APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kata Cinta Membuat Sakit Hati

Kata Cinta Membuat Sakit Hati

Hamil empat bulan tidak membuat suami dokterku memprioritaskanku. Enam belas kali dia membatalkan pengurusan surat nikah kami demi menolong perawatnya, mulai dari membelikan pembalut hingga menjaganya di rumah sakit saat berbohong padaku. Muak dengan pengkhianatan ini, aku memutuskan untuk menggugurkan kandungan dan pergi meninggalkannya ke luar negeri. Namun, setelah kehilangan segalanya, pria itu justru menyusulku ke luar negeri demi memohon maaf atas segala kesalahannya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Bella mengirimkan beberapa foto.

Itu adalah foto-foto yang diambil di bioskop ketika dia sedang bersandar di bahu seorang pria.

Kemeja pria itu begitu aku kenal. Aku baru saja melihat Joshua memakainya.

[Pak Joshua sangat baik. Ketika mendengar aku ingin menonton film horor, dia langsung membawaku ke sini tanpa basa-basi. Bu Amelia, apa dia pernah menemanimu menonton?]

Tidak.

Jangankan menonton film horor, aku bahkan tidak pernah pergi ke gedung bioskop.

Karena Joshua mengatakan bahwa duduk di tempat gelap gulita seperti itu membuatnya merasa tidak nyaman. Orang yang suka menonton film horor juga memiliki masalah mental.

Pria itu memang pandai mencari alasan.

Aku lagi-lagi tertawa dalam hati, menertawakan kebodohanku sendiri.

[Bu Amelia, terima kasih karena sudah memasakan makanan untukku. Pantas saja Pak Joshua selalu mengatakan kalau masakanmu lezat.]

[Mungkin ada perempuan yang memang ditakdirkan untuk bekerja di dapur.]

[Aku nggak bisa melakukan itu.]

Aku seolah bisa melihat senyum mengejek Bella di layar ponsel.

Aku membalas, [Apa kamu pikir kamu sedang mendapatkan sesuatu yang bagus?]

Ketika layar menunjukkan bahwa lawan bicara sedang mengetik, aku langsung memblokirnya.

Setelah itu, pesan gangguan dari Bella tidak pernah aku baca lagi.

Aku tidak hanya memblokirnya, tetapi juga memblokir Joshua.

Aku menduga Joshua tidak akan menyadari.

Ternyata benar. Sampai hari aku pergi ke rumah sakit untuk melakukan operasi, Joshua tidak menyadari.

Aku sengaja menghindari bertemu dengannya, tetapi kami masih saja bertemu di rumah sakit.

"Aku lupa memberitahumu kalau Bella hari ini sudah keluar dari rumah sakit. Kamu nggak perlu mengantarkan makanan lagi," kata Joshua.

Pria itu terlihat sangat senang, lebih senang dari hari ketika dia naik jabatan.

Aku mengangguk.

Ketika melihat aku masih belum pergi, wajah Joshua sedikit berubah.

"Kamu nggak perlu menungguku. Hari ini aku masih harus menjalani beberapa operasi. Aku nggak tahu apakah aku bisa pulang tepat waktu atau nggak."

Aku sudah terbiasa dengan kebohongannya.

Hari ini aku sudah melihat media sosial miliki Bella. Dia sengaja membuka akses sosial medianya untuk orang asing, karena berharap aku akan melihat.

Postingan terbaru di akunnya bertuliskan, [Hari ini aku keluar dari rumah sakit. Malam ini, seseorang berjanji menemaniku makan malam romantis. Aku sungguh menantikannya.]

Aku kembali memfokuskan pikiranku.

Aku menatap Joshua dengan tatapan dingin, lalu berkata, "Aku bukan datang untuk menunggumu, tapi untuk melakukan pemeriksaan kecil."

Mata Joshua seperti berkilat dengan rasa bersalah.

"Pemeriksaan kandungan, ya? Aku akan menemanimu. Selama ini aku belum pernah menemanimu melakukan pemeriksaan kandungan," kata Joshua.

