APKDock Logo
Sampul Novel Impian yang akan terwujud

Impian yang akan terwujud

8.7 / 10.0
Dalam perjalanan hidup masa muda ini, aku sangat percaya bahwa setiap jerih payah pasti membuahkan hasil manis. Biarpun jalan di depan penuh tantangan berat yang menguji, tekadku tetap membara. Aku tidak akan pernah menyerah dan siap memperjuangkan semua mimpi besar yang ingin kuraih. Bagiku, melangkah mundur bukanlah pilihan dalam mengejar masa depan, karena setiap perjuangan yang kulakukan pasti akan menuntun pada sebuah keberhasilan nyata.

Impian yang akan terwujud Bab 1

" Lee, ayo berbaringlah disini" ujar Taehyung pada Lee yang masih

sibuk berlari kesana kemari

Kini Lee mulai mendekati Taehyung dan Jungkook yang

sedang berbaring di rerumputan.

"ada apa hyung? " tanya Lee pada Taehyung

" sini, ikutlah berbaring disini"

ujar Taehyung pada Lee

Kini Lee mulai iku berbaring bersama Taehyung dan Jungkook

di rerumputan.

" Lee coba lihatlah ke atas langit, lihatlah langit biru sedang sangat indah" ujar Taehyung pada Jungkook

"iya hyung, awan-awan bergerak di atas sana" tutur Lee yang kini

mulai fokus menatap langit

Jungkook hanya diam saja melihat Taehyung dan Lee berbicara satu sama lain, Jungkook telah mempercayakan urusan Lee pada Taehyung karena Lee memang

jauh lebih dekat dengan Taehyung.

" Lee, apakah kau percaya bahwa orang-orang yang kita rindukan bisa melihat kita dari atas langit

sana" ujar Taehyung pada Lee

"benarkah hyung, apa kedua orang tuaku juga bisa melihatku

dari sana? " tanya Lee

"tentu saja, kau hanya perlu membayangkan wajah mereka ada

disana" jawab Taehyung

" tapi sepertinya aku tidak bisa hyung" ujar bocah itu

" kenapa? Apa yang membuatmu

tak bisa melakukannya? " tanya

Taehyung lagi

Taehyung terus berusaha memancing Lee agar bisa menceritakan sosok kedua orang tuanya, sehingga nanti Taehyung dapat memikirkan cara untuk

menyelesaikan semua.

Ketika semuanya sedang berpikir keras untuk memecahkan masalah Lee, tiba-tiba Sandi teringat akan sesuatu.

"ibu, Kookie, aku teringat sesuatu" seru Sandi pada Ibu dan Andre

"benarkah? Apa itu Tae?" tanya Andre antusias

" ibu, apa ibu bisa menceritakan saat umur berapa Lee dibawa ke panti ini" ujar sandi pada ibu

"kalau ibu tidak salah, Lee datang pertama kali ke panti ini saat usianya kurang lebih dua tahun" jawab ibu pada sandi

"kira-kira apakah saat itu Lee sudah bisa mengingat dengan jelas wajah kedua orang tuanya?" tanya Sandi lagi

"kalau itu ibu tidak yakin, ibu juga tidak tahu apakah Lee masih mengingat wajah kedua orang tuanya atau tidak" jawab ibu

'memangnya ada apa san, apa yang kini sedang kau rencanakan? "tanya Andre pada sandi

"jadi begini, kalau memang Lee tidak mengingat wajah kedua

orang tuanya, maka kita bisa mengatakan padanya kalau orang yang ingin mengadopsinya itu adalah orang tua kandungnya" jelas Sandi pada ibu dan Kookie

"iya itu ide yang Bagus, tapi kita perlu memastikan apakah Lee masih mengingat wajah orang tuanya atau tidak. Jangan sampai nanti kita malah membuat bocah itu tambah sedih karena lagi-lagi kita mencoba membohonginya" jawab Andre

"iya, Kookie benar, kita harus benar-benar memastikan Lee terlebih dahulu. Kita tidak boleh mengambil resiko yang lebih besar

lagi, itu akan sangat menyakiti Lee" ujar ibu

" baiklah bu, aku dan Kookie akan memastikan semuanya pada Lee nanti, kalau kita sudah mendapatkan jawaban dari Lee, baru kita akan memikirkan rencana selanjutnya" jawab sandi

"iya, kurasa kali ini san benar, kita harus memastikan semuanya terlebih dahulu" ujar Andre

"baiklah, ibu percayakan ini semua pada kalian, kalian bisa membuat Lee bercerita tentang kedua orang tuanya pada kalian, tapi kalian harus tetap hati-hati karena biasanya Lee akan sedih

bila membahas tentang orang tuanya" tutur ibu

"iya bu, ibu tenang saja. Aku dan Kookie yang akan mengurus semuanya" jawab sandi

"kami pergi dulu bu" ujar Andre pada ibu

Kini Andre dan sandi mulai meninggalkan ruangan ibu, keduanya kini mulai berjalan ke arah luar panti

" apa rencana kita selanjutnya san?" tanya Andre pada sandi

sepertinya sekarang kita harus menemui Lee, kita harus mencari

tahu lebih banyak tentang sosok kedua orang tua Lee" jawab sandi

tapi bagaimana kita akan bicara pada anak itu?" tanya Andre lagi

"kita hanya perlu membuat anak itu merasa nyaman untuk bercerita pada kita, lalu perlahan kita akan mulai menanyakan tentang kedua orang tuanya " jawab sandi

tapi bagaimana kalau nanti anak itu jadi sedih dan mulai menangis? tanya Andre kesekian kalinya

"sudahlah Kookie, kau jangan jadi cerewet seperti Lee, aku yakin kita akan bisa menyelesaikan masalah

ini" ujar sandi pada Andre

"hmm baiklah kalau kau berpikir begitu" tutur Andre

"sekarang kita harus mencari Lee, apa kira-kira kau tahu dimana anak itu sekarang?" tanya sandi pada Andre

"aku tidak yakin, tapi kurasa anak itu sedang berada di halaman panti. Bukankah kita melihatnya waktu tadi berjalan menuju ke ruangan ibu" jawab Andre

"iya kau benar Kookie, dia tadi bahkan memanggil nama kita" ujar sandi

segera mencarinya" ajak Andre pada sandi

"iya ayo" jawab sandi singkat

Kini kedua sahabat itu mulai berjalan ke arah halaman panti, tempat dimana tadi mereka melihat Lee.

Kini keduanya telah sampai di halaman panti, disana banyak sekali anak-anak panti yang sedang bermain. Taehyung dan Jungkook melihat ke sekeliling halaman untuk menemukan sosok Lee, dan benar saja mereka melihat Lee tengah duduk sendiri di pinggir halaman sembari melihat teman-temannya bermain bola.

"yasudah kalau begitu ayo kita

segera mencarinya" ajak Andre pada sandi

"iya ayo" jawab sandi singkat

Kini kedua sahabat itu mulai berjalan ke arah halaman panti, tempat dimana tadi mereka melihat Lee.

Kini keduanya telah sampai di halaman panti, disana banyak sekali anak-anak panti yang sedang bermain.sandi dan Andre melihat ke sekeliling halaman untuk menemukan sosok Lee, dan benar saja mereka melihat Lee tengah

duduk sendiri di pinggir halaman sembari melihat teman-temannya bermain bola.

"Kookie, lihatlah kesana, bukankah itu Lee?" tanya Sandi pada Andre

"iya Tae, itu Lee, ayo kita segera kesana" jawab Andre pada sandi

Kini keduanya mulai menghampiri

Lee, ke sudut pojok pinggir

halaman

"hyung" teriak Lee kala melihat dan Andre mendekat

"hai Lee, kenapa kau tak ikut bermain dengan teman-temanmu?" tanya sandi pada bocah itu

" tidak hyung, aku sedang tidak ingin bermain sekarang" jawab bocah itu

"tapi kenapa? Apa karena mereka tidak mengajakmu?" tanya Taehyung lagi

"bukan hyung, bukan karena itu, aku hanya sedang merasa letih saja

sekarang makanya aku hanya duduk dan melihat mereka bermain" jawab Lee

Andre hanya diam saja kala melihat sandi asyik berbincang dengan Lee, kali ini dia memang sedang tak ingin bicara pada bocah itu.

"oh ya hyung, ada apa hyung tiba-tiba mencariku? Apakah hyung mulai merasa rindu padaku?" tanya bocah itu

"hmmm, sepertinya begitu. Aku begitu merindukan kata-kata mu yang cerewet itu" jawab sandi

"Tae, ayo kita segera pergi, disini sangat panas sekali" ujar Andre

pada Sandi

"kalian mau pergi kemana? Apa aku boleh ikut? Aku sangat bosan berada disini" tanya Lee pada sandi dan Andre

'ya tentu saja Lee, kau bisa ikut dengan kami" jawab Taehyung

"asyik, terimakasih hyung" ujar bocah itu merasa senang

Kini ketiganya mulai berjalan meninggalkan panti, kini ketiganya menuju ke arah danau. Sepertinya mereka ingin pergi ke danau

"hyung apakah kita akan ke danau?" tanya Lee dalam perjalanan

"kau hafal jalan ini?" tanya Andre kembali

"iya, aku mengingat jalan ini, ini adalah jalan menuju ke danau" jawab Lee

"ya kau benar Lee, kita akan pergi ke danau" ujar sandi

"benarkah? Aku merasa sangat senang sekarang" tutur Lee

Setelah menempuh perjalan yang cukup lama, kini ketiganya telah sampai di danau. Lee segera berlari ketika sampai disana, ia tampak begitu senang kala berlari diatas rerumputan yang hijau.

"Tae, bagaimana kita akan bicara

pada anak itu?" tanya andre

lagi

"aku tidak tahu, tapi kita harus menunggu momen yang pas untuk mengatakannya" jawab sandi

" lalu kapan momen itu akan datang, apa kau tidak lihat kalau dia sekarang sangat merasa senang, lalu bagaimana bisa kita akan menanyakan pertanyaan yang akan membuatnya merasa sedih" ujar Andre

"iya kau benar, sekarang anak itu sangat terlihat bahagia" tutur Andre

Kini Andre dan sandi sama-sama memandang ke arah

Lee, keduanya juga ikut tersenyum kala dapat melihat Lee berakari di rerumputan dengan hati yang riang dan gembira.

Kini keduanya juga merasa bingung, mereka tidak tahu harus mulai dari mana untuk mencari tahu sosok kedua orang tua Lee. Mereka sama-sama tak ingin membuat bocah itu sedih kala harus menanyakan tentang kedua orang tuanya.

Kini sandi dan Andre hanya sama-sama terdiam sembari terus melihat ke arah bocah yang sedang berlari itu.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Impian yang akan terwujud

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel DI ANTARA BUKU DAN RINDU
9.4
Seorang penjaga perpustakaan sekolah jatuh hati pada siswi yang kerap datang berkunjung. Hubungan manis yang bermula di antara deretan rak buku ini mendadak berubah menegangkan. Lewat deretan buku yang sering dipinjam sang gadis, sebuah misteri besar dan rahasia gelap perlahan mulai terkuak. Kebenaran yang tersembunyi di balik lembaran-lembaran tersebut kini mengancam akan menjungkirbalikkan kehidupan mereka berdua untuk selamanya.
Sampul Novel Gelora Panas Sekretaris Seksi
8.4
Dikhianati hingga berpisah dari Bisma membuat Kayla bertekad membalas dendam pada Miranda. Guna melancarkan aksinya, ia melamar menjadi sekretaris pribadi Jason. Pria tampan itu pun langsung terpikat oleh pesona dan kecantikan Kayla. Demi menuntaskan ambisi pribadinya, Kayla berjanji akan memberikan kepuasan yang jauh melampaui apa pun yang pernah Jason dapatkan dari Miranda sebelumnya, dalam sebuah hubungan kerja yang provokatif.
Sampul Novel Kalau Cinta, Pasti Sayang
8.3
Lima tahun pernikahan tanpa cinta membuat sang istri terbiasa diabaikan. Namun, saat dia benar-benar mengembuskan napas terakhir, suaminya justru langsung menemui cinta pertamanya. Menganggap hilangnya sang istri hanya taktik mencari perhatian, pria itu mencemoohnya. Ketika sebuah panggilan telepon datang untuk memastikan kematian istrinya, dia berniat membongkar apa yang dia anggap sebagai kebohongan belaka. Dia sama sekali tidak menyadari bahwa wanita yang pernah mengabdi padanya itu telah tewas beberapa hari lalu.
Sampul Novel Ketulusan Cinta Amira
7.9
Amira rela melakukan apa saja demi membiayai pengobatan ibunya. Takdir lalu membawanya bertemu Ziyan, seorang duda. Setelah menyelamatkan anak Ziyan, Amira pun diangkat menjadi pengasuh bocah tersebut. Namun, hidup Amira kembali kacau ketika Dimas hadir. Ternyata, adik Ziyan itu adalah mantan pacar yang dulu pernah Amira sakiti. Kini, rahasia masa lalu mereka mengancam keberadaan Amira di lingkungan keluarga besar Ziyan.
Sampul Novel Perasaan Setelah Jadi Abu
8.6
Novel romantis misteri Perasaan Setelah Jadi Abu mengisahkan keputusan fatal seorang suami yang memaksa istrinya menggugurkan janin berusia enam bulan demi menyelamatkan cinta pertamanya melalui transplantasi ginjal. Di bawah ancaman bunuh diri sang suami, sang istri terpaksa naik ke meja operasi yang akhirnya merenggut nyawanya beserta sang anak. Meski operasi sang kekasih berhasil, kenyataan pahit atas kematian tragis istri dan bayinya justru meruntuhkan kewarasan pria tersebut hingga ia kehilangan akal sehatnya.
Sampul Novel RUSSIA WITH LOVE,
7.9
Kepercayaan Adiba hancur saat mengetahui Adit berkhianat di Indonesia. Padahal Adiba setia di Rusia, sementara Adit gemar bermain wanita dan berbohong. Adiba juga menolak nikah siri demi kehormatan orang tuanya di Pakistan. Di tengah luka, Syden datang membawa cinta lama dari masa kuliah untuk menghapus air matanya. Didampingi sahabatnya, Rowena dan Morgan, Adiba bangkit menata hidup dan menemukan ketulusan sejati yang tak pernah ia dapatkan dari Adit.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan