APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jangan Main-Main Dengan Dia

Jangan Main-Main Dengan Dia

Yolanda dibuang ke desa terpencil oleh orang tua angkatnya yang licik. Di sana, ia justru menemukan fakta bahwa dirinya adalah pewaris sah keluarga konglomerat terpandang. Meski kini hidup bergelimang kasih sayang, Yolanda harus menghadapi kedengkian dari adiknya. Berbekal kemampuan luar biasa, ia bangkit untuk menuntut balas. Di tengah perjuangannya, pesona Yolanda memikat seorang miliarder yang kini terus mengejarnya demi membongkar rahasia besar yang ia sembunyikan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Vila Keluarga Rahardi di Egal diselimuti dengan keheningan yang menyesakkan, hanya untuk kemudian dipecah oleh gema langkah kaki yang mendekat.

"Kak Yolanda, kenapa kembali secepat ini?" Salma Rahardi bersandar di kusen pintu, senyum angkuh terukir di bibirnya. "Pak Bram mungkin tua, tapi dia memiliki semua yang diinginkan para wanita, kaya, berpengaruh, dan dapat diandalkan. Seharusnya kamu merasa terhormat karena mendapat kesempatan untuk menjadi istrinya."

Ekspresi Yolanda Rahardi menegang.

Sebelum Salma sempat bereaksi, Yolanda melesat maju, telapak tangannya mendarat dengan keras di pipi Salma. Suara tamparan itu bergema di seluruh ruangan, mengiris kesombongan Salma.

"Kalau begitu, kenapa tidak kamu saja yang mengambil 'kesempatan' itu untuk dirimu sendiri, Salma?" Suara Yolanda tajam bagaikan pisau, matanya menyipit penuh cemoohan. "Kamu memasukkan obat ke dalam minumanku, bukan?"

Salma memegangi pipinya yang perih, kepercayaan dirinya hancur berkeping-keping saat bekas merah tajam dari jari-jari Yolanda membakar kulitnya.

"Yolanda! Dasar gadis sialan! Kamu sudah gila?" Talitha Ramadhani menyerbu ke depan, wajahnya berkerut mengerikan karena amarah dan ketidakpercayaan saat dia memelototi Yolanda. "Beraninya kamu menampar Salma?"

Brengsek! Dasar jalang tak tahu diri!

Bagaimanapun juga, Yolanda bahkan bukan putri kandung Keluarga Rahardi.

Tiga bulan lalu, kunjungan ke rumah sakit telah mengubah segalanya. Yolanda dilarikan ke rumah sakit karena cedera, dan apa yang seharusnya menjadi tes darah rutin justru menyingkap kebenaran dunianya.

Golongan darahnya yang langka tidak cocok dengan Jonas Rahardi atau istrinya, pasangan yang selama ini diyakini sebagai orang tua kandungnya. Pengungkapan itu menghancurkan keluarga tiga orang yang tadinya bahagia, Yolanda bukanlah darah daging mereka.

Dikuasai keputusasaan ingin mengembalikan keseimbangan keutuhan keluarga, Keluarga Rahardi meluncurkan pencarian menyeluruh untuk menemukan putri mereka yang asli. Mereka akhirnya menemukan Salma, seorang gadis yang meluncur mulus ke dalam kehidupan yang tak pernah dimaksudkan untuk Yolanda.

Sejak hari itu, Yolanda menjadi hantu di rumahnya sendiri, dianggap sebagai perampas yang tanpa sadar menikmati segala kemewahan yang sebenarnya diperuntukkan untuk Salma. Apa yang dulu menjadi haknya kini dinyatakan sebagai ketidakadilan, penghinaan terhadap hak Salma yang sah.

Jonas dan Talitha perlu menebus kesalahan dan kasih sayang yang tak pernah mereka berikan terhadap putri baru mereka itu.

Akan tetapi, menyingkirkan Yolanda begitu saja? Setelah semua kemudahan hidup yang didapatkannya? Itu tampak mubazir. Bram Wiratno, seorang rekan bisnis yang kaya raya, telah menyatakan perasaan tergila-gilanya pada Yolanda. Jika mereka dapat memainkan kartu dengan benar, menikahkannya dengan pria itu akan menjamin investasi sebesar sepuluh miliar rupiah.

