APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah

Zeva terpaksa mengencani Alex demi menyelamatkan bisnis keluarganya atas desakan sang ayah. Padahal, ia menyembunyikan hubungan asmaranya dengan Darrel dari orang tuanya. Konflik batin pun melanda Zeva ketika daya tarik Alex perlahan-lahan mulai memikat hatinya. Kini, ia berada di persimpangan jalan antara bakti pada keluarga, komitmennya kepada Darrel, serta getaran baru yang kian nyata. Akankah pilihan Zeva membawanya pada kebahagiaan atau justru penyesalan?
Bab
Bagikan

Bab 1

Suara langkah high heels mengetuk dinginnya lantai marmer putih. Seorang wanita cantik dengan rambut sepinggang sedikit bergelombang, ia memasuki kamarnya.

Setelah pulang dari kantor, Zeva merasa badannya sangat lelah. Mengambil ponsel dari dalam tas selempang, namun ponselnya mati.

"Ah, baterai ponselku habis. Ini gara-gara meeting tadi, sampai aku tidak sempat mengecek ponselku," Zeva menancapkan kabel charger, dan matanya melihat selembar kertas di meja itu. Dari tulisannya, Zeva sangat mengenalnya, tulisan dari Harrison, ayahnya.

[Zeva, ayah ingin kamu datang ke hotel Savoy besok malam jam 7:00 pm]

Mata Zeva melotot jika ia tidak datang, Harrison memberikan ancaman tegas tentang perusahaan kosmetiknya yang baru saja sukses dua tahun ini.

"Ayahh," Zeva menggeram kesal, ia tidak bisa membiarkan perusahaan di tutup total oleh Harrison. Susah payah ia membangun D'Glows hingga masa kejayaan sukses. Entah ada apa di hotel Savoy besok sampai Harrison menyuruhnya wajib mendatangi hotel itu.

Zeva menarik nafas dalam-dalam. Keseluruhan isi kertas itu, mengharuskannya berpenampilan cantik dan anggun.

Tidak terlalu memikirkannya, Zeva merebahkan diri diatas ranjang. Apa yang di rencanakan Harrison esok, Zeva tidak tau.

"Mama, aku merindukanmu," mata Zeva menatap langit-langit kamar, 15 tahun silam setelah kepergian Margaretha. Hanya Harrison yang menyayanginya walaupun tidak selembut Margaretha.

Disisi lain, Harrison masih berbicara dengan seseorang yang ada dalam panggilannya.

Harrison meletakkan segelas wine yang sudah habis ia minum. "Ya, saya yakin ini akan berhasil. Tenang saja, saya sudah mengaturnya. Sekarang, kamu hanya meminta anak laki-lakimu."

Mendengar jawaban dari seberang sana, bibir Harrison tersenyum lebar. Ia bersuara dalam hati, "Aku tidak tega melihat Zeva terus bekerja keras tanpa merasakan kebahagiaan, semoga saja ini pilihan yang terbaik."

***

Pagi hari, Zeva bersiap untuk berangkat kerja.

Zeva melangkah melewati meja makan yang hanya ada Harrison. Sarapan sudah terhidang diatas meja, pasti Harrison sendiri yang memasaknya.

"Zevanya, sarapan dulu. Dan, kamu jangan lupa nanti malam," ucap Harrison tanpa menoleh. Ia tau, pasti Zeva sedikit tidak terima dengan permintaannya.

"Terima kasih, saya tidak lapar," setelah mengatakan itu Zeva berlalu pergi. Sarapan satu meja dengan Harrison? Tidak mungkin baginya, Harrison akan berbuat baik jika ada maksud terselubung di baliknya. Seperti isi dari tulisan kemarin.

Ujung mata Harrison menatap Zeva hingga anak perempuannya itu menghilang di ujung pintu.

"Huh, sampai kapan kamu bersikap dingin denganku, Zevanya," gumam Harrison menghela nafas. Semenjak kematian Margaretha, sikap Zevanya berubah lebih dingin kepada dirinya,

***

Perusahaan D'Glows, memiliki 25 tingkat lantai, bangunan tinggi yang berdiri kokoh itu Zeva bangun sendiri dari hasil tabungannya sedikit demi sedikit saat Harrison memberikannya jatah uang pada saat ia masih sekolah.

Mobil hitam Lamborghini baru saja tiba di parkiran basement.

"Zevaa!" Suara sapaan ceria itu membuat Zeva menoleh saat baru saja turun dari mobilnya.

Agnes melangkah mendekati Zeva. "Mau ke kantin dulu? Tolong temani aku sarapan pagi ya," pinta Agnes memohon.

"Iya, aku juga malas sarapan di rumah," yang membuat Zeva malas itu Harrison. Tempat satu-satunya yang membuat ia nyaman adalah D'Glows, perusahaannya sendiri. Selain lingkungan kerjanya nyaman, ada Agnes dan teman-teman yang lainnya segan kepadanya.

"Karena ayahmu lagi?" Agnes sangat tau pertengkaran antara Zeva dan Harrison, Zeva sering bercerita. Menurutnya Zeva itu tidak nyaman saja karena perlakuan Harrison. Zeva hanya butuh kebahagiaan dan kasih sayang.

"Hmm. Aku nanti pulang ke lebih cepat, jadi kalau ada karyawan atau client yang tanya, bilang saja aku sudah pulang," ucap Zeva cuek, andaikan saja tidak ada permintaan Harrison itu, ia bisa saja lembur hari ini seperti biasanya, jam 9 malam pulang. Terkadang, sengaja berlama-lama di perusahaan agar ia tak bertemu Harrison.

Dari arah berlawanan, seorang pria tinggi dengan langkah lebarnya menabrak Zevanya.

Zeva tersenggol dan terhuyung jatuh. "Arghh!" Zeva meringis, tangannya tidak siap menopang tubuhnya di lantai. Terdengar bunyi tulang-tulang jemarinya.

"Hey! Apa kau punya mata huh?" Amarah Zeva meledak, Zeva berdiri tegap. Tapi pria itu tak mendengar suaranya dan pergi begitu saja.

"Ssstt, aduh. Zevaaa, jaga mulutmu!" Agnes berbisik menahan rasa kesalnya, matanya mengamati pria itu dan betapa terkejutnya dengan aroma wangi mint yang tercium di hidungnya. 'Astaga, demi apa? Dia tampan sekali,' hatinya memuji sedikit salah tingkah dengan jantung berdebar-debar.

Zeva menggertakkan gigi kesal. "Puas huh? Matamu tidak berkedip sama sekali, Agnesia," Zeva tau jika Agnes masih memperhatikan pria yang menabraknya tadi.

Agnes gugup. "A-ah, maaf. Ayo ke kantin. Kau ini, tidak suka melihatku bahagia ya? Huh, dasar!" Agnes menggerutu kesal.

***

Otot-otot mencuat dari tangannya, meraih sebuket bunga warna putih, warna kesukaan kekasihnya.

Pria itu menyerahkan beberapa lembar uang kepada pihak toko. "Saya membeli ini."

"Terima kasih, semoga hubunganmu dengan pasanganmu bertahan selamanya," ucap Sales perempuan penjaga toko dengan bibir tersenyum ramah.

Meletakkan dengan hati-hati di kursi mobil.

"Hahaha, Tuan. Kau banyak sekali membeli barang hari ini," ciutan menggoda dari sopir pribadinya, apa yang di katakannya benar, beberapa tumpukan barang di bagian kursi belakang.

"Iya, aku akhir-akhir ini terlalu sibuk. Semoga dia suka pemberianku. Huh, mau bagaimanapun, pekerjaanku lebih penting dan tidak bisa aku meminta izin cuti," suara sendu beratnya terasa mengganjal di tenggorokan. Sudah 2 bulan ini semenjak ia sukses di terima di rumah sakit, waktu untuk bertemu wanitanya tidak senggang seperti dulu.

"Cepat, jalankan mobilnya. Jam istirahatku selesai, jangan lupa serahkan barang ini ke kurir. Tolong kemas yang rapi jangan sampai ada yang rusak," perintahnya tegas. Andaikan waktu bisa di beli dengan uang, ia akan membelinya. Tapi mustahil, uangnya ia tabung untuk melamar wanitanya.

***

Pukul 4 sore, Zeva sudah menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat. Ia langsung pulang, mengingat perjanjian Harrison yang membuat pikirannya terus di hantui kata-kata ancamannya.

Ponsel Zeva berbunyi. Zeva mengurangi kecepatan mobilnya dan menepi.

Pesan dari nama favorit yang ia tunggu sejak kemarin.

[ Lihat box putih di sudut kamarmu. Aku harap kamu menyukainya ]

"Seandainya ayah merestui hubunganku," senyuman Zeva memudar. Ia masih tidak berani memperkenalkan pacarnya kepada Harrison, ia takut Harrison tidak menyukainya.

