APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jeratan Cinta Kakak Tiri

Jeratan Cinta Kakak Tiri

Dunia Luna runtuh begitu tahu bahwa Reno, cinta pertama yang sangat ia puja, segera menjadi kakak tirinya. Walau rintangan menghadang, gelora asmara yang membara membuat mereka nekat merajut hubungan gelap yang berbahaya. Situasi kini kian pelik dan genting setelah Luna dinyatakan hamil. Di tengah ancaman rahasia yang mulai terkuak, sanggupkah mereka bertahan, ataukah masa depan Luna harus hancur lebur demi memperjuangkan cinta terlarang ini?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Jadi, Ibu akan menikah lagi?"

Luna menatap Ibunya dengan gembira. Akhirnya setelah sekian lama sang ibu membuka hatinya pada seorang pria. Meski gadis berusia 20 tahun itu sedikit terkejut mendengarnya.

"Iya, Luna. Ibu akhirnya menemukan sosok yang sangat baik, kami memang baru berkenalan enam bulan, tapi kami merasa sangat cocok. Dia sangat pengertian dan mengerti kondisi Ibu. Maaf Ibu baru bilang padamu sekarang. Itulah kenapa Ibu mengajakmu untuk bertemu dan berkenalan dengannya malam ini," jelas Diana, Ibu Luna yang telah berusia 42 tahun.

Senyum dibibir Luna perlahan memudar. "Malam ini? Kenapa sangat tiba-tiba, Bu? Aku sudah ada janji dengan seseorang."

"Ohh... sorry, Sweety. Ibu tidak tahu kalau kau sudah ada janji. Apakah itu dengan pria yang kemarin kau ceritakan?"

Luna tak kuasa menahan senyumnya mengingat pria yang satu bulan lalu baru dikenalnya. Gadis itu belum pernah jatuh cinta sebelumnya, jadi ini adalah pengalaman pertama.

Luna mengangguk pelan, pipinya bersemu merah. "Dia mengajakku makan malam hari ini, Bu."

Diana tersenyum menatap wajah merona putrinya. Meski Luna belum bercerita banyak mengenai pria itu dan identitasnya karena ingin mengenalkannya secara langsung. Diana berusaha mendukung setiap pilihan putrinya, terlebih ini kali pertama Luna merasakan jatuh cinta.

Diana lantas mengusap lengan Luna dengan lembut. "Luna, Ibu sungguh ikut bahagia mendengarnya. Tapi maaf apa kau bisa mengundurnya dulu? Lucas Peterson, calon ayah tirimu adalah orang yang sangat sibuk, kami telah mengatur pertemuan ini dari jauh-jauh hari dan dia baru bisa memberi Ibu kepastian bertemu hari ini. Ibu mohon padamu, ya?"

Luna terdiam berpikir sejenak. Sungguh ia sangat ingin bertemu pria yang berhasil memikat hati sang ibu, tapi gadis itu juga tidak sabar untuk bertemu dengan pria pujaan hatinya.

Drttttr drttt drrrttt

Belum sempat Luna menjawab, ponselnya bergetar. Senyumnya seketika merekah melihat nama pengirim pesan di layar. Namun, dia kembali murung setelah melihat isi pesan singkat tersebut. Pria itu ternyata membatalkan janji temu mereka.

Akhirnya setelah membalas pesan dan mematikan ponselnya, Luna menghela napas berat lalu berkata, "Baiklah, Bu. Apa yang harus aku gunakan nanti malam?"

Diana tersenyum senang. "Apa saja. Tidak perlu terlalu formal, kita hanya makan malam bersama dan berkenalan dengan calon Ayah dan Kakakmu."

"Tunggu... Kakak? Jadi, aku akan punya Kakak setelah Ibu menikah?"

"Kakak laki-laki, tepatnya." Diana mengangguk dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.

Wow, Luna tak menyangka dia bukan hanya akan memiliki ayah, tapi juga akan memiliki kakak? Sungguh sejak dulu Luna sangat ingin memiliki kakak laki-laki, gadis itu merasa jika ia memiliki seorang kakak disampingnya pasti dia akan sangat dimanja dan dilindungi, tapi sayang Luna anak pertama dan satu-satunya karena sang ayah telah meninggal sejak ia berusia 5 tahun.

"Oke... rasanya aku semakin penasaran. Sebenarnya kenapa baru sekarang Ibu mau menikah lagi?"

Diana mendekat lantas menangkup wajah mungil Luna. "Karena Ibu merasa sekarang waktunya sudah tepat, putri Ibu sudah beranjak dewasa, jadi kau tidak memerlukan perhatian extra dari Ibu lagi, selain itu sebentar lagi kau juga akan menemukan tambatan hatimu sendiri. Ibu tidak ingin jadi bebanmu dikemudian hari, jadi Ibu juga menerima pendamping hidup baru, yang Ibu tahu dia bukan hanya menerima Ibu, tapi juga menerimamu. Itu sebabnya."

Mata Luna dipenuhi genangan air mata ketika mendengar penjelasan sang Ibu. Betapa tulus dan besar cinta Diana padanya. Padahal Luna tahu Ibunya selama ini hancur karena kehilangan sang ayah dan harus membesarkan dia seorang diri. Bahkan tak jarang Diana menerima cacian dan hinaan karena statusnya sebagai single parent.

Luna segera memeluk ibunya dengan penuh kasih sayang kemudian mengecup pipi Diana lembut. "Aku sangat menyayangi Ibu, terimakasih telah menjadi Ibu yang luar biasa untukku selama ini. Aku tidak sabar segera bertemu mereka."

Diana tak kuasa menahan air matanya juga, akhirnya mereka berpelukan sambil menangis siang itu kemudian membicarakan apa yang akan mereka kenakan nanti malam.

Malam harinya Luna dan Diana telah tiba di sebuah restoran. Ketika mereka sampai di sebuah meja, seorang pria berdiri menyambut. Luna langsung bertemu tatap dengan calon ayah tirinya. Lucas Peterson, seperti namanya, pria paruh baya itu terlihat penuh wibawa dan mapan, meski usianya sudah menginjak 48 tahun, postur tubuhnya yang tegap dan tinggi membuat Lucas lebih terlihat muda dari usianya.

Lucas tersenyum lembut pada Luna kemudian ia menarik Diana ke pelukannya, Lucas memberi kecupan ringan di pipi Diana, yang membuat senyum mereka lebih lebar lagi.

Luna baru melihat pemandangan itu, cara Lucas memperlakukan Diana dengan mesra dan Ibunya yang tampak merona, mereka terlihat sangat kasmaran.

"Jadi, ini Luna? kau terlihat lebih cantik dari foto yang Ibumu perlihatkan padaku."

Pujian Lucas terdengar sangat tulus jadi Luna tersenyum menanggapinya. "Terima kasih... P-paman." Luna terdengar ragu-ragu dengan panggilan yang dia berikan.

Lucas yang merasakannya hanya tersenyum. "Tidak apa. Kita baru bertemu, kau bebas memanggilku senyamannya dirimu." Luna mengangguk merasa lega. Untungnya Lucas terlihat sangat pengertian.

"Oh ya, dimana putramu?" tanya Diana pada Lucas. Mereka akhirnya duduk di tempat duduk masing-masing.

Luna dan Diana duduk berdampingan, Lucas duduk dihadapan Diana sementara tempat duduk kosong di samping Lucas akan terisi oleh putranya.

"Oh, dia masih dalam perjalanan. Mungkin sebentar lagi juga sampai."

Diana mengangguk antusias, sementara Luna entah mengapa tiba-tiba merasa lebih gugup, mungkin karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan calon kakak tirinya. Gadis itu sangat berharap, dia tidak membuat kesan pertama yang buruk dan mereka bisa cepat akrab.

"Jadi, bagaimana dengan kuliahmu, Luna? Aku dengar dari Ibumu, kau baru saja memenangkan kompetisi melukis? Aku sudah melihat lukisanmu difoto dan itu sangat luar biasa." Lucas menatap Luna, pria paruh baya itu berusaha mencairkan suasana dan Diana sangat senang melihat bagaimana Lucas berinteraksi dengan putrinya.

"Ah, ya... terimakasih. Aku sangat menikmati kuliahku," jawab Luna singkat.

"Luna memang sangat suka melukis sejak kecil. Sekarang dia sedang fokus untuk meningkatkan skill dan nilainya karena ingin lolos pertukaran pelajar ke London tahun depan," lanjut Diana dengan bangga.

"Wow, sound's good. kau memiliki putri yang cantik dan pintar, Diana."

"Kau juga, buktinya Reno berhasil memenangkan tender besar baru-baru ini. kau sangat berhasil mendidik putramu, Luc."

Reno? Kening Luna mengernyit mendengar nama familiar itu. Tapi, banyak pria yang bernama Reno, kan?

"Ya, itu karena dia sangat pekerja keras." balas Lucas diiringi kekehan kecil. "Oh, itu dia sudah datang!" Beberapa detik setelahnya, ada langkah kaki mendekat disusul suara maskulin seorang pria.

"Hai, semua. Maaf aku terlambat."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO Mengejar Cinta Adik Mafia
8.0
Rio terperangkap dalam dendam yang menjelma jadi cinta dan penyesalan mendalam. Walau perasaan mereka sangat kuat, ego harus dikorbankan demi melindungi keselamatan wanita yang dicintainya. Kisah ini membuktikan cinta tak pernah salah, meski perjuangan bersama tidaklah mudah. Kini, Rio harus menerima kenyataan pahit bahwa mencintai tidak selalu berarti memiliki.
Sampul Novel Istri Untuk Warisan
9.7
Launa sangat menantikan perceraian, namun suaminya justru menolak keras perpisahan itu. Pernikahan hambar selama tiga tahun yang minim kebersamaan kini di ambang batas baru. Rahasia besar Launa akhirnya terkuak saat sang suami mengetahui kehamilan yang selama ini ia sembunyikan. Tak ingin membiarkan Launa berjuang sendirian, suaminya melarangnya pergi. Pelarian Launa pun terhenti karena sang suami bertekad mencegahnya membawa calon anak mereka pergi menjauh.
Sampul Novel Kehadiran Orang Ketiga
8.2
Pernikahan harmonis Hanum dan Fahmi, yang dikaruniai dua anak bernama Arya dan Adiva, hancur akibat ulah Hani. Kakak kandung Hanum itu tega berselingkuh dengan Fahmi. Fahmi bahkan mengancam Arya yang memergoki aksi bejat mereka. Saat Hanum mencari kebenaran, sang ibu mertua malah menyalahkannya. Di tengah terbongkarnya pengkhianatan masa lalu, Hanum berjuang kuat demi buah hatinya. Apakah rumah tangga ini akan diselamatkan atau berujung perceraian?
Sampul Novel LEBIH BAIK MUNDUR
8.3
Kehidupan Melani hancur setelah mendapati Robin, sang kekasih, ternyata telah menikahi wanita lain secara rahasia. Kendati telah berkhianat, Robin menolak melepasnya. Saat berusaha menjauh dari mantan pacarnya yang obsesif itu, Melani justru bertemu Yudha, dosen tampan yang bersikap sangat dingin. Kini ia berada di persimpangan jalan. Haruskah ia kembali ke pelukan Robin, atau berjuang mendekati Yudha yang kaku demi menyembuhkan lukanya?
Sampul Novel Mertuaku perusak hidupku
8.6
Impian pernikahan indah tokoh utama hancur saat ia dihadapkan pada dilema besar. Sosok ibu mertua yang masih muda memicu ketertarikan tak terduga yang sulit ia tepis. Terbawa oleh pesona dan rayuan konstan, sang menantu pun terperosok ke dalam godaan terlarang. Di tengah pusaran pengkhianatan yang menguji kesetiaan ini, sanggupkah ia menyelamatkan rumah tangganya yang kini di ambang kehancuran?
Sampul Novel Perjanjian dengan Sang Pewaris Tahta
9.5
Tepat menjelang pernikahan, Sesil mendapati tunangannya berselingkuh. Dikhianati setelah setahun bertunangan, ia membatalkan rencana resign dari Aditama's Group demi tetap bekerja sebagai sekretaris Raffael. Didorong amarah, Sesil bertekad membalas dendam dengan memanfaatkan bantuan atasannya tersebut. Raffael setuju membantu, tetapi dengan syarat. Mereka pun menyepakati sebuah perjanjian khusus yang saling menguntungkan bagi masa depan keduanya.