APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel JERAT PESONA TUAN MUDA GIDEON

JERAT PESONA TUAN MUDA GIDEON

Akibat trauma masa lalu yang hampir merenggut nyawanya, Gideon Mosha, mahasiswa cerdas, hidup dalam pengawasan ketat orang tuanya. Sang ibu pun menyewa pengasuh pribadi. Namun, sifat jahil Gideon membuat tak ada pengasuh yang bertahan lama. Di sisi lain, Septin Adena, mahasiswi yang butuh biaya, terjebak menerima pekerjaan ini karena mengira akan mengasuh balita. Meski harus menghadapi tuan muda yang arogan, Septin terpaksa bertahan demi ekonomi. Akankah cinta tumbuh di antara mereka?
Bab
Bagikan

Bab 1

Septin Adena, gadis cantik dan pemberani yang berusia dua puluh dua tahun yang sekarang terdaftar sebagai salah satu mahasiswi semester akhir di sebuah kampus ternama di Jakarta, saat ini sedang berdiri tegak di ruang tamu sebuah rumah yang elegan. Ruangan besar itu dipenuhi dengan lukisan-lukisan mahal dan perabotan yang mewah menakjubkan. Septin datang untuk melamar pekerjaan sebagai pengasuh Tuan Muda Gideon Mosha, anak tunggal dari keluarga yang dikenal sebagai keluarga elit ini."Aku harus memberikan yang terbaik dalam wawancara ini." ucap Septin dalam hatinya.Pintu pun terbuka, dan Nyonya Kemala, ibu dari Tuan Muda Gideon, masuk dengan langkah anggun. Dia adalah seorang wanita yang berpenampilan eksklusif dengan gaun mewah dan berlian layaknya wanita sosialita kelas atas.Nyonya Kemala yang ramah segera menyapa gadis itu."Selamat datang, Septin. Saya sangat senang kamu datang untuk wawancara pekerjaan. Harap duduk." "Terima kasih, Nyonya Kemala." sahut Septin.Mereka berdua lalu duduk di kursi berlapis kulit yang nyaman. Nyonya Kemala menyandarkan dirinya ke kursi dengan menajamkan pandangannya ke arah Septin."Saya to the point saja ya, Septin. Saya sedang mencari pengasuh yang sangat berkualitas untuk Gideon, anak saya. Ini adalah pekerjaan yang sangat penting." tutur Nyonya Kemala.

"Saya sangat mengerti, Nyonya Kemala. Saya memiliki banyak pengalaman yang cukup dalam merawat anak-anak." serunya. "Ceritakan tentang pengalamanmu dalam merawat anak-anak, Septin." Lanjut sang Nyonya.Septin pun menjelaskan riwayat pekerjaannya kepada Nyonya Kemala,"Saya telah bekerja sebagai pengasuh selama lima tahun. Saya merawat anak-anak dari berbagai usia, dari bayi hingga remaja. Saya selalu berusaha menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih, serta memastikan semua keperluan mereka terpenuhi," tutur Septin menjelaskan semuanya."Sangat baik. Bagaimana Anda mengatasi situasi sulit, seperti ketika seorang anak rewel atau sulit diajak bekerja sama?" tanya sang nyonya. Nyonya Kemala tahu persis tabiat putranya, Gideon yang sangat keras kepala dan semaunya."Saya percaya pada komunikasi yang baik. Saya selalu mendengarkan anak-anak dan mencoba memahami perasaan mereka. Ketika anak sulit diajak bekerja sama, saya mencoba menggunakan pendekatan yang berbeda, seperti permainan atau cerita, untuk membuat mereka lebih kooperatif." sahutnya mantap."Bagaimana pandangan Anda tentang disiplin anak?" Nyonya Kemala lagi-lagi menanyakan hal yang spesifik kepada Septin.Sang nyonya besar sepertinya mulai menyukai septin yang terlihat sangat cerdas dalam menjawab setiap pertanyaan yang dirinya ajukan kepada gadis itu."Saya percaya bahwa disiplin harus bersifat positif dan konstruktif. Saya akan selalu menjelaskan konsekuensi dari perilaku yang tidak diinginkan, akan tetapi juga memberikan pujian dan penghargaan ketika anak melakukan hal yang baik." "Baik. Gideon adalah anak yang cerdas, dan kami ingin dia tumbuh menjadi pribadi yang baik. Bagaimana Anda akan membantu dalam mendukung pendidikannya?" tanya sang nyonya lagi.

"Saya akan membantu Gideon dalam belajar dengan memberikan bimbingan saat dia melakukan pekerjaan rumahnya dari sekolah. Saya juga akan membaca buku bersamanya dan mengajaknya berpartisipasi dalam kegiatan yang mendukung perkembangan intelektualnya." Septin semakin lugas menjawab."Baiklah, terakhir ... Kenapa Anda ingin bekerja untuk keluarga kami?""Saya ingin memberikan kontribusi positif dalam perkembangan Tuan Muda Gideon dan membantu keluarga Anda dengan kebutuhan pengasuhannya. Saya juga terkesan dengan nilai-nilai keluarga Anda yang kuat.""Terima kasih, Septin. Saya akan mempertimbangkan semua yang telah Anda katakan. Kami akan memberi tahu Anda keputusan kami secepatnya."Setelah beberapa saat berbicara, Septin meninggalkan ruangan tersebut dengan harapan yang besar. Dia tahu bahwa posisi pengasuh Tuan Muda Gideon adalah peluang yang sangat berharga, dan dia berharap bisa menjadi bagian dari keluarga yang tersebut sebagai seorang pekerja.Di sebuah sudut gelap kamarnya yang remang-remang, seorang pemuda  duduk dengan mata terpaku pada layar CCTV yang memperlihatkan seorang gadis bernama Septin. Di layar itu, Septin duduk di ruang tamu, dengan ibunya, Nyonya Kemala, yang duduk di depannya. Mereka sedang dalam proses wawancara untuk posisi pengasuh untuknya.Wajah pemuda itu dipenuhi dengan ketegangan, hatinya berdebar kencang. Setiap kata yang terucap dalam wawancara itu seperti kilat yang meluncur begitu cepat. Dia melihat Septin dengan teliti, mencoba membaca ekspresi dan gerakan tubuhnya. Gadis itu duduk dengan sikap yang sopan dan ramah, menjawab pertanyaan dengan percaya diri.Pemuda itu merasa cemburu melihat Septin begitu dekat dengan ibunya, Nyonya Kemala. Tidak seperti Gideon yang merasa memiliki sekat diantara dirinya dan sang ibu.Gideon sangat yakin jika gadis itu pasti akan diterima bekerja sebagai pengasuhnya."Sial! Ini tidak bisa dibiarkan! Bagaimana seorang gadis yang hampir sebaya denganku. Malah menjadi pengasuh ku? Enak saja!" kesal Gideon dalam hatinya.Pemuda itu semakin kesal ketika Septin menjawab pertanyaan tentang pengalaman sebelumnya sebagai pengasuh, pemuda itu bisa melihat kerja keras dan dedikasi dalam matanya. Gadis itu terlihat sangat kompeten. Namun, sesaat sebelum wawancara berakhir, pemuda itu menyadari bahwa dia harus bertindak secepatnya untuk menggagalkan misi ibunya kali ini. Septin keluarga dari rumah megah itu dengan melajukan sepeda motor listrik miliknya menuju ke sebuah pasar tradisional di daerah Jakarta Selatan.Angin panas kota Jakarta mulai menerpa area wajahnya yang putih bersih. Di atas motor yang sedang dirinya kendarai Septin terlihat sedang bersenandung ria mengikuti irama lagu yang berasal dari headset yang tersambung dengan ponselnya.Tak berapa lama setelah itu, sang gadis akhirnya sampai di pasar. Dia pun segera memarkirkan motor listriknya. Lalu melangkah menuju warung sembako milik orang tuanya."Bunda, Ayah! Aku kembali!" sapanya kepada kedua orang tuanya. Sambil meneguk segelas air putih untuk melepaskan dahaganya."Septin, kamu dari mana saja? Kok baru pulang sekarang?" tanya Bunda Wita kepada anak satu-satunya."Maaf, Bunda. Tadi aku mampir untuk wawancara menjadi pengasuh seorang anak balita," seru Septin."Lho ... apakah itu tidak menganggu perkuliahan mu nantinya, Septin? Ayah tidak mau waktu belajar mu menjadi terganggu." Ayah Yoga ikut mengingatkan anak gadisnya. "Nggak kok, Ayah. Pekerjaanku ini ini juga part time," sahut Septin sambil mulai membantu Bunda Wita merapikan warung mereka.Dulu Septin dan keluarganya pernah hidup bergelimang harta. Namun Ayah Yoga mengalami kebangkrutan