Jadi, mereka pun menyusun rencana jahat.

Minuman yang sudah dibubuhi obat bius. Sebuah ruangan yang dipersiapkan untuk skenario pengkhianatan. Mereka bermaksud menyerahkan Yolanda persis seperti pion, ditandatangani dan disegel.

Namun, Yolanda telah menghancurkan rencana mereka, dan berhasil lolos dari cengkeraman pria tua itu tepat pada waktunya.

Dia menoleh pada Talitha, dengan sikap menantang yang tenang, suaranya membelah ruangan bagai bilah pisau.

"Dia membiusku, menghinaku, dan memperlakukanku seolah-olah aku adalah sampah. Jadi katakan padaku, bukankah tamparan itu pantas untuknya?"

Wajah Salma berubah, bibirnya bergetar sebelum dia memasang ekspresi terluka palsu. "Aku hanya memikirkan masa depanmu," jawabnya, suaranya terdengar begitu manis sampai memuakkan. "Ibu bercerita padaku bahwa keluargamu yang sebenarnya berasal dari desa miskin. Jadi menikah dengan Pak Bram akan mengangkat derajatmu. Tentu saja, itu suatu berkah."

Namun, di balik kepura-puraannya yang polos, darah Salma mendidih. Berani sekali Yolanda menamparnya?

Dia pasti akan membalasnya. Segera!

"Kamu kamu begitu meyakini bahwa menikah dengan orang kaya adalah suatu berkah, kenapa bukan kamu saja yang menikah dengannya?" Suara Yolanda sedingin es saat matanya yang menyipit, menembus langsung ke arah Salma dan Talitha.

"Dasar anak tak tahu terima kasih!" Suara Talitha bagaikan cambuk amarah, matanya menyala-nyala. "Beraninya kamu berpikir dirimu setara dengan Salma? Dia jauh lebih tinggi darimu! Salma sudah bertunangan dengan Reno Erawan, pewaris Keluarga Erawan yang bergengsi. Ikatan pemersatu yang sesuai dengan statusnya!"

Salma melangkah maju, senyumnya manis seperti sirup, tetapi matanya berbinar penuh kemenangan. "Itu benar, Kak Yolanda. Reno bilang padaku bahwa akulah cinta sejatinya, satu-satunya orang yang dapat dibayangkan bersanding di sisinya."

Kenyataan itu menggantung di udara seperti kabut yang menyesakkan. Yolanda telah menjadi tunangan Reno terlebih dulu, rencana yang direalisasikan jauh sebelum keberadaan Salma terungkap. Akan tetapi, saat asal usul Yolanda terungkap, pertunangannya pun dibatalkan. Salma mencuri tempatnya semudah saat seseorang mengenakan gaun yang dirancang dengan sempurna.

Bahkan Reno sendiri tampak bersemangat mengganti pasangan tunangannya, rasa sayangnya beralih ke Salma tanpa ada hambatan sedikit pun.

Pandangan Salma tertuju pada Yolanda, mengamatinya seperti predator yang sedang mengukur mangsa. Kelembutan wajah, kulitnya yang bercahaya, keanggunan seolah-olah terlahir menjadi bagian dari dirinya, Salma membenci semua itu. Perasaan iri mencengkeram dadanya, berbisa dan pahit, tetapi dia menutupinya di balik senyumnya yang sudah terlatih.

"Jangan takut, Salma. Jangankan mendekati Reno, menyebut namanya saja aku tidak sudi. Kalian berdua sungguh pasangan sempurna, perjodohan yang jelas membawa sial hingga hampir terkesan puitis. Pastikan saja kalian menyimpan sandiwara itu untuk diri kalian sendiri. Maksudku, tidak ada orang lain yang ingin celaka karena bersama denganmu ataupun dengannya." Bibir Yolanda melengkung membentuk senyum lambat dan meremehkan.

Jonas, yang merasakan ketegangan suasana mencapai titik puncaknya, akhirnya turun tangan. "Yolanda, ini semua demi kebaikanmu. Kami telah menemukan pasangan yang cocok untukmu, seseorang yang dapat menjamin masa depanmu. Tapi jika kamu bersikeras menolak, ya sudah. Mungkin sudah saatnya kamu mencari orang tua kandungmu." Meski mengetahui rincian rencana Talitha dan Salma, Jonas bahkan tidak mencoba untuk menghentikan mereka.

Dia tahu bahwa tindakan istri dan putrinya salah, tetapi kebenaran yang tak dapat disangkal tentang asal-usul Yolanda tidak memberi ruang baginya untuk tetap berada dalam Keluarga Rahardi.

Menghela napas pasrah, Jonas mengeluarkan sebuah amplop yang berisi dua puluh juta rupiah dan mengulurkannya padanya.

"Ambillah. Hanya ini yang dapat kami lakukan untukmu. Kami tidak sengaja membawamu ke sini dari Puga, dan kami yakin orang tua kandungmu masih tinggal di sana."

Puga merupakan sebuah daerah terpencil dan miskin, yang mampu bertahan sampai sekarang karena bantuan perusahaan, sebuah pengingat nyata betapa jauh dan asing Yolanda dari kehidupan yang dikenalnya.

Talitha mendengus sambil menyilangkan kedua lengan di depan dada. "Hmph, suamiku, apa kamu serius? Kita telah membesarkannya selama lebih dari sepuluh tahun. Kita tidak berutang apa pun padanya. Tapi sekarang kamu justru memberinya uang setelah dia dengan lancangnya menyerang Salma? Dia cuma parasit kecil yang tidak tahu terima kasih."

Tidak tahu terima kasih?

Yolanda tertawa getir dan sedih, tawa dinginnya membelah udara.

Keinginan mereka untuk membuangnya begitu saja benar-benar tak terbendung lagi, seolah-olah dia adalah hiasan lama yang tak lagi mereka inginkan, menyakiti hatinya lebih dalam daripada yang ingin diakuinya. Ketika pertama kali mengetahui bahwa dia bukanlah anak kandung mereka, dia telah mempertimbangkan untuk meninggalkan mereka dengan hadiah perpisahan yang signifikan, sejumlah uang untuk menjamin kesejahteraan mereka. Namun, sekarang? Gagasan itu terasa konyol.

Jonas tidak memiliki kemampuan untuk mengelola bisnis, dan Talitha hanya wanita pemboros yang gemar menghabiskan uang, menguras habis sumber daya mereka. Kalau bukan karena semua kerja keras Yolanda di balik layar, Grup Rahardi pasti sudah bangkrut sejak lama.

Matanya menegang saat dia menegakkan postur tubuh.

"Terima kasih atas niat baikmu, Pak Jonas, tapi itu tidak perlu," ucapnya, suaranya tenang dan tegas.

Tanpa menunggu jawaban, Yolanda berbalik dan menaiki tangga untuk mengemasi barang-barangnya.

Salma buru-buru berlari mengejar Yolanda.

Ketika Yolanda kembali ke lantai bawah, penampilannya tenang, hanya membawa sebuah tas hitam usang yang tersampir di bahunya. Ekspresinya tak terbaca, tetapi posturnya memancarkan perlawanan.

Salma mengikuti dari belakang, wajahnya menunjukkan kekhawatiran palsu. "Tunggu, Kak Yolanda! Jangan terburu-buru. Baju-baju ini belum pernah kupakai, jadi seharusnya masih baru, bawalah. Soalnya kudengar keluargamu yang asli ... yah, mereka miskin," ucapnya.

Dengan gerakan penuh perhitungan, Salma mengulurkan tangan dan meraih tas Yolanda.

Suara berisik terdengar ketika isinya jatuh berserakan di lantai marmer, menyita perhatian semua orang.

Di tengah barang-barang biasa terdapat sebuah gelang Chanel yang berkilauan, cahayanya memantulkan kilau bagaikan suar.

Salma mengeluarkan suara terkesiap yang berlebihan, tangannya memegangi dadanya. "Ini ... ini gelang yang Ayah berikan padaku minggu lalu! Bagaimana bisa gelang ini ada di tasmu?"

Bibir Yolanda melengkung membentuk senyum dingin dan mengejek.

Jadi ini rupanya rencana Salma, usaha terakhir untuk mempermalukan Yolanda.

Dia melirik ke Salma, tatapannya tajam seperti belati. Jika Salma menginginkan sebuah drama, dia tidak keberatan untuk memberikannya.

