APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kado Dari Masa Lalu

Kado Dari Masa Lalu

Di hari ulang tahunnya yang ke-35, kehidupan Declan Montereau yang mapan mendadak gempar. Pebisnis sukses yang selalu skeptis pada komitmen ini dikejutkan oleh kedatangan Elio, balita empat tahun bermata abu-abu yang mengaku sebagai anaknya. Menghadapi kemiripan fisik yang mustahil dibantah, Declan terpaksa menelusuri kembali masa lalunya demi mengungkap identitas wanita yang tega menyembunyikan rahasia besar ini lalu pergi begitu saja.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi itu, Declan Montereau terbangun dengan kepala penuh pikiran. Suara riang tawa kecil dari kamar tamu membuatnya sadar: Elio benar-benar ada di rumahnya. Bukan mimpi, bukan khayalan. Anak laki-laki berusia empat tahun itu, yang tiba-tiba mengklaim dirinya sebagai putranya, kini nyata dan tak bisa lagi diabaikan.

Declan berdiri dari tempat tidur, menarik nafas panjang, dan berjalan menuju kamar kecil. Bayangan Elio memenuhi pikirannya, seperti bayangan masa lalu yang selalu bersembunyi di sudut hatinya. Ia teringat Lysandra, wanita yang dulu pernah dicintainya dengan segala kesalahan dan penyesalan yang menyertainya.

"Harus kuhadapi ini," gumamnya pelan.

Di ruang sarapan, Elise telah menyiapkan segelas susu dan piring kecil berisi roti bakar.

Elio duduk di kursi makan, dengan mata yang masih mengantuk tapi penuh rasa ingin tahu. Declan mendekat, mengambil tempat di seberangnya, berusaha bersikap biasa. Namun ada ketegangan yang menggelayuti udara.

"Elio," Declan memulai, "aku ingin tahu lebih banyak tentang kamu. Tentang ibumu. Tentang bagaimana kamu bisa sampai ke sini."

Elio menatapnya dengan jujur. "Mama bilang dia harus pergi. Dia bilang aku harus mencari ayah."

"Kenapa dia pergi?" tanya Declan, suaranya bergetar sedikit.

Elio menggeleng, tidak tahu jawabannya. "Aku tidak tahu. Tapi dia bilang kamu akan mengerti kalau aku bertemu denganmu."

Declan merasa dadanya sesak. Kata-kata Elio membangkitkan rasa bersalah yang selama ini ia coba sembunyikan.

Setelah sarapan, Declan memutuskan untuk mencari informasi lebih lanjut tentang Lysandra.

Ia membuka laptop, mencari jejak digital wanita yang pernah mengisi hatinya, namun hilang tanpa kabar. Beberapa klik membawanya ke profil lama Lysandra di media sosial-foto-foto yang dulu penuh senyum dan kebahagiaan, kini berhenti di lima tahun yang lalu.

Di salah satu foto, ada seorang pria yang tampak bersama Lysandra dan seorang bocah kecil. Declan merasa jantungnya berdetak lebih kencang.

Siapa pria itu? Apakah dia ayah Elio sebenarnya?

Ketika Declan tenggelam dalam pencarian, Elise masuk membawa secarik surat yang ditemukan di meja depan rumah.

Surat itu tampak tua dan berlipat-lipat, dengan tinta yang mulai pudar. Declan membuka surat itu dengan tangan gemetar.

Tulisan tangan di dalamnya berisi pesan singkat:

"Declan, aku tak bisa terus membohongi diri sendiri. Anak ini adalah milikmu, dan dia berhak tahu siapa ayahnya. Maafkan aku telah meninggalkannya, tapi aku tak punya pilihan. Cari dia. Temukan dia. Jangan biarkan dia tumbuh tanpa ayah."

Tanda tangan: Lysandra.

Declan terdiam, menatap surat itu seperti melihat bayangan dirinya yang dulu. Ia merasa dikhianati, disakiti, tapi juga ada rasa tanggung jawab yang tak bisa dihindari.

"Kenapa kamu tidak bilang apa-apa padaku, Lysandra?" bisiknya pada surat itu.

Sementara itu, di kota lain, Lysandra duduk di sebuah kafe kecil, memandangi layar ponselnya dengan air mata yang menetes pelan.

Dia tahu Declan pasti menerima surat itu sekarang. Dan dia tahu, segalanya akan berubah.

Tapi Lysandra takut. Takut akan penolakan, takut akan konsekuensi, takut akan rahasia yang selama ini dia sembunyikan.

Rahasia yang jika terungkap, bisa menghancurkan lebih dari sekadar hubungan mereka.

Kembali ke rumah Declan, suasana mulai berubah.

Elio mulai membuka dirinya perlahan. Ia bercerita tentang malam-malam yang gelap tanpa ibu, tentang kebingungannya yang besar, dan tentang keinginannya untuk memiliki ayah.