karena ditipu oleh rekan bisnisnya. Sejak saat itulah mereka mulai hidup pas-pasan. Namun keluarga itu tetap bersyukur dan tak mengeluh sedikitpun.Kembali di kediaman Mosha,Tuan Muda Gideon terlihat sedang mengamuk kepada semua pekerja di rumahnya. Semua barang-barang di dapur berjatuhan akibat dilempar oleh Gideon di bawah lantai. Sang tuan muda mengamuk karena perkara telur mata sapi yang dibuat olehnya tidak sempurna. Para ART tersebut malah menjadi sasarannya."Sialan kalian semua! Nggak guna sama sekali! Aku akan telepon Mommy! Biar kalian dipecat semuanya!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arus yang Membuatku Liar
9.6
Novel romantis modern Arus yang Membuatku Liar mengisahkan tindakan kejam seorang suami yang tega mengaktifkan alat pengontrol pada tubuh istrinya ke tingkat tertinggi saat berada di tempat umum. Di tengah keramaian, sang istri seketika kehilangan kekuatan hingga terjatuh lemas di lantai. Alih-alih mendapatkan pertolongan tulus, ia justru menjadi pusat perhatian dan dikelilingi oleh pria-pria asing dengan niat buruk yang mulai mendekatinya dalam situasi tak berdaya tersebut.
Sampul Novel Benih Rahasia sang Fuckboy
8.7
Demi Edgar Emiliano, si playboy sekolah, Vania Clarista rela melepaskan kemewahan hidupnya. Namun, cinta buta itu berujung luka saat ia hamil dan ditinggalkan berjuang sendiri. Vania pun memilih pergi menjauh demi kehormatan keluarganya, lalu membangun hidup baru secara mandiri. Enam tahun berselang, anaknya kini tumbuh besar. Akankah takdir mempertemukan mereka kembali, ataukah Vania bakal tetap bertahan sendirian tanpa Edgar?
Sampul Novel Dear Ex and Mistakes
9.1
Demi mengobati luka batin akibat perselingkuhan suami tercinta, aku memutuskan pergi enam tahun lalu. Di tengah upaya bertahan hidup dalam kehampaan rasa, takdir justru mempertemukan kami kembali. Mantan suamiku tiba-tiba muncul dan tinggal tepat di sebelah rumahku. Ia kini mencoba mendekat lagi, menyodorkan kembali harapan masa depan yang dahulu ia hancurkan demi perempuan lain. Sanggupkah aku membuka pintu maaf baginya?
Sampul Novel Dibiarkan Mati: Dosa Gembong Mafia
8.6
Suamiku, bos mafia Jakarta, enggan punya anak denganku. Rahasia kelamnya terbongkar: ia punya putra dari musuh kami. Kebengisannya membuatku keguguran, lalu selingkuhannya melempar jasadku ke jurang. Berhasil selamat, aku bangkit sebagai arsitek ternama dunia. Saat aku tampil di televisi, sang gembong mafia yang dulu menghancurkan dan membiarkanku mati kini bersujud memohon maaf di kakiku.
Sampul Novel Guru Untuk Nona Muda Nakal
8.2
Demi meloloskan diri dari kejaran sosok misterius, Dihan terpaksa bersembunyi. Di waktu yang sama, keluarga Rahadian tengah pusing mencari guru privat untuk mendidik dua putri mereka yang terkenal sangat nakal dan enggan belajar. Dihan akhirnya mengambil kesempatan itu walau harus menghadapi tantangan berat. Sanggupkah ia mengatasi kebandelan dua nona muda tersebut? Sementara itu, di balik kekacauan ini, misteri masa lalu Dihan perlahan mulai membayangi langkahnya kembali.
Sampul Novel Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta
8.3
Dalam novel modern Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta, perjalanan malam di gerbong tidur menjadi penuh ketegangan sensual. Terpikat oleh aroma maskulin para pekerja konstruksi di sekitarnya, seorang wanita tak mampu menahan gejolak gairahnya yang membara hingga nekat memuaskan diri di balik selimut. Namun, tindakan rahasia itu justru berujung fatal saat seorang paman memergokinya. Dengan napas tertahan, pria itu menyingkap selimutnya dan menawarkan kepuasan nyata yang tak terduga.