APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jerat CEO Tunangan Paksa

Jerat CEO Tunangan Paksa

Usai membalas pengkhianatan sang mantan, Melinda Arum terjebak insiden salah masuk toilet yang mempertemukannya dengan Reyhan Azrael. CEO ternama asal Jakarta itu menyelamatkan Melinda dari masalah besar yang mengancam dirinya. Sebagai imbalan, Reyhan menuntut Melinda menjadi tunangan palsunya. Terhimpit kebimbangan dan amarah, Melinda terpaksa menyetujui kesepakatan tersebut, menyeret dirinya ke dalam hubungan rumit penuh kepalsuan, ketegangan, serta luka batin yang mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pagi itu, Melinda terbangun dengan perasaan yang lebih kacau daripada sebelumnya. Setiap detik terasa seperti berat yang menekan tubuhnya, dan pikiran tentang Reyhan Azrael-pria yang baru saja dia kenal, tapi seolah sudah menguasai setiap sudut hidupnya-terus mengganggunya tanpa henti. Matahari yang menyinari kamarnya tidak membawa kehangatan sama sekali. Bahkan cahayanya terasa dingin, menyusup masuk melalui tirai kamar, membuatnya semakin merasa terperangkap dalam dunia yang asing.

Melinda mengangkat tubuhnya dari ranjang dengan langkah yang lemah, mencoba menghilangkan rasa pusing yang masih membayangi. Ia merasa seperti ada sesuatu yang tak terlihat membelenggunya, menahannya di tempat yang tak bisa ia pilih. Dalam pikirannya, hanya ada satu pertanyaan yang terus berputar tanpa henti: *Apa yang harus aku lakukan?*

Ia berjalan menuju meja rias, menatap bayangan dirinya di cermin. Wajahnya tampak lelah, namun ada sesuatu yang berbeda di matanya-sebuah keputusasaan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Setelah semua yang terjadi, setelah pengkhianatan yang ia terima, kini ia terjebak dalam dilema yang bahkan lebih sulit. Reyhan... seorang pria yang bahkan ia tidak kenal, kini memegang kendali atas jalan hidupnya.

Malam itu, setelah pertemuannya dengan Reyhan, pikirannya seperti dipenuhi oleh kata-kata yang dipilih pria itu dengan sangat hati-hati. *"Kalau itu yang kamu pilih, Melinda, maka kamu harus siap menghadapi segala akibatnya."* Kalimat itu terngiang begitu kuat, seolah-olah setiap kata adalah janji yang tak bisa dibatalkan, sebuah ancaman yang mengintai di baliknya. Apa yang akan terjadi jika ia menolak? Apa yang Reyhan mampu lakukan padanya?

"Tidak ada yang bisa aku lakukan untuk menghindar," gumam Melinda pada dirinya sendiri, menatap cermin dengan mata penuh keraguan. "Apakah ini yang disebut pilihan?"

Selama beberapa menit, ia terdiam, mencoba untuk tidak terjebak dalam kekalutan yang ada. Namun, suara ponselnya yang berdering tiba-tiba memecah kesunyian. Melinda mengerutkan kening saat melihat nama yang tertera di layar. Itu adalah pesan dari Reyhan.

*"Kamu punya waktu 24 jam untuk memutuskan. Aku akan menunggumu di kantor besok pagi. Jangan buat keputusan yang salah."*

Melinda menatap pesan itu dengan hati yang berdegup cepat. Ada perasaan kesal yang menggelora di dalam dirinya, namun juga ada ketakutan yang menggerogoti jiwa. Waktu. Itu kata yang paling menakutkan bagi Melinda. Reyhan memberi batas waktu. Sebuah ultimatum yang terasa seperti sebuah hukuman tanpa pengampunan.

Ia melemparkan ponselnya ke tempat tidur, berjalan mondar-mandir di ruang tamunya. Tubuhnya terasa kaku, setiap langkahnya terasa semakin berat, seperti terjerat dalam jaring yang semakin mengikat. Hatinya ingin melawan-ingin mengatakan tidak pada Reyhan, tetapi rasa takut itu begitu menguasai dirinya. Apa yang akan terjadi jika ia menolak? Apa yang akan terjadi pada hidupnya jika ia tidak mengikuti keinginan pria itu?

Reyhan adalah CEO dari salah satu perusahaan terbesar di Jakarta. Kekuasaannya tidak bisa dianggap sepele. Jika dia menginginkan sesuatu, dia pasti akan mendapatkannya. Dan Melinda... melawan pria sekuat itu sama sekali bukan pilihan yang mudah. Namun, ada sesuatu dalam dirinya yang mengatakan untuk bertahan, untuk tidak menyerah begitu saja.

"Aku tidak akan menjadi bagian dari permainan ini," bisiknya dengan suara gemetar, meski ia tahu kata-katanya mungkin tidak berarti apa-apa. Namun, ia tidak bisa berhenti. Ia tidak bisa menyerah begitu saja.

Namun, dalam malam yang sunyi itu, perasaan yang sangat aneh merayap dalam dirinya. Apakah itu takut? Atau... harapan? Melinda tahu bahwa dalam hatinya ada sesuatu yang memberontak, sesuatu yang mengatakan bahwa dia tidak bisa memilih Reyhan hanya karena ancaman yang disampaikan dengan begitu dingin. Tapi ada juga bagian dari dirinya yang ingin tahu apa yang akan terjadi jika ia menerima tawaran itu. Bukankah itu satu-satunya cara untuk melindungi dirinya dari segala bahaya yang bisa datang?

Dia menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan pikirannya yang kacau. Saat itu, teleponnya berdering lagi. Melinda menatap layar ponselnya dengan berat hati. Sekali lagi, itu adalah pesan dari Reyhan.

*"Aku tidak suka menunggu terlalu lama. Jangan membuatku datang ke sana sendiri."*

Pesan itu membuat dadanya terasa sesak. Melinda merasa seperti terpojok. Ia ingin menjauh dari semua ini, tapi di sisi lain, ia tahu bahwa ini bukan hanya tentang Reyhan. Ini tentang dirinya sendiri. Tentang harga diri yang sudah hancur, tentang pengkhianatan yang masih membekas, dan tentang bagaimana ia ingin kembali mengendalikan hidupnya-meski itu berarti mengambil keputusan yang sulit.

Pagi harinya, Melinda memutuskan untuk pergi ke kantor Reyhan. Langkahnya terasa berat, dan setiap detik yang berlalu membuatnya semakin cemas. Setiap orang di sekitar kantor itu tampak sibuk, tapi semuanya terasa kabur di matanya. Ia hanya ingin melihat Reyhan, berbicara dengannya, dan mendengar apa yang dia inginkan-benar-benar ingin tahu alasan di balik semua ini. Kenapa dia? Kenapa sekarang?

Saat Melinda memasuki ruang rapat tempat Reyhan menunggunya, pria itu tidak terlihat terkejut. Seakan-akan ia sudah tahu bahwa Melinda akhirnya akan datang. Tatapannya yang dingin, namun penuh rasa ingin tahu, mengarah pada Melinda yang berdiri di ambang pintu.

"Melinda," ucap Reyhan pelan, suaranya lebih lembut dari biasanya. "Kamu akhirnya datang. Aku sudah menunggu."

Melinda tidak bisa menghindari tatapan tajamnya. Ia merasa seperti segerombolan badai melanda hatinya. "Aku datang untuk mendengar alasanmu, Reyhan," jawab Melinda, suaranya bergetar namun berusaha keras untuk tetap tegar. "Kenapa kamu melakukan semua ini? Apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku?"

Reyhan mengamati Melinda dalam diam, matanya tajam dan penuh arti. "Apa yang aku inginkan, Melinda, sudah aku katakan sebelumnya. Aku menginginkanmu sebagai tunanganku. Tapi ini lebih dari sekadar kesepakatan. Ini tentang siapa kamu dan apa yang kamu inginkan dari hidupmu. Kamu punya pilihan. Tapi aku harap kamu tahu, pilihan itu tidak semudah yang kamu kira."

Melinda merasa seolah setiap kata Reyhan seperti menghujam dalam-dalam. Ia tahu, kali ini, ia harus memilih dengan bijak. Namun, bagaimana bisa memilih antara kebebasan dan keinginan untuk tetap hidup dalam kenyamanan yang penuh dengan ancaman?

"Aku tak tahu apa yang harus aku pilih," ucap Melinda, suaranya hampir tak terdengar. "Tapi aku tahu, aku tidak bisa hidup terus-menerus dalam ketakutan."

Reyhan mendekat, matanya penuh makna. "Jika itu yang kamu pilih, Melinda, maka kamu tahu, semuanya akan berubah. Semua akan ada konsekuensinya."

Kali ini, Melinda tahu satu hal pasti: apa pun yang ia pilih, hidupnya tidak akan pernah sama lagi.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Untuk Kakak Iparku
9.1
Kinan mengambil langkah nekat dengan menjadi istri kedua Yuan, kakak iparnya, demi membongkar rahasia mendiang suaminya. Keputusan ini akhirnya mengungkap alasan mengapa mendiang suaminya dahulu selalu mengabaikan dirinya dan jarang pulang ke rumah. Di tengah pencarian jawabannya, Kinan justru menemukan cinta sejati pada diri Yuan. Kini, ia bertekad untuk memiliki anak demi menuntaskan rasa penasarannya, mempertaruhkan segalanya demi satu tujuan besar.
Sampul Novel CINTA LAMA BELUM USAI
8.6
Hati Gina hancur mendengar Abian telah menikah dan segera menjadi ayah. Meski Gina memilih mundur, Abian menolak melepaskannya. Berdalih dipaksa sang ibu, Abian egois ingin mempertahankan Gina sebagai selingkuhan. Gina merasa muak dengan segala janji palsu pria itu. Di tengah kehamilan istri sah Abian, Gina kini terjebak dalam hubungan gelap yang rumit, karena Abian bersikeras bahwa kisah mereka tidak akan pernah berakhir.
Sampul Novel Gairah panas sang presdir
8.0
Pengkhianatan masa lalu mengubah Joshua menjadi pria dengan gairah seksual berlebih yang tak terkendali. Luka batin akibat perselingkuhan itu mengubah perilakunya secara drastis. Di tengah kondisi ini, takdir mempertemukannya dengan seorang mahasiswi muda secara tidak terduga. Akankah hubungan dengan gadis tersebut mampu menyembuhkan trauma mendalam Joshua dan memulihkan dirinya yang dulu, ataukah kehadiran sang mahasiswi justru membuat situasi hidupnya semakin rumit?
Sampul Novel Love Illussion
9.0
Pasca tenggelam, Chrystal terbangun di tubuh figuran novel, seorang nona muda berkebutuhan khusus. Ia dipaksa menikahi antagonis kejam yang buta bernama Samudra dari Keluarga Leon. Demi kebebasannya, Chrystal berencana mengumpulkan kekayaan lalu melarikan diri sebelum sang suami pulih. Namun, siasatnya hancur berantakan ketika penglihatan Samudra mendadak pulih dan langsung menatapnya tajam tepat di saat ia bersiap pergi.
Sampul Novel REKENING SUAMIKU
9.4
Yasa, suamiku, kerap dihina oleh ayahku sendiri sebagai pengangguran tak berguna yang cuma modal tampang. Di balik kamera dan sikap santainya, ayah tidak pernah tahu bahwa suamiku tengah berjuang keras demi masa depan kami. Aku pun memilih bungkam walau batin ini lelah melihat sisa daganganku dibuang begitu saja saat ayah mengamuk. Aku sangat percaya, suatu hari nanti ayah pasti akan menyesal telah meremehkan kegigihan pria yang tulus mendampingiku ini.
Sampul Novel Terlahir Kembali Setelah Dicelakai Suamiku
8.9
Saat putra mereka mengalami diseksi aorta, sang suami yang merupakan spesialis jantung justru menyalahkan istri dan anaknya atas kematian teman masa kecilnya, Sophia. Setelah meracuni keluarganya sendiri sebagai aksi balas dendam, sang istri tiba-tiba terbangun di hari suaminya menerima telepon dari Sophia di kehidupan kedua. Dalam novel romantis misteri ini, sang istri memilih menyelamatkan putranya sendiri tanpa memohon pada suaminya, tetapi sang suami justru berakhir berlutut meminta maaf.