APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah

Zeva terpaksa mengencani Alex demi menyelamatkan bisnis keluarganya atas desakan sang ayah. Padahal, ia menyembunyikan hubungan asmaranya dengan Darrel dari orang tuanya. Konflik batin pun melanda Zeva ketika daya tarik Alex perlahan-lahan mulai memikat hatinya. Kini, ia berada di persimpangan jalan antara bakti pada keluarga, komitmennya kepada Darrel, serta getaran baru yang kian nyata. Akankah pilihan Zeva membawanya pada kebahagiaan atau justru penyesalan?
Bab
Bagikan

Bab 3

Harrison mengernyitkan alisnya. Bingung dengan respon Zeva yang seperti sedang marah dengannya. "Ayah, sudah memasakkan makanan favoritmu. Ayo, turunlah ke bawah," dengan sabar Harrison membujuk Zeva, meskipun itu tidak berhasil.

Zeva menarik selimut dan membungkus setengah tubuhnya yang terasa kedinginan. Ia mengabaikan ajakan Harrison.

Melihat Zeva hanya terdiam, Harrison menghela nafas lelah. Ia melangkah pergi meninggalkan kamar Zeva.

Namun, sebelum Harrison pergi, ia berkata."Jangan lupa, sekarang jam 6 malam. Kau tidak lupa kan dengan perintah ayah?" Harrison sekali lagi mengingatkan Zeva, yaitu tentang kencan di hotel Savoy malam ini. Bukannya Zeva bersiap dan berdandan cantik, Zeva justru masih mengurung diri di kamar.

Zeva menyibak selimutnya dan melemparkannya secara kasar. "Arghhhh! Kencan sialan! Siapa sih laki-laki itu, huh? Sampai ayah memaksaku begini!" Zeva mengacak rambutnya frustasi. Andaikan laki-laki itu adalah kekasihnya, maka dengan senang hati ia bersolek cantik. Tapi kebalikannya, laki-laki yang tidak ia tau indentitasnya, darimana dan siapa.

Selesai sudah sentuhan terakhir lipstik merah klasiknya, Zeva menatap pantulan dirinya di cermin besar kamarnya. Gaun satin sutra emerald green yang baru saja dikenakannya terasa begitu pas dan nyaman, seolah memang diciptakan untuk dirinya. Ia memutar sedikit badannya, menikmati bagaimana kain itu bergerak anggun mengikutinya. Belahan sisi gaunnya memperlihatkan sedikit jenjang kakinya, senyumannya luntur setelah sadar jika penampilannya ini bukan untuk kekasihnya, melainkan laki-laki lain.

"M-maafkan aku," kepala Zeva tertunduk, jemarinya meremas gaun melampiaskan rasa marahnya.

Sepasang stiletto hitam legam sudah menantinya di lantai. Ia meraih syal tipis berbahan kasmir berwarna hitam, melingkarkannya dengan santai di lengannya sebagai antisipasi dinginnya malam. Sebelum melangkah keluar, Zeva menarik napas dalam, merasakan aroma parfumnya yang lembut menguar, Zeva harap kencan buta ini tidak akan pernah berhasil.

***

Gemerlap lampu menghiasi gedung pencakar langit di London. Kepala Zeva menoleh ke kiri, menatap dari balik kaca mobil. Kali ini, ia tak bisa kabur melarikan diri atau mencari alasan berbohong karena Harrison yang mengantarkannya ke hotel Savoy seolah-olah ia harus tiba disana tanpa ada halangan apapun.

"Zeva, putuskan hubunganmu dengan pacarmu itu," suara Harrison memecah keheningan di dalam mobil. Ada nada tak suka yang terselip. Memang ia tidak tau tipe pacar Zeva, marga keluarganya, pekerjaannya. Ia tidak ingin Zeva hidupnya kekurangan. Selama ini, ia memberikan fasilitas lengkap, dari biaya kuliah Zeva, keperluan pribadi seperti modal mendirikan perusahaan kosmetik.

Mata tajam Zeva menatap Harrison dengan kilatan marah. Bibirnya terkunci Kelu tak bisa menanggapi ucapan Harrison. Terlalu berat untuk hatinya. 'Tidakkk! Aku tidak akan pernah mengakhiri hubunganku. Aku tak peduli meskipun menikah dari perjodohan ayah, aku akan tetap mempertahankannya,' Zeva berkata dalam hati.

Merasa tak ada jawaban, Harrison melirik Zeva dari spion. "Jangan melanggar perintah ayah. Kamu ini sebentar lagi akan menikah, Zeva."

