APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kanjeng Ratu Minta Mantu

Kanjeng Ratu Minta Mantu

Melanjutkan kisah dari Tante, Mau kan jadi Mamaku?, sekuel ini menghadirkan dilema horor yang unik. Bagi seorang lulusan baru, kejaran makhluk halus rupanya tidak ada apa-apanya dibanding desakan sang ibu yang sangat berambisi mencarikannya pasangan hidup. Teror perjodohan setiap hari ini terasa jauh lebih mengerikan bagi sang protagonis. Ikuti perjuangan jenakanya menghadapi tuntutan keluarga di tengah gangguan mistis yang penuh misteri.
Bab
Bagikan

Bab 3

Ammar Faqih Antonio. Entah sudah yang ke berapa kali, aku mendesah berat melihat nama yang ada di sebuah kartu nama itu. Pasalnya, nih nama kayak Indonesia banget, kan? Cuma, kenapa pemiliknya bule banget?

Mau tahu nama siapa itu? Ck, ya nama siapa lagi kalau bukan nama Setan Ganteng yang tadi pagi menghipnotis sampai aku linglung.

Saking linglungnya, aku sampai nggak sadar udah nganterin dia sampai sebuah gedung perkantoran, setelahnya ditinggal begitu saja tanpa adanya kepastian. Kan, sakit, ya? Cuma sebenarnya, bukan itu yang bikin kecewa. Sebenarnya yang aku sayangkan adalah, aku lupa minta uang bensin sama tuh Setan Ganteng!

Amsyong banget! Aku jadi harus bayar dua kali gara-gara itu. Soalnya si tukang sopir juga nggak mau rugi udah muter-muter nganterin kita berdua. Soalnya, jarak antara tujuanku di aplikasi dan tuh bule beda. Jadinya musti keluar bensin lebih. Belum lagi macet yang melanda.

Argh! Pokoknya kalau diinget, aku jadi kesel sendiri sama tuh Setan Ganteng yang ninggalin aku gitu aja, tanpa ngasih uang bensin, malah cuma ninggalin kartu nama ini doang. Faedahnya apa coba nih kartu? Dia mau minta aku hubungi duluan gitu? 

Ish, emang aku cewek apakah mau telepon cowok duluan? Sorry to say, ya? Gini-gini eyke mahal lho. Meski sering diobral Kanjeng Ratu sama tukang bakso dan tukang sate depan gang. Tetep aja, aku harus jual mahal. Apalagi sama bule kayak dia. Betul, kan? Ish! Sebel pokoknya aku.

“Woy, kembaran?” Aku pun sontak menoleh ke arah samping. Saat mendengar seruan si Nur padaku.

Lah, iya. Namanya temanku emang Nur juga. Itulah sebabnya, kami sering di panggil duo Nur sama si Intan. Tahu kan Intan itu siapa? Buat yang nggak tahu baca aja cerita “Tante, mau kan jadi Mamaku?” dulu sono. Biar nyambung kita curhatnya.

“Udah lama, lo?” Si Nur bertanya sambil mendaratkan pantat semoknya ke kursi di seberangku.

“Menurut lo?” Aku balik bertanya seraya memasukan kartu nama itu diam-diam ke dalam tas.

Bisa berabe kalau si Nur tahu. Bukan takut ditikung, tapi takut semakin dikatain bodoh perkara bensin tadi.  Sumpah! Aku masih kesel banget.

“Dilihat dari camilan yang udah abis, sih, kayaknya baru 15 menitan. Masih belum lama, jadi gue batal ngerasa bersalahnya.”

Semprul nih orang! Udah telat banyak, masih aja banyak alesan.

“Sialan lo! Gue udah mau satu jam lebih nungguin lo, Bego!” hardikku kesal akhirnya sambil melempar si Nur— ck, nggak enak banget yang manggilnya. Kayak manggil diri sendiri aja deh.