"Yolanda, bisa-bisanya kamu?!" jerit Talitha, suaranya bergetar karena marah. "Mencuri dari keluarga yang membesarkanmu? Setelah semua yang telah kami lakukan untukmu? Pantas saja kamu menolak dua puluh juta itu, ternyata karena kamu telah mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga! Pencuri dalam keluarga adalah aib yang terbesar!"

Kerutan di dahi Jonas makin dalam, berubah menjadi ekspresi marah besar. Dia melangkah maju, suaranya rendah dan penuh tuduhan. "Yolanda, jelaskan dirimu. Kenapa gelang yang kuberikan pada Salma bisa berada di dalam tasmu?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bersama Kita Bangkit Dari Abu
8.0
Saat hamil tua, sebuah truk sengaja menabrak mobilku. Di ambang maut, Kian, suamiku, justru mengabaikan teleponku demi menemani Florence yang mengeluh sakit kepala. Tragedi ini merenggut nyawa bayiku dan menghancurkan karier kakakku sebagai pianis. Pengkhianatan kejam tersebut kini menyalakan api dendam yang membara. Kian mengira kami telah habis, namun kami akan segera bangkit dari abu kehancuran ini untuk membalas semua rasa sakit kami.
Sampul Novel Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah
8.7
Tujuh tahun menikah, kehamilan Riana Handoko seharusnya menjadi berkah. Namun, pemeriksaan medis justru mengungkap kenyataan pahit: kolom ayah bayinya kosong, sementara nama suaminya, Bimo Ganendra, tercatat sebagai ayah dari anak Silvia Handoko. Silvia adalah putri kandung dari keluarga angkat yang dahulu mengusir Riana demi merebut kembali kehidupan yang dianggap telah dicuri. Di tengah rumor bahwa Bimo telah melakukan vasektomi demi dirinya, Riana kini harus menghadapi pengkhianatan besar ini.
Sampul Novel Luka Tak Terbantahkan Seorang Istri
8.6
Kehamilan kedua setelah tujuh tahun menikah harusnya jadi berkah. Namun, duniaku runtuh saat memergoki Brama, suamiku, diam-diam punya keluarga lain bersama Kania—wanita yang dulu membuatku keguguran—dan anak mereka. Kejamnya, Brama yang terhasut dusta Kania tega menyuruh orang menculikku. Tanpa sadar bahwa korban adalah istrinya sendiri, dia menyiksaku dengan keji hingga aku kembali kehilangan janin yang kukandung.
Sampul Novel Puber Kedua Sang Letnan Jendral
8.6
Kehidupan menjanda Nina kembali berwarna sejak mengenal Baskara, Letnan Jenderal TNI sekaligus calon besannya. Kelembutan dan kepedulian sang jenderal yang sering mampir ke warungnya sukses membuat Nina terpikat. Namun, kebahagiaan itu seketika runtuh saat Nina melihat Baskara di televisi bersama seorang selebriti terkenal. Di tengah rasa kecewa yang mendalam, Nina mulai meragukan ketulusan serta niat sebenarnya dari sang perwira tinggi selama mendekatinya.
Sampul Novel Skandal Calon Adik Ipar
8.8
Pertemuan tak sengaja di Bangkok saat urusan bisnis mengubah takdir Rafael. Setelah membantu mengurus paspor Arin yang hilang, tunangan Dhea ini malah jatuh hati pada calon adik iparnya sendiri. Arin mencoba mengubur perasaannya demi sang kakak, walau Rafael mulai goyah dengan rencana pernikahannya. Ketegangan memuncak kala Rafael nekat membatalkan pertunangan. Keputusan itu menyulut benci di hati Arin, meski ia tak kuasa membohongi cinta mendalamnya.
Sampul Novel Terjebak Pernikahan Yang Palsu
8.7
Lima tahun menikah, aku percaya suamiku benar-benar mencintaiku. Namun, semua kebahagiaan itu hancur saat aku tahu bahwa kasih sayangnya hanyalah kepura-puraan demi merebut harta warisan ayahku. Pengkhianatan kejam ini merusak kedamaian hidup yang kuperjuangkan. Sekarang, aku dihadapkan pada pilihan yang sangat berat. Apakah aku harus tetap bertahan dalam pernikahan palsu ini, atau memilih bercerai demi meraih kembali kebebasanku?