APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kasih Terlarang

Kasih Terlarang

Anna terus meragukan keseriusan Keymal yang tiada henti mengejarnya, padahal status mereka adalah saudara tiri. Keymal bertekad membuktikan ketulusan cintanya, tetapi sikapnya yang posesif dan memaksa justru membuat batin Anna tersiksa. Terjebak dalam pergolakan moral dan rasa bersalah, mampukah Anna akhirnya menerima perasaan sang kakak? Kisah romansa modern ini menyoroti konflik cinta rumit yang terbentur norma keluarga dalam hubungan yang dianggap tabu.
Bab
Bagikan

Bab 2

Anna tidak habis pikir pada Keymal yang malam itu ngotot ingin tidur dengannya. Apakah pantas saudara tírí antara laki-laki dan perempuan tidur di ranjang yang sama?

"Jangan pegang-pegang, Kak!" ingat gadis itu terhadap Keymal yang sedari tadi tangannya terus menggerayangi tubuh Anna. Mulai dari punggung lalu berhenti kala sampai pada bagian perut Anna.

"Baiklah, tanganku tidak akan kemana-mana lagi. la sudah nyaman berada di sana," ucapnya sambil mengeratkan pelukannya pada perut sang adik.

Oh tidak, sungguh keadaan yang sulit dimengerti. Sebenarnya Anna ingin berontak, akan tatapi jika diperbolehkan jujur, pelukan keymal sangal nyaman. Gadis itu membiarkan sang kakak terus memeluknya hingga tertidur pulas.

Harus apa dia jika sudah begitu? Hanya bisa pasrah dan tidur dengan nyenyak kemudian bangun di pagi hari berharap lelaki itu tidak berbuat macam-maсам terhadapnya.

Sedangkan Keymal, apakah ia sendiri sudah tidur? Jawabannya adalah tidak. Lelaki yang memiliki paras tampan tersebut sebenarnya belum tertidur. Ia sedang menikmati dimana masa-masa langka itu dia rasakan, tidur dengan pujaan hati membuatnya kelimpungan sendiri.

Dengan lihainya tangan nakal itu bergerak bebas melupakan peringatan sang pemilik tubuh yang ia peluk saat ini. Keymal menggerakkan tangannya sedikit ke atas yang sama sekali belum tersentuh oleh siapapun.

"Enghh ...." Anna menggeliat kecil. Segera Keymal mengeratkan kembali pelukannya dan tidak lepas menggenggam benda sakral tersebut dengan gemas.

Ingin rasanya ia meremasi benda tersebut. Namun, ia sadar perbuatannya itu tidak mudah dilakukan. Keymal khawatir gadisnya akan bangun kemudian menyadari semuanya.

Melakukan skinship dengan Anna membuat Keymal bingung sendiri. Bagaimana tidak, tubuhnya amat sangat nyaman berada di sana, namun sedikit menuntut sesuatu yang lain bahkan lebih.

***

Pagi harinya Anna terbangun dan merasakan badannya sakit semua seolah habis melakukan lari maraton dengan jarak kiloan meter. Matanya mengerjap paksa, melawan kantuk yang enggan untuk pergi padahal matahari sudah mulai menyinari bumi meskipun tidak sepenuhnya tampak.

"Enghh," Anna melenguh kala merasakan sebuah tangan masih menangkup badannya, memeluk erat dan membuat Anna tidak nyaman.

Tapi tunggu, gadis itu merasakan sesuatu yang lain, tangan Keymal, tangan lelaki itu tidak berada di perut Anna akan tetapi di atasnya.

"Aaaaa, Kakak ngapain pegang bagian yang ini!?" sentak Anna kaget dengan mata membulat. Lalu berusaha membuka tangan Keymal dari sana yang tepatnya sedang menggenggam sesuatu yang seharusnya tidak boleh.

Kini kesadarannya sudah penuh. Sedangkan sang pemilik tangan malah semakin mengeratkan genggaman tangannya pada benda tersebut. Sebenarnya Keymal sudah terjaga sebelum Anna, tetapi ia sengaja menunggu sang gadis karena ingin mengetahui reaksinya mengetahui hal itu.

"Sudah bangun, Sayang, hmmm?"

Anna terkesiap mendengar suara di belakangnya. Dia menoleh dan ditatapnya lelaki tersebut.

"Kakak tega!" ucap Anna terbata sambil menyeka air matanya sembarangan.

Mendesah, Anna kembali mendesah ketika tangan kekar Keymal lagi dan lagi meremasnya. Mendengar gadisnya mengeluarkan suara seperti itu membuatnya pasrah. Dia pasrah mengikuti hasratnya melakukan apa saja terhadap Anna yang saat ini malah semakin sesenggukan.

