APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kak, Kalian Sungguh Kejam

Kak, Kalian Sungguh Kejam

Akibat tuduhan palsu sang adik tiri tentang alergi makanan, seorang protagonis dihukum oleh ketiga kakak laki-lakinya—seorang pebisnis, penyanyi terkenal, dan pelukis genius. Mereka mengurungnya di ruang bawah tanah yang kedap tanpa memedulikan permohonannya. Sementara mereka pergi ke rumah sakit untuk merawat sang adik tiri, protagonis perlahan kehabisan oksigen hingga akhirnya tewas mengenaskan. Tiga hari kemudian, saat mereka kembali dan baru teringat untuk membukakan pintu, semua sudah terlambat.
Bab
Bagikan

Bab 1

Adik tiriku menuduhku membuatnya alergi, jadi ketiga kakakku mengurungku di dalam ruang bawah tanah, bahkan mengunci pintu.

Aku mengetuk pintu dengan kuat dan memohon para kakakku membiarkanku keluar.

Kakak pertamaku selaku orang yang hebat dalam bisnis memarahiku sebelum dia pergi.

"Biasanya kamu menindas Linda, aku bisa tutup sebelah mata. Tapi kamu tahu jelas kalau Linda alergi dengan seafood, kamu malah membiarnya makan, bukankah ini sama saja mencelakainya? Kamu di dalam introspeksi diri atas perbuatanmu."

Kakak keduaku adalah penyanyi terkenal, sedangkan kakak ketigaku adalah pelukis genius, mereka juga mengataiku.

"Orang kejam sepertimu, bisa-bisanya pura-pura nggak bersalah dan mencari alasan, kamu di dalam saja dan introspeksi diri."

Selesai berbicara, mereka menggendong adik tiri yang masih gemetar ke rumah sakit dengan cepat.

Aku merasa tidak ada oksigen lagi, bahkan merasa makin susah bernapas, akhirnya aku mati di dalam.

Tiga hari kemudian, saat para kakakku membawa adik tiri pulang dari rumah sakit, mereka baru ingat padaku.

Hanya saja, aku sudah meninggal di ruang bawah tanah karena kekurangan oksigen.

Aku meninggal di ruang bawah tanah karena kekurangan oksigen.

Saat aku kembali sadar, aku mendapati arwahku berada di dekat ketiga kakak laki-laki aku.

Mereka baru pulang ke vila. Kakak sulungku, Joseph Handoko, dan kakak keduaku, William Handoko, sedang berbicara dengan nada penuh kasih sayang kepada adik angkatku, Linda Sunardi.

"Untung kali ini cepat-cepat pergi ke rumah sakit, jadi kamu bisa sembuh dengan cepat."

Kakak ketigaku, Albert Handoko, berkata dengan sangat cemas,

"Kata dokter, tubuhmu masih lemah, harus tambah banyak nutrisi."

Sambil berkata, Albert mengambilkan sepotong daging ke piring Linda.

Pelayan yang berdiri di samping mengingatkan, "Tuan Muda, sudah tiga hari Nona Rina di ruang bawah tanah dan nggak ada pergerakan ...."

Joseph mendengkus dan menyeletuk, "Linda baru keluar rumah sakit hari ini. Buat apa sebut-sebut pembawa sial itu?"

Pelayan ingin berbicara lagi, tetapi menjadi diam karena mendapat tatapan mata yang tegas dari William dan Albert.

"Dia pasti sengaja masak bubur seafood karena tahu Linda alergi seafood."

"Aku bahkan mengira dia sudah mulai menerima Linda. Ternyata, dia sudah menyusun rencana dari sebelumnya!"

Linda berpura-pura takut dan berkata,

"Sudah berhari-hari Kak Rina dihukum di ruang bawah tanah sendirian karena aku. Kak Rina nggak akan marah setelah keluar, 'kan?"

Joseph berucap dengan ekspresi cuek,

"Linda, jangan takut. Kami terlalu memanjakannya dari dulu, nggak pernah memberinya pelajaran."

"Setelah kali ini, dia pasti nggak akan berani merundungmu lagi."

Sambil berkata, Joseph mengambil ponselnya dan terus memperbarui kotak dialog denganku. Riwayat percakapan kami berhenti pada tiga hari yang lalu.

Dalam tiga hari ini, aku tidak mengirimkan pesan, bahkan tidak meneleponnya. Tatapan mata Joseph menjadi lebih marah.

"Sialan anak itu. Sudah berhari-hari, dia juga nggak kirim pesan untuk tanyakan kabar Linda!"

Pada saat ini, Linda mengambil inisiatif untuk memegang tangan Joseph dan sengaja berkata dengan sedih,

"Jangan membuat Kak Rina salah paham. Aku hanya ingin menjadi temannya, bukan ingin merebut sesuatu darinya."

Joseph menaruh ponselnya. Dia dengan sedih mengelus kepala Linda, lalu berucap,

"Linda, kamu memang baik hati. Nggak kayak dia, nggak punya hati."

William memikirkanku. Tatapan matanya penuh rasa cuek.

"Iya. Beraninya dia mengincar anggota keluarga demi merebut kasih sayang? Dia terlalu kejam!"

Albert mengangguk karena setuju. Dia mendengkus, lalu berkata,

"Sudah dikurung tiga hari. Kecuali dia mengaku salah, lalu berlutut dan minta maaf pada Linda, aku akan mengusirnya dari rumah!"