Declan mendengarkan, mencoba memahami betapa besar arti keberadaan Elio dalam hidupnya. Ia tahu, anak ini bukan hanya sebuah "kado dari masa lalu," tapi juga kunci untuk menyembuhkan luka-luka yang lama terkubur.

Namun, perjalanan mereka tidak akan mudah.

Pada siang hari, Declan menerima telepon yang membuat darahnya mendidih.

Suara di ujung sana adalah seorang pria dengan nada dingin dan penuh ancaman.

"Declan Montereau, kita perlu bicara tentang Elio. Dia bukan anakmu."

Declan terkesiap. "Siapa kamu? Apa maksudmu?"

Pria itu tertawa kecil. "Kamu pikir mudah menerima anak tak dikenal begitu saja? Ini bukan sekadar kebetulan. Ada banyak yang kamu tidak tahu tentang masa lalumu... dan tentang Lysandra."

Declan menggenggam telepon erat, amarah dan kebingungan bercampur menjadi satu.

Declan menatap keluar jendela, Elio bermain di taman belakang rumah.

Sebuah badai yang lebih besar sedang menanti mereka. Rahasia yang selama ini tersembunyi siap untuk keluar, dan Declan harus bersiap menghadapi semua konsekuensi.

Apakah ia siap menjadi ayah yang selama ini ia tolak?

Apakah ia siap menghadapi masa lalu yang penuh luka dan pengkhianatan?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Kejam Sang Mantan
9.2
Sepuluh tahun kubangun CiptaKarya, tetapi Baskara mendepakku demi Saskia, anak magang baru, saat kontrak 800 miliar hampir diraih. Di tengah kehamilanku, ia tega bersikap dingin. Mereka tidak sadar bahwa secara hukum, algoritma inti perusahaan ada di tanganku. Aku pun memilih pergi dan menuntut hak penuh atas ciptaanku. Demi membalas pengkhianatan kejam ini, aku mendekati Revan Adriansyah, rival terbesar yang kini menjadi sekutu terakhirku.
Sampul Novel Invisible Rich Man
9.5
Demi mencari ketulusan cinta, Davin yang merupakan pewaris takhta bisnis global rela menyamar menjadi petugas kebersihan. Di Jakarta, takdir mempertemukannya dengan Vania, sosok wanita yang menerimanya tanpa peduli status sosial. Vania pun sukses membuktikan kesetiaannya melalui berbagai ujian dari Davin. Namun, hubungan mereka kini terancam hancur saat keluarga konglomerat Davin datang menentang keras dan mencoba memisahkan keduanya secara paksa.
Sampul Novel ISTRIKU YANG MENGGAIRAHKAN(IYM)
9.2
Isabell Fernandez, model terkenal yang menikah dengan CEO Damian Devardo, kehilangan segalanya akibat rencana jahat ibu mertuanya. Usai dilecehkan dan dihempaskan ke jurang, ia tersadar di New York dalam kondisi amnesia. Demi bertahan hidup, Isabell kini bekerja sebagai penari erotis di sebuah bar kasino. Sementara itu, Damian yang didera keputusasaan terus melacak keberadaannya hingga sang anak buah menemukan wanita yang sangat mirip istrinya. Akankah takdir menyatukan mereka kembali?
Sampul Novel Jaring Kebohongan Suami Miliarderku
9.6
Menjadi istri Kian, miliarder teknologi, aku selalu menjadi penenang baginya. Namun, ia tega mengalihkan dana medis adikku demi kucing selingkuhannya. Saat kecelakaan merenggut nyawa adikku, Kian mengabaikan lukaku demi wanita itu. Saat ingin bercerai, aku baru tahu pernikahan kami palsu. Demi membalas dendam dan menghancurkan Kian, aku menghubungi pria dari masa laluku.
Sampul Novel Kukira Dia Cinta, Ternyata Pemberi Luka
9.7
Saat Riko Fosa dan keluarganya bersiap menghalangi Nisa di rumah sakit demi kelahiran anak Erni, Nisa justru memilih tidak hadir. Riko yang mengira istrinya hanya egois karena tidak mau menerima anak tersebut, berniat memaafkannya jika Nisa bersedia meminta maaf. Namun, Riko tidak menyadari bahwa Nisa telah mengambil keputusan besar. Dia mendaftarkan diri ke PBB untuk menjadi dokter lintas batas dan bersiap mencabut kewarganegaraannya, meninggalkan Riko selamanya tanpa ada kesempatan untuk bertemu lagi.
Sampul Novel Patah Hati, Pengkhianatan, dan Balas Dendam Miliaran Dolar
8.7
Usai berjuang keras demi bayi tabung, pengkhianatan Hardian terbongkar lewat video mesra dan pencurian uang perusahaan. Di acara kantor, selingkuhannya, Celine, mengaku hamil hingga memicu insiden yang membuatku keguguran. Hardian justru mengabaikanku demi Celine. Di tengah kehancuran, rival bisnisku, Baskara Prayoga, hadir menyelamatkan. Kini, kami bersekutu secara rahasia untuk merebut kembali segalanya dan menghancurkan para pengkhianat itu.