APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kali Ini, Aku Pilih Pergi

Kali Ini, Aku Pilih Pergi

Unggahan viral mengungkap pengkhianatan Bondan yang merayakan ulang tahun cinta sejatinya bersama putra mereka di hari jadi pernikahannya dengan Sofia Jayadi. Saat membereskan dekorasi yang sia-sia, Sofia menerima telepon suaminya yang mencoba mencari alasan. Namun, mendengar tawa sang anak yang ingin menginap di rumah wanita itu membuat Sofia tersadar. Tanpa kemarahan, Sofia memilih merelakan segalanya. Kali ini, dia memutuskan pergi dan meninggalkan suami serta anaknya.
Bab
Bagikan

Bab 5

"Sofia adalah orang yang curigaan. Melihatnya saja sudah membuatku merasa kesal."

Di lingkaran sosial Bondan, aku adalah bahan tertawaan.

Aku adalah seorang istri sah yang selalu menempel dengan manja.

Sebuah batu sandungan yang menghalangi Bondan mengejar cinta sejatinya.

Jariku tiba-tiba terasa kaku.

Karena aku melihat balasan Bondan di kolom komentar.

"Asalkan Olivia bahagia, itu sepadan." Komentar ini diikuti tiga emoji matahari, tampak menyilaukan mataku.

Marco langsung menambahkan, "Pasti ada orang yang ingin membuat keributan lagi. Nggak peduli setinggi apa pun gaya sang Ratu, itu tetap nggak bisa mengalahkan satu kata suka dari Olivia."

Meski tidak menyebutkan nama siapa pun, semua orang memahami maksud tersembunyinya.

Ketika melihat itu, aku tanpa ragu keluar dari aplikasi WhatsApp.

Setelah meminum segelas susu hangat, aku langsung tertidur pulas.

Ketika membuka mata lagi, aku melihat Bondan menarik koper dengan wajah kesal, membawa Toby yang berdiri di samping tempat tidur.

"Sofia, suami dan anakmu nggak ada di rumah, tapi kamu sama sekali nggak menghubungi mereka. Kamu malah tidur dengan nyenyak di sini," ujar Bondan.

"Apa kamu sekarang nggak mau lagi memperhatikan suami dan anakmu?"

Aku terdiam.

Dulu aku sangat peduli. Aku selalu bertanya apakah pesawatnya sudah mendarat, apakah dia sudah sampai di hotel, apa yang dia makan. Namun, Bondan merasa aku mengganggunya, merasa aku menghalanginya.

Sekarang aku tidak lagi peduli, tetapi dia mengatakan kalau aku tidak memperhatikannya.

"Kamu mengatakan kalau kamu sedang dalam perjalanan dinas, jadi aku tentu saja nggak bisa mengganggu. Lagi pula, bukankah ada Olivia yang menemanimu dan Toby?" balasku.

Bondan menatapku dengan terkejut, tidak menyangka aku akan setenang ini saat membicarakan Olivia.

Setelah beberapa saat, keterkejutan Bondan pun mereda. "Sofia, benar-benar nggak ada apa-apa di antara kami. Aku hanya membalas budi padanya. Berapa kali lagi aku harus menjelaskannya padamu?"

Aku mengangkat tangan dengan ringan untuk menyela. Sudut bibirku menunjukkan senyum yang sempurna.

"Nggak perlu menjelaskan. Aku memahami semuanya," ujarku.

Kemudian, Bondan menyenggol Toby yang berdiri di samping,

Toby mengeluarkan kalung plastik dengan sedikit tidak puas, lalu berkata, "Ibu, aku membelikan ini untukmu dengan uang sakuku!"

"Meskipun Ibu bersikap jahat padaku, Ayah mengatakan kalau kita harus membalas kejahatan dengan kebaikan!"

Aku mendorong tangan Toby dengan acuh tak acuh. "Aku menghargai niat baikmu. Berikan saja benda ini untuk Bibi Olivia."

Bondan yang ada di samping langsung marah, "Sofia! Jangan bersikap nggak tahu terima kasih. Putramu sudah bersikap baik, kenapa kamu masih bersikap sombong?"

Aku tidak memedulikannya, langsung pergi ke dapur untuk menuang segelas air hangat.

"Tidurlah lebih awal, Bondan," kataku.

Di bawah tatapan marah pria itu, aku mengunci pintu kamar.

Keesokan paginya, sinar matahari menembus tirai, masuk ke dalam kamar tidur.

Aku menarik koperku.

Aku menatap rumah yang aku tinggali selama lima tahun ini untuk yang terakhir kalinya.

Aku tidak menginginkan apa pun lagi.

Aku juga tidak lagi menginginkan orang yang pernah sangat aku cintai.

Bondan tidur sampai siang hari, sebelum akhirnya bangun.

Dia mengusap pelipisnya sambil berjalan ke ruang tamu, tetapi dia mendapati tidak ada seorang pun di sana.

Bahkan barang-barang di kamarku pun semuanya sudah menghilang.