Aku berdiri di samping dan mendengarkan percakapan mereka. Aku merasa geli.

Hanya saja, tidak ada orang yang dapat memperhatikan pergerakan arwahku.

Sejak aku kecil, orang tuaku telah meninggal karena sakit. Ketiga kakakku memusatkan semua perhatian padaku.

Suatu hari, aku ingin memiliki teman sebaya. Lalu, ketiga kakakku menemukan Linda di panti asuhan.

Aku bergembira atas kedatangan Linda, tetapi Linda selalu memfitnahku di depan ketiga kakakku. Hal itu membuat ketiga kakakku makin hari makin menjauh dariku.

Begitu pula kali ini. Tanpa menanyakan sebab-akibat, ketiga kakakku mengurungku di ruang bawah tanah yang kecil.

Aku berupaya keras untuk melawan, tetapi udara di dalam ruang bawah tanah yang kecil itu terus menipis.

Aku menggedor pintu ruang bawah tanah dan terus memohon agar mereka mengeluarkan dari sana.

Akan tetapi, ketiga kakakku hanya memarahiku dengan ekspresi cuek.

"Nggak usah teriak-teriak! Ini salahmu sendiri. Kalau bukan karena kamu, mana mungkin Linda menderita karena alergi?"

"Kalau kubilang, kami terlalu baik padamu selama ini sehingga kamu merundung Linda. Kamu di dalam saja!"

Sambil berkata, William memasang rantai, sedangkan Albert menaruh benda berat di atas pintu ruang bawah tanah. Hal itu mematahkan peluang terakhirku untuk menyelamatkan diri.

Sekarang, saat melihat Linda yang berpura-pura senyum terhadap ketiga kakakku, aku sekali lagi menyeringai dengan kecewa.

Kakak-kakakku, adik yang paling mencintai kalian di dunia ini sudah mati karena kalian!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arimbi
8.7
Akibat insiden di perkemahan desa, Hanna terpaksa menikah dengan Sultan. Namun setelah pindah ke kota, sikap Sultan yang semula lembut berubah drastis. Hanna justru dikurung dalam rumah dan dikekang aturan ketat tanpa diakui sebagai istri sah. Sultan rupanya sangat terobsesi menjadikan Hanna sebagai pengganti sosok Arimbi, cinta pertamanya yang mengalami gangguan jiwa. Di bawah bayang-bayang masa lalu sang suami, Hanna kini harus menghadapi tekanan mental berat yang menghancurkan masa depannya.
Sampul Novel (bukan) Telepati Cinta
8.3
Hyura Anastasya sangat terobsesi menemukan reinkarnasi Fino lewat buku kuno milik kakeknya. Namun, misi ini justru merusak hubungan dengan sahabat serta cinta sejatinya. Di tengah konflik, hadirlah arwah pria yang menyimpan kunci misteri hidupnya. Mengandalkan kekuatan telepati uniknya, Hyura harus menuntaskan teka-teki besar ini. Sanggupkah ia menyelesaikannya saat kemampuan telepati tersebut justru tak berfungsi untuk urusan asmara?
Sampul Novel Hari Penikahanku, Adalah Hari Kematianku
8.1
Di hari pernikahan mereka, Bradley tega mengurung Beatrice di ruang bawah tanah yang gelap selama sepuluh hari hingga tewas membusuk. Tragisnya, Bradley justru menikahi Michelle dan memfitnah Beatrice berselingkuh, memicu serangan jantung fatal yang merenggut nyawa ibu Beatrice. Pria itu mengabaikan semua permohonan Beatrice demi membela sahabat masa kecilnya. Namun, saat Bradley akhirnya menemukan jasad Beatrice yang mengenaskan, penyesalan mendalam perlahan menyeretnya ke dalam kegilaan.
Sampul Novel Kayungyun
8.0
Fatih hidup berdampingan dengan entitas misterius yang bersemayam di tubuhnya sejak kecil. Seiring waktu, keberadaan sosok tak kasat mata yang ia sebut teman itu kian tak terkendali. Kini, teror supranatural tersebut tidak hanya mengacaukan hidup Fatih, tetapi juga mulai mengancam keselamatan orang-orang terdekatnya. Fatih harus berjuang menghadapi gangguan mistis agresif yang perlahan merusak realitas di sekitarnya.
Sampul Novel Manusia Kelabang
8.6
Misteri kelam menyelimuti legenda mengerikan tentang penciptaan Manusia Kelabang. Ritual kuno ini menuntut sepuluh ribu kelabang dewasa yang masih hidup dikurung bersama tiga belas gadis perawan di dalam sebuah ruangan batu tertutup rapat. Tanpa setetes pun air atau makanan selama bulan Agustus, mereka dibiarkan bertahan hidup. Setelah tiga puluh hari berlalu dalam kegelapan, akumulasi teror tersebut akan mengubah para korban dan ribuan serangga itu menjadi entitas baru yang sangat berbeda.
Sampul Novel Rumah Nenek
8.1
Nenek menempati rumah murah nan nyaman yang ternyata menyimpan sejarah kelam. Di ruang bawah tanahnya, pernah terjadi aksi mutilasi dan pembantaian sadis. Arwah para korban kini bangkit menuntut balas, meneror setiap sudut hunian tersebut. Setiap malam, suasana mencekam mengunci rapat bangunan ini. Para penghuni pun terjebak dan harus berjuang bertahan hidup melawan ancaman gaib mematikan yang sebelumnya telah merenggut nyawa pemilik terdahulu.