Zeva terbahak remeh. "Kalau ayah ingin aku menikah, seharusnya ayah merestui. Bukan milih laki-laki lain dan menjodohkanku!" Zeva menggeram kesal. Seenaknya saja Harrison mengambil keputusan tanpa memikirkan bagaimana perasaan hatinya.

"Percaya sama ayah, kali ini pilihan ayah yang terbaik. Dan kehidupanmu pasti bakal terjamin," ujar Harrison sabar, ia tidak terpancing sulutan emosi Zeva.

Diam, Zeva tak lagi mengatakan apapun. Meskipun hatinya membantah kata-kata Harrison, dirinya tak akan percaya. Sebaik apa laki-laki pilihan Harrison?

***

Hujan gerimis baru saja berhenti, menyisakan kilau basah di depan Hotel Savoy. Sebuah siluet hitam pekat, Rolls-Royce Wraith Black Badge, meluncur anggun tanpa suara. Lampu depan LED-nya yang tajam membelah malam, menyoroti gril Pantheon yang kini hitam legam, menambah kesan misterius. Cat 'Black Diamond' pada bodinya memantulkan gemerlap kota dengan riak kemewahan. Saat berhenti, panjang monumental dan proporsi rendahnya memancarkan dominasi. Roda 21 inci berputar pelan, melengkapi keanggunan gerakannya. Tanpa guncangan, mobil itu berhenti sempurna, sebuah pernyataan kemewahan absolut yang membalut lobi hotel dalam aura eksklusivitas.

Sebelah kaki jenjang dengan heels anggun menapaki halaman hotel Savoy. Zeva menyelipkan helaian rambutnya di telinga kanannya. Baru beberapa langkah, suara Harrison menghentikan langkahnya.

Harrison membuka setengah kaca mobilnya. "Semoga kencanmu berhasil ya. Ayah harap, kamu dan dia bisa cocok," senyuman tipis penuh harap terpatri di bibirnya. Matanya menatap Zeva yang merotasikan bola mata menunjukkan rasa muak dengannya.

Zeva melihat di sekitarnya, tidak ada pengunjung sama sekali. Namun, matanya berpusat pada sebuah mobil BMW putih saja. Ia bisa menduga, itu adalah mobil laki-laki yang akan di jodohkan dengannya. Akan tetapi, ia seperti mengenal mobil itu dan tidak asing.

Meskipun enggan, Zeva melangkahkan kakinya dengan berani memasuki hotel Savoy. Namun, pikirannya masih teringat dengan mobil BMW yang sekilas mirip di miliki oleh kekasihnya. Mungkinkah...?

Di lobi megah Hotel Savoy, Zeva melangkah masuk, memancarkan aura yang tak terbantahkan. Gaun malam berbahan satin sutra berwarna emerald green membalut tubuhnya dengan anggun, jatuhnya kain yang lembut mengikuti setiap lekuk tubuhnya dengan sempurna, dan sesekali memantulkan cahaya lampu gantung kristal yang berkilauan.

Langkah Zeva terhenti, ketika melihat sosok laki-laki yang duduk membelakanginya.

'Bukan, bukan pacarku. Ahh, ada apa sih dengan pikiranku?' Zeva membatin kesal. Ia terlalu berharap tinggi.

Laki-laki itu menuangkan cocktail red wine di sebelah gelas yang belum terisi.

Merasakan kedatangan seseorang, bibirnya tersenyum. Tanpa menoleh, "Kamu sudah datang? Duduklah," sambutnya ramah.

Melangkah mengitari meja dan duduk berhadapan. Zeva menyilangkan kaki dan menyandarkan punggungnya. "Iya, aku mendatangi mimpi burukku sendiri," seakan semakin kesal, Zeva melontarkan kata-kata itu agar laki-laki di hadapannya sakit hati.

Dia terkekeh geli, ternyata perempuan di hadapannya sangat sinis seperti tidak menyukainya. "Bagaimana? Kau menyukai hidangan pilihanku?"

Diam, tidak ada sahutan.

'Aku beruntung sekali bisa berkencan dengan perempuan secantik ini. Ah, kakakku terlalu bodoh, terlalu membosankan jika menyibukkan diri,' ia berkata dalam hati. Dari penampilannya saja cantik dan anggun. Tentu saja setara dengannya.

"Aku yang memesan semua ini. Jadi, kamu tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun. Jadi, berterima kasihlah kepadaku," ia menyeringai menggoda. Berkedip lemah agar pesona ketampanannya memikat hati perempuan itu.

"Tidak semua wanita, bisa berkencan denganku. Dan...baru pertama kali ini."

"Oh, aku kira anda playboy. Aku tidak peduli," Zeva meneguk cocktail red wine hingga habis. Sepertinya, semua hidangan ini harganya mahal. Ia bisa memperkirakan, laki-laki ini membuang uangnya secara cuma-cuma untuk perempuan yang baru di kencani.