Bondan mengerutkan kening sambil meneleponku, tetapi teleponnya tidak tersambung.

Kecemasan yang tidak bisa dijelaskan langsung menyeruak ke dalam hatinya.

Bondan meraih kunci mobil, lalu langsung pergi ke Institut Desain.

Dekan langsung melihat Bondan begitu dia melangkah masuk. Dekan tersenyum sambil berjalan mendekat, lalu bertanya, "Bondan, kenapa kamu ada di sini?"

"Apa prosedur pengunduran diri Sofia masih ada yang belum selesai?"

Pupil mata Bondan bergetar. Kunci mobil di tangannya terjatuh ke lantai dengan suara keras.

"Apa yang kamu katakan? Pengunduran diri?" tanya Bondan.

Dekan mendorong kacamatanya karena merasa terkejut.

Dekan menjelaskan, "Ya, Sofia sudah mengundurkan diri tiga hari yang lalu. Dia akan berkuliah di Universitas Casilda selama lima tahun. Apa kamu nggak tahu?"

"Pesawatnya berangkat hari ini. Sekarang mungkin dia sudah sampai …."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B95191" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B95191
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ahli Waris yang Terlupakan
8.6
Akibat kelalaian Emily saat transaksi, keluarga mafia kami kehilangan obat-obatan berharga. Demi melunasi utang, pihak saingan menuntut sandera. Ironisnya, ayah dan tunanganku sepakat mengirimku demi melindungi adik tiriku yang terluka. Mengabaikan pengkhianatan mereka, aku bersedia pergi dalam lima hari. Sebelum pergi selamanya, aku membagikan kasino kepada adik angkatku, uang kepada ayahku, dan mengembalikan cincin tunanganku. Mereka tersenyum tanpa sadar bahwa ini adalah perpisahan abadi yang membawa kehancuran.
Sampul Novel CINTA ATAU BENCI
8.5
Hidup Ella hancur seketika akibat fitnah keji yang dipercayai oleh Evan, pria yang sangat dicintainya. Penolakan keras dari keluarga Evan bahkan menjebloskan Ella ke penjara. Begitu bebas, takdir kejam justru membawanya kembali ke pelukan pria itu. Meski dilingkupi trauma dan ketakutan mendalam, ia tak berdaya untuk menjauh. Di balik siksaan fisik dan batin yang terus Ella terima, ia tak menyadari bahwa Evan sebenarnya memendam rasa cinta yang sama padanya.
Sampul Novel Cinta Karena Kesalahan
9.0
Tujuh belas tahun Keira Kastari Naryadinata berjuang hidup hanya berdua dengan ibunya. Ketika sang ibu berpulang, ia pun kehilangan segalanya. Sejak lahir, Keira diasingkan oleh Kastara, ayah kandungnya yang sombong, hanya karena ia bukan anak laki-laki. Namun kini, sang ayah tiba-tiba datang meminta maaf dan memintanya pulang ke ibu kota. Keira pun bimbang, ragu apakah pria egois itu benar-benar menyesal, di tengah dendam masa lalu dan kerinduan akan sebuah keluarga.
Sampul Novel Cintamu Bohong, Ya?
8.7
Kirana hancur saat mengetahui rahasia kelam suaminya, Raka, di balik keguguran yang dialaminya lima kali berturut-turut. Di depan ruang dokter, ia mendengar Raka mengaku sengaja memberinya obat aborsi agar rahimnya diangkat, sementara selingkuhannya yang bernama Maya sedang hamil sehat. Menyadari pernikahan dan cinta tulusnya selama ini hanyalah kebohongan fatal yang dirancang untuk menghancurkannya, Kirana harus menghadapi kenyataan bahwa fisiknya kini melemah tanpa harapan bisa mengandung lagi.
Sampul Novel En-PD161
9.1
Dua tahun membina rumah tangga, seorang pria harus menghadapi kenyataan pahit saat suaminya berubah menjadi gemar bermain wanita. Segala upaya mempertahankan pernikahan, bahkan hingga melibatkan polisi, hanya dibalas dengan sikap dingin. Kebenaran menyakitkan pun terungkap bahwa pernikahan mereka cuma kedok balas dendam atas kematian cinta pertama sang suami. Lelah dikhianati, pria tersebut akhirnya memutuskan bangkit dan menyetujui perceraian.
Sampul Novel Terlambat Menyesal: Mantan Istriku Bersinar Terang
8.8
Empat puluh tahun menjadi istri pajangan John, bos mafia yang kejam, membuatku menyerah ketika selingkuhannya, Angel, makin semena-mena. Saat perceraian bergulir, aku justru mengandung di usia senja, sementara Angel terbukti mandul. Demi melindungi janinku, aku nekat kabur ke desa terpencil di tengah badai salju. John yang didera penyesalan kini mendepak Angel dan memohon ampun hingga berlutut di hadapanku. Namun, semuanya sia-sia. Pintu hatiku telah tertutup rapat bagi masa lalu.