***

Setibanya di rumah, Zeva melangkah terburu-buru menaiki tangga, kakinya langsung menuju ke kamar. Matanya tak bisa berkedip mencari box putih yang sepertinya baru saja di kirimkan oleh kekasihnya.

Namun, saat Zeva membuka pintu kamarnya, mata Zeva tidak menemukan box putih.

Nafas Zeva tersengal-sengal bingung, mengacak rambut kesal. "Sial! Dimana box putihnya? Kenapa tidak ada disini?"

Zeva mengirimi pesan kekasihnya, ia mempertanyakan apakah box putih itu benar-benar di letakkan di sudut kamarnya atau tidak.

Tapi, pesannya tak di balas karena kekasihnya tidak online.

"Sialan! Dimana box putihnya? Mustahil ayah mengambilnya."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Biar Suami dan Anakku Hidup Tanpa Penyesalan
9.1
Dian harus menelan pil pahit saat suaminya, Harris, memberikan kalung miliknya kepada Lisa, sahabat masa kecilnya yang sekarat. Bahkan, putra kandung Dian lebih memilih membela ayahnya dan mengagumi kelembutan Lisa hingga diangkat menjadi anak angkat wanita itu. Menyadari bahwa kehadiran dan pengorbanannya tidak pernah dihargai oleh suami dan anak yang dilahirkannya dengan susah payah, Dian akhirnya memilih untuk mundur perlahan dan pergi meninggalkan mereka secara diam-diam.
Sampul Novel Bidadari di dalam Rumahku
7.9
Kebahagiaan Kinan runtuh seketika saat suaminya meminta izin berpoligami. Alasan sang suami sangat melukainya; ia mendambakan istri salehah penuntun spiritual, menyindir Kinan secara tidak langsung. Di tengah rasa dikhianati dan luka batin yang teramat dalam, Kinan dipaksa menerima kenyataan pahit berbagi cinta. Kini, mampukah ia bertahan hidup satu atap dengan madunya di rumah sendiri?
Sampul Novel Gairah Liar Nayla
7.8
Nayla meyakini bahwa akhir bahagia selalu ada di balik badai kehidupan. Namun, keteguhan hatinya benar-benar diuji ketika ia tak sadarkan diri di sofa rumah akibat kelelahan ekstrem. Saat ia tak berdaya, seorang lelaki misterius yang telah menyusun rencana matang datang mendekat. Niat terselubung membimbing tangan pria itu menyentuh tubuh Nayla yang terlelap. Suasana kian menegangkan ketika sentuhan di dadanya memicu reaksi bawah sadar dari Nayla yang tertidur.
Sampul Novel Istri yang Dianggap Sempurna
9.6
Kegagalan dua kali pernikahan menyadarkan Keyyan Munir bahwa modal ketampanan fisik saja tidak cukup tanpa kestabilan finansial. Di tengah keputusasaan itu, ia jatuh cinta dan menikahi Shabilal Haq, atau Shabby. Namun, Keyyan tidak mengetahui bahwa sang istri yang tampil sebagai wanita cantik tersebut sebenarnya lahir dengan organ ganda. Akankah pernikahan mereka tetap bertahan saat rahasia biologis Shabby yang selama ini disimpan rapat akhirnya terungkap di hadapan Keyyan?
Sampul Novel Jalan Jodoh Sang Koki
8.1
Max, seorang juru masak terkenal, terpaksa melarikan diri setelah dituduh membunuh perdana menteri lewat hidangannya. Di tengah pelarian, jiwanya merasuk ke raga seorang wanita korban tenggelam. Dalam wujud baru ini, Max justru terpikat pada Wulan, sahabat Nadia. Saat berhasil pulang ke tubuh aslinya, Max bertekad kuat untuk melamar Wulan. Namun, perjuangan meyakinkan sang pujaan hati ternyata sangat sulit. Mampukah koki ini memenangkan cinta sejatinya?
Sampul Novel Tetangga jadi Cinta
9.3
Kehidupan tenang seorang pekerja kantoran terusik oleh kehadiran pria tampan di sebelah rumahnya yang kerap membuat suara bising hingga larut malam. Kehabisan kesabaran karena waktu istirahatnya terganggu, ia nekat melabrak tetangga barunya itu. Namun, keberaniannya berujung penyesalan mendalam. Begitu pintu terbuka, ia menyaksikan pemandangan mencengangkan yang tak pernah diduga. Kini, ia dilingkupi ketakutan akan dibungkam dan dibunuh demi menutupi rahasia tersebut.