"Makanlah, kalau kamu tidak bisa memotong dagingnya, biar aku yang menyuapi mu," tak habis menggoda, terlihat sangat menarik dengan respon perempuan itu. Padahal, dirinya lumayan tampan dan standar tipe perempuan di luar sana.

Zeva menggeleng. Tangannya bersidekap dada. "Ngomong-ngomong, di parkiran itu. Mobilmu?" Mata Zeva menyipit menyelidik. Ia sangat mengerti, mobil itu sama persis dengan mobil kekasihnya.

Senyuman smirk yang remeh. Mendongak dan bertubrukan dengan mata hazel yang cantik. "Kenapa? Apa kamu, meragukan kekayaanku?" Tanyanya menantang.

Zeva menggebrak meja lumayan keras, hingga beberapa makanan meloncat sedikit. "Aku tidak bercanda, ya. Tuan sombong!"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Biar Suami dan Anakku Hidup Tanpa Penyesalan
9.1
Dian harus menelan pil pahit saat suaminya, Harris, memberikan kalung miliknya kepada Lisa, sahabat masa kecilnya yang sekarat. Bahkan, putra kandung Dian lebih memilih membela ayahnya dan mengagumi kelembutan Lisa hingga diangkat menjadi anak angkat wanita itu. Menyadari bahwa kehadiran dan pengorbanannya tidak pernah dihargai oleh suami dan anak yang dilahirkannya dengan susah payah, Dian akhirnya memilih untuk mundur perlahan dan pergi meninggalkan mereka secara diam-diam.
Sampul Novel Bidadari di dalam Rumahku
7.9
Kebahagiaan Kinan runtuh seketika saat suaminya meminta izin berpoligami. Alasan sang suami sangat melukainya; ia mendambakan istri salehah penuntun spiritual, menyindir Kinan secara tidak langsung. Di tengah rasa dikhianati dan luka batin yang teramat dalam, Kinan dipaksa menerima kenyataan pahit berbagi cinta. Kini, mampukah ia bertahan hidup satu atap dengan madunya di rumah sendiri?
Sampul Novel Gairah Liar Nayla
7.8
Nayla meyakini bahwa akhir bahagia selalu ada di balik badai kehidupan. Namun, keteguhan hatinya benar-benar diuji ketika ia tak sadarkan diri di sofa rumah akibat kelelahan ekstrem. Saat ia tak berdaya, seorang lelaki misterius yang telah menyusun rencana matang datang mendekat. Niat terselubung membimbing tangan pria itu menyentuh tubuh Nayla yang terlelap. Suasana kian menegangkan ketika sentuhan di dadanya memicu reaksi bawah sadar dari Nayla yang tertidur.
Sampul Novel Istri yang Dianggap Sempurna
9.6
Kegagalan dua kali pernikahan menyadarkan Keyyan Munir bahwa modal ketampanan fisik saja tidak cukup tanpa kestabilan finansial. Di tengah keputusasaan itu, ia jatuh cinta dan menikahi Shabilal Haq, atau Shabby. Namun, Keyyan tidak mengetahui bahwa sang istri yang tampil sebagai wanita cantik tersebut sebenarnya lahir dengan organ ganda. Akankah pernikahan mereka tetap bertahan saat rahasia biologis Shabby yang selama ini disimpan rapat akhirnya terungkap di hadapan Keyyan?
Sampul Novel Jalan Jodoh Sang Koki
8.1
Max, seorang juru masak terkenal, terpaksa melarikan diri setelah dituduh membunuh perdana menteri lewat hidangannya. Di tengah pelarian, jiwanya merasuk ke raga seorang wanita korban tenggelam. Dalam wujud baru ini, Max justru terpikat pada Wulan, sahabat Nadia. Saat berhasil pulang ke tubuh aslinya, Max bertekad kuat untuk melamar Wulan. Namun, perjuangan meyakinkan sang pujaan hati ternyata sangat sulit. Mampukah koki ini memenangkan cinta sejatinya?
Sampul Novel Tetangga jadi Cinta
9.3
Kehidupan tenang seorang pekerja kantoran terusik oleh kehadiran pria tampan di sebelah rumahnya yang kerap membuat suara bising hingga larut malam. Kehabisan kesabaran karena waktu istirahatnya terganggu, ia nekat melabrak tetangga barunya itu. Namun, keberaniannya berujung penyesalan mendalam. Begitu pintu terbuka, ia menyaksikan pemandangan mencengangkan yang tak pernah diduga. Kini, ia dilingkupi ketakutan akan dibungkam dan dibunuh demi menutupi rahasia tersebut.