semakin terang dan membentuk sorot cahaya putih yang menyilaukan mata.

“Apa itu??” Nic memundurkan kursinya dan berjalan ke depan jendela.

Kemudian perlahan-lahan cahaya terang itu mulai memudar, berganti dengan cahaya bulan yang biasa. Nic memincingkan matanya, mencari keberadaan Moonlight yang seharusnya masih melingkar di atas selimut.

“Oh no! Kucing itu – di mana kucing itu?” Nic merapatkan kedua tangannya ke jendela.

“Sh –” Nic mengumpat tertahan. Kucing itu menghilang dari teras rumahnya dan …

“Siapa gadis tanpa busana itu? Apa? Gadis? Whaaaattt?!” Nic berteriak panik seraya berlari keluar dari ruang kerjanya.

A/N :

Hai! Novel ini bergenre fantasi romance yang akan membawa kalian pada kehaluan tingkat tinggi tentang seekor kucing yang berubah menjadi seorang gadis cantik. Baca kelanjutkan kisah Moonlight and Mr. CEO sampai tamat yaa … Happy reading!!

Lanjut Membaca

Daftar Isi Moonlight and Mr. CEO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Aku Istrimu, Bukan Pengganti Pengasuh Anakmu
8.6
Lima tahun membina rumah tangga tanpa buah hati, Salma dikhianati saat Rifky memutuskan berpoligami demi anak. Padahal, mereka telah berjuang bersama menjalani pengobatan medis hingga Rifky dinyatakan sembuh. Sayangnya, sang suami justru menikahi perempuan pilihan ibunya ketimbang setia pada Salma. Kini, Salma dihadapkan pada pilihan sulit: tetap bertahan dalam pernikahan yang tak lagi utuh, atau berani bercerai demi menjaga martabat serta prinsip hidupnya.
Sampul Novel ANITA ( Pernikahan atas penukaran jaminan)
9.4
Demi melunasi kerugian akibat ulah sang saudara, Anita Azaelia terpaksa menjalani pernikahan kilat tanpa landasan cinta. Beban hidupnya kian menumpuk saat mengetahui sang suami sama sekali tidak mencintainya. Setelah sebelumnya terluka oleh pengkhianatan masa lalu, kini Anita harus bertahan melewati kepedihan nasib yang menguji batas kemampuannya. Akankah ia berhasil meraih kebahagiaan sejati di tengah badai rumah tangga yang menempatkannya tak lebih dari sekadar jaminan utang?
Sampul Novel Gadis Rahasia Kapten
8.7
Saat Rusia mengumumkan perang, Kapten Anatoly menyembunyikan turis Jerman bernama Helen di kediamannya. Tak disangka, benih cinta tumbuh di hati sang kapten yang dingin di tengah situasi mencekam. Namun, kedamaian mereka sirna ketika Helen terungkap sebagai putri dari musuh besar negaranya. Kini, Anatoly dihadapkan pada pilihan sulit yang menyiksa batinnya: tetap setia pada tanah airnya atau mempertaruhkan segalanya demi melindungi wanita yang sangat ia cintai.
Sampul Novel Istri Kedua
7.9
Indira begitu bersemangat memulai pekerjaan barunya sebagai sekretaris pengganti di sebuah perusahaan raksasa. Namun, situasi menjadi canggung ketika ia tidak sengaja memergoki sang bos, Edbert, sedang bermesraan dengan istrinya, Merry. Tak disangka, Merry tidak marah dan malah meminta Indira untuk menikah dengan Edbert. Usulan poligami ini tentu membuat Edbert terkejut setengah mati. Akankah Indira bersedia menerima tawaran gila tersebut dan menjadi istri kedua?
Sampul Novel Putriku Bukan Anak Pembawa Sial
8.5
Rani harus berjuang sendirian demi membesarkan Luna, putrinya yang menderita gangguan pendengaran. Kondisi fisik Luna merupakan akibat dari percobaan aborsi yang dipicu oleh depresi Rani akibat kekejaman suaminya, Niko. Setelah Niko pergi dan menghilang tanpa jejak, Rani kini harus memikul beban ganda sebagai ibu sekaligus ayah. Di tengah bayang-bayang trauma masa lalu, ia bertekad bekerja keras demi memberikan masa depan yang layak bagi Luna agar tidak menderita seperti dirinya.
Sampul Novel Selamat Tinggal, Cintaku yang Ceroboh
8.5
Pasca pertemuan tidak terduga, Verena terjebak hubungan tanpa status bersama Jeffrey, saudara mantan pacarnya. Kesepakatan awal mereka yang tanpa komitmen goyah saat Jeffrey menjadi sangat posesif. Keadaan memburuk hingga hubungan mereka kandas ketika cinta pertama Jeffrey kembali hadir. Saat Verena mencoba menata hidup dan bersiap tunangan dengan lelaki lain, Jeffrey muncul lagi untuk mengklaim dirinya. Verena tegas menolak, tetapi Jeffrey bersikeras enggan melepasnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan