APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jangan rebut suamiku!

Jangan rebut suamiku!

Akibat insiden tak terduga, Sena Anindhita terjebak dalam pernikahan dingin bersama Arga Bhanu. Kehidupan rumah tangganya menjadi sumber penderitaan karena ia terpaksa berbagi suami. Arga menolak menyentuh Sena dan tetap setia mencintai kekasihnya, Gisca. Walau Sena terus berharap cinta suaminya akan tumbuh, kenyataan pahit membuktikan bahwa ikatan Arga dan Gisca tak tergoyahkan, meninggalkan Sena dalam kehampaan.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Apa kabar Arga? Maaf aku sempat marah denganmu waktu itu, aku hanya rindu oleh karena itu aku kembali ke indonesia" Ucap seorang wanita yang sedang duduk berhadapan dengan Arga. 

Gisca, Dia adalah kekasih Arga hubungan mereka memang tidak seperti hubungan pasangan lain. Pekerjaan Gisca yang mengharuskannya banyak mengahbiskan waktu di luar negeri membuat hubungan mereka rawan akan perkelahian dan salah paham. Tetapi dibalik itu mereka saling menyayangi satu sama lain. Keluarga Gisca merupakan keluarga yang berlatar belakang pengusaha. Ayah Gisca merupakan pengusaha dibidang property dan juga menjadi investor di beberapa bisnis menengah keatas. Ibu Gisca merupakan pemilik Butik ternama di pusat kota. Gisca sendiri pemegang salah satu butik di pusat kota paris. oleh karena itu dia harus lebih banyak menghabiskan waktunya diparis selain itu Gisca juga menjadi model dan Brand Ambassador di beberapa Brand ternama dunia. Karirnya yang sedag memuncak membuatnya terpaksa menunda ajakan menikah dari Arga, dan Arga pun memaklumi hal itu 

" Gisca, I wanna tell u something..." Arga meremas remas jarinya dia sangat gugup,bagaimana cara menyampaikan hal menyakitkan ini pada kekasihnya, sepertinya apapun alasannya Gisca tidak akan bisa menerimanya. 

"Hmm katakan saja" Gisca masih sangat santai menikmati minuman yang dia pesan. Citarasa manis dan segar yang menyatu membuat Gisca ingin terus meminumnya. 

" Aku harap kamu dengarkan baik baik dan bisa kamu pahami" Lanjut Arga masih dengan meremas remas jarinya. Arga sengaja tidak memakai cincin pernikahannya. dia ingin memberi tahu semua kepada Gisca serta menjelaskan bahwa niatnya tidak ingin menyakitinya. 

" Iya Arga" Gisca memberikan senyuman termanisnya kepada kekasihnya. 

" A-aku s-sudah m-menikah" Arga menatap mata Gisca, dia melihat reaksi yang ditunjukan Gisca. Gisca membulatkan matanya dan meletakaan minumannya dimeja. Raut wajahnya berubah dengan cepat. 

" Bercandamu kelewatan Arga, sejak kapan Arga yang selalu serius bisa mengeluarkan lelucon seperti ini?" Gisca tertawa kecil, dia tidak ingin langsung mempercayai Arga karena bisa Arga bermaksud menjahilinya. 

"Aku tidak bercanda, kamu tahu aku selalu serius, ma- " 

" Hahaha kenapa? buru buru menikah apa wanita yang kamu nikahi lebih daripada aku?" Gisca memotong ucapan Arga dengan tertawa yang di buat buat, Gisca berusaha menahan tangisnya. 

" Bukan, bukan seperti itu, tolong beri aku waktu untuk menjelaskan" Arga meraih tangan Gisca. 

Gisca hanya diam, dia tidak bisa berbicara karena jika dia mengeluarkan sepatah kata saja, air matanya juga akan turun disaat bersamaan. 

" Malam itu, dimalam kita bertengkar hebat, kamu memblocked semua aksesku untuk menghubungimu, aku sangat frustasi, aku ingin menyusulmu tetapi tiket pesawat sudah full booking, Jadi aku mengajak beberapa temanku untuk mengadakan pesta kecil di kota X. Kami minum tetapi akulah yang paling banyak, sehingga aku hilang control aku dibantu oleh salah satu temanku untuk kembali kekamar, namun temanku tidak mengunci pintunya karena dia tidak menemukan kunci kamar. yang aku ingat aku berada didalam mimpi sedang bertemu denganmu, kamu berada disampingku jadi aku melakukan hal "itu". ternyata setelah aku terbangun di pagi hari, itu bukan kamu melainkan wanita lain yang ternyata mantan pegawaiku, aku benar benar tidak tahu, dia juga mabuk dan salah masuk kamar, kamar kami bersebalahan. kmu boleh menanyakan padanya langsung" Jelas Arga dengan menggenggam erat tangan Gisca. 

"Terlalu berbelit belit, intinya kamu tidur dengan wanita itu!" Gisca melepaskan tangannya dengan paksa dari tangan Arga. 

"Tapi aku tidak sengaja melakukan hal itu, dan wanita itu hamil aku terpaksa menikahinya. dia mengancam akan memberitahu semua orang, aku tidak ingin nama baik orang tuaku hancur karena kecerobohanku" Arga mengacak acak rambutnya dia sangat frustasi, dia tidak ingin Gisca meninggalkannya bagaimanapun Arga masih sangat menyayanginya. 

"Terserahlah apa katamu, berbahagialah!" Gisca pergi meninggalkan Arga seorang diri, Arga tidak menahannya, dia sangat bingung dia merasa tidak pantas menahan Gisca. Dia merasa tidak bisa memberikan apa yang Gisca mau. 

Gisca kembali kerumahnya, sepanjang jalan dia menangis, dia tidak menyangka kisah cintanya berakhir seperti ini, padahal kepulangannya kali ini dia ingin menerima ajakan Arga untuk menikah, dia sudah sangat siap membangun rumah tangga impiannya dengan Arga. Tapi apa, Kabar buruk lebih dulu menyambarnya. begitu kejam, dia mengusap airmata yang tidak berhenti mengalir dari matanya. 

Arga masih ditempat itu, masih merenungi nasib yang menimpanya, separuh jiwanya pergi, bagaimana dia bisa menjalani hari hari, Orang lain yang melihat Arga pasti mengira Arga adalah manusia yang tidak berperasaan, yang tidak bisa merasakan kesedihan. Tapi nyatanya banyak kesedihan dan beban yang harus dia tanggung. dibalik wajah datarnya tersimpan banyak raut wajah sedih yang dia sembunyikan dengan baik. Arga memang ahli dalam menyembunyikan sesuatu, kisah asmaranya sama sekali tidak tersorot oleh siapapun, hanya Nata yang mengetahui persis kisahnya. 

Arga melirik jam tangannya, waktu sudah menunjukan pukul 01.30 dini hari, dia pun bergegas pulang dan ingin tidur untuk menyiapkan diri menghadapi hari esok.   

" Kamu dari mana saja?" Sena ternyata menunggu Arga pulang karena dia takut terjadi apa apa pada Arga. 

" Berhenti ingin tahu, kamu cukup tinggal dengan baik disini jangan ikut campur urusanku!" Arga meninggikan suaranya , dia sudah muak dia sangat tidak ingin semua terjadi padanya. 

"Aku tidak ingin memaksamu menganggapku sebagai istrimu, tapi bisakah kamu menganggapku sebagai temanmu? mungkin akan lebih baik" Sena masih sangat sabar menghadapi emosi Arga yang mulai memuncak. 

"Tidak, lebih baik tidak!" Arga meninggalkan Sena kembali kekamarnya, Sena hanya bisa terdiam dia tidak ingin seperti dua orang asing dirumah ini, sekarang seperti seolah olah semua ini salahnya. dia yang membuat Arga tidak bahagia, membuat Arga menjadi menderita. Lelah berfikir, Sena kembali kekamar dan tertidur. 

Pukul 08.00 Sena terbangun, dia keluar kamar dan nampaknya Arga belum bangun, bukankah harusnya Arga pergi berkerja , Sena langsung pergi kedapur dan menyiapkan sarapan untuk Arga. Setelah semua siap, Sena berniat untuk mandi, tetapi bel dirumahnya tiba tiba berbunyi. Clara membukakan pintu. 

"Oh hey, silahkan masuk" Ucap Sena lembut.

Nata dan Adnan mengunjungi rumah Arga karena mereka sedang ada project tetapi Arga tidak kunjung datang di meeting kali ini. 

" Arga masih tertidur dikamarnya" Ucap Sena tanpa sadar. 

" Kamar kalian!" Ucap Nata mencoba meluruskan sebelum Adnan curiga. 

Sena hanya tersenyum canggung, dia pun menyiapkan minum untuk Kedua teman Arga.  

" Ada perlu apa kalian?" Suara Arga mengegelegar. 

"Kamu melupakan meeting kita wahai pengantin baru" Ejek Adnan. dengan wajah yang sangat sangat menyebalkan, Nata melihat itu hanya bisa diam dia tidak bisa berbicara apa apa, jika kedua manusia ini sudah bersitegang Nata hanya membutuhkan tempat untuk menjauh 

" Berisik " Arga membalas dengan ketus. "Tunggu saja aku dikantormu, aku akan tiba 30 menit lagi" Arga menunjuk ke arah Adnan. 

Nata mengajak Adnan beranjak, wajah Adnan bingung, kenapa? bukankah disini juga bisa? Tetapi Nata tetap menarik Adnan." Ayolah Adnan berhenti mengacau" Nata sebisa mungkin menarik lengan Adnan. Nata sudah bisa membaca raut wajah Arga sudah seperti singa yang siap menerkam musuhnya. 

"Loh, dimana kedua temanmu?" Tanya Sena membawa dua cangkir teh hangat. 

"Bukan urusanmu!" Arga pergi meninggalkan Sen untuk mandi, dia akan bersiap menuju kantor Adnan. 

Setelah siap, Arga langsung pergi dengan buru buru, dia tidak ingin masalah pribadinya mengganggu kinerjanya. 

" Apa kamu tidak ingin sarapan dulu?" Sena berteriak karena Arga melewatkan meja makan begitu saja. Karena tidak ada jawaban, Sena mengejar Arga. Arga sudah berada dihalaman rumah ingin masuk kedalam mobil. 

" Arga, apa kamu tidak ingin sarapan dulu?" Sena mencoba kembali bertanya pada Arga, sembari memegang perutnya, rasanya sedikit sakit, dia tidak tahu apa penyebabnya. 

" Tidak, habiskan saja! aku akan makan diluar" Arga bersiap mengemudikan mobilnya. 

" ARGA!! perutku sakit sekali" Sena bertumpu pada tembok disebelah kirinya. 

Arga hanya melirik, dia bingung apa dia harus menolongnya sedangkan teman temannya sedang menunggunya. dia melihat ke arah Sena, Sena berangsur angsur jatuh kelantai. Arga pun keluar dari mobil dan membawanya ke rumah sakit terdekat. 

"Begini pak, usia kandungan istri bapak ini ada di masa masa rawan, ditambah kondisi istri bapak yang mungkin terlalu kelelahan, saya akan meresepkan beberapa obat untuk menguatkan kandungannya, diharap bapak lebih memperatikan keadaan istri bapak ya" Jelas dokter, Arga tidak menjawab dia hanya diam. 

... 

"Menyusahkan!" Ucap Arga melirik ke arah Sena. "Karena tindakan cerobohmu aku harus terlambat lagi,berhenti mencoba bersikap baik kepadaku, itu akan menyusahkanmu dan aku nantinya!"  tegas Arga. 

"Maaf dan terima kasih mau membantuku" Ucap Sena lirih. dia tidak menyangka Arga bersedia membantunya dia pikir tadi dia akan meninggal karena sakit yang luar biasa. 

"Bagaimanapun yang ada diperutmu itu adalah tanggungjawabku, terlebih lagi mamaku sangat sayang denganmu, oleh karena itu berhenti menganggapku baik kepadamu!" Balas Arga. 

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Istri kecil tuan mafia
8.9
Kehidupan Yui Miura runtuh setelah terjebak dalam prostitusi daring dan bertemu bos Yakuza yang kejam. Pria itu menjadikan Yui budak penebus utang nyawa ayahnya, Matsumoto. Dalam keputusasaan, Yui nekat menawarkan rahimnya demi uang. Kesepakatan kelam pun terjalin lewat tawa dingin sang mafia. Malam penuh gairah itu resmi dimulai, menjadi awal dari penyesalan terdalam yang akan terus menghantui sisa hidup Yui.
Sampul Novel Kenapa Kalian Membuang Ibu?
8.2
Kehidupan damai Minah bersama Eliza dan Agung seketika sirna setelah putri bungsunya itu pergi merantau. Terpaksa menumpang di kediaman putra sulungnya, Edo, Minah justru harus menghadapi siksaan batin akibat kekejaman sang menantu. Hari tua yang malang membawa Minah ke sebuah panti jompo, tempat ia menghabiskan sisa hidupnya. Hingga ajal menjemput, ia meninggal dalam kesepian yang mendalam, tanpa didampingi oleh anak-anak kandungnya.
Sampul Novel Mantan Istri, Ratu Kekayaan Baru
9.3
Demi melindungi Meisya dari skandal, Galvin memaksa Indri bercerai dan menanggung fitnah. Di kehidupan sebelumnya, penolakan Indri berujung tragis hingga ia tewas dalam kecelakaan setelah dihujat publik. Kini, Indri terbangun kembali di masa lalu tepat saat disodorkan surat cerai. Alih-alih menangis, ia menerimanya dengan tenang. Namun, kebebasan itu tidak gratis. Indri menuntut seluruh aset serta saham Galvin sebagai ganti atas penderitaannya.
Sampul Novel Menikahi Mantan Istriku Lagi: Cinta Menyembuhkan Patah Hati
8.2
Tiga tahun membina rumah tangga hanya menorehkan luka batin bagi seorang istri. Saat dirinya tengah berbadan dua, sang suami dengan tega memaksanya untuk bercerai. Kepergian sang istri rupanya menjadi titik balik bagi pria tersebut untuk menyadari perasaan cintanya yang tulus. Kini, ia bertekad menebus segala kesalahan masa lalu lewat kasih sayang yang melimpah, demi merebut kembali hati sang mantan istri yang terlanjur hancur dan didera kekecewaan mendalam.
Sampul Novel TAKDIR ISTRI BAYARAN
9.4
Demi mengangkat derajat keluarga, Runa bersedia menjadi istri bayaran bagi Kelvin, miliarder yang kehilangan penglihatannya akibat kecelakaan. Di saat istri pertama Kelvin sibuk merebut kekuasaan bisnis, Runa malah jatuh cinta pada suaminya itu. Sayangnya, ia harus memendam perasaan dan dituduh sebagai wanita materialistis oleh Kelvin. Akankah Runa sanggup bertahan melewati luka hati ini, atau justru hubungan mereka akan menghadirkan seorang anak?
Sampul Novel Tawanan Hati Sang Penguasa
9.6
Pras berniat meruntuhkan keangkuhan Lavi dan menjadikannya tawanan lewat ancaman besar. Namun, fokusnya terpecah saat ia harus menuntut balas atas kematian Tony demi prinsip nyawa dibayar nyawa. Penyelidikan Pras menyeret organisasi Quassano, tetapi musuh justru memanfaatkan Lavi sebagai perisai pelindung. Kini, sang penguasa dihadapkan pada pilihan sulit: membiarkan Lavi celaka atau mempertaruhkan seluruh kekuasaannya demi menyelamatkan gadis itu.