"Kenapa dia menangis? Padahal aku cuma memegangnya saja," batín Keymal, dan tidak menyadari jika Anna sudah berhasil melepaskan diri.

Keymal segera mencekal tangan Anna ketika menyadari gadisnya sudah berdiri dan hendak pergi.

Fisik Anna sangat sempurna. Perpaduan antara Indo-Eropa menjadi magnet tersendiri. Ia memiliki kulit putih bening yang membalut tubuh rampingnya. Rambut sebahu yang selalu tergerai itu berwarna cokelat gelap. Sepasang mata bulatnya pun memiliki iris hazel dengan mahkota lentik di atasnya.

Sempurna!

Penampilannya itu bahkan tidak jarang membuat perempuan lain merasa iri akan kesempurnaan yang dimilikinya.

Grep!

Keymal kembali mencekal tangan Anna kemudian menariknya dengan kasar sehingga tubuh gadis tersebut kembali dalam dekakapan Keymal. Tanpa basa-basi ia kecup kening adik tirinya tersebut dengan sangat lembut sambil menekan tengkuknya agar kecupan itu lebih dalam.

"Lepasin, Kak! Sakit!"

Tentu saja ada perlawanan dari Anna. Dan benar saja, gadis itu berhasil melepaskan diri dari kungkungan Keymal lalu masuk ke kamar mandi tanpa mendengarkan ocehan sang kakak tiri.

"Dicium itu enak, bukan sakit, Na," teriaknya memberitahu pada sang adik jika ciuman yang ia berikan itu sangat nyaman dan nikmat.

Di dalam sana Anna berdecak tidak suka. Ia kemudian menjulurkan kepalanya dari celah pintu lalu berteriak.

"Kakak keluar saja dari síni sebelum aku marah!"

Keymal masih berdiam diri. Kemudian beranjak pergi meninggalkan kamar sang adik. Daripada dirinya kepergok sang ayah karena telah berani menggoda Anna bisa runyam nantinya. Dia tahu betul jika ayahnya melarang keras Keymal menggoda adik tirinya itu.

Tidak ada pilihan lain. Baru saja Anna terlepas dari Keymal, kini harus berhadapan kembali dengan kakak tirinya tersebut. Benar, barusan Keymal mengatakan bahwa dirinya yang akan mengantar sang adik. Mendengar hal itu Anna hanya bisa pasrah dan manut saja.

"Diantar Keymal ke kampus membuat Anna teringat kembali akan kejadian waktu itu. Bayang-bayang mengerikan kontan berkelebat di benaknya.

"Sudah siap, honey," sapa Keymal kala mereka berdua sudah berada di dekat mobil.

Keymal langsung merogoh saku celananya saat posisinya di dekat mobil. Ia meraih kunci dan menekan salah satu tombol yang ada di sana agar central lock terbuka. Sedangkan Anna hanya diam saja tidak mengindahkan sapaan keymal.

"Biar aku yang memasangnya agar tidak macet lagi," kata keymal saat Anna sudah duduk di sampingnya. Tangannya dengan cepat memasangkan seatbelt milik Anna.

Anna harus menahan napasnya ketika tubuh Keymal sedekat itu dengan tubuhnya. Aroma maskulin itu seketika menguar membuat jantung Anna berdetak lebih kencang. Tubuhnya seketika membeku, gadis itu berusaha mengatur napasnya untuk mengendalikan seluruh reaksi tubuhnya.

"Apa kamu tidak mau turun?" Lagi-lagi Keymal yang harus membuka suara terlebih dulu. Anna yang sedari tadi hanya melamun hingga tidak menyadari jika mereka telah sampai di depan kampus Anna.

Gadis itu tersentak mendengar suara lelaki di sampingnya. Membuka seatbelt dengan buru-buru dan bersiap untuk turun.

Brak!

Tidak ada satu patah kata apapun yang keluar dari mulut gadis itu. Ia berjalan memasuki gerbang kampus lalu berbaur dengan yang lainnya.

Keymal menghela napas dalam. Melihat sikap Anna yang tiba-tiba berubah mirip bunglon cantik yang pernah ia pelihara dulu.

Galau, sebenarnya Keymal merasa tida enak hati bila sikap adiknya seperti itu. la lebih menyukai Anna yang suka berbicara kasar serta suka membangkang seperti pertama kali mereka bertemu.

"Siapa yang mengantarmu barusan?"

Anna yang baru saja duduk di kursinya seketika mendongak ke arah Susan temannya.

"Kepo!" balas Anna dengan mimik muka yang menyebalkan. Mulutnya mencebik kesal kala mengingat wajah Keymal. Ditambah kejadian tadi malam yang membuatnya naik pitam.