Uhm ... ganti Hayati ajalah. Biar enak manggilnya.

Nah, iya. Saking kesalnya aku langsung melempar si Hayati dengan tisu bekas di hadapanku. Membuat dia langsung misuh-misuh kesal.

“Jorok lo! Ini pasti bekas remahan makanan di sudut bibir, kan?” kesalnya melempar balik bekas tisu itu padaku.

Aku nggak menjawab. Soalnya kalau dia tahu itu tisu bekas ingus, dia pasti lebih marah lagi. Jadi, keep silent aja.

“Bodo! Pokoknya gue kesel sama lo! Ngaret lo kebangetan soalnya. Bikin gue kayak jones aja di kafe sendirian.”

“Lah, lo bukannya emang jones, Nur?”

Eh, bener juga, sih! Ngapa aku bahas jones coba? Itu, sih, sama aja ngatain diri sendiri.

“Gue emang jones. Tapi makin kelihatan jones gegara nungguin lo di sini. Lo nggak liat, nih kafe isinya pasangan semua. Gue doang nih yang sendirian. Untung nggak ada yang godain gue,” keluhku dengan percaya diri, membuat Si Hayati langsung mencebik kesal.

“Sok cakep lo! Siapa juga yang mau godain lo? Kecuali kalau lo pakaiannya kayak gue.” Hayati mengkode untuk memindai tampilannya. “Yakin, deh. Om-om girang pasti pada ngatre!” sambungnya mengibas rambut panjangnya ke belakang dan memperlihatkan bahu putih mulusnya.

Saat ini, Hayati memang memakai baju model kemben tanpa tali, dipadu rok mini setengah paha. Heran aku. Dia apa nggak kedinginan pakai baju gitu? Aku aja yang tutupan gini lumayan menggigil dari tadi. Soalnya nih kafe AC-nya kenceng banget. Bikin aku auto ngerasa masuk kulkas waktu nungguin tadi. 

Lah, si Hayati malah nongol kayak abis mandi gitu. Kayak cuma pakai handuk, Guys. Gimana aku nggak heran coba? Cuma, ya ... itu urusannya, sih. Aku males debat soal penampilan. Soalnya itu haknya dia mau kayak gimana juga. Semua orang punya hak dalam hal pilihan. Toh, dia udah gede ini, kan? Udah bisa tanggung jawab sama pilihannya. Jadi, aku males ngomentarin apapun lagi soal gaya hidupnya. Mending kita balik topik aja, kuy!

“Iya dah yang calon artes. Gue mah apa atuh, cuma calon Nyonya Sultan dong.”

Ingat, ya! Ucapan itu adalah doa. Jadi kita jangan sampai merendahkan diri dengan remahan rengginang. Apalagi resresan tepung sagon. Duh, kalian nggak mau sampai ucapan kalian jadi doa, kan?

Itulah kenapa, aku PD aja menjawab si Hayati, meski langsung ditanggapi wanita itu dengan guliran mata jengah.

“Semerdeka elo aja dah, Nur!” balasnya dengan malas. “Udah jangan bahas itu lagi. Nanti kita nggak selesai-selesai sampai besok pagi. Mending, kita langsung bahas aja topik yang semalam kita bicarain. Gimana? Lo setuju nggak?” sambung Hayati kemudian.

“Gue sih setuju aja, sih. Cuma ... itu butuh modal berapa, ya? Tabungan gue udah tipis, nih. Takut nggak nutup,” aduku dengan jujur.

“Ck, itu mah gampang. Nanti malam, kan, malam jumat, Nur.” Hayati menjawab dengan santai, tapi ....

“Hubungannya kurang dana sama malam Jumat apa, Nur?” Aku pun auto kepo.

“Ck, bego lo nggak sembuh-sembuh, ya?” 

Asem, malah aku dikatain, lagi.

“Maksud gue, kan, nanti malam lo bisa ngider, Nur. Entar biar gue yang jaga lilinnya. Oke!”