Sebelumnya, aku tidak ingin ditemani olehnya.

Hari ini juga tidak ingin.

Aku menggelengkan kepala hendak menolak, tetapi dia tiba-tiba dipanggil oleh seorang rekan dokter.

Aku merasa lega ketika melihatnya pergi. Tepat saat aku hendak masuk ke ruang operasi, Bella tiba-tiba menghadang jalanku.

Wajahnya penuh dengan ejekan.

"Bu Amelia, aku benar-benar kagum padamu. Demi menikah dengannya, kamu bisa bertahan sampai sejauh ini. Kenapa? Apa kamu berpikir dia benar-benar akan menikahimu kalau kamu mengantarkan makanan setiap hari untukku?"

Menghadapi sindiriannya, aku balas menyindir.

"Karena kalian berdua sudah sampai di tahap ini, kenapa kamu nggak menikah dengannya? Apa kamu nggak cukup mencintainya, atau dia yang nggak cukup mencintaimu?"

Namun, Bella membalas dengan cepat, "Karena yang mudah didapat nggak akan dihargai. Bukankah kamu adalah contoh nyatanya? Lihat saja, kamu sampai dipaksa melakukan aborsi ...."

Aku tercengang.

Ya, aku memang sangat bodoh.

Aku berpikir, dengan tidak memiliki kehidupan sendiri, dengan membuat Joshua sebagai pusat duniaku, aku bisa mendapatkan kebahagiaan yang aku inginkan.

Namun, aku tidak pernah memikirkan bahwa manusia itu adalah makhluk bajingan. Apa yang tidak bisa mereka dapatkan adalah yang terbaik untuk mereka.

"Bella."

Suara dalam seorang pria membuatku menarik pikiranku kembali.

Aku mendongak, melihat Joshua yang entah sejak kapan muncul di belakang Bella.

Dia menatap Bella dengan tatapan serius.

Bella tampak mengerutkan bahu ketakutan. Lagi pula, perkataannya tadi memang terlalu kasar.

Joshua berkata, "Kenapa kamu belum pulang setelah keluar dari rumah sakit? Apa kamu ingin terinfeksi virus lagi dari rumah sakit?"

Bella terdiam, menatapku dengan tatapan yang tampak lebih bangga. Dia seperti jenderal yang memenangkan peperangan.

Kemudian, Joshua menoleh padaku sembari berkata, "Bukankah kamu mau melakukan pemeriksaan? Cepat pergilah."

Pada titik ini, aku memang tidak perlu bertahan lagi.

Aku menatap Joshua untuk terakhir kalinya, lalu berbalik pergi.

…

Pada pukul sepuluh malam, Joshua akhirnya selesai menjalankan operasinya. Ketika berjalan di koridor rumah sakit, dia mendengar gosip di antara dua perawat muda.

"Hari ini ada seorang wanita yang sedang hamil empat bulan datang untuk melakukan aborsi. Dia mengatakan kalau dia rela bertengkar hingga memutuskan hubungan dengan orang tuanya hanya agar bisa bersama dengan pacarnya. Tapi ternyata, pacarnya malah berselingkuh. Sungguh menyedihkan."

"Aku melihatnya. Dia pergi sendirian setelah melakukan operasi. Wajahnya sepucat kertas. Dia bahkan nggak bisa menekan tombol lift, aku yang membantu menekannya."

Joshua terdiam. Entah kenapa dia teringat pada Amelia yang sedang hamil empat bulan.

Wanita yang selama lima tahun ini mendampinginya dalam diam itu lembut seperti awan.

Joshua tiba-tiba ingin menelepon Amelia, ingin mendengar suaranya.

Pada saat itu, seorang rekan dokter berjalan ke arah Joshua.

"Pak Joshua."

Joshua tidak bisa menahan diri untuk menceritakan ulang gosip yang baru saja dia dengar. Dia pun berkomentar, "Untuk pria seperti itu, nggak ada ruginya wanita itu melakukan aborsi dan meninggalkannya. Singkatnya, aku nggak akan membiarkan Amelia sampai berada dalam kondisi seperti itu."

Namun, rekannya itu menatapnya dengan pandangan iba.

"Pak Joshua, aku baru saja akan memberitahumu kalau wanita yang datang untuk melakukan aborsi itu adalah ...."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B90133" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B90133
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO Dingin Itu Penyelamatku
7.8
Kehidupan pernikahan Embun bagai neraka karena Putra, suaminya, mencintai wanita lain yang sudah dianggap kakak sendiri oleh Embun. Segala pengorbanan tulus Embun demi mendapatkan cinta suaminya selalu berujung sia-sia dan dipandang sebelah mata. Kepedihan Embun kian mendalam saat Putra justru menyebut nama wanita lain tersebut usai mereka intim. Di tengah luka batin yang begitu hebat ini, sanggupkah Embun bertahan saat kehadirannya tidak lagi dihargai?
Sampul Novel Gadis Simpanan
8.4
Harta warisan Rachel Oktaviani dirampas paksa oleh pamannya sendiri hingga ia dijadikan jaminan utang judi. Saat mencoba kabur, ia hampir tertabrak mobil Daren Beltrand. Pria kaya itu menyelamatkannya, namun menuntut Rachel menjadi perempuan simpanannya. Terjebak dalam sangkar emas, Rachel tidak menyadari bahwa Daren sebenarnya telah memiliki istri. Bagaimana nasib Rachel saat mengetahui rahasia gelap pria yang mengurungnya?
Sampul Novel Latihan Terlarang Bersama Instruktur Pengemudi
9.4
Niat awal untuk sekadar belajar mengemudi berubah menjadi situasi menegangkan bagi seorang istri. Di dalam mobil latihan, ia terus kesulitan menginjak pedal kopling dengan benar. Pak Peter, sang instruktur mengemudi yang juga merupakan teman dekat suaminya, mengambil tindakan ekstrem dengan menyuruhnya duduk di pangkuannya. Situasi kian tak terkendali karena ia mengenakan rok pendek tanpa celana pengaman, sementara sang instruktur justru sengaja melakukan kontak fisik yang sangat intim dan terlarang di sana.
Sampul Novel My Hot Daddy
8.7
Demi mengatasi krisis keuangan, Joanna nekat menjadi sugar baby bagi Regan. Pengusaha kaya itu menetapkan aturan tegas agar mereka tidak saling jatuh cinta. Namun, saat menikmati kehidupan mewah, Joanna justru tidak sengaja mengungkap rahasia kelam tentang sosok Regan yang sesungguhnya. Kini ia didera kebimbangan besar, apakah harus bertahan demi materi atau pergi demi keselamatan hatinya. Di tengah larangan keras itu, mampukah cinta tetap tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Nafkah Batin Yang Tak Tertunaikan
9.4
Bagi Soraya, sakralnya pernikahan hanya untuk sekali seumur hidup. Sayang, mahligai rumah tangganya kini terancam runtuh akibat rahasia besar yang disembunyikan sang suami. Kejujuran mereka pun diuji saat berbagai keanehan mulai bermunculan satu demi satu. Misteri gelap apa yang sebenarnya ditutupi oleh Kang Yana dari istrinya? Akankah komitmen dan kesetiaan Soraya mampu bertahan menghadapi badai ketidakpastian yang menerpa hubungan mereka?
Sampul Novel Tujuh Tahun, Dusta Empat Tahun
7.9
Tujuh tahun pernikahan kami hancur seketika saat aku memergoki Brama berselingkuh dengan Kinan, mahasiswi yang kubantu biayai kuliahnya. Pengkhianatan ini ternyata sudah berjalan empat tahun, dan Kinan kini mengandung anak suamiku—hal yang selalu dihindari Brama bersamaku. Muak dengan segala dusta yang mereka lakukan di rumah kami sendiri, aku enggan membalas dendam. Aku memilih menghubungi ahli saraf untuk menjalani prosedur eksperimental demi menghapus seluruh ingatan tentang Brama selamanya.