APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jerat Cinta Saudara Tiri

Jerat Cinta Saudara Tiri

Arjun Wira Mahendra dan Gea Sandi Pamukti selalu terlibat perseteruan sengit. Sebagai saudara tiri yang sama-sama keras kepala, pertemuan mereka tidak pernah damai dan selalu diwarnai pertengkaran. Namun, di balik permusuhan tersebut, perlahan muncul perasaan cinta yang tak terduga. Hubungan mereka pun menjadi sangat rumit. Kini, keduanya harus menghadapi rintangan besar berupa penolakan dari orang tua mereka. Akankah jalinan asmara penuh konflik ini berhasil bertahan?
Bab
Bagikan

Bab 2

“Ish ... ganggu orang lagi nganyal saja!” ucap Arjun kesal karena fantasinya diganggu.

Setelah beberapa saat mereka makan, salat Zuhur, dan istirahat. Akhirnya keenam orang mahasiswa yang tergabung dalam aktifis Mapala itu, kembali melanjutkan perjalanannya. Satu jam kemudian mereka telah sampai di pos satu.

Sampai di pos satu tempat di mana mobil jip milik Putra terparkir di sana, mereka langsung membereskan barang-barang mereka, lalu bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing. Rasanya bantal dan guling telah melambai-lambai ke arah mereka.

Usai mengucapkan terima kasih kepada penjaga di pos satu, keenam orang mahasiswa itu melaju perlahan meninggalkan area pendakian. Mobil jip warna hitam itu melaju perlahan membelah senja yang redup. Seredup mata mereka yang manahan lelah dan kantuk.

Namun, tidak dengan Arjun. Entah mengapa, rasa kantuk dan lelahnya menguap begitu saja. Tiga puluh menit menuju ke arah kampus, karena kelima yang lain minta dijemput keluarga mereka di kampus, Arjun segera menghubungi Gea.

“Ge ... udah otw ‘kan?”

“Udah, Mas. Jangan lupa, ntar ongkos grabnya. Ogah kalau gratisan.”

“Ish ... perhitungan amat sama abangnya juga!”

“Biarin!”

Sambungan telepon terputus. Baru saja mau bertemu mereka sudah berantem lagi. Padahal di hati masing-masing, berjuta rasanya. Sumpah! Deg-degan banget rasanya. Seperti mau ketemu pacar saja.

Sepuluh menit lebih cepat dari perkiraan. Jam tiga lebih lima puluh menit mereka sampai di kampus. Putra langsung pulang, karena sudah sangat lelah, sementara kelima teman yang lain masih menunggu jemputan.

Melihat mobil papanya yang dikemudikan oleh Gea belum datang, Arjun gegas mandi membersihkan tubuhnya yang rasanya bau belerang. Sepuluh menit kemudian, tepat dirinya selesai mandi, Gea pun sudah nyengir kuda di belakang kemudi mobil papanya.

“Mas ....”

“Gea ....”

Kedua saudara sambung itu saling menyebut bersamaan. Seakan-akan hati mereka kompak saling merindukan.

Seperti dalam film-film Bollywood, Gea segera berlari menubruk kakaknya. Demikian juga Arjun yang baru saja keluar dari kamar mandi sebagian wajah dan rambutnya yang masih sedikit basah membuat ketampanan pria itu semakin terlihat nyata.

Gea yang menubruk kakaknya, langsung jatuh tepat di dada bidang Arjun. Entah, perasaan apa yang sedang mereka rasakan, keduanya merasakan gelenyar-gelenyar aneh yang tiba-tiba datang menyergap. Rindu yang membuncah di antara keduanya, hingga tak sadar jika masih ada Reno dan Dika yang masih menunggu jemputan di situ.

“Kangen, tahu!” ucap Gea bergelayut manja sambil melingkarkan tangannya di pinggang kakak sambungnya.

“Sama!” ucap Arjun yang menyambut Gea dengan mengacak surai rambut hitamnya.

Cekrek! Cekrek!

Reno iseng mengambil foto kemesraan mereka berdua. Teman Arjun itu memandang takjub pada hasil jepretan kameranya.

“Cieee ... kompak dan romantis sekali kalian. Serasi! Macam pasangan artis India. Shah Rukh Khan dan Kareena Kapoor,” ucapnya.

“Sialan, kalian!” ucap Arjun seraya melempar mereka dengan handuk kecilnya.

Bertepatan dengan itu, Reno dan Dika dijemput oleh adik dan pacar mereka. Tinggallah Arjun dan Gea berdua. Keduanya saling tatap lama. Empat tahun kebersamaan mereka sebagai saudara tiri yang sama-sama keras kepala dan suka iseng.

Cup!

Tiba-tiba Arjun mencium sekilas pipi Gea yang imut.

“Mas!” ucap Gea dengan pipi merah merona menahan malu.

Selama empat tahun bersama, baru kali ini mereka berpisah selama satu minggu. Baru kali ini pula mereka merasakan rindu yang membuncah. Dan baru kali ini pula Arjun berani mencium pipi adik sambungnya.

“Mas kangen kamu. Boleh Mas terus terang sama kamu?” tanya Arjun dengan tatapan memohon.

“Terus terang tentang apa, Mas?” jawab Gea balik bertanya.

“Mas sayang sama kamu, Ge. Rasanya, Mas sudah jatuh cinta sama kamu.”

Duar!

Wajah Gea seketika semakin memerah bagaikan kepiting rebus. Setengah mati dia menahan malu saat tiba-tiba Arjun menciumnya, kini tiba-tiba Arjun mengatakan jatuh cinta kepadanya.

‘Njur aku kudu piye iki, Pemisah?’ batin Gea melambung tinggi ke atas langit lapis tujuh.

“Pulang, yuk!” ucap Arjun membuyarkan lamunan Gea.

Seketika Gea mengerucutkan bibirnya. Baru saja, kakak tirinya itu bilang cinta dan sayang dengan manisnya. Hingga sempat membuatnya mabuk kepayang.

Belum genap lima menit, laki-laki tampan yang beberapa saat lalu sempat membuatnya jatuh bangun karena menahan rindu, sudah kembali bersikap jutek dan dingin kepadanya.

“Serius, nih! Mau pulang?” ucap Gea manyun.

“Iya, emang mau minta diajak ke mana?” jawab Arjun ketus.

“Ya ... ke mana, gitu! Nih! Bawa mobilnya. Males!” ucap Gea yang tiba-tiba menjadi bete. Mood-nya seketika menjadi ambyar.

Arjun menerima kunci mobil dari adiknya, lalu pemuda tampan itu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sesekali Arjun melirik ke arah center mirror pada mobil papanya yang dikemudikan olehnya. Terlihat wajah cantik Gea yang ditekuk. Arjun tersenyum tipis.

Tak berapa lama kemudian, Arjun menepikan mobilnya di sebuah toko bunga di dekat kampusnya. Gea hanya melirik sekilas dari kaca spion di sampingnya, apa yang hendak dilakukan oleh kakak sambungnya itu.

“Ish ... dia membeli bunga? Tumben banget. Untuk siapa, lagi?” gumamnya sebal.

Kembali Gea melirik kakaknya dari kaca spion. Terlihat Arjun mencium setangkai mawar merah yang ada di tangannya.

“Ih! Nyebelin banget. Dasar, nggak peka!” gerutu Gea.

Arjun kembali naik ke mobil, lalu kembali duduk di balik kemudinya. Sebelum kembali menyalakan mesin mobilnya, Arjun menghidupkan player yang ada di dashbord mobilnya. Sebuah musik romantis mengalun lembut, terdengar mendayu-dayu di telinganya, membuat Gea semakin baper saja dibuatnya.

Gea melirik sekilas ke wajah tampan kakaknya, yang kini manggut-manggut mengikuti alunan musik itu.

“Apa, sih, maunya! Bikin kesel saja,” gumamnya membuang muka ke arah jendela di sampingnya.

Gea masih bergeming. Menatap kosong ke arah samping sana, tanpa mau melihat sedikit pun ke arah sang kakak. Sungguh! Perempuan itu kadang-kadang susah ditebak jalan pikirannya.

“Ge ....”

“Hemm ....”

Gea masih bergeming. Dia menjawab panggilan kakaknya hanya dengan gumaman saja, tanpa menoleh ke arah Arjun sedikit pun.

“Mas sayang kamu,” ucap Arjun tiba-tiba, seraya mengulurkan setangkai mawar merah, yang baru saja dia beli di toko bunga di dekat kampusnya.

Spontan Gea menoleh ke arah kakak tirinya itu. Sumpah! Dunianya tiba-tiba begitu indah. Warna-warni bagai pelangi di saat hujan telah reda.

“What?!” pekik Gea.

Seketika kepala Gea berputar sembilan puluh derajat, menghadap persis ke wajah kakaknya. Netranya membulat sempurna. Bibirnya sedikit ternganga. Mata belok dengan bulu mata lentiknya mengerjap perlahan.

"Mas? Cubit lengan Gea," titahnya.

Tanpa menunggu perintah yang kedua, Arjun gegas mencubit pipi adiknya.

"Auuww! Sakit, tahu!" omelnya seraya mengusap pipinya yang memerah karena dicubit oleh Arjun.

Arjun terkekeh gemas menyaksikan rona merah di wajah cantik adiknya itu. Bulu matanya yang lentik berulang kali mengerjap menatap tak percaya ke arah Arjun.

Gea masih belum percaya. Kakak sambungnya yang tak pernah romantis itu, tiba-tiba bisa menjadi super hero yang super romantis. Padahal, kelakuannya baru saja sempat membuat hati Gea memanas karena didera sedikit rasa cemburu. Cemburu? Emang dia siapa?

Usai Gea menerima setangkai mawar merah darinya, Arjun gegas melajukan mobilnya kembali. Kembali Gea dibuat terheran-heran kepada model manusia di sampingnya.

