APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jatuh Cinta Dengan CEO Duda

Jatuh Cinta Dengan CEO Duda

Kehidupan pengusaha dingin bernama Dimas berubah sejak kehadiran Sinta, sekretaris baru yang sangat ceria. Setelah mengalami perceraian pahit, hati Dimas yang beku perlahan mulai melunak. Tidak hanya memikat Dimas, Sinta juga berhasil dekat dengan Arya, putra sang CEO yang kesepian. Sayangnya, saat hubungan mereka mulai erat, mantan istri Dimas muncul kembali untuk mengacau. Kini, kekuatan cinta mereka diuji oleh bayang-bayang masa lalu yang mengganggu.
Bab
Bagikan

Bab 2

Dimas terbangun lebih awal dari biasanya. Jam di dinding menunjukkan pukul lima pagi, tetapi matanya sudah terbuka sejak beberapa menit yang lalu. Ia duduk di ranjang, memandang dinding kosong di depannya. Pikiran tentang masa lalu selalu datang tanpa diundang, terutama di saat-saat seperti ini, di antara lelap dan kesadaran.

Pagi itu, seperti pagi-pagi lainnya, Dimas merasa berat untuk memulai hari. Bukan karena ia malas, tetapi karena ada beban yang selalu ia bawa dalam pikirannya. Beban itu bernama Melisa, wanita yang pernah ia cintai dan kini menjadi bayangan yang sulit ia hapus.

Flash back.

Melisa, Awal yang Indah, Akhir yang Pahit

Dimas pertama kali bertemu dengan Melisa di sebuah seminar bisnis sepuluh tahun lalu. Saat itu, Dimas baru memulai perusahaannya, sementara Melisa sudah dikenal sebagai salah satu pengusaha muda yang berbakat. Keduanya memiliki ambisi yang sama besar, dan percakapan pertama mereka berlangsung panjang, penuh semangat.

Melisa adalah tipe wanita yang memukau dengan kepercayaan dirinya. Rambut panjangnya selalu tersisir rapi, dan senyumnya memancarkan energi yang sulit diabaikan. Dimas tertarik sejak awal, tidak hanya pada kecantikannya, tetapi juga pada kecerdasannya.

Hubungan mereka berkembang dengan cepat. Dalam beberapa bulan, mereka menjadi pasangan yang dikenal sebagai "power couple" di dunia bisnis. Saat mereka menikah, semua orang menganggap mereka adalah pasangan sempurna, selain tampan dan cantik, mereka kaya, sukses, dan serasi.

Namun, di balik semua pujian itu, ada sesuatu yang mulai retak.

Melisa adalah wanita yang ambisius, bahkan mungkin lebih ambisius daripada Dimas. Ia tidak pernah puas dengan apa yang telah ia miliki, selalu ingin lebih. Awalnya, Dimas mengagumi semangat itu, tetapi seiring waktu, ambisi Melisa berubah menjadi obsesi.

Setelah Arya lahir, kehidupan rumah tangga mereka semakin sulit. Melisa merasa kariernya terhambat karena perannya sebagai ibu, sementara Dimas merasa bahwa Melisa tidak cukup memberikan perhatian pada keluarga mereka. Mereka sering bertengkar, dan Arya yang masih kecil menjadi saksi bisu dari semua itu.

"Dimas, aku tidak bisa terus seperti ini!" bentak Melisa suatu malam ketika Arya sudah tidur.

"Seperti apa? Apa yang kurang darimu, Melisa? Kita punya segalanya!" balas Dimas dengan nada frustrasi.

"Kau tidak mengerti. Aku merasa terkurung di rumah ini. Aku ingin melanjutkan karierku, bukan hanya menjadi istri dan ibu."

"Lalu bagaimana dengan Arya? Dia membutuhkanmu, Melisa."

"Kita bisa mencari baby sitter terbaik untuk Arya."

"Itu bukan solusi yang bagus untuk pertumbuhan Arya. Akan lebih baik jika Arya di asuh sendiri oleh ibunya, karena Arya masih kecil." Dimas tidak suka dengan ide Melisa.

Percakapan itu selalu berakhir sama, tanpa solusi. Melisa akhirnya kembali bekerja, tetapi kehadirannya di rumah semakin berkurang. Dimas mencoba mengambil peran lebih besar dalam membesarkan Arya, tetapi ia sendiri terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Lambat laun, hubungan mereka semakin renggang.

Perceraian yang menghancurkan.

Tiga tahun lalu, Dimas dan Melisa memutuskan untuk bercerai. Keputusan itu bukan sesuatu yang diambil dengan mudah, tetapi setelah bertahun-tahun hidup dalam konflik, mereka merasa tidak ada jalan lain.

