APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KASIH YANG TAK DIINGINKAN

KASIH YANG TAK DIINGINKAN

Kasih menjalani hidup sebagai anak yang kehadirannya tak pernah diharapkan. Dianggap sebagai kesalahan, ia tumbuh tanpa kehangatan keluarga. Nama indah pemberian ibunya, yang semula diharapkan mampu meluluhkan hati sang suami siri, justru menjadi awal mula kehancuran rumah tangga mereka hingga berujung pada perceraian. Kini, Kasih harus menanggung penderitaan akibat ego orang tuanya, berjuang bertahan hidup tanpa pernah merasakan ketulusan cinta sejak ia dilahirkan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Sejak lahir aku tak pernah menemukan banyak pilihan untuk dijalani. Terlahir dari orang tua yang tidak menginginkan kehadiranku, termasuk diantaranya.

"Jangan tinggalin aku dan Kasih, Bang!" Jerit Ibuku waktu itu masih terngiang hingga hari ini.

Pertengkaran demi pertengkaran di rumah kecil kami saat itu bukanlah hal yang baru bagiku. Sudah tak terhitung lagi berapa kali mereka bertengkar, hingga akhirnya aku terbiasa dengannya.

"Salah sendiri kau melahirkan anak itu! Aku kan sudah bilang dari dulu, tidak mau punya anak darimu!"

"Tapi kenapa nanti sekarang kamu perginya, Bang? Kenapa justru saat Kasih sudah berumur tujuh tahun? Aku pikir kamu sudah menerimanya!"

"Aku memang sengaja menunggunya besar dulu! Setidaknya aku pernah membesarkan anak itu, biarpun terpaksa, tapi cukup sampai di sini. Aku rasa dia juga sudah cukup besar untuk mengerti keputusanku. Sekarang aku akan kembali pada keluargaku, jangan halangi aku!"

"Lalu bagaimana aku dengan Kasih tanpa kamu, Bang?"

"Jangan tanyakan padaku! Kau yang memilih jalan ini, Aku tidak merasa perlu bertanggungjawab pada anak yang tidak kuinginkan, tujuh tahun kurasa cukup untuk membesarkan anak itu, apa pendengaranmu juga sudah bermasalah? Baru juga aku bilang! lagian selama ini kita itu hanya menikah siri, jadi kau tidak akan pernah bisa menuntut!"

"Aku memang tidak akan menuntut, Bang ... pulanglah seperti biasa, aku juga bakal nunggu kamu seperti biasanya. Kamu akan pulang ke istri pertamamu itu, dan akan balik lima hari lagi ...."

"Kali ini tidak ada kata balik, jangan banyak berharap!"

"Tapi Bang, bukannya nikah siri pun tetap sah secara agama? Bagaimanapun kamu menolaknya, tetap saja Kasih ini darah dagingmu sendiri, tidak boleh kamu melepaskan kewajibanmu darinya, sebelum dia menikah nanti."

"Silahkan gunakan namaku padanya, tapi aku sudah tidak perduli lagi pada kalian berdua. Aku tak akan bisa lagi membohongi istriku. Mulai hari ini, aku bebaskan semua kewajibanmu sebagai istriku, aku talak tiga kau saat ini juga! Kita cerai!"

"Tidak! Aku tidak mau! Jangan pergi Bang ...."

Ayah tetap melangkahkan kakinya dengan tas ransel yang penuh dengan pakaiannya, meninggalkan Ibu yang histeris memanggil namanya dan berusaha menahan langkahnya, walau akhirnya gagal.

Dia yang ku panggil Ayah, ternyata tak pernah menganggap ku ada. Bahkan aku baru tahu, jika Ayah dan Ibuku hanya menikah secara siri, tentu saja waktu itu aku tak tahu artinya, sesuai kesepakatan keduanya, karena ia sudah memiliki istri dan anak di kota lain. Pantas saja, Ayah jarang di rumah.

"Ini semua gara-gara kamu! Seharusnya aku tidak melahirkan saat itu. Aku pikir dengan adanya kamu, bisa menahan Bang Jaya di sini selamanya, ternyata aku malah kehilangan dia!"