Seperti tak mau tahu tentang perasaan Gea. Boro-boro menanyakan balik perasaan Gea seperti apa. Menanyakan apakah dia suka dengan bunga yang baru saja dia berikan pun, tidak. Benar-benar manusia kulkas si Arjun itu.

Senja mulai turun. Arjun melihat jam mahal yang bertengger di tangan kanannya. Jarum jam telah menunjukkan angka lima. Arjun masuk ke area parkir kafe kekinian. Terlihat beberapa pasangan anak muda nongkrong di sana.

Kembali kening Gea mengkerut dibuatnya. Baru kali ini, dia dibawa oleh kakaknya ke tempat nongkrong seperti ini. Sejauh hubungan mereka, Gea tidak pernah melihat kakaknya seromantis ini. Bahkan, dia tidak pernah melihat kakaknya itu pernah dekat dengan gadis manapun.

“Makan dulu, Mas laper. Tenang, Mas yang traktir. Orderan desain grafis Mas laku keras. Turun, yuk! Apa perlu Mas gendong?”

Gea terdiam mendengar ucapan kakaknya. Satu minggu tak bersamanya, membuat gadis tomboy yang cantik itu, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Kesambet di mana, sih! Kok, tiba-tiba berubah begini,” lirihnya.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gairah panas sang presdir
8.0
Pengkhianatan masa lalu mengubah Joshua menjadi pria dengan gairah seksual berlebih yang tak terkendali. Luka batin akibat perselingkuhan itu mengubah perilakunya secara drastis. Di tengah kondisi ini, takdir mempertemukannya dengan seorang mahasiswi muda secara tidak terduga. Akankah hubungan dengan gadis tersebut mampu menyembuhkan trauma mendalam Joshua dan memulihkan dirinya yang dulu, ataukah kehadiran sang mahasiswi justru membuat situasi hidupnya semakin rumit?
Sampul Novel Hakikat Cinta
9.5
Alan De Xavirio, pemuda blasteran Jawa-Italia, terpikat oleh pesona Latifah Nur Aisyah, gadis muslimah sederhana dari desa. Walau awalnya tidak mendapat respons, kegigihan Alan berhasil memikat hati Latifah. Mereka pun hanyut dalam asmara remaja yang menggebu, hingga mengabaikan perbedaan keyakinan di antara mereka. Kini, jurang perbedaan agama itu menjadi penghalang besar yang nyata. Sanggupkah mereka bertahan ketika cinta telah membutakan segalanya?
Sampul Novel Pembalasan Seorang Istri
8.2
Dua tahun ditinggal bekerja ke luar negeri tanpa kehangatan suami membuat sang istri didera kesepian mendalam. Namun, kepulangan sang suami justru membawa badai tuduhan keji bahwa dirinya telah melahirkan anak dari pria lain. Dalam perselisihan fisik yang tegang, sebuah kebenaran tak terduga mendadak terungkap secara mengejutkan saat air ASI memuncrat ke wajah suaminya akibat remasan keras. Di tengah kepanikan yang melanda, bagaimana ia menghadapi kemarahan dan kecurigaan sang suami?
Sampul Novel Perpisahan Terakhir, Jejak Abadi
9.2
Setengah tahun aku menderita penyakit misterius demi menyokong Baskara, suamiku yang bekerja sebagai arsitek. Malang, ketulusanku dikhianati demi asistennya yang mengandung. Lebih perih lagi, ibu kandungku justru berpihak padanya dan menutup mata atas penderitaanku. Kini, vonis kanker otak stadium akhir memastikan ajalku kian dekat. Tanpa keluarga yang peduli, aku menolak terus tertindas. Sisa waktuku akan kuhabiskan untuk diri sendiri, membiarkan Baskara tenggelam dalam penyesalan selamanya.
Sampul Novel Suamiku, Aku Telah Takluk Pada Pria Lain
8.1
Mengisi waktu luang saat suaminya pergi dinas ke luar kota, seorang wanita matang berusia tiga puluh tahun dengan pesona fisik yang menawan memutuskan untuk berlatih yoga di rumah. Ia kemudian meminta bantuan adik iparnya, seorang pelatih pribadi dari pusat kebugaran, untuk memandu latihannya secara privat. Namun, keputusan yang awalnya tampak biasa ini justru menjebak sang istri ke dalam sebuah situasi canggung yang tak terduga, menguji batas hubungan keluarga dan kesetiaan dalam pernikahan modern mereka.
Sampul Novel Terlahir Kembali, Akan Kubalas Kalian
8.7
Ketika Dylan Stevens memilih merayakan tahun baru di pantai bersama asistennya, sang kekasih tidak lagi menahan kepergiannya. Di kehidupan sebelumnya, tindakan menahan Dylan dengan kehamilan justru berujung pada kematian tragis sang asisten dan pembunuhan kejam terhadap bayinya sendiri oleh Dylan yang menyimpan dendam. Kini, setelah terlahir kembali, ia segera melakukan aborsi begitu Dylan pergi. Dengan kesempatan kedua ini, ia bertekad untuk menghancurkan hidup Dylan dan merebut seluruh miliknya tanpa sisa.