Kenapa dia lemah sekarang? Bukankah dulu dia adalah gadis tangguh yang tidak sembarangan orang bisa menyentuhnya? Lantas mengapa sekarang ia pasrah ketika Keymal sang kakak tirinya itu melakukan sesuatu terhadapnya?

la tidak bisa seperti itu terus-menerus. Anna merasa harus berontak jika Keymal melakukan sesuatu kepada dirinya lagi.Sudah cukup dia kehilangan masa depan atas perbuatan Keymal.

Dia punya hak untuk menolak, dan harus memiliki keberanian untuk menolak. Gadis itu mengangguk - nganggukkan kepalanya mantap.

Sedangkan di lain tempat, Kasih tidak fokus dalam bekerja karena memikirkan pesan dari nomor tidak dikenal, yang berisikan akan mengambil Anna secepatnya. Pikirannya berkecamuk memikirkan hal tersebut, dia jadi tidak fokus melakukan hal apapun dan menjadi parno sendiri karena pesan yang ia dapatkan kemarin.

"Dia pikir dia siapa?!" ujarnya seolah mendukung dirinya sendiri agar tidak takut.

"Kita lihat sampai mana permainan ini akan berakhir," tambahnya sambil menaikkan satu alisnya.

Wajahnya tidak menampakkan kelembutan seperti biasanya, kali ini Kasih terlihat lebih arrogant dalam mengeluarkan kata-kata.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Itu Hanya Sebuah Kebohongan
8.3
Demi Rangga, aku rela menyerahkan karya desain terbaikku demi kemenangannya. Namun di malam perayaan, pengkhianatan pahit terungkap saat ia menyebutku alat bisnis dan bertunangan dengan Zahira. Bahkan setelah malam intim kami, ia memaksaku meminum pil pencegah kehamilan. Sepuluh tahun cintaku hancur seketika. Aku pun pergi jauh untuk menata hidup baru. Saat aku mulai bahagia, Rangga tiba-tiba muncul kembali, terobsesi mengejarku setelah membuangku.
Sampul Novel Cinta Setelah Menikah
9.4
Bunga, wanita yang masih dibayangi masa lalu, bertemu Rio Xen Zhin. Rio adalah CEO asal Jepang yang kaya, berwibawa, dan dingin. Wajahnya sangat mirip mendiang mantan tunangan Bunga. Demi membalas sebuah jasa, Rio memutuskan menikahi Bunga. Di tengah pernikahan tanpa cinta ini, mampukah Bunga merelakan masa lalunya dan menghadapi kenyataan bersama pria berwajah serupa?
Sampul Novel Dan ternyata cinta
9.4
Pertemuan tak terduga di atas pesawat mempertemukan Vita, seorang pramugari, dengan Andrian yang merupakan prajurit TNI. Andrian langsung jatuh hati pada pandangan pertama saat bertolak ke Jawa. Hubungan mereka berjalan lancar hingga berlanjut ke jenjang pernikahan. Namun, badai datang menerpa rumah tangga mereka ketika Vita tiba-tiba mengajukan gugatan cerai. Kini, Andrian terjebak dalam dilema besar apakah harus menyetujui perceraian tersebut atau tidak.
Sampul Novel Dia Bukan Suamiku
9.2
Lewat perjodohan, Shafa mendambakan pernikahan penuh kasih dan kesetiaan dari Alby. Alby awalnya terlihat begitu mencintai Shafa, namun di balik kemanisannya, ia menyembunyikan pengkhianatan menyakitkan. Kepercayaan Shafa pun hancur lebur. Meski telah berupaya memaafkan demi rasa cintanya, Shafa justru kian tenggelam dalam kepedihan mendalam. Di tengah kehancuran rumah tangga mereka, mampukah Alby kembali merebut hati Shafa dan meraih akhir yang bahagia?
Sampul Novel Gelora Panas Sekretaris Seksi
8.4
Dikhianati hingga berpisah dari Bisma membuat Kayla bertekad membalas dendam pada Miranda. Guna melancarkan aksinya, ia melamar menjadi sekretaris pribadi Jason. Pria tampan itu pun langsung terpikat oleh pesona dan kecantikan Kayla. Demi menuntaskan ambisi pribadinya, Kayla berjanji akan memberikan kepuasan yang jauh melampaui apa pun yang pernah Jason dapatkan dari Miranda sebelumnya, dalam sebuah hubungan kerja yang provokatif.
Sampul Novel Makin Tua Makin Binal
8.8
Kisah romansa modern ini dirancang khusus bagi pembaca dewasa yang telah matang. Alurnya mengeksplorasi sisi kehidupan secara mendalam dan berani, selaras dengan pengalaman mereka yang telah melewati masa muda. Lewat narasi jujur serta blak-blakan, buku ini menyajikan dinamika hubungan penuh gairah. Pembaca akan merasakan intensitas emosional kuat yang hanya dapat dipahami sepenuhnya oleh audiens matang.