Aku tak akan pernah melupakan kalimat itu seumur hidupku. Ibu mengucapkannya sembari mengguncang tubuh kecilku. Aku pikir ia akan memukulku, ternyata tidak, Ibu hanya menangis histeris setelahnya, Ibuku terlihat sangat kacau, dan aku memilih menjauh darinya dengan tangisan tanpa suara.

Mengurung diri di kamar kecilku adalah hal pertama yang kulakukan, perasaan hampa dan tak dicintai itu sangat buruk, bahkan untuk anak berusia tujuh tahun, aku masih mengingatnya dengan jelas. Tentu saja, tak akan mudah menghilangkan memory buruk yang terjadi sejak kecil bukan? Setidaknya itu yang aku rasakan.

Setelah Ayah pergi, Ibu semakin jarang pulang ke rumah. Ia memilih untuk menghabiskan banyak waktu di tempat kerjanya. Saat pulang ke rumah ia enggan menegurku, lebih suka mengurung diri di kamar, dan aku akhirnya terbiasa sendiri. Sampai Ibu mengantarku ke rumah Bi Yana, satu-satunya saudara kandung Ibu.

"Kamu di sini saja, ibu akan pergi mencari Ayahmu," ucap Ibu sebelum ia pergi meninggalkanku di rumah Bi Yana, dan tak pernah kembali lagi. Setelah hari itu, aku tak tahu kabar Ibu, dan apakah ia akhirnya bertemu Ayah. Tak ada gunanya juga aku tahu soal itu, tak akan merubah apa pun pada hidupku.

Akhirnya aku menjalani masa kecilku hingga besar di rumah Bibi Yana dan Paman Darto, yang hidupnya agak lebih baik dari Ibu, namun beban mereka cukup berat dengan dua orang anak yang masih kecil dan pendapatan yang pas-pasan.

Ibu mungkin sedikit membenciku karena tak bisa menahan Ayah di sisinya, tapi setidaknya ia tetap menitipkan aku di sini, bukan di tempat asing, dan tidak dengan tangan kosong.

"Aku akan ke kota Mbak, tolong titip Kasih di sini ya ... aku tidak mungkin ajak dia," kata Ibu dengan suara pelan. Aku yang masih kecil hanya mendengar saja apa yang mereka bicarakan. Lagi-lagi semua percakapan Ibu dan Bibi hari itu, masih aku ingat sampai hari ini.

"Bukannya aku menolak, tapi kamu tahu sendiri ekonomi kami seperti apa Yen, dan membiayai dua anak saja, aku dan Bang Darto kesulitan, apalagi harus nambah satu ... kamu ngerti kan, maksud Mbak?

"Aku sangat paham dengan kondisi kalian, karena itu, aku menitipkan Kasih di sini, dengan semua perhiasan yang aku miliki ini, tolong pergunakan sesuai kebutuhan Kasih, jika pun Mbak butuh silahkan, asal bisa digunakan dengan bijak." Ibu mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah yang cukup besar dan sangat cantik.

"Ini satu-satunya barang berharga milikku, bisa kan Mbak gunakan ini untuk keperluan Kasih?"

Bibi membuka kotak itu menghadapnya cukup lama, aku melihatnya dengan jelas, senyum itu ... ya, aku rasa Bibi senang dengan isi dari kotak itu, tapi itu hanya sesaat, setelah itu wajahnya kembali datar, dan meletakkan kotak itu pelan-pelan di depan kami.

"Baiklah jika kamu memaksa. Berapa lama kamu ke kota? Aku tidak bisa jamin semua perhiasan ini akan bisa menanggung hidup Kasih sampai dewasa, kamu pasti tau itu kan?"

"Aku tidak bisa pastikan Mbak, tapi nanti aku akan tetap mengabari Mbak, dan silahkan hubungi aku jika semua sudah habis, aku akan berusaha untuk mengirimkan uang pada Mbak."

Begitulah awalnya sampai aku terjebak di tempat yang sekali lagi, tidak benar-benar menginginkanku, namun aku sudah terbiasa. Setidaknya aku punya tempat untuk tidur dan makan, tidak peduli seburuk apa makanannya, atau harus kelelahan karena bekerja. Tak ada bedanya bagiku. Tinggal bersama Ibu pun aku melakukan hal yang sama.