Arya, yang saat itu baru berusia lima tahun, tidak sepenuhnya memahami apa yang terjadi. Ia hanya tahu bahwa ibunya pergi dari rumah dan tidak pernah kembali untuk tinggal bersama mereka. Dimas mencoba menjelaskan dengan bahasa sederhana, tetapi ia tahu bahwa Arya tidak benar-benar mengerti.

"Papa dan Mama sudah tidak tinggal bersama lagi, Arya. Tapi Papa dan Mama tetap sayang sama kamu," ujar Dimas pada Malam itu.

Arya hanya mengangguk, tetapi matanya basah. Ia memeluk boneka beruang yang diberikan Melisa saat ulang tahunnya, dan itu membuat hati Dimas hancur.

Proses perceraian itu sendiri penuh dengan drama. Melisa menuntut hak asuh atas Arya, tetapi setelah pertempuran panjang di pengadilan, Dimas berhasil mempertahankan hak asuh tersebut. Melisa akhirnya menyerah, meski ia tetap diberikan hak untuk mengunjungi Arya kapan saja.

Namun, setelah perceraian selesai, Melisa lebih sibuk dengan kehidupannya sendiri. Ia jarang mengunjungi Arya, dan itu membuat anak laki-laki kecil itu semakin merasa ditinggalkan.

Perceraian itu tidak hanya menghancurkan Arya, tetapi juga meninggalkan luka mendalam pada Dimas. Meskipun ia tidak pernah menunjukkan emosinya kepada orang lain, di dalam hatinya, ia merasa gagal sebagai suami dan ayah.

Sejak saat itu, Dimas menutup dirinya. Ia membangun dinding tebal di sekeliling hatinya, membiarkan dirinya tenggelam dalam pekerjaan untuk menghindari rasa sakit. Hubungannya dengan Arya menjadi semakin canggung, dan meskipun ia berusaha menjadi ayah yang baik, ia tahu bahwa ia sering gagal.

Arya tumbuh menjadi anak yang pendiam. Ia jarang berbicara, bahkan kepada Dimas. Ketika mereka berada di rumah bersama, suasananya sering sunyi. Arya lebih sering menghabiskan waktu dengan bermain game atau menonton kartun, sementara Dimas sibuk dengan laptopnya.

Dimas ingin lebih dekat dengan Arya, tetapi ia tidak tahu bagaimana caranya. Setiap kali ia mencoba mengajak Arya berbicara, anak itu hanya menjawab dengan anggukan atau kata-kata pendek.

***

Malam itu, setelah hari yang panjang di kantor, Dimas pulang ke rumah. Ia menemukan Arya duduk di ruang keluarga, menonton kartun dengan volume kecil.

"Sudah makan?" tanya Dimas seperti biasa.

Arya mengangguk tanpa menoleh.

Dimas berjalan ke dapur, membuka kulkas, dan mengeluarkan sebotol air mineral. Ia meminumnya perlahan, memikirkan apa yang bisa ia lakukan untuk memperbaiki hubungan mereka. Setelah beberapa saat, ia kembali ke ruang keluarga dan duduk di sofa sebelah Arya.

"Kamu suka kartun ini?" tanyanya mencoba memulai percakapan.

Arya mengangguk lagi.

Dimas terdiam, merasa frustasi. Ia tidak tahu apa yang harus dikatakan selanjutnya. Setelah beberapa menit, ia akhirnya berdiri dan pergi ke kamarnya.

Di dalam kamar, ia membuka laptop dan mencoba mengalihkan pikirannya dengan pekerjaan, tetapi pikirannya tetap kembali pada Arya. Ia merasa seperti seorang asing dalam kehidupan anaknya sendiri.

Dimas tidak pernah berbicara dengan Melisa setelah perceraian mereka. Sesekali Melisa mengirim pesan tentang Arya, tetapi komunikasi mereka terbatas pada hal-hal formal. Dimas tahu bahwa Melisa telah melanjutkan hidupnya, mungkin dengan seseorang yang baru.

Namun, meskipun Melisa sudah tidak lagi menjadi bagian dari hidupnya, bayangannya tetap ada. Setiap kali ia melihat Arya, ia melihat wajah Melisa, senyum yang sama, mata yang sama. Itu membuatnya merasa bersalah, seolah-olah ia telah mengambil sesuatu yang penting dari Arya dengan memisahkannya dari ibunya.

Dimas tahu bahwa ia tidak bisa terus hidup seperti ini. Ia ingin memperbaiki hubungannya dengan Arya, tetapi ia merasa tidak memiliki alat atau kemampuan untuk melakukannya. Ia hanya berharap bahwa suatu hari, ia bisa menemukan cara untuk menjadi ayah yang dibutuhkan Arya.

Malam semakin larut, dan hujan mulai turun. Dimas berdiri di dekat jendela kamarnya, memandangi tetesan air yang mengalir di kaca. Ia merenungkan keputusannya di masa lalu, pilihan yang ia buat dengan harapan membawa kebahagiaan, tetapi ternyata meninggalkan luka yang dalam.

Dalam hati, Dimas berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan menemukan cara untuk memperbaiki segalanya, tidak peduli seberapa sulitnya. Karena meskipun ia merasa gagal sebagai suami, ia tidak ingin gagal sebagai seorang Ayah untuk putranya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Dalam Skandal
9.3
Karier Bitna, aktris asal Korea Selatan, berada di ambang kehancuran setelah skandal besar menimpanya pasca-pesta di Indonesia. Kejadian itu turut menyeret Kenzo, bos besar penyelenggara acara. Demi menyelamatkan reputasinya, Bitna setuju memberikan klarifikasi. Namun, tanpa persetujuan Bitna, Kenzo malah mengumumkan pertunangan palsu mereka kepada publik. Apa motif di balik kebohongan Kenzo ini? Bisakah sandiwara tersebut menyelamatkan Bitna, atau justru memperburuk hidupnya?
Sampul Novel Derita Menantu Jelita
9.5
Kehidupan rumah tangga dalam novel modern "Derita Menantu Jelita" berubah drastis setelah sang suami mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan tragis. Situasi kian rumit ketika ayah mertua memutuskan tinggal bersama mereka. Demi menjaga kelangsungan garis keturunan, sang suami nekat melakukan aksi ekstrem dengan diam-diam membius istri dan ayahnya sendiri. Keputusan tersebut memicu rangkaian peristiwa misteri yang tak terkendali dan mengubah nasib mereka selamanya.
Sampul Novel DIANA, Istriku Cantik di Mata Pria Lain
8.5
Penyesalan mendalam kini menyiksa batin saya setelah menyia-nyiakan Diana. Dulu, istri yang begitu tulus menjaga kehormatan ini saya remehkan, bahkan cintanya tega saya khianati. Namun, setelah dia memutuskan pergi dari rumah dan tak pernah kembali, barulah saya menyadari betapa berharganya kehadirannya. Kenaifan saya telah berujung pada kebodohan fatal. Kini saya sadar, Diana berhak bahagia bersama pria lain yang jauh lebih mampu menghargai dan memuliakannya.
Sampul Novel Introvert Japanesegirl
9.8
Sosok misterius Yoshida Yui, gadis blasteran Jepang-Indonesia berponi panjang, memicu rasa penasaran Andre di sebuah sekolah elit Jakarta. Namun, ketertarikan sang ketua kelas populer tersebut justru menyulut api cemburu di hati Rara, sahabat dekatnya yang berwatak judes. Situasi kian pelik ketika Takeru Ryota, teman masa kecil Yui dari luar negeri, tiba-tiba hadir di Indonesia untuk memperjuangkan cintanya. Persaingan sengit pun tak terhindarkan di antara mereka semua.
Sampul Novel Menjadi Ibu Untuk Anak Pelakor
8.8
Niat awal hanya ingin menuruti keinginan cucu berusia empat tahun yang ingin bermain game komputer berujung pada kehancuran rumah tangga. Tanpa sengaja, sebuah video mesum terklik dan menampilkan adegan intim yang mengejutkan. Setelah bergegas menutup mata sang cucu, kebenaran pahit terpampang nyata. Pria di dalam video itu adalah suaminya sendiri, yang selama ini mengaku impoten, tengah memadu kasih dengan cinta pertamanya. Misteri pengkhianatan ini mengubah segalanya.
Sampul Novel Ternyata Ada Aku Dan Istrimu! "Tapi Aku Bukan Pelakor"
9.0
Depresi akibat trauma masa lalu menyadarkanku bahwa cinta tidak selamanya indah. Di saat impian masa depan mulai dirajut, sebuah kenyataan kelam justru terbongkar. Lelaki yang telah mendampingiku selama bertahun-tahun rupanya telah beristri selama dua tahun. Kendati dikhianati, aku bersyukur kebenaran terungkap sebelum terjerumus dalam poligami. Kisah nyata penuh emosi ini menjadi bukti nyata bahwa kepalsuan serapat apa pun pasti akan tercium juga.