Bangke! Dikata aku babi ngepet apa?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anakku Jadi Saksi Perselingkuhan Suamiku sama Sahabatku
8.8
Perayaan ulang tahun pernikahan kelima Ivana dan Lionel berubah menjadi mimpi buruk yang terekam kamera. Lionel tega berselingkuh dengan Regina, sahabat Ivana, tepat di ranjang mereka. Pengkhianatan ini terasa kian menyakitkan karena putra kandung Ivana justru bersekongkol menjaga pintu agar ibunya tidak memergoki mereka. Di tengah kemesraan itu, Lionel mengungkapkan keengganannya menambah keturunan dengan Ivana, mengaku muak melihat bekas luka operasi di perut istrinya demi melahirkan anak mereka.
Sampul Novel Gairah Membara: Cinta Tak Pernah Mati
8.4
Kusuma Hadi menghina Dewi Nayaka tanpa tahu siapa dia sebenarnya, bahkan menyuruh orang membuangnya ke laut. Penyesalan mendalam menghampirinya saat sang sekretaris mengungkap bahwa wanita itu adalah istrinya sendiri. Kusuma pun berbalik melimpahinya dengan kasih sayang. Namun, di tengah kemesraan yang terlihat begitu harmonis, publik tiba-tiba dikejutkan oleh kabar perceraian tak terduga dari pasangan ini.
Sampul Novel Kirana, Cinta Sejatiku
9.1
Pernikahan tanpa cinta membuat Sendra Wijayanto merasa hampa hingga menganggap hubungan intim dengan istrinya sebagai rutinitas belaka. Saat cinta sejatinya, Kirana Larasati, kembali dari luar negeri, keduanya langsung menjalin hubungan gelap. Menghadapi sikap sombong Kirana yang menuntutnya mundur, sang istri tidak tinggal diam. Ia justru melemparkan surat cerai dengan dingin dan menantang Kirana untuk membuat Sendra menandatanganinya, menolak untuk kalah dalam perebutan harga diri ini.
Sampul Novel Mamaku yang Cantik dan Pengagum Misteriusnya
8.0
Dikhianati dan dijebak dalam cinta satu malam, Alisa pulang membawa anak kembar. Kini, ia bekerja untuk Marvin, CEO genius yang diam-diam menyamar sebagai Primus demi melindungi identitasnya. Situasi pelik terjadi ketika Alisa menyadari bahwa Primus adalah pria dari masa lalunya. Terjebak di antara dua persona dari pria yang sama, mampukah Alisa mengungkap rahasia Marvin? Bagaimana sang CEO akan bereaksi saat mengetahui keberadaan kedua anak kandungnya?
Sampul Novel Scandal Married With CEO
8.9
Penyatuan dua dinasti bisnis besar lewat pernikahan Sean Gibert dan Qiena William terlihat tanpa cela. Sean adalah pemimpin yang ambisius, sedangkan Qiena merupakan direktur cerdas sekaligus ibu berbakti. Namun, tuntutan dari Sean memicu keretakan di balik citra ideal mereka. Di tengah badai tersebut, Qiena justru merasakan cinta sejati pertamanya pada Jack. Kini, ia dihadapkan pada dilema besar: bertahan demi keutuhan keluarga atau mengejar kebahagiaannya bersama pria lain.
Sampul Novel SENYUM DI TAMAN SEKOLAH
9.3
Seorang pemuda yang terbiasa menyendiri kerap menghabiskan waktu di taman sekolah yang sepi. Kehidupan sunyinya berubah total sejak kehadiran seorang gadis ceria yang selalu tersenyum hangat. Pertemuan tidak sengaja itu perlahan membawa warna baru yang cerah dalam kesehariannya yang semula terasa hampa. Sosok gadis tersebut pun mulai mengubah cara pandangnya dalam menjalani hari-hari di sekolah.