Oh iya, soal perhiasan itu? Aku tak pernah tahu bagaimana nasibnya, wujudnya saja aku tak pernah melihat. Semuanya diatur oleh Bibi. Jika tahun pertama tinggal dengan mereka aku merasa nyaman, terlebih di tahun yang sama aku mulai masuk sekolah, semua berjalan dengan lancar. Di tahun kedua hingga hari ini, aku mulai belajar untuk benar-benar menjalani hidup dengan kedua tangan dan kakiku sendiri.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Black Paradise
9.5
Farel Charly Van Houten berniat menikahi putri Romanov, namun ia justru dipermalukan karena ditolak di malam pernikahan. Didorong amarah dan dendam lama yang membara, Farel memilih Anabelle Felisha Romanov, putri kedua yang dikucilkan keluarganya, sebagai istri pengganti. Akankah Anabelle menemukan kebahagiaan, atau justru menjadi pelampiasan kemarahan Farel yang ingin menghancurkan seluruh keluarga Romanov?
Sampul Novel Ipar Posesifku
8.3
Takdir membawaku ke situasi tak terduga saat harus menikahi adik dari mendiang suamiku. Pria dingin yang selama ini menunjukkan kebencian mendalam padaku itu justru menerima perjodohan kami tanpa penolakan sedikit pun. Di balik kebungkamannya, ada rahasia besar yang tersembunyi. Mengapa ia rela terikat dalam pernikahan penuh ketegangan misterius ini denganku? Apa sebenarnya rencana yang ia simpan rapat-rapat?
Sampul Novel Kehidupan Edo yang Menakjubkan
9.0
Kehidupan Edo yang Menakjubkan mengisahkan perjuangan emosional dalam sebuah keluarga modern. Kakak ipar dari sang protagonis sangat mendambakan kehadiran seorang anak untuk melengkapi hidupnya, namun impian tersebut belum juga terwujud karena kesulitan untuk hamil. Didorong oleh rasa kepedulian yang mendalam, sang protagonis merasa terpanggil dan sangat ingin mengulurkan bantuan demi mengatasi masalah pelik tersebut. Kisah romansa modern ini menyoroti konflik batin dan tekad untuk membantu.
Sampul Novel Menipu Penipu Asmara
8.3
Niat baik Cassidy Belgenza menyelamatkan Sophie Marigold dari pelecehan justru berujung salah paham. Ternyata, Sophie adalah selingkuhan dari suami Angelica, mantan pacar Cassidy. Demi membantu Angelica yang tersiksa, Cassidy bersedia menjauhkan Sophie dari pernikahan mantannya itu. Didorong cinta masa lalu, ia merancang siasat balas dendam untuk menjatuhkan Sophie. Namun, akankah Cassidy berhasil mengelabui Sophie, atau malah dirinya sendiri yang terjerat dalam perangkap?
Sampul Novel ORANG KETIGA
9.5
Menjadi perebut Varrell Damington dari kekasihnya bukanlah impian Lea Khalilea. Namun, kepahitan hidup mendesak Lea mengambil keputusan nekat hingga terjebak dalam pusaran takdir yang tak pernah ia duga. Melalui perjalanan ini, ia berharap publik mau memahami motifnya sebelum melayangkan kecaman. Inilah sudut pandang berbeda dari sebuah perselingkuhan, yang mengungkap betapa rumitnya dinamika asmara dan realitas hubungan modern saat ini.
Sampul Novel Rahasia di Balik Cinta Kita
8.1
Kebahagiaan rumah tangga Aruna dan Rayhan hancur seketika setelah sebuah pesan misterius mengungkap jati diri sang suami yang sebenarnya. Masa lalu Rayhan yang kelam dan berdarah mulai terkuak, menyeret sosok Alara yang berwajah serupa dengan Aruna. Terjebak di tengah konspirasi dan pengkhianatan, Aruna kini dihadapkan pada pilihan sulit. Haruskah ia pergi demi menyembuhkan luka, atau bertahan mendampingi pria yang ia cintai meski fondasi hubungan mereka dibangun di atas kebenaran yang mengerikan?