APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Janda Dua Anak Untuk Arjuna

Janda Dua Anak Untuk Arjuna

Dibuang oleh Ricky dalam kondisi mengandung, Raisa berjuang menghidupi bayi kembarnya sendirian. Nasib membawanya bekerja sebagai sekretaris Samuel Tirta. Meski sempat ditolak, kepolosan Raisa berhasil memikat Samuel, sebelum pria itu berpaling pada Lidya—sosok yang dahulu merusak pernikahan Raisa. Kini, Raisa berpindah tugas mendampingi Arjuna, adik Samuel. Lamaran Arjuna membuatnya bimbang karena bayang-bayang Lidya kembali mengintai. Namun, Raisa akhirnya mantap menikahi Arjuna Desta Mahendra Tirta.
Bab
Bagikan

Bab 3

" Pagi ....."

Begitu sapaan ramah yang kerap terdengar genit di telinga Raisa setiap Ia datang berbarengan dengan Dewi salah satu sekertarisnya Direktur. Meski pun sapaan itu bukan untuknya, tetap saja Raisa merasa para pria-pria itu genit.

Hampir setiap pagi ia mendengar sapaan demikian dari para bujang-bujang hingga bapak-bapak jika kebetulan datangnya bersamaan dengan Dewi. Tentu saja ia kerap luput dari sapaan. Jika pun ada yang menyapa, paling-paling hanya dari orang yang kebetulan mengenalnya saja.

Tapi sejauh yang Raisa amati, hampir semua lelaki yang berkantor di lantai atas dan lantai bawah menyempatkan untuk menyapa ramah Dewi, salah satu karyawan primadona di kantor ini. Kadang beberapa staf yang tidak pernah bersinggungan pekerjaan dengan Dewi Pun turut menyapa melalui senyuman jika kebetulan sedang bertatap mata.

Raisa sendiri pun jadi sering mendapati senyuman para lelaki jika mereka berhadapan dengan Dewi.

Namun sejak Dewi berhijab dua bulan yang lalu, sapaan itu seringnya menjadi, "Assalamualaikum Kak Dewiiiii....."

Hanya Dewi lah , satu-satunya yang diberi sapaan Assalamualaikum meski yang berhijab di gedung ini bukan hanya Dewi.

Sejauh ini hanya sapaan Arjuna dan Sofyan yang terdengar bernada normal di telinga Raisa.

Arjuna yang masih bujangan dan bapak Sofyan memang selalu bersikap cool di hadapan para karyawan wanita, meski terbaca dengan cara yang berbeda.

Pak Sofyan pria beristri yang dikenal taat beribadah. Sudah selayaknya pria beristri yang taat beragama bersikap demikian. Tetapi Arjuna? Meski pun terlanjur dicurigai penyuka sesama jenis, nyatanya Arjuna masih kerap membuat para karyawan wanita di Bank Thirta itu tersipu, terutama Dewi yang sangat terlihat menaruh harap pada Arjuna.

Percaya tidak percaya, telah lama terbangun yel yel ber cieeee  dan deheman berisi gurauan  di belakang punggung Arjuna setiap kali Dewi salah tingkah di dekat Arjuna.

Demikian situasi yang terbaca oleh Ais. Para pegawai di departemen ini, kerap menggoda Dona jika itu berhubungan dengan Ares.

"Pagi," sapaan berwibawa terdengar seperti biasanya saat Raisa sedang menggambar alis di balik meja.

"Pagi Pak Arjuna" jawab Raisa sambil mengangguk dan tersenyum setelah mengenakan kacamata minusnya sebelum mengangkat wajah, tepat ketika Arjuna muncul di depan mejanya. "Pagi Pak." Ia membalas dengan senyuman seperti biasa.

Arjuna segera meletakkan kantung kresek sambil menatap lurus wajahnya.

"Eh? Apa ini Pak?" tanya Raisa dengan raut bingung.

"Coba kamu liat di cermin..!." Arjuna melirik sekilas pada gigi Raisa yang berwarna merah terkena lipstik lalu pada kantung kresek yang baru saja ia letakkan di atas meja. Kedua matanya turut menangkap pensil alis dan bedak padat di meja sekertarisnya itu.

Raisa yang penasaran segera melihat wajahnya di cermin namun karena bibirnya tertutup, Ia tidak bisa melihat giginya yang terkena lipstik, lalu mengecek isi kantung kresek di atas meja dan dengan terheran-heran mengeluarkan satu bungkus tisu beserta kotak tisu. "Ini.... buat apa Pak?"

"Buat meja kamu. Di meja kamu nggak ada tisu. Sekarang, di meja kamu udah ada kotak tisu sama isinya. Bisa untuk menghapus lipstik di gigi kamu...!" Jawab Arjuna sambil memiringkan kepala. Kini tidak ada alasan lagi untuk sekertaris nya itu bersikap jorok dan mengelap gigi yang terkena lipstik dengan ujung lengan kemeja karena sudah tersedia tisu di atas mejanya.

"Ma... makasih Pak!" Raisa mengangguk dalam hatinya malu tapi juga senang, meski tidak mengerti mengapa tiba-tiba Arjuna begitu perhatian terhadap kondisi meja kerjanya? Terutama dengan lipstik di giginya.

Sedangkan Arjuna hanya mengangguk sebelum menuju ruangannya.

Dan tidak mengerti ada perempuan membiarkan buku hidungnya panjang melambai keluar.

Semalam ia sempat berbelanja sebelum pulang dan ia memutuskan membeli tisu untuk meja kerja Raisa. Ia tidak bisa bertahan melihat hal-hal jorok lainnya. Sudah cukup ia melihat Raisa mengusap lipstik di gigi dengan ujung lengan kemeja. Arjuna tidak ingin melihat hal-hal yang lebih jorok dari itu.

Seperti biasa, sebelum memulai aktivitas pagi, Raisa selalu minum segelas kopi susu terlebih dahulu.

Raisa segera menuju pantry sambil menenteng gelas berikut kopi sachet-nya dan melihat Benny dan Benno juga Rahma sedang bicara pelan.

"Hayo ngegosip apaan?" Tanya Raisa sambil bersiap menyobek bungkusan kopi di tangannya.

Tanpa banyak basa basi Benny menyeret lengannya agar menjauhi dispenser dan ikut bergabung dengan mereka di pojokan pantry yang memanjang.

"Sssttt.... kita liat pacarnya Pak Arjuna." Ucap Benny setengah berbisik.

"Hah?" Raisa tentu saja menatap sangsi.

"Kemarin aku sama Benny jalan ke mall ." Benny menyebut nama mall legendaris di Surabaya.

"Selesai kalian  beauty class kita mampir ke mall?" Benny kembali berbisik sambil melirik ke arah pintu yang terbuka. "Nah, kita liat Pak Arjuna ngopi berduaan sama laki-laki..."

Kedua mata Arjuna segera melebar. Sepertinya ini sesuatu yang seru. Ia sempat mencuri raut Rahma yang bereaksi sama sepertinya.

"Pak Arjun keliatan sedih, kayaknya ribut sama cowoknya. Aku yakin dia nangis sih, soalnya nunduk gitu lho. Jadi kan tempat ngopinya itu smoking area. Dan kita tuh makan di tempat lain tapi di seberangnya tempat dia ngopi gitu lho." Benny menjelaskan dengan kedua mata berbinar.

"Ssst.... ssst." Benno memberi isyarat dengan telunjuknya agar Benny memelankan suaranya.

"Aku perhatiin cowoknya. Badannya tegap, gede, pake slim fit. Macho banget. Terus ada lesung pipinya. Kulitnya kuning gitu." Benny menepuk gemas lengan Raisa . "Ih gila Pak Arjuna ! Aku kira Pak Arjuna itu yang jadi cowoknya lho...."

Raisa dan Rahma saling berpandangan dengan heran sebelum menatap Benny.

"Lah emang Pak Arjuna itu cowok kan..?" tanya Raisa dengan polos yang segera mengundang tawa tertahan pasangan ipin Upin itu.

Lagi-lagi Raisa dan Rahma hanya bisa saling pandang.

Raisa yakin bukan hanya ia yang tidak mengerti, buktinya Rahma yang baru berusia 30 tahun juga tidak mengerti.

"Tapi emang cakepan Pak Arjun sih. Cuma cowoknya nggak kalah karismatik gitu lho. Berkacamata, kayak orang pinter dan elite berkelas lah ," sambung Benny sambil menahan senyumannya.

"Lengan cowoknya tuh gede. Gila. Lebih macho daripada Pak Arjuna tau ga lhoooo" Benny kembali menegaskan. "Duh, kecewa aku. Aku kira Pak Arjuna yang jadi cowoknya. Dia tuh sangat lelaki gitu lho. Eh ternyata pacarnya lebih lelaki lagi."

Rahma dan Raisa saling menatap dengan tawa tertahan.

"Kamu yakin? Kalo itu temennya gimana?" tanya Rahma dengan senyuman geli.

"Dia nangis! Pak Arjuna nangis! Ya kan?" Ucap Benny sambil menoleh pada Benno.

"Nggg...." Benno memutar kedua mata dengan ragu.

"Aku yakin Pak Arjuna itu nangis di depan pacarnya! Sekarang pikir, ngapain nangis di depan temen cowok? Malu lah..." Benny menegaskan pendapatnya. "Terus, kita sengaja nunggu dia cabut kan? Penasaran mereka mau ke mana. Eh belanja dong, berdua!" Benny mengacungkan kedua jarinya dengan antusias.

"Ya terus? Pacaran gitu?karena mereka belanja berdua..." Raisa menatap sangsi.

"Ya iyalah Bund.... sekarang ngopi berdua, belanja berdua, udah jelas itu pacaran. Pak Arjuna itu kan tinggi ya, ini cowoknya lebih tinggi dari Pak Arjuna lho. Pokoknya macho pol! Aku perhatiin pas mereka jalan. Mataku jeli. Cara cowoknya mandang Pak Arjuna itu soft banget. Aku tahu itu." Ucap Benny sambil tersenyum kecil.

Raisa melirik Benno yang tampak tidak yakin. Entahlah.

Raisa lalu berjalan kembali ke mejanya dengan perasaan antara percaya tidak percaya. Masa sih Arjuna beneran seperti omongan mereka?

Diam-diam terselip rasa tidak rela. Bukannya karena Raisa memendam rasa suka, tetapi Arjuna dalam persepsinya selama ini jauh dari kesan seperti itu.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Pembantu Kalian
9.2
Tujuh bulan sudah keluarga ipar menumpang di rumahku dan bertingkah bagai benalu. Tragisnya, aku malah diperlakukan layaknya pembantu di rumah sendiri, sementara suami enggan mengusir mereka karena merasa iba. Batas kesabaranku kini telah habis. Aku pun mulai menyusun taktik cerdik untuk membuat mereka tidak betah, agar mereka segera angkat kaki dan pergi selamanya demi mengembalikan kedamaian hidupku.
Sampul Novel A.M.O.R.E.G.A
8.3
Pertemuan tak terduga kerap hadir karena waktu, tetapi mengapa perpisahan selalu menjadi teka-teki yang sulit dimengerti? Kehilangan mengajarkan kita untuk menghargai arti kehadiran seseorang yang sangat berharga bagi jiwa. Walau rasa sakit akibat perpisahan itu perlahan pulih, goresan lukanya akan menetap abadi di dalam hati. Sesuatu yang terlanjur hancur takkan bisa kembali sempurna, mengukir kisah emosional yang sarat makna mendalam.
Sampul Novel Di Ceraikan Karena di Tuduh Mandul
9.4
Demi berbakti pada orang tua, Kinara bersedia menikah saat berumur tiga puluh tahun. Sialnya, setelah dua tahun berjalan tanpa momongan, sang mertua malah menuduhnya mandul. Luka hatinya kian menganga ketika suaminya memilih untuk menikah lagi dengan perempuan lain. Di tengah rasa dikhianati dan hancur, Kinara tidak tinggal diam. Ia bertekad bangkit untuk mematahkan tudingan kejam tersebut sekaligus membuktikan martabat dirinya yang sesungguhnya.
Sampul Novel Kecemerlangan Tak Terbelenggu: Menangkap Mata Sang CEO
8.3
Pernikahan karena utang membuat Leanna dikhianati suami dan mertuanya hingga terpaksa bercerai. Namun, perpisahan ini menjadi titik balik. Berbekal harta gono-gini dan kebebasan baru, ia bangkit menunjukkan jati diri aslinya yang luar biasa: peretas genius, pembalap, profesor medis, dan desainer perhiasan top. Gangguan dari simpanan mantan suaminya tak mampu menggoyahkannya. Di tengah pembuktian diri ini, Matthew datang menawarkan diri menjadi pendamping baru baginya.
Sampul Novel Sang Pengantin Pengganti: Membuat Kenangan Tentang Kita
8.9
Demi melunasi utang, seorang wanita terpaksa menikah untuk menggantikan posisi orang lain. Ia harus menghadapi suaminya, seorang pria berkuasa yang kejam dan sangat ditakuti. Meski awalnya terjebak dalam pernikahan penuh paksaan dan ketakutan, pesona sang istri perlahan mampu meluluhkan kekerasan hati suaminya. Pria itu pun mulai terjerat dalam gairah yang tak bisa ia lepaskan. Akankah hubungan yang berawal dari keputusasaan ini akhirnya berubah menjadi cinta sejati?
Sampul Novel Tunanganku Menikah dengan Sainganku
8.4
Akibat alkohol oplosan, Julia pingsan dan terancam lumpuh akibat kerusakan saraf. Saat menguji kesetiaan Cayden Hewitt, sang tunangan justru bersikap dingin dan menyebut rivalnya, Liam, sebagai calon suaminya. Kecewa melihat Cayden bermesraan dengan Vivian, Julia pun memutuskan untuk menikahi Liam. Namun, ketika Julia hendak melangkah pergi, Cayden yang didera penyesalan mendalam memohon agar ia bertahan dan mengakui tidak bisa